Ciri khas sel prokariotik

Hallo kawan-kawan, admin akan memberikan beberapa ciri khas dari sel prokariotik. Semoga saja uraian tentang ciri-ciri dari sel prokariotik ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

12 ciri khas sel prokariotik adalah:

  1.  ukuran sel Sel prokariotik biasanya dengan diameter 0,2-2,0 mm
  2. Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti atau nukleolus (nucleoid)
  3. Sel prokariotik tidak Memiliki organel membran
  4. Sel prokariotik Flagelanya terdiri dari dua susunan bangunan protein
  5. Glikokaliks ada sebagai kapsul atau lapisan lendir
  6. Dinding sel Sel prokariotik biasanya mengandung kimia kompleks (khas dinding sel bakteri termasuk peptidoglikan)
  7. Pada membran plasma tidak ada karbohidrat dan umumnya tidak memiliki sterol
  8. Dalam sitoplasma tidak ada sitoskeleton;
  9. Ukuran ribosom Sel prokariotik lebih kecil dari sel prokariotik
  10. Pengaturan kromosom (DNA) melingkar tunggal; tidak memiliki histon
  11. Pembelahan sel secara pembelahan biner
  12. Pada reproduksi seksual tidak ada meiosis; tetapt terdapat transfer fragmen DNA saja (konjugasi)

Sel Prokariotik

Apa yang dimaksud Sel Prokariotik?

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki nukleus (inti sel yang terbungkus membran). Dalam beberapa literatur prokariotik juga didefiniskan sebagai sel yang tidak memiliki organel yang terbungkus membran. Sel prokariotik adalah sel penyusun beberapa jenis organisme, yaitu semua jenis organisme bersel satu, domain Archaea dan domain Bacteria.

Sebutkan 6 struktur penyusun sel prokariotik!

1. Membran plasma

Membran plasma adalah membran biologis yang memisahkan bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Membran plasma tersusun oleh fosfolipid (phospholipid) dan protein. Pada sel prokariotik tertentu, dapat ditemukan lebih dari dua membran plasma. Ruang dari satu membran ke membran yang lain dikenal dengan nama periplasma (periplasm).

Membran plasma merupakan bagian yang bertanggung jawab mengontrol zat organik dan ion untuk dapat keluar dan masuk sel. Dengan kata lain, membran plasma bertugas melindungi sel dengan cara menyaring dan mengatur lalu lintas ion dari dalam maupun dari luar tubuh sel.

Pada literatur lama, membran plasma pada beberapa jenis bakteri akan membentuk mesosom. Mesosom merupakan bagian membran plasma yang melekuk ke dalam, yang berfungsi sebagai respirasi seluler, membantu proses oksidasi, dan penghasilan energi.

Tetapi, mesosom kemudian dikenali sebagai artefak (sesuatu yang diamati dalam penyelidikan ilmiah atau percobaan yang tidak terdapat secara alami, tetapi terjadi sebagai akibat dari prosedur dalam mempersiapkan atau menginvestigasi) pada akhir 1970-an. Mesosom kemudian tidak lagi dianggap sebagai bagian dari struktur normal sel prokariotik.

2. Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian berbentuk cairan yang ada di dalam membran plasma. Bagian ini tersusun oleh air, protein, lipid, mineral, serta enzim-enzim. Di dalam sitoplasma terjadi metabolisme sel berupa penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat yang kemudian digunakan sebagai energi bagi sel tersebut. Pada sel prokariotik, sitoplasma merupakan bagian terbesar dari sel, serta merupakan bagian yang kosong (tidak terisi organel-organel) sel.

3. Ribosom

Ribosom adalah bagian yang sangat kecil yang berfungsi untuk sintesis protein. Ribosom juga berfungsi untuk menerjemahkan pesan yang dikirim dari DNA.

4. Materi Genetik

Materi genetik pada sel prokariotik terbagi menjadi dua unit besar, yaitu DNA (asam deoksiribonukleat) dan RNA (asam ribonukleat). DNA tersusun oleh gula deoksiribosa, fosfat, serta basa nitrogen. DNA merupakan bagian yang membawa informasi genetik (pewarisan sifat) dari suatu organisme. DNA pada sel prokariotik dapat ditemukan tersebar di sitoplasma namun umumnya terlihat berkumpul pada satu area yang dinamakan nucleoid.

Beberapa dari DNA akan bertranskripsi menjadi RNA. RNA bertugas membawa kode genetik pesanan DNA yang kemudian dalam proses sintesis protein akan ditranskripsikan menjadi urutan asam amino.

5. Dinding sel

Dinding sel adalah bagian terluar dari sel yang memiliki fungsi memberi bentuk pada suatu sel. Komponen struktur dinding sel pada prokariotik sebagian besar adalah peptidoglikan yang merupakan molekul kompleks. Peptidoglikan tersusun dari N-acetylglucosamine (NAG) dan N-acetylmuramic acid (NAM) yang dihubungkan oleh peptida pendek.

Ini adalah ciri khas yang membedakan dinding sel ini dengan organisme lain. Pada beberapa bagian di dinding sel, terdapat pori-pori kecil yang menghubungkan dunia luar dengan membran plasma. Pori-pori ini berfungsi sebagai jalan keluar masuknya ion dan molekul sebelum disaring oleh membran plasma.

6. Flagela

Flagela adalah tonjolan panjang seperti cambuk yang membantu dalam gerak selular, tetapi juga sering memiliki fungsi sebagai organel sensorik, yang sensitif terhadap bahan kimia dan suhu di luar sel.

Perbedaan sel prokariotik dan eukariotik adalah:

  • sel prokariotik memiliki ukuran sekitar 0,2 – 2.0 µm sementara pada sel eukariotik ukurannya adalah sekitar 10 – 100 µm.
  • Mitokondria, lisosom, retikulum endoplasma serta organel sel yang lainnya hanya bisa ditemukan pada sel eukariotik saja sementara pada sel prokariotik tidak ditemukan organel sel yang dibungkus dengan membran tersebut.
  • Flagella yang terdapat pada sel eukariotik tersusun oleh mikrotubula yang banyak sementara sel prokariotik hanya mempunyai kandungan dua protein saja.
  • Glikokaliks yang dimiliki oleh sel prokariotik memiliki bentuk seperti sebuah kapsul atau lapisan lendir sementara untuk sel eukariotiknya hanya memiliki sel namun tidak mempunyai dinding sel.
  • Dinding sel pada sel prokariotik sangat kompleks mempunyai kandungan peptidoglycan sementara untuk sel eukariotik pada dinding sel nya hanya mempunyai bentuk biasa dan komposisi sederhana.
  • Membran sel pada sel prokariotik memiliki kandungan karbohidrat dan sedikit kandungan steroid namun pada sel eukariotik mempunyai kandungan steroid dan karbohidrat dengan fungsi sebagai reseptor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *