Jelaskan Bunyi Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton)

Dalam bidang sains dipelajari yang namanya hukum kelipatan perbandingan (Dalton). Nah, artikel di bawah ini akan mencoba memberikan sedikit uraian mengenai bunyi hukum kelipatan perbandingan (Dalton), beserta contoh soalnya. Semoga uraian ini bisa bermanfaat banyak.

Bunyi Hukum kelipatan perbandingan dari Dalton adalah:

“Jika Massa dari salah satu unsur dalam kedua senyawa adalah sama, maka perbandingan Massa unsur yang satu lagi dari kedua senyawa tersebut merupakan perbandingan Bilangan bulat dan sederhana”

Contoh Soal Hukum kelipatan perbandingan dari Dalton

Soal No. 1: Unsur nitrogen dan oksigen dapat membentuk lebih dari satu senyawa, misalnya NO, NO2, N2O2 dan N2O4. Pada kondisi tertentu, 1 gram nitrogen tepat bereaksi dengan 1,14 gram oksigen. Pada kondisi yang lain, 1 gram nitrogen tepat bereaksi dengan 2,28 gram oksigen. Jelaskan bahwa data ini sesuai dengan Hukum Perbandingan Berganda. Dan bagaimana rumus kimia kedua senyawa tersebut?
Jawaban Soal No. 1
Untuk berat nitrogen yang sama (1 gram), perbandingan massa oksigen untuk kedua senyawa itu adalah 1,14 : 2,28 atau 1 : 2. Oleh karena perbandingan unsur oksigen pada kedua senyawa itu berupa bilangan bulat dan sederhana maka data ini sesuai Hukum Perbandingan Berganda. Rumus kimia kedua senyawa itu adalah NO dan NO2.
Soal No. 2: Perbandingan massa N dan O dalam senyawa NO dan NO2 adalah sebagai berikut.
Senyawa
Massa Pembentuk (gram)
N
O
NO
21
24
NO2
28
64
Buktikan apakah kedua rumus senyawa tersebut memenuhi Hukum Kelipatan Perbandingan?
Jawaban No. 2:
Jika massa N pada senyawa NO disamakan dengan massa N pada senyawa NO2 yaitu 28 gram, maka massa O pada NO dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
Massa O pada NO = 28/21 × 24 gram = 32 gram
Dengan demikian, perbandingan massa menjadi seperti berikut.
Senyawa
Massa Pembentuk (gram)
N
O
NO
28
32
NO2
28
64
Dari perbandingan ini, untuk perbandingan massa N yang sama ternyata perbandingan massa oksigennya 32 : 64 atau 1 : 2 yang merupakan bilangan bulat dan sederhana. Dengan demikian, kedua rumus tersebut telah memenuhi Hukum Kelipatan Perbandingan.

Jelaskan Pembatasan Penggunaan Hukum Kelipatan Perbandingan!

Dalam suatu ilmu, kita mengenal berbagai macam hukum atau teori. Berbagai teori dan hukum ini mendasari penemuan teori lainnya dan digunakan dalam penentuan-penentuan untuk menjawab hipotesis. Misalnya dalam suatu penelitian anda membutuhkan suatu dasar yang mampu mendukung hipotesis di dalamnya.

Hukum Kelipatan Perbandingan kita kenal sebagai salah satu hukum dasar yang digunakan dalam materi stoikiometri. Hukum ini memang sangat penting bahkan membuka wawasan akan bagaimana suatu senyawa dapat terbentuk dan bagaimana penyusunnya. Namun hukum ini mengalami pengecualian dalam kondisi tertentu.

Beberapa pengecualian yang bisa terjadi misalnya untuk senyawa-senyawa polimer. Senyawa polimer adalah senyawa yang memiliki rantai sangat panjang bahkan tidak terhingga. Selain itu senyawa non stoikiometrik dan oligomer juga tidak bisa menggunakan hukum Dalton ini.

Hukum Dalton digaris bawahi pada pernyataan bahwa perbandingan massa antar unsur yang menyusun suatu senyawa adalah bilangan bulat dan sederhana. Misalnya untuk senyawa CO2 (karbon dioksida) dan CO (karbon monoksida) yang mengikuti kaidah hukum Kelipatan Perbandingan.

Jelaskan Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)

Melalui hukum perbandingan berganda, John Dalton mengenalkan sebuah kesimpulan yang menyatakan bahwa apabila ada unsur – unsur yang membentuk dua macam senyawa atau lebih lebih yang massa salah satu unsurnya sama banyak maka massa unsur yang kedua berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.

Ingat kembali bahwa ikatan kimia dari dua unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa. Misalnya unsur karbon (C) dan unsur oksigen (O) dapat membentuk karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Bagaimana John Dalton dapat mengambil kesimpulan yang dinyatakan dalam hukum perbandingan ganda tersebut?

Pada pembentukan senyawa dari karbon (C) dan oksigen (O) membentuk karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) . Jika jumlah karbon yang bereaksi pada masing – masing adalah 1 gram maka teramati bahwa pada karbon monoksida yang terbentuk akan terdapat 1,33 gram oksigen, sedangkan pada karbon dioksida terbentuk 2,66 gram oksigen. Perhatikan bahwa perbandingan massa oksigen adalah 1 : 2. Hasil perbandingan tersebut membentuk bilangan bulat sederhana dan kemudian akan disebut sebagai hukum perbandingan berganda.

Bunyi Hukum Perbandingan Berganda

Dua unsur bergabung dan masing – masing menyumbangkan sejumlah atom tertentu untuk membentuk ikatan kimia. Komposisi unsur – unsur dengan ikatan kimia membentuk suatu senyawa dan dituliskan dalam rumus kimianya. Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan berbeda – beda.

Misalnya, belerang (S) dengan oksigen (O) dapat membentuk senyawa SO2 (sulfur dioksida) dan SO3 (sulfur trioksida), unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dapat dibentuk senyawa H2O (air) dan H2O2 (hidrogen peroksida), dan unsur karbon (C) dan oksigen (O) membentuk senyawa CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *