Jelaskan Morfologi Bunga Karang

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, untuk kali ini admin akan mencoba menjelaskan mengenai morfologi bunga karang. Semoga uraian singkat mengenai morfologi bunga karang ini bermanfaat untuk kalian semua.

Ciri khusus bunga karang

  • Bunga Karang memiliki lubang- lubang halus tempat masuknya air, bersama air pula turut ikut makanan dan oksigen
  • Bunga Karang memiliki sel-sel yang bercambuk mengayuh air melewati rongga tubuh Sel-sel dalam rongga tubuh bekerja untuk menyerap oksigen dan makanan yang terlarut dalam air, kemudian air dikeluarkan melalui puncak tubuhnya Jika bunga karang mati, maka akan terbentuk terumbu karang
  • bunga karang merupakan tumbuhan yang hidup di dasar laut
  • Hewan ini hanya menunggu makanan datang dengan sendirinya
  • Terumbu karang berguna untuk rumah bagi hewan laut.

Seperti apakah morfologi bunga karang

Pada dasarnya morfologi bunga karang adalah mengambil bentuk silinder dengan rongga sentral yang besa, spongocoel, menempati bagian dalam silinder. Air dapat masuk ke dalam pori-pori spongocoel dari berbagai di dinding tubuh. Air masuk spongocoel yang diekstrusi melalui besar, membuka umum yang disebut osculum tersebut.

Namun, bunga karang menunjukkan berbagai keragaman bentuk tubuh, termasuk variasi ukuran spongocoel, jumlah osculi, dan di mana sel-sel yang menyaring makanan dari air berada.

Bunga Karang

Peranan dan manfaat bunga karang dalam kehidupan

Kebanyaan bunga karang memiliki kalsium karbonat atau spikula dari silika yang membuatnya terlalu kasar dan keras untuk digunakan, tetapi beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai bunga karang mandi karena rangkanya lunak dan penuh rongga.

Orang Eropa zaman dahulu menggunakan bunga karang untuk berbagai hal seperti bagian dalam pelindung kepala, penyaring air, dan alat pembersih. Akan tetapi pada pertengahan abad ke-20 membuat bunga karang hampir punah, sehingga kegunaannya diganti dengan bunga karang sintetis. Rangka bunga karang dapat digunakan sebagai hiasan.

Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya. Contohnya zat plakoridin A yang ditemukan pada bunga karang plakortis di Jepang, dapat berguna sebagai sitotoksin bagi sel limfoma (kanker limpa).

Selain hal itu, ternyata porifera dapat mengembalikan kualitas air. Hal ini dapat dibuktikan karena, zat-zat yang tidak berguna yang berada di sekitar porifera bisa tersedot melalui pori-pori, dan porifera akan menyaringnya.

Apa itu bunga karang?

Bunga karang adalah sesuatu yang merujuk kepada organisme multiseluler, yang mempunyai banyak pori sehingga air dapat melewatinya. Tubuh mereka terdiri dari mesohil yang diapit dua lapisan tipis sel. Spons memiliki sel yang tak terspesialisasi (tidak memiliki tugas khusus) dan dapat berubah menjadi tipe sel lain serta dapat berpindah antara lapisan sel utama dan mesohil.

Bunga karang tidak memiliki sistem saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darah. Sebaliknya, sebagian besar mengandalkan aliran air melalui pori-pori tubuh mereka untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk membuang limbah.

Fungsi bunga karang pada bagian tumbuhan

Bunga karang berfungsi untuk Jaringan Parenkim (jaringan dasar) adalah suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi dan juga fisiologiyang bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan proses fisiologi. Walaupun struktur morfologi dan fisiologinya bermacam-macam, namun pada umumnya dapat dinyatakan bahwa parenkim memiliki sifat -sifat yanga sama.

Sel-sel parenkim adalah sel berdinding tipis yang membentuk bagian dalam banyak struktur tanaman non-kayu termasuk batang, akar, dan daun. Parenkim dikenal untuk membentuk korteks, atau pengisi utama, batang, lapisan dalam sel dalam daun, bahan endosperma yang memberi makan benih tumbuh, dan pulpa buah.

Jaringan Parenkim biasa disebut sebagai ground tissu atau jaringan dasar, yang berarti bahwa pada hampir setiap bagian tumbuhan akan terdapat jaringan parenkim ini sebagai jaringan dasar, dimana jaringan-jaringan lain terdapat di dalamnya.

Secara filogenetis, Jaringan Parenkim dapat dianggap sebagai jaringan-jaringan pada tumbuhan yang tersusunnya merupakan pemula. Sebab kalau kita perhatikan tumbuhan yang primitif, pada tubuhnya hanya terdiri dari sel-sel parenkim. Jadi sesuai dengan pengertian parenkim di atas sebagai jaringan dasar (jaringan pemula), demikian juga anggapan bahwa jaringan-jaringan dewasa ada tumbuhan tingkat tinggi berasal dari jaringan Parenkim tersebut.

Jaringan Parenkim terbentuk dari sel-sel parenkim, dengan demikian dapat dikatakan bahwa sel-sel parenkim itu adalah massa (sel-sel) yang menyebar luas pada seluruh organdari tumbuhan. Jaringan parenkim merupakan jaringan heterogen, sebab telah terjadi asosiasi antara sel-sel parenkim yang meluas maka jaringan parenkim umumnya terdapat pada empulur dan korteks batang, akar, mesofil daun, jaringan-jaringan fotosintesis, daging daun serta endosperm biji dan dalam buah.

Asal parenkim pada tubuh primer adalah berkembang dari meristem dasar, sedang pada tubuh sekunder berkembang dari pembuluh dan kambium gabus, bahkan dari felogen. Parenkim berperan dalam proses penutupan luka (regenerasi).

Parenkim dengan dinding yang melekuk – lekuk kearah dalam, yaitu berupa parenkim lipatan, misalnya pada daun Pinus merkusi, Oryza sativa, Bambusa sp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *