Jelaskan Pengertian Tekanan Osmotik dan Contohnya

Pengertian tekanan osmotik adalah sesuatu yang merujuk kepada suatu kejadian yang termasuk ke dalam sifat koligatif dari larutan. Sifat larutan ini dimanfaatkan dalam kehidupan sehari hari seperti dalam bidang medis bahkan hingga bidang industri makanan yang juga menerapkan sifat tekanan osmotik dari larutan.

Tekanan osmotik adalah merupakan sesuatu yang menunjukkan tekanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesetimbangan osmotik antara suatu larutan dan pelarut murninya yang dipisahkan oleh suatu membran yang dapat ditembus hanya oleh pelarut tersebut.

Dengan kata lain, tekanan osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis, yaitu gerakan molekul pelarut melewati membran semipermeabel ke larutan yang lebih pekat.[2] Tekanan osmotik merupakan salah satu sifat koligatif larutan.

Rumus Tekanan Osmotik

Pehitungan untuk penentuan tekanan osmotik pada dasarnya diturunkan dan didapat dari persamaan hukum gas ideal yang ada dimana tekanan dan volume sebanding dengan jumlah mol, konstanta gas serta suhu.

P V = n R T

Dalam hal ini, kita menggunakan sistem larutan yang diketahui besaran konsentrasinya sehingga kita dapat menggunakan nilai konsentrasi ke dalam persamaan. Konsentrasi merupakan jumlah mol tiap satuan volume.

M = n / V

Jika dimasukkan ke dalam persamaan gas ideal maka akan didapat persamaan berikut.

P = n/V R T

P = M R T

Karena tekanan osmotik dilambangkan dengan , maka kita dapat menuliskan rumus persamaan tekanan osmotik yaitu.

= M x R x T

Atau untuk larutan elektrolit yaitu.

= M x R x T x i

Dalam hal ini, i merupakan faktor Van’t Hoff yang dimiliki oleh suatu larutan elektrolit. Faktor Van’t Hoff dapat dirumuskan sebagai berikut.

i = 1 + (n-1)

dimana n adalah jumlah ion positif (kation) dan ion negatif (anion) dalam larutan sedangkan adalah derajat ionisasi larutan.

Peranan dan Manfaat Tekanan Osmotik

  • Infus, Tekanan osmotik dalam cairan infus haruslah sama (isotonik) dengan tekanan osmotik darah. Jika tekanan osmotik infus lebih besar mampu menyebabkan sel darah pecah karena banyak cairan infus yang akan masuk ke sel darah dan jika tekanan osmotik infus terlalu rendah bisa menyebabkan sel darah rusak.
  • Pengawetan Makanan dan Sayuran, Peristiwa pemanisan dan penggaraman/pengasinan berbagai bahan makanan seperti buah, telur, daging, ikan, dan bahan makan yang lain pada dasarnya menerapakan prinsip tekanan osmotik. Dengan tekanan osmotik tinggi (larutan pekat) akan membuat cairan dari sel bakteri pembusuk sencerung bergerak keluar hingga sel bakteri pembusuk menajadi rusak atau tidak bisa bertahan hidup lama. Peristiwa ini sering disebut dengan krenasi (crenation).

Proses Terjadinya Tekanan Osmosis

Proses terjadinya tekanan osmosis dapat dilakukan secara formal yakni melalui reverse osmosis yang artinya pemaksaan pelarut untuk melakukan tekanan yang lebih dari tekanan osmotiknya, dimana zat terlarut yang konsentrasinya tinggi harus menuju zat terlarut yang konsentrasinya rendah melalui membran semipermeabel.

Proses terjadinya tekanan osmosis melalui reverse dapat diaplikasikan dengan lebih besar. Contohnya pemisahan air murni yang berasal dari air payau maupun air laut. Air payau atau air laut tersebut akan ditekan dalam sebuah permukaan membran sehingga garam yang terdapat dalam air menipis dan dari sisi tekanan yang rendah akan memunculkan air minum murni. Reverse osmosis ini menggunakan membran yang memiliki lapisan pada matriks polimer, baik lapisan interfasial dipolimerisasi ataupun kulit membran asimetris.

Berikan Contoh Tekanan Osmosis

  • Kentang yang diletakkan dalam air murni akan terus membengkak dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan kentang akan dialiri oleh air melalui osmosis.
  • Air dalam tanah dapat diserap oleh sel akar tanaman melalui osmosis.

Contoh Tekanan Osmosis Dalam Tubuh

  • Keseimbangan cairan dalam tubuh ikan air tawar dapat dijaga melalui osmosis. Hal ini disebabkan dalam tubuh ikan terdapat konsentrasi garam yang lebih tinggi dibandingkan air disekelilingnya. Maka dari itu ikan ikan tersebut tidak harus minum air, karena tubuh mereka akan menyerap air secara spontan dan menghasilkan garam dalam tubuh.
  • Pentransferan mineral dan garam yang terdapat dalam air melalui osmosis. Dalam tubuh akan mempertahankan konsentrasi osmosis air, garam dan glukosa ketika membran plasma sel telah dilalui oleh air. Maka dari itu pencegahan kerusakan sel dapat dilakukan melalui filtrasi osmotik.

Apa Contoh Tekanan Osmosis dalam Kehidupan Sehari hari

  • Penyusutan siput saat kita menuangkan garam ke tubuhnya sehingga akan terjadi difusi pada air akibat osmosis.
  • Efek osmosis dapat dirasakan ketika pembengkakan kulit tangan karena direndam dalam cucian dengan waktu yang lama.

Contoh soal Tekanan osmosis

Contoh Soal 1
Tentukan tekanan osmotik larutan glukosa 0,03 M pada suhu 29°C

Jawab :
π = MxRxT
0,03M x 0,082 Latm mol/K x (29+273) K
=. 0,74atm
Maka, tekanan osmotik larutan glukosa tersebut yaitu 0,74 atm.

Contoh Soal 2
Sebuah larutan terbuat dari 1,14 g sukrosa (C12H22O11) dengan massa molekul relatif 342 yang dilarutkan ke dalam air yang volumenya 500 mL pada suhu 27o Celcius.
Tentukanlah berapa tekanan osmotik dari larutan tersebut?

Diketahui
massa terlarut = 1,14 gram
T = 27o C = 300o K
Mr sukrosa = 342
volume pelarut = 500 mL = 0,5 L

Ditanya
tekanan osmotik (π) = …?

Jawab :
jumlah mol sukrosa = 1,14/342 = 0,0033
π V = n R T
π 0,5 = 0,0033 . 0,082 . 300
π = (0,0033 . 0,082 . 300)/0,5 = 0,16236 atm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *