Ciri-ciri Phaeophyta (Ganggang Cokelat)

Pengertian atau yang dimaksud dengan Phaeophyta atau Ganggang Coklat adalah suatu protista mirip tumbuhan yang memiliki talus bersel banyak, sehingga dapat dilihat secara makroskopis (kasat mata). Dinamakan ganggang cokelat karena ganggang ini berwarna kecokelatan karena memiliki pigmen fukosantin. Selain fukosantin, pigmen lain yaitu klorofil a, klorofil c, violaxantin, b-karotin, dan diadinoxantin.

7 ciri Phaeophyta (Ganggang Cokelat) adalah:

  1. Anggota Phaeophyta dari ordo Laminarales disebut kelp. Kelp merupakan satu-satunya jenis ganggang yaang memiliki diferensiasi jaringan internal.
  2. Bereproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan generatif dengan membentuk konseptakel jantan dan konsep takel betina.
  3. Phaeophyta mengalami pergantian generasi yaitu memiliki siklus hidup yang terdiri dari tahapan haploid dan diploid
  4. Tubuhnya mirip tumbuhan tingkat tinggi.
  5. Memiliki pigmen fikosantin dan klorofil.
  6. Phaeophyta merupakan jenis ganggang yang paling kompleks dengan dinding sel terdiri dari selulosa dan asam alginat (polisakarida kompleks).
  7. Cadangan makanan pada ganggang coklat mengandung gula dan alkohol yang lebih tinggi serta bentuk kompleks lainnya dari polisakarida.

4 Klasifikasi Phaeophyta adalah:

  • Macrocystis yaitu menghasilkan yodium dan asam alginat yang berfungsi sebagai bahan industri.
  • Sargasum yakni daunnya berbentuk lembaran, di antara batang dan tangkainya terdapat gelembung udara.
  • Laminaria ialah memiliki batang, daunnya berbentuk lembaran, mengandung yodium dan asam alginat.
  • Fucus merupakan bentuk daun berupa lembaran dan pada bagian tepi daun terdapat gelembung.

Manfaat Phaeophyta dalam kehidupan sehari-hari

  • Sebagai bahan perekat di industri briket khususnya yang terbuat dari batubara atau liginit.
  • Sebagai penstabil yang dapat memberikan kelembutan pada kulit dan tekstur es krim serta mencegah terbentuknya kristal yang kasar.
  • Digunakan dalam industri tekstil sebab dapat menghaluskan dan membuat bahan menjadi lebih baik.
  • Digunakan sebagai pengental bahan untuk pewarnaan di industri percetakan.
  • Sebagai penguat dan perekat benang-benang yang digunakan untuk tenun.

Reproduksi Phaeophyta (Alga Cokelat)

Perkembangbiakan pada Phaeophyta dilakukan secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Reproduksi aseksual alga cokelat dilakukan dengan fragmentasi dan pembentukan spora (aplanospora dan zoospora). Zoospora yang dihasilkan memiliki flagel yang tidak sama panjang dan terletak di bagian lateral (sisi atau pinggir).

Sedangkan perkembangbiakan seksual dilakukan dengan isogami, anisogami, atau oogami. Fucus vesiculosis adalah salah satu contoh alga cokelat yang berkembang biak secara oogami. Ada cara reproduksi generatif/seksual ganggang cokelat yang mirip dengan tumbuhan tingkat tinggi, yaitu ujung-ujung lembaran talusnya yang fertil membentuk suatu badan yang mengandung alat pembiak disebut reseptakel.

Di dalam reseptakel ini terdapat konseptakel yang mengandung anteridium yang menghasilkan sel kelamin jantan berupa spermatozoid dan oogonium yang menghasilkan sel telur (ovum) dan benang-benang mandul yang disebut parafisis. Anteridium berupa sel-sel berbentuk corong yang muncul dari dasar dan tepi konseptakel, oogonium berupa badan yang duduk di atas tangkai.

Jika spermatozoid dapat membuahi sel telur akan terbentuklah zigot. Zigot lalu membentuk dinding selulosa dan pektin yang tebal, kemudian melekat pada suatu substrat seperti bebatuan, selanjutnya tumbuh menjadi individu baru yang kromosom tubuhnya diploid.

Phaeophyta (Ganggang Cokelat)

Struktur sel Phaeophyta (Ganggang Cokelat)

Pada Phaeophyta umumnya dapat ditemukan adanya dinding sel yang tersusun dari tiga macam polimer yaitu selulosa, asam alginat, fukan dan fukoidin.Algin dari fukoidin lebih kompleks dari selulose dan fukoidin lebih kompleks dari selulose dan gabungan dan keduanya membentuk fukokoloid.

Dinding selnya juga tersusun atas lapisan luar dan lapisan dalam, lapisan luar yaitu selulosa dan lapisan dalam yaitu gumi.Tapi kadang-kadang dinding selnya juga mengalami pengapuran.Inti selnya berinti tunggal yang mana pada pangkal berinti banyak.

Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel hewan.Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri.Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme.

Pada tumbuhan, dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting).Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin.Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).

Sel dari Phaeophyta memiliki dinding yang berbeda dan satu dibedakan menjadi bagian perusahaan dalam dan yang satu lagi dibagian luar agar-agar.Unsur utama dari bagian perusahaan adalah selulosa, dianggap kimiawi karena identik dengan tanaman vaskular.

Bagian agar-agar dari dinding sel terdiri dari algin, dan dibagian thalli nonfilamentous mungkin mengisi semua ruang antarsel. Protoplasma sel vegetatif umumnya memiliki vakuola pusat dan inti tunggal. Inti mirip dengan tumbuhan vaskular dan bawah ada membran nuklir, nucleolus, dan jaringan berwarna.

Sel vegetatif alga coklat umumnya mengandung lebih dari satu kromatofora.Beberapa spesies memiliki kromatofora disciform, yang lainnya telah diratakan memanjangkromatofora dengan garis yang sangat tidak teratur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *