Fungsi Katalis dalam Kesetimbangan dan Contohnya

Pengertian kesetimbangan kimia adalah sesuatu yang merujuk kepada keadaan saat kedua reaktan dan produk hadir dalam konsentrasi yang tidak memiliki kecenderungan lebih lanjut untuk berubah seiring berjalannya waktu.

Biasanya, keadaan ini terjadi ketika reaksi ke depan berlangsung pada laju yang sama dengan reaksi balik. Laju pada reaksi maju dan mundur umumnya tidak nol, tapi sama. Dengan demikian, tidak ada perubahan bersih dalam konsentrasi reaktan dan produk. Keadaan seperti ini dikenal sebagai kesetimbangan dinamis.

Sebutkan 2 jenis kesetimbangan kimia

  • Kesetimbangan statis terjadi ketika semua gaya yang bekerja pada objek bersifat seimbang, yaitu tidak ada gaya yang dihasilkan.
  • kesetimbangan dinamis diperoleh ketika semua gaya yang bekerja pada objek bersifat seimbang, tapi objeknya sendiri bergerak.

Kesetimbangan kimia sendiri termasuk ke dalam kategori dinamis karena terdiri dari reaksi maju, ketika reaktan menghasilkan produk, dan reaksi balik, ketika produk menghasilkan reaktan. Selain itu, perbandingan relatif dari setiap zat kimia yang terlibat juga tidak berubah. Sama seperti kesetimbangan kimia, kesetimbangan dinamis hanya dapat terjadi dalam sistem tertutup pada suhu yang konstan.

Berdasarkan keadaan fisik reaktan dan produknya, terdapat dua kelompok kesetimbangan, yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen.

Apa itu Kesetimbangan homogen?

Kesetimbangan homogen terjadi ketika semua reaktan dan produk berada dalam fase yang sama. Contohnya dapat dilihat pada reaksi di bawah ini.

Apa itu kesetimbangan heterogen?

Kebalikannya, kesetimbangan heterogen terjadi ketika reaktan dan produk tidak dalam fase yang sama. Contohnya dapat dilihat pada reaksi di bawah ini.rumus2 kimiaApa Fungsi katalis dalam kesetimbangan?

Fungsi katalis dalam kesetimbangan adalah untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan. Dalam reaksi kesetimbangan katalis tidak tidak menggeser kesetimbangan. Katalis dalam kesetimbangan tidak mempengaruhi letak kesetimbangan. Contoh katalis dalam kesetimbangan adalah sebagai berikut:

V2O5 adalah katalis yang digunakan dalam proses kontak dalam pembuatan asam sulfat

Katalis besi dengan campuran Al2O3, MgO, CaO, dan K2O yang digunakan dalam proses Haber-Bosch

Sesuai dengan fungsinya sebagai zat yang mem- percepat reaksi, katalis berfungsi mempercepat tercapai- nya kesetimbangan, dengan cara mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar. Jadi, katalis berfungsi pada awal reaksi sebelum kesetimbangan tercapai. Jika laju reaksi maju = laju reaksi balik setelah kesetimbangan tercapai, maka katalis berhenti berfungsi. Katalis hanya mampu mempercepat reaksi, tetapi tidak dapat membuat reaksi. Jadi, katalis tidak dapat meng- geser reaksi yang telah setimbang

Konsep kesetimbangan kimia dikembangkan setelah Berthollet (1803) menemukan bahwa beberapa reaksi kimia bersifat reversibel. Untuk setiap campuran reaksi yang ada pada kesetimbangan, laju pada reaksi maju dan mundur adalah sama. Dalam persamaan berikut ini panah menunjuk kedua arah menunjukkan kesetimbangan, A dan B adalah spesi reaktan kimia, S dan T adalah spesi produk, dan α, β, σ, dan τ adalah koefisien stoikiometri dari reaktan dan produk tersebut:

α A + β B is in equilibrium with σ S + τ T

Posisi konsentrasi kesetimbangan dari suatu reaksi dikatakan berada “jauh ke kanan” jika, pada kesetimbangan, hampir semua reaktan dikonsumsi. Sebaliknya posisi kesetimbangan dikatakan “jauh ke kiri” jika hampir tidak ada produk yang terbentuk dari reaktan.

Untuk mengetahui apakah reaksi telah mencapai kesetimbangan dan memprediksikan arah reaksi, ditentukan nilai dari kuosien reaksi, Qc, dengan mensubstitusikan nilai konsentrasi masing-masing substansi (produk dan reaktan) pada keadaan setimbang pada konstanta kesetimbangan kimia, Kc, dengan nilai konsentrasi awal masing-masing substansi pada keadaan reaksi tersebut.

Qc = Kc , reaksi telah mencapai kesetimbangan. Jika Qc = Kc, reaktan ⇌ produk

Qc < Kc , reaksi akan berlangsung dari arah kiri ke kanan (pembentukan produk) hingga mencapai kesetimbangan kimia (Qc = Kc). Jika Qc < Kc, reaktan → produk

Qc > Kc , reaksi akan berlangsung dari arah kanan ke kiri (pembentukan reaktan) hingga mencapai kesetimbangan kimia (Qc = Kc). Jika Qc > Kc, reaktan ← produk

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *