Macam-Macam Bentuk Kromosom berdasarkan Letak Sentromer dan Tipenya

Kromosom adalah salah satu material genetik yaitu substansi pembawa informasi genetik suatu makhluk hidup. Kromosom adalah merupakan suatu benda halus berbentuk seperti benang yang tipis yang ada di dalam setiap sel tubuh kita yang mempunyai inti sel.

Letak sentromer pada sebuah kromosom bisa berada di tengah, agak pinggir, atau bagian ujung kromosom. Adanya perbedaan letak sentromer membuat lengan kromosom tidak selalu sama panjang. Berdasarkan keberagaman letak sentromer, kromosom dapat dibedakan menjadi metasentrik, akrosentrik, submetasentrik, dan telosentrik.

Macam-macam kromosom berdasarkan letak sentromernya adalah:

  • Telosentrik, adalah memiliki satu lengan dan sentromernya berada di ujung kromosom .
  • Metasentrik, adalah memiliki dua lengan sama panjang, letak sentromer di tengah kromosom
  • Akrosentrik, adalah memiliki dua lengan tidak sama panjang, letak sentromer di salah satu ujung kromosom
  • Submetasentrik, adalah memiliki dua lengan hampir sama panjang, letak sentromer hampir di tengah kromosom.

Apa itu Sentromer?

Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap.

Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis.

Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase. Dan Sentromer merupakan salah satu bagian dari kromosom yang berfungsi untuk melekatkan kromosom pada benang spindel pembelahan sehingga dapat bergerak dari bidang ekuator ke arah kutub masing-masing.

Struktur Kromosom

Kemudian kromossom sel eukariota yakni terdiri atas bahan kompleks yang disebut dengan kromatin. Pada kromatin sendiri tersusun atas 27% DNA (deoxyribonucleic acid) dan 67% protein, dan 6% RNA (ribonucleic acid). Sepertiga penyusun kromosom ialah DNA.

Protein didalam kromossom ialah berupa histon, ialah merupakan sebuah protein yang konsentrasi asam amino yang tinggi dengan gugus tambahan (-NH2). Keberadaan histon ini ia melekat erat di DNA, yang membentuk subunit seperti manik-manik pada rantai DNA yang disebut nukleosom.

Protein nonhiston pada kromossom lebih banyak mengandung asam amino gugus tambahan (-COOH) daripada histon. Sebagian besar protein nonhiston berubah menjadi enzim yang mengatalisis proses transkripsi dan replikasi asam nukleat.Enzim ini disebut enzim poimerase.

Susunan Kromosom

Kromosom pada organisme prokariotik ada yang berupa RNA saja. Ini dapat dijumpai pada virus mozaik (tembakau). Kromosom dapat pula berupa DNA saja misalnya pada virus T dan dapat pula mengandung keduanya yaitu DNA dan RNA seperti pada bakteri Escherichia coli.

Di dalam sel, setiap kromosom berpasang-pasangan dengan kromosom lain yang identik, sehingga disebut kromosom homolog. Setiap pasang kromosom tersebut merupakan pasangan kromosom homolog.

Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut.

    1. Protein. Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA.
    2. DNA. DNA  (Deoxyribo Nucleic Acid atau asam nukleat deoksiribosa), menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom.
    3. RNA. RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom.

Berdasarkan tipenya, kromosom dibagi menjadi dua, adalah:

  1. Autosom (Kromosom Tubuh). Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina, dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. Autosom biasanya disimbolkan dengan A.
  2. Gonosom (Kromosom Seks). Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina, berjumlah satu pasang dan bersifat haploid.

Sejarah penemuan kromosom

Kromosom pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm von Nägeli pada 1842 dan ciri-cirinya dijelaskan dengan detail oleh Walther Flemming pada 1882. Sedangkan prinsip-prinsip klasik genetika merupakan pemikiran deduksi dari Gregor Mendel pada 1865 yang banyak diabaikan orang hingga 1902, Walter Sutton dan Theodor Boveri menemukan kesamaan antara perilaku kromosom saat meiosis dengan hukum Mendel dan menarik kesimpulan bahwa kromosom merupakan pembawa gen.

Hasil penelitian keduanya dikenal sebagai teori Sutton-Boveri atau hipotesis Sutton-Boveri atau teori hereditas kromosom, yang menjadi kontroversi dan perdebatan para pakar kala itu.

Pada 1910, Thomas Hunt Morgan membuktikan bahwa kromosom merupakan pembawa gen. Pada 1955, Joe Hin Tjio, seorang ilmuwan Amerika kelahiran Indonesia berhasil membuktikan bahwa kromosom manusia terdiri dari 23 pasang, bukan 24 pasang seperti yang diyakini para ahli genetika sejak lama.

Kromosom

Fungsi kromosom manusia

Di dalam kromosom, posisi DNA mengelilingi komponen serupa protein yang disebut sebagai histon. Bentuk kromosom yang sedemikian rupa inilah yang memungkinkan DNA melilit histon agar bisa muat dalam sel-sel.

Agar tubuh manusia bisa tumbuh dengan sempurna, sel harus rutin membelah diri untuk memproduksi sel-sel baru yang bisa menggantikan sel-sel lama yang sudah rusak. Lagi-lagi, peran kromosom kembali dibutuhkan.

Fungsi kromosom manusia yang utama adalah untuk memastikan bahwa DNA tetap berada di tempatnya saat terjadi pembelahan sel, sehingga bisa tebagi rata antarsel. Kromosom juga berperan dalam memastikan proses duplikasi DNA terjadi dengan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *