Faktor yang mempengaruhi kemandulan spermatogenesis

Mempunyai anak adalah dambaan semua orang, tetapi kadang dihadapkan pada masalah kemandulan atau gangguan terhadap spermatogenesis. Berikut ini akan diberikan beberapa penyebab dari kemandulan spermatogenesis

Sebutkan 4 faktorĀ  yang mempengaruhi kemandulan spermatogenesis!

  1. Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen. Pembentukan sperma yang paling efisien adalah pada suhu 35,5oC (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantong zakar) yang berada di luar rongga tubuh.
  2. Faktor lain yang memengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian mariyuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton, dan nitrofurantoin).
  3. Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali).
  4. Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum. Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.

Kemandulan

6 penyebab kemandulan pada pria adalah:

  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti chlamydia dan gonore.
  • Saluran sperma tersumbat. Kondisi ini bisa menyebabkan sel sperma tidak bisa masuk ke cairan mani (azoospermia). Penyebabnya bisa karena bawaan lahir atau trauma fisik yang mengenai testis, prostat, dan uretra.
  • Gangguan ejakulasi (delayed ejaculation), adalah kondisi di mana seorang pria membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai orgasme. Bahkan tak jarang, kondisi ini membuat pengidapnya tidak mengalami ejakulasi sama sekali saat berhubungan seksual.
  • Kelainan enzim pada sperma. Kondisi ini bisa menyebabkan sperma sulit berenang dan menembus sel telur, sehingga tidak terjadi pembuahan.
  • Impotensi adalah penyakit disfungsi seksual yang dialami oleh pria. Penyakit ini menyebabkan seseorang tidak mampu berereksi maupun mempertahankan ereksi kemaluannya, sehingga menghambat aktivitas seksual saat berhubungan intim.
  • Varikokel, yaitu pembengkakan pada pembuluh vena di dalam kantong zakar atau skrotum. Kondisi ini bisa ditandai dengan penyusutan testis serta penurunan kualitas dan kuantitas sperma, membuat pengidapnya rentan mengalami kemandulan.

Apakah Faktor yang Pengaruhi Kualitas Sperma?

  1. Suhu berlebihan, apabila suhu testis kepanasan, produksi sprema bisa saja berhenti. Menurut Hal Danzer, MD, spesialis kesuburan di Los Angeles, saat produksi sperma terganggu memiliki dampak hingga berbulan-bulan. Bahkan jumlah sperma yang dihasilkan bisa lebih rendah dari biasanya.
  2. Obesitas, Pria yang berat badan berlebihan mengurangi fungsi testis dan jumlah sperma cenderung lebih rendah. Fungsi testis dan jumlah sperma pada pria subur yang obesitas secara signifikan lebih rendah dibanding pria dengan berat badan ideal.
  3. Gaya hidup, Rokok, narkotika dan alkohol dapat merusak fungsi seksual. Penelitian menunjukkan selain membuat penurunan sperma, merokok juga dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan disfungsi ereksi. Intinya, kalau ingin istri cepat hamil ubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
  4. Faktor fisiologis
  5. Demam tinggi dapat memiliki efek yang sama dengan panas pada sperma pria dan juga memiliki efek yang sama pula. Saat demam, studi tahun 2003 menjelaskan bahwa konsentrasi sperma bisa turun hingga 35 persen.
  6. Komputer, Komputer dan laptop bisa mempengaruhi kemampuan pria dalam bereproduksi. Menurut para peneliti State University of New York, ada korelasi langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum-sampai 35 derajat di posisi tertentu. Peningkatan ini tentu saja memiliki efek berbahaya pada spermatogenesis (proses pembentukan gamet jantan). Maka dari itu, jika ingin cepat dapat momongan, hindari duduk lama di depan komputer.
  7. Celana pendekĀ  ketat dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak buruk pada produksi sperma.
  8. Ponsel, penelitian menemukan bahwa pria yang menggunakan ponsel terlalu lama memiliki jumlah sperma yang lebih rendah secara signifikan. Apalagi bila ponsel ditaruh di dalam saku kantong celana, itu bisa memberikan banyak paparan radiasi.
  9. Varicoceles, membesarnya varises pada skrotum. Sekitar 15 persen pria memiliki varicoceles, atau varises di skrotum yang membesar, biasanya di testis kiri. Ketika produksi sperma rendah, dokter mungkin merekomendasikan untuk perbaikan varikokel, prosedur untuk memperbaiki varises dalam skrotum melalui pembedahan, embolisasi perkutan atau prosedur non bedah menggunakan kateter.

Pengertian dan fungsi spermatogenesis

Spermatogeneisis adalah proses pembentukan sel gamet jantan pada laki-laki. Proses ini terjadi pada manusia dalam waktu lebih dari 2 bulan. Lebih dari 300 juta spermatogenesis di hasilkan setiap hari, akan tetapi pada akhir akan menghasilkan 100 juta yang telah matang.

Fungsi dari spermatogenesis yaitu untuk menciptakan gamet jantan dewasa yang secara efektif dapat membuahi gamet betina untuk membentuk organisme bersel tunggal yang disebut dengan zigot, yang pada akhirnya akan mengarah ke proses pembelahan dan perbanyakan sel untuk membentuk janin.

Spermatogenesis juga berfungsi untuk memiliki keturunan. Untuk memiliki keturunan yang sehat maka jumlah kromosom harus dipertahankan dalam jumlah yang tetap pada tubuh. Karena dengan adanya kegagalan dapat menyebabkan beberapa kelainan seperti sindrom Klinefelter, sindrom Down, atau aborsi janin. Spermatogenesis bekerja untuk menghindari hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *