Pengaruh positif KAA bagi negara Asia-Afrika

Pengaruh positif KAA untuk negara Asis Afrika adalah:

  • Menjembatani perselisihan antara negara-negara Asia-Afrika
  • Negara-negara Asia-Afrika sebagai penyeimbang antara Blok Barat dan Timur
  • Negara-negara Asia-Afrika yang terjajah banyak yang merdeka
  • Persatuan dan kesatuan negara-negara Asia-Afrika semakin erat

4 tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika adalah:

  1. Meniadakan kolonialisme dan diskriminasi ras.
  2. Negara-negara Asia dan Afrika akan ikut serta berpartisipasi menciptakan perdamaian dunia sehingga memperbesar peranan Negara-negara Asia dan Afrika dalam dunia Internasional.
  3. Untuk mempererat kerja sama Negara-negara di Asia Afrika dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
  4. Masalah-masalah khusus terkait kedaulatan Negara, rasionalisme, dan kolonialisme akan dibicarakan untuk kepentingan bersama.

Negara peserta Konferensi Asia Afrika

  1. Kamboja
  2. Irak
  3. Iran
  4. Arab Saudi
  5. Ceylon
  6. Jepang
  7. Afghanistan
  8. Indonesia
  9. Pakistan            
  10. Birma
  11. Filipina
  12. Sudan
  13. Republik Rakyat Tiongkok
  14. Yordania
  15. Ethiopia
  16. Liberia
  17. Vietnam (Utara)
  18. Vietnam (Selatan)
  19. Pantai Emas
  20. Suriah
  21. Laos
  22. Thailand
  23. Mesir
  24. Libanon
  25. Turki
  26. Libya
  27. India
  28. Nepal
  29. Yaman

Sebutkan 10 isi Dasasila Bandung!

  1. Mengakui persamaan derajat semua ras baik negara besar maupun kecil.
  2. Tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain.
  3. Menghormati hak setiap Negara sesuai dengan Piagam PBB.
  4. Menghormati setiap hak-hak asasi manusia dan tujuan serta prinsip dalam Piagam PBB.
  5. Menghormati segala kedaulatan dan keutuhan wilayah seluruh Negara baik Asia-Afrika maupun diluar Asia-Afrika.
  6. (a) Tidak mempergunakan segala pengaturan pertahanan untuk kepentingan khusus negara besar mana pun.
    (b) Tidak menekan negara lain mana pun.
  7. Menjauhkan tindakan atau ancaman agresi dengan menggunakan kekuatan terhadap keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.
  8. Keadilan dan kewajiban internasional harus dijunjung tinggi.
  9. Memilih cara perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau penyelesaian hukum lainnya yang bersifat damai dalam menyelesaikan semua perselisihan internasional sesuai dengan Piagam PBB.
  10. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama dengan Negara mana pun.

Dampak Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung adalah:

  • Menumbuhkan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika
  • Melahirkan paham Dunia Ketiga (Non-Aligned)
  • Menggalang persatuan dan kerja sama negara-negara Asia dan Afrika
  • Munculnya Bandung Spirit

Sejarah dan latar belakang Konferensi Asia Afrika

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan.

KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario.

Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Konferensi Asia Afrika

Latar belakang KAA

  • Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur
  • penjajahan di Asia dan Afrika
  • kekhawatiran akibat pengembangan senjata nuklir
  • PBB belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan dunia

1. Perang Dingin Blok Barat dan Blok Timur

Berakhirnya Perang Dunia II pada Agustus 1945 bukan berarti situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia berakhir dan langsung tercipta perdamaian dan keamanan dunia. Di belahan dunia, terutama di wilayah Asia dan Afrika masih ada masalah bahkan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan bahkan pada tingkat perang terbuka.
Seperti yang terjadi di Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan dan Afrika Utara. Penyebabnya permasalahan tersebut adalah lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur.
Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat sedangkan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. Masing-masing blok berusaha menarik negara-negara Asia dan Afrika agar menjadi pendukungnya. Akibatnya, permusuhan terselubung tetap hidup bahkan bertumbuh di antara kedua blok dan para pendukungnya. Suasana ini dikenal dengan nama Perang Dingin.

2. Penjajahan di Asia dan Afrika

Selain Perang Dingin, pergolakan di dunia juga terjadi akibat masih adanya penjajahan terutama di Asia dan Afrika. Sebelum 1945, umumya Asia dan Afrika menjadi daerah jajahan negara-negara Barat. Tetapi sejak 1945, banyak daerah di Asia dan Afrika menjadi negara merdeka tetapi masih banyak menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan.
Beberapa negara Asia dan Afrika yang telah merdeka masih mengalami konflik antarkelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik divide et impera). Meski masih ada yang berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan negaranya seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di Afrika Utara, Vietnam di Indo Cina, dan di ujung selatan Afrika.

3. kekhawatiran akibat pengembangan senjata nuklir

Bangsa-bangsa di dunia, terutama di Asia dan Afrika mengkhawatirkan pengembangan senjata nuklir yang dapat berakibat pemusnahan umat manusia.

4. PBB belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan dunia

Pada masa ini telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB (United Nations atau UN) yang berfungsi menangani masalah-masalah dunia. Tetapi nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan dunia, seperti Perang Dingin, pengembangan senjata nuklir, dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *