Hasil yang telah dicapai oleh ASEAN

ASEAN adalah organisasi yang ada di kawasan Asia Tenggara, ada banyak sekali hasil yang sudah dicapai oleh ASEAN. Berikut ini adalah beberapa contoh tentang hasil yang sudah dicapai oleh ASEAN.

13 hasil yang sudah dicapai ASEAN adalah:

  1. Mengembangkan kebijakan industri regional untuk menasionalisasi dan mengonsentrasikan perusahaan lokal. Tujuannya agar menjadi primadona bagi suatu kawasan, seperti tekstil dan agroindustri.
  2. Mendirikan proyek industri ASEAN.
  3. Membentuk dana devisa bersama negara-negara anggota yang memerlukan, dana tersebut diatur dalam ASEAN Swaparrangement.
  4. Pembentukan suatu kawasan perdagangan bebas dengan meniadakan tarif bea masuk terhadap barang yang berasal dari sesama negara anggota untuk meningkatkan skala pasar internasional dan melakukan proteksi terhadap pengusaha domestik dalam menghadapi persaingan dari luar kawasan.
  5. Penetapan peraturan dan perjanjian penanaman modal untuk memperkuat posisi tawar-menawar negara anggota dalam menghadapi negara yang lebih maju.
  6. Tukar pelajar dan mahasiswa antaranggota ASEAN.
  7. Kerja sama siaran televisi bersama.
  8. Penanggulangan bersama masalah narkoba.
  9. Penangulangan bahaya terorisme.
  10. Menentukan tarif rendah untuk jenis barang hasil produksi negara anggota ASEAN.
  11. Pengunaan Satelit PALAPA.
  12. Menghindarkan pajak ganda antaranggota ASEAN.
  13. Mendirikan pusat-pusat penelitian tentang pertanian, biologi, pengobatan, bahasa Inggris, dan sebagainya.

Hasil yang dicapai ASEAN di bidang sosial adalah:

  • Bidang pembangunan sosial dengan menekan pada kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar.
  • Bantuan terutama kepada kaum wanita, dan pemuda dalam usaha usaha pembangunan
  • Menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan.
  • Pengembangan sumber daya manusia
  • peningkatan kesejahteraan.

Faktor pendorong kerja sama ASEAN

  • Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam. Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama. Perbedaan sumber daya pangan di setiap negara ASEAN menghasilkan kerja sama. Contoh, Indonesia mengekspor hasil pertanian ke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis) Karena kesamaan letak geografis, beberapa negara di suatu kawasan umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara. Contoh, negara-negara yang terletak di Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN.

Faktor penghambat kerja sama ASEAN

  • Perbedaan ideologi Faktanya, saat ini hampir tidak ada negara ASEAN yang menutup diri dari kerja sama antarnegara ASEAN. Tetapi ada perbedaan ideologi di antara negara-negara anggota ASEAN.
  • Konflik dan peperangan Kondisi konflik dan peperangan yang terjadi di dalam negeri maupun antara negara dapat mengganggu stabilitas suatu negara sehingga akan menghambat kerja sama antarnegara-negara ASEAN.
  • Kebijakan protektif Suatu negara yang menerapkan kebijakan protektif bertujuan melindungi kepentingan dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Misal, suatu negara tidak menerima impor hasil pertanian karena memengaruhi kondisi pendapatan hasil pertanian dalam negerinya. Dampak kebijakan protektif ini juga dapat memengaruhi hubungan antarnegara sehingga menghambat kerja sama yang harmonis.
  • Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara Kerja sama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan negara di dunia. Tetapi dalam kerja sama antarnegara tiap-tiap negara memiliki kepentingan yang berbeda. Perbedaan ini dapat menjadi salah satu penghambat kerja sama yang harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *