Fungsi Sistem Limfatik

Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa bukan limpa berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Sistem limfatik atau sistem getah bening adalah suatu sistem yang membawa cairan dan protein yang hilang kembali ke darah.

Sistem limfatik bekerja dengan cara yang berbeda dan mempunyai tugas yang berbeda pula dengan sistem sirkulasi. Sistem limfatik mempunyai fungsinya sendiri dalam tubuh manusia. Dari namanya saja, semua orang bisa menebak bahwa sistem limfatik berhubungan dengan limfa.

Sistem sirkulasi adalah sistem yang vital, dan gerakan konstan darah memungkinkan untuk gas dan nutrisi dapat dipertukarkan sehingga triliunan sel dalam tubuh Anda dapat menjalankan fungsi penting mereka. Namun, ada pahlawan tanpa tanda jasa dari sistem kardiovaskular yang Anda tidak selalu terdengar tentang mereka, dan itu disebut sistem limfatik..

Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa bukan limpa berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya.

Apakah fungsi utama sistem limfatik?

  • Mengatur keseimbangan cairan tubuh.
  • Menyerap sebagian lemak makanan dalam usus.
  • Melawan penyebab infeksi.
  • Menangani sel kanker.
  • Menangani produksi sel yang mungkin menyebabkan penyakit atau gangguan.

Sebutkan organ penyusun sistem limfatik!

  • limpa
  • timus
  • kelenjar getah bening
  • cairan getah bening

Limpa

Limpa terletak di sisi kiri tubuh tepat di atas ginjal, limpa adalah organ limfatik terbesar, menurut National Library of Medicine (NLM). Organ ini berfungsi mengontrol jumlah sel darah merah dan penyimpanan darah dalam tubuh, dan membantu melawan infeksi.

Jika limpa mendeteksi bakteri yang berpotensi berbahaya, virus, atau mikroorganisme lainnya dalam darah, maka limpa bersama dengan kelenjar getah bening akan mempromosikan sel-sel darah putih yang disebut limfosit, untuk melawan mikroorganisme penjajah.

4 fungsi limpa adalah:

  1. Fagositosis, Leukosit, trombosit, dan mikroba difagositosis dilimpa. Tidak seperti nodus limfe, limpa tidak memiliki limpatik aferen yang masuk sehingga limpa tidak terpapar penyakit yang disebarkan oleh limfe.
  2. Cadangan darah, Limpa mengandung 350 ml darah dan dalam merespons terhadap stimulus simpatik dapat dengan cepat mengembalikan volume ini ke sirkulasi, misal pada pendarahan.
  3. Respons imun, Limpa mengandung limfosit B dan T yang diaktivasi oleh keberadaan antigen, missal pada infeksi. Proliferasi limfosit saat infeksi yang serius dapat menyebabkan pembesaran limpa (splenomegali).
  4. Eritropoiesis, Limpa dan hati merupakan tempat memproduksi sel darah janin yang penting. Selain itu, limpa juga dapat memenuhi fungsi pada orang dewasa pada saat dibutuhkan.

Limfosit

Limfosit menghasilkan antibodi untuk membunuh mikroorganisme asing dan menghentikan penyebaran infeksi. Manusia memang bisa hidup tanpa limpa, misalnya pada orang-orang yang telah kehilangan limpa akibat penyakit atau cedera, namun sebagai konsekuensinya mereka akan lebih rentan terserang infeksi.

Timus

Timus terletak di dada tepat di atas jantung, merupakan organ kecil yang berfungsi sebagai tempat pematangan limfosit sehingga menjadi limfosit matang yang aktif (sel T aktif), sel ini berguna untuk menghancurkan sel-sel yang terinfeksi atau sel kanker.

Amandel adalah kelenjar getah bening besar yang terletak di faring. Menurut American Academy of Otolaryngology, amandel merupakan baris pertama pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung.

Timus adalah tempat dimana limfosit berkembang menjadi sel T. Kalenjar timus berada dibagian atas mediastinum di belakang sternum dan memanjang keatas hingga dasar leher. Berat kalenjar ini sekitar 10-15 gram pada saat lahir dan tumbuh hingga pubertas, selanjutnya akan mengalami atrofi.

Berat maksimum timus saat pubertas adalah 30-40 gram. Timus sekresikan hormon timopoietin yang menyebabkan kekebalan pada sel T. Timus berbeda dengan organ limfoid lainnya karena hanya berfungsi untuk tempat pematangan limfosit T. Selain itu juga, karena timus adalah satu-satunya organ limfoid yang tidak memerangi antigen secara langsung.

Getah Bening

Getah bening adalah cairan bening dan tidak berwarna; kata “bening” berasal dari kata Latin lympha, yang berarti “seperti air”. Asal muasalnya adalah dari plasma darah. Setelah plasma darah yang membawa nutrisi menyalurkannya ke sel-sel tubuh, kemudian sebagian besar akan kembali ke sirkulasi vena melalui pembuluh darah kecil yang disebut venula lalu mengalir ke pembuluh darah vena. Sisanya yang sebagian kecil mengalir ke sistem limfatik dan menjadi cairan getah bening.

Tonsil

Tonsil adalah organ limfoid yang paling sedarhana. Kedua tonsil terdiri juga atas jaringan limfe. Letaknya antara dua tiang fauses (lengkung langit-langit) dan mendapat persediaan limfosit melimpah didalam cairan yang ada permukaannya dan yang ada didalam sela-sela tonsil.

Sejumlah besar jaringan limfoid masuk kedalam formasi limpa, membran serosa, dan dalam kulit usus halus. Di dalam usus mereka ditampung didalam mukosa(selaput lendir). Di beberapa tempat dijumpai beberapa nudulus jaringan limfe. Khilus sentralis didalam vilus berhubungan dengan pembuluh limfe dalam jaringan submukosa.

Dari sini limfe keluar dan akhirnya sampai di reseptakulum khili. Tonsil terdapat dimulut dan tenggorokan, Tonsil juga berfungsi untuk melawan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan faring. Oleh karena itu antigen dihancurkan dengan ditelan dan diinhalasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *