Mengapa kebosanan manusia menjadi penyebab perubahan

Mengapa kebosanan manusia menjadi penyebab perubahan? Karena jika manusia merasa bosan manusia bisa melakukan apa saja untuk menghilangkan rasa bosannya. Dari pernyataan ini bisa digaris bawahi, karena manusia bisa melakukan apa saja itu termasuk tindakan positif maupub tindakan negatif. Positifnya ia akan mendapatkan hal hal baru dan negatifnya ia bisa menjadi penyebab dari perubahan sosial.

Jelaskan 7 alasan mengalami kebosanan!

  • tidak punya tujuan hidup. Jika setiap orang punya resolusi untuk mengubah diri, kamu mungkin tak punya itu. Kamu tak punya tujuan untuk dilakukan 1-2 tahun mendatang. Perubahan dan kemajuan apa yang ingin kamu raih dan sebagainya.
  • Kamu berhenti melakukan apa yang kamu suka. Mungkin dulu kamu punya hobi, tapi seiring bertambahnya kesibukan pekerjaan, kamu jadi tak punya waktu lagi melakukan hobi dan passion yang membuatmu ‘hidup’. Pada akhirnya, kamu merasa terlalu lelah melakukan apa pun dan tidak ada yang seru untuk dilakukan.
  • Kamu tidak mencoba bersosialisasi. Kamu tidak berbaur dengan orang-orang di sekitarmu. Kamu memilih diam di dalam kamar dan melakukan apa pun sendiri. Kamu jadi lebih individual, menjadi bosan dan inilah yang menghindarkanmu dari percikan-percikan semangat dalam hidup.
  • takut gagal, ketakutanmu akan kegagalan membuatmu takut melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Hal ini membuatmu tak ingin bergerak dan melakukan perubahan dalam hidup. Dan karena tak ada perubahan inilah kamu jadi makin bosan dengan kehidupan.
  • Kamu menolak ajakan teman untuk kumpul dan keluar bareng. Kamu berpikir terlalu melelahkan atau terlalu malas keluar dengan teman, atau kamu merasa malu karena tak ada yang bisa dibanggakan dari kegiatan dan pekerjaanmu sehari-hari. Seringkali, menolak ajakan teman untuk keluar justru mencegahmu mendapatkan perubahan dalam rutinitas.
  • Kamu tidak pergi ke mana pun. Ini yang sering orang lakukan jika sedang bosan. Ambil sedikit uangmu dan pergilah ke tempat-tempat baru yang belum pernah kamu kunjungi. Yakin deh, ini akan jadi pengalaman yang seru dan baru untukmu yang tak pernah ke mana pun.
  • terkungkung di satu tempat. Ketika kamu berada di satu tempat yang sama berulang kali setiap hari, wajar jika kamu merasa terjebak dan tak bisa bergerak. Rutinitas yang sama membuatmu terbiasa dan pada akhirnya kehilangan minat pada apa pun yang terjadi di sekitarmu.

Kebosanan

Pengertian kebosanan

Pengertian kebosanan adalah keadaan emosional atau psikologis yang dialami saat seseorang dibiarkan tanpa sesuatu yang khusus dilakukan, tidak tertarik pada lingkungannya, atau merasa bahwa hari atau periode membosankan.

Penjelasan ilmiah mengapa kita mengalami kebosanan!

Kebosanan adalah berbeda dari keputusasaan dan depresi. Dibandingkan dengan keputusasaan, “kebosanan mungkin melibatkan perasaan terjebak dalam situasi yang tidak memuaskan, tetapi tidak melibatkan kepercayaan bahwa kesuksesan tidak mungkin tercapai di masa depan,”

Bosan juga berbeda dengan depresi, karena depresi cenderung melibatkan hal yang negatif sedangkan bosan hanya perasaan negatif yang muncul dari kurangnya hiburan atau menginginkan sesuatu yang baru.

Penyebab dari kebosanan ada bermacam – macam, contohnya melakukan hal yang monoton atau berulang. Kebosanan serupa dengan kelelahan mental dan disebabkan oleh pengulangan dan misalnya, pekerjaan yang memerlukan perhatian terus menerus.

Beberapa orang cenderung lebih mudah bosan daripada orang lain karena mereka butuh akan hal – hal yang baru dan mereka merasa bahwa dunia bergerak lambat. Kebutuhan akan rangsangan eksternal dapat menjelaskan mengapa ekstrovert cenderung sangat rentan terhadap kebosanan. Mencari sesuatu yang baru dan mengambil risiko adalah cara orang – orang ini mengobati diri sendiri untuk menyembuhkan kebosanan mereka.

Orang-orang dengan kecerdasan tinggi ternyata mudah terserang kebosanan. Mereka lebih sering menghabiskan waktu bermalas – malasan daripada melakukan kegiatan fisik. Orang dengan IQ tinggi merasa cepat bosan karena mereka merasa semua mudah dilakukan, sehingga membuat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk terlibat dalam pemikiran saja ketimbang melakukan aktifitas fisik

Kebosanan juga terkait dengan masalah perhatian. Apa yang membuat kita bosan tidak pernah benar-benar menarik perhatian kita. Lagi pula, sulit untuk tertarik pada sesuatu ketika Anda tidak dapat berkonsentrasi pada hal itu. Orang dengan masalah perhatian kronis, seperti gangguan hiperaktif memiliki kecenderungan untuk bosan lebih tinggi.

Untuk mengatasi kebosanan, kita juga perlu mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena orang yang kekurangan sumber daya batin untuk mengatasi kebosanan secara konstruktif akan bergantung pada stimulasi eksternal. Dengan tidak adanya keterampilan hiburan batin, dunia luar akan selalu gagal memberikan kegembiraan dan kebaruan yang cukup.

Kunci untuk menghindari kebosanan adalah pengendalian diri. Mereka yang memiliki kapasitas kontrol diri yang lebih tinggi cenderung tidak mengalami kebosanan dan orang yang memiliki control diri dari kebosanan mempunyai kreativitas yang tinggi. Karena orang yang bosan cenderung punya hasrat atau usaha lebih untuk keluar dari kebosanan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *