Jelaskan siklus hidup myxomycota

Pengertian atau yang dimaksud dengan Myxomycota adalah sekelompok protista yang berpenampilan mirip jamur namun berperilaku menyerupai amoeba. Myxomycota asal katanya dari myxo yang artinya lendir, dan mykes yang artinya cendawan. Myxomycota dinamakan jamur lendir (kapang lendir), sebab salah satu fase hidupnya berupa plasma atau lendir. Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat.

Sebutkan 9 ciri myxomycota!

  1. Makanan cadangan bepupa glikogen.
  2. Myxomycota hidup di tanah-tanah hutan, di atas daun-daun yang gugur, dalam kayu yang sudah lapuk, atau merayap ke mana-mana.
  3. Myxomycota dapat bergerak secara kemotaksis, hidrotaksis, dan fototaksis negatif.
  4. Tubuhnya berbentuk lendir, sehingga disebut jamur lendir.
  5. Cara hidup sebagai saprofit atau seperti hewan – hewan lainnya yaitu dapat mengambil zat makanan yang bersifat cair maupun padat, misalnya dalam bentuk glikogen dari organisme lain.
  6. Organisme yang termasuk Myxomycota dapat ditumbuhkan diatas media agar, dan makanannya berupa bakteri, miselium, potongan agar atau miksoamoeba haploid. Makanan dicerna dalam vakuola, atau dengan menggunakan enzim yang disekresikannya.
  7. Spora dapat berkecambah dalam air atau substrat basah menjadi sel kembar yang disebut miksoflagellata.
  8. Dalam keadaan vegetatif tubuhnya berupa masa protoplasma telanjang yang bergerak sebagai amoeba, disebut plasmodium. Plasmodium akan membentuk sporangium yang menghasilkan spora, pseudopodia.
  9. Amebazigot dengan sesamanya dapat bersatu menjadi plasmodium yang besar dengan banyak inti. Plasmodium tidak pernah membentuk sekat-sekat, jadi hanya berupa kumpulan protoplas yang menjadi satu.

Jelaskan siklus hidup myxomycota!

  1. Plasmodium tumbuh dewasa dan membentuk jaringan agar mendapatkan makanan dan oksigen lebih banyak.
  2. Pada saat kondisi lingkungan kurang menguntungkan, plasmodium dewasa akan membentuk sporangium bertangkai (stalk). Dalam hal ini, plasmodium dewasa memiliki kromosom diploid (2n).
  3. Di dalam sporangium terjadi pembelahan secara meiosis dan menghasilkan spora yang haploid (n). Spora ini tahan terhadap kekeringan.
  4. Bila kondisi lingkungan membaik, maka spora akan berkecambah membentuk sel aktif yang haploid (n).
  5. Sel-sel aktif tersebut memiliki bentuk yang berbeda dan dapat berubah menjadi sel amoeboid atau sel ber-flagela.
  6. Terjadi singami antara sel-sel yang memiliki bentuk yang sama. Singami menghasilkan zigot yang berkromosom diploid (2n).
  7. Nukieus (inti) zigot yang diploid (2n) membelah secara mitosis tanpa disertai pembelahan sitoplasma membentuk plasmodium pemakan yang diploid (2n).

Apa Peranan dan Manfaat Myxomycota?

Sama halnya dengan jamur air, beberapa jamur lendir jika hidup parasit pada tanaman akan menginfeksi akar tanaman yang menyebabkan pembengkakan akar dan penyakit yang dikenal dengan “bengkak akar”. Tanaman yang terserang jamur ini akarnya akan membusuk dan lama kelamaan akan mati.

Infeksi terjadi bila zoospora menembus anak akar tanaman inangnya dan segera menjadi miksamoeba (organisme amoeboid yang telanjang) yang tumbuh menjadi plasmodium. Selanjutnya, plasmodium akan tumbuh sehingga ukurannya bertambah yang mengakibatkan akar-akar tanaman inang membengkak.

Saat infeksi itu berlangsung, spora-spora pun ikut terbentuk dan akan menghuni sel-sel tanaman inang sampai sel-sel itu menjadi busuk, kemudian spora-spora dibebaskan dan siap menginfeksi bibit tanaman baru, seperti pada kubis dan kentang yang dapat rusak sehingga menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan akhirnya akan mati sebelum waktunya. Misalnya, Phytium penyebab penyakit rebah semai yang merusak bibit tanaman.

siklus hidup myxomycota

3 Contoh Myxomycota

  1. _Physarum _sp.,
  2. Didymium sp., dan
  3. Fuligo septica.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *