Ciri-ciri Jamur Glomeromycota

Yang dimaksud dengan Glomeromycota adalah sesuatu yang merujuk kepada kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri yang dipunyai oleh Glomeromycota.

Sebutkan 7 Ciri Umum Glomeromycota!

  • Tidak bersepta (non-septa).
  • Dinding hifa mengandung kitin, chitosan dan asam polyglucuronic.
  • Menghasilkan spora multinukleat berukuran besar dan berdinding tebal (klamidospora).
  • Kelompok jamur yang bersimbiosis dengan tanaman membentuk Mikoriza
  • Arbuskular (Arbuskular adalah tempat pertukaran makanan antara jamur dengan tanaman inang).
  • Obligat biotrop (parasit pada tumbuhan hidup).
  • Aseksual (membentuk spora diluar inang).

Sebutkan 4 Ciri Khas/Spesifik Glomeromycota!

  • Arbuskular: setelah Auxilliary matang, maka akan membentuk Arbuskular.
  • Spora: membentuk Klamidospora (berdinding tebal) dan Zygospora (memiliki alat gerak).
  • Vesikel (kantung): tahapan awal pembentukan mikoriza.
  • Auxiliary (bagian luar): miselia yang menempel pada akar tanaman tingkat tinggi.

Bagaimana Reproduksi Glomeromycota ?

Glomeromycota berkembang biak secara aseksual membentuk spora. Jika kondisi menguntungkan, spora berkecambah membentuk apresoria pada akar tumbuhan inang dan membentuk mikoriza baru.

Glomeromycota umumnya memiliki miselium senositik (kadang-kadang sedikit septat) dan bereproduksi secara aseksual dengan perkembangan blastik dari ujung hifa untuk menghasilkan spora (glomerospora) dengan diameter 80–500 μm. Pada sebagian Glomeromycota, spora kompleks terbentuk di dalam terminal saccule.

Baru-baru ini telah ditemukan bahwa spesies-spesies dari genus Glomus memiliki 51 gen yang mengkode semua peralatan yang diperlukan untuk meiosis. Berdasarkan ini dan temuan yang terkait, spesies-spesies Glomus mungkin memiliki siklus seksual yang samar-samar.

Contoh jamur glomeromycota

  • Glomus mosseae
  • Sclerocystis
  • Acaulospora
  • Entrophospora
  • Glomus epigaeum
  • Glomus claroideum
  • Archaeospora leptoticha
  • Gigaspora coralloidea
  • Gigaspora heterogama

Apa itu jamur Glomeromycota?

Glomeromycota adalah kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Mikoriza membentuk hifa khusus yang tumbuh membentuk miselium yang melingkupi ujung akar. Beberapa jenis tanaman pertanian bergantung pada mikoriza untuk dapat tumbuh optimal.

Terdapat dua tipe Mikoriza, yaitu sebagai berikut.

  1. Ektomikoriza, hifa jamur tidak menembus ke dalam akar (korteks) melainkan hanya sampai pada epidermis saja, contoh jamur yang berasosiasi dengan akar pinus.
  2. Endomikoriza, hifa jamur menembus sampai ke bagian korteks, misalnya terdapat pada tanaman anggrek dan sayuran seperti kol dan bit.

Glomeromycota pada asalnya termasuk dalam kingdom Zycomycetes, tetapi Walker dan Schubler pada tahun 2002 memisahkannya menjadi kingdom tersendiri karena terdapat perbedaan dengan Zycomycetes. Saat ini baru sekitar 150 jenis Glomeromycota yang telah diteliti.

Ciri khas Glomeromycota adalah hidupnya selalu bersimbiosis dengan tumbuhan (tidak dapat hidup bebas), membentuk arbuskuler yang bercabang dikotomi pada akar tumbuhan), hifanya tak bersekat, dan menghasilkan spora multinukleat berukuran besar dan berdinding tebal.

Arbuskuler merupakan struktur yang digunakan sebagai tempat pertukaran makanan antara jamur dan tanaman inang. Jenis lain membentuk struktur seperti balon pada akar inang yang disebut vesikel. Arbuskuler dan vesikel juga berfungsi sebagai tempat penimbunan hasil metabolisme jamur.

Glomeromycota berkembang biak secara aseksual membentuk spora. Jika kondisi menguntungkan, spora berkecambah membentuk apresoria pada akar tumbuhan inang dan membentuk mikoriza baru. Reproduksi seksual pada Glomeromycota tidak ditemukan.

Beberapa contoh Glomeromycota adalah Glomus mosseae, G. claroideum, Archaeospora leptoticha, Sclerocystis, Acaulospora, dan Entrophospora.

Glomeromycota adalah salah satu dari tujuh divisi yang saat ini diakui dalam kerajaan Fungi, dengan sekitar 230 spesies yang dideskripsikan. Anggota Glomeromycota membentuk mikoriza arbuskular (AM) dengan akar atau talus (misalnya di bryophyta) dari tumbuhan darat.

Tidak semua spesies diketahui membentuk AM, dan satu spesies, Geosiphon pyriformis, tidak membentuk AM tetapi membentuk sebuah asosiasi endositobiotik dengan cyanobacteria Nostoc. Sebagian besar bukti menunjukkan bahwa Glomeromycota bergantung pada tumbuhan darat (Nostoc dalam kasus Geosiphon) untuk mendapatkan karbon dan energi, tetapi ada bukti baru bahwa beberapa spesies mungkin dapat hidup secara independen.

Spesies mikoriza arbuskula bersifat terestrial dan tersebar luas di tanah di seluruh dunia di mana mereka membentuk simbiosis dengan akar mayoritas spesies tanaman (> 80%). Mereka juga dapat ditemukan di lahan basah, termasuk rawa garam, dan terkait dengan tanaman epifit.

Glomeromycota merupakan kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Mikoriza membentuk hifa khusus yang tumbuh membentuk miselium yang melingkupi ujung akar. Beberapa jenis tanaman pertanian bergantung pada mikoriza untuk dapat tumbuh optimal.

Glomeromycota

Habitat Glomeromycota

Glomeromycota didistribusikan di seluruh dunia, menempati hampir semua bioma planet ini. Mereka cenderung lebih banyak dan beragam di ekosistem tropis.

Jumlah spesies terbesar ada di Asia, diikuti oleh Amerika Selatan. Sejauh ini hanya tiga spesies yang ditemukan di Antartika.

Mereka dapat hadir di lingkungan yang terganggu, terkait dengan tanaman dan lebih banyak di ekosistem alami darat, dari hutan tropis hingga gurun.

Lebih dari 40% spesies dalam kelompok ini adalah kosmopolitan dan hanya 26% endemik, sedangkan sisanya memiliki distribusi terpisah.

Cara hidup Glomeromycota

Glomeromycota adalah jamur simbion wajib, yaitu, mereka membutuhkan hidup dalam simbiosis dengan organisme lain.

Mereka berasosiasi dengan akar tanaman dan membentuk endomikoriza (dengan hifa jamur di dalam sel akar tanaman). Ini membawa manfaat bagi kedua spesies; ke jamur dan tanaman terkait.

Jamur milik phyllum Glomeromycota bukan parasit patogen, mereka tidak menyebabkan penyakit, atau efek berbahaya bagi makhluk hidup lainnya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *