Ciri-ciri Basidiomycota

Hai kawan-kawan, kali ini admin akan memberikan uraian tentang ciri-ciri yang dimiliki Basidiomycota. Semoga uraian tentang ciri-ciri Basidiomycota ini bermanfaat banyak.

Ciri-ciri Basidiomycota adalah:

  1. Basidiomycota mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
  2. Basidiomycota melakukan reproduksi secara seksual (dengan askospora) dan aseksual (konidia).
  3. Basidiomycota ada yang bersifat parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
  4. Basidiomycota Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.

Jelaskan Perbedaan ciri Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota!

Zygomycota: Tidak bersepta, spora seksual dengan zigospora, dan spora aseksual dengan sporangiospora. Contohnya, Rhizopus.

Ascomycota: Bersepta, spora seksual dengan askospora, dan spora aseksual dengan konidiospora. Contohnya, Saccharomyces.

Basidiomycota: Bersepta, spora seksual dengan basidiospora, dan umumnya tidak memiliki spora aseksual. Contohnya, Auricularia.

Jelaskan Pengertian Basidiomycota!

Basidiomycota adalah divisio dalam Kerajaan (Regnum) Fungi (cendawan) yang mencakup semua spesies yang memproduksi spora dalam tubuh berbentuk kotak yang dinamai basidium. Basidiomycotina dibedakan menjadi 2 yakni Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes.

Basidimycotina dan dikelompokkan menjadi 3 kelas : Hymenomycotina (Hymenomycetes), Ustilaginomycotina (Ustilaginomycetes), dan Teliomycotina (Urediniomycetes).

Basidimycotina memiliki bentuk uniseluler dan multiseluler dan bisa bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka berada di terrestrial dan akuatik dan dapat dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon.

Jelaskan Bagaimana Struktur Tubuh Basidiomycota!

Basidiomycota ialah golongan fungi yang sanggup memproduksi spora seksual basidiospora. Fungi ini mempunyai hifa yang bersekat dan tubuh buahnya mudah dilihat oleh mata. Tubuh buahnya disebut basidiokarp. Bentuk basidiokarpnya ada yang serupa piala (Cyatus), kuping (Auricula), serupa payung dan mempunyai pembungkus (Volva) dan seperti kulit mengkilat (Ganoderma).

Tubuh buah terdiri dari 4 bagian, yaitu tangkai (Stipe), tudung (Pileus), pembungkus dasar tangkai (Volva), dan bilah (Lamella). Saat belum matang, terdapat universal veil yang membungkus pileus.

Basidiokarp ada yang mempunyai batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah basidiokarp terdapat lembaran lembaran (bilah) yang disebut gill. Pada lembaran inilah terbentuk banyak basidium yang akan memproduksi basidiospora.

Basidium merupakan badan yang berasal dari sebuah sel yang membesar. Sel yang membesar tersebut membentuk 4 buah tonjolan yang masing-masing berisi satu buah inti. Tonjolan dengan sel induknya dipisahkan oleh sekat maka terbentuk 4 sel yang masing-masing dengan sebuah basidiospora.

Jamur Basidiomycota hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup. Beberapa di antaranya ada yang hidup parasit pada organisme lain.

Bagaimana Cara Reproduksi Seksual Basidiomycota

  1. Spora berinti haploid+ dan haploid tumbuh menjadi hifa+ dan hifa .
  2. Hifa+ dan hifa akan melebur menjadi hifa dikariotik (2 inti).
  3. Hifa dikariotik tumbuh menjadi miselium dan akhirnya membentuk tubuh buah (basidiokarp).
  4. Ujung-ujung hifa pada basidiokarp menggelembung (disebut basidium) dan dua inti haploid menjadi satu inti diploid.
  5. Inti diploid membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid. Basidium membentuk 4 tonjolan dan masing-masing tonjolan diisi 1 inti haploid yang akan berkembang menjadi spora disebut basidiospora.
  6. Basidiospora yang sudah masak akan terlepas dari basidium dan jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa.

Bagaimana Cara Reproduksi Aseksual Basidiomycota?

Reproduksi secara aseksual terjadi dengan membentuk konidiospora. Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia.Hifa haploid yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia).
 
Pada ujung konidiofor kemudian terbentuk spora. Lalu spora tersebut akan diterbangkan oleh angin. Apabila kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid.

Sebutkan 6 Contoh Jamur Basidiomycota yang menguntungkan

  1. Volvariella volvacea (jamur merang). Jamur ini mempunyai tubuh buah berbentuk seperti payung, terdiri atas lembaran-lembaran (bilah), yang berisi basidium. Tubuh buahnya berwarna putih kemerah-merahan. Jamur ini merupakan sumber protein, kadar kalorinya tinggi, tetapi kadar kolesterolnya rendah. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jamur ini banyak dibudidayakan.
  2. Auricularia polythrica (jamur kuping), adalah jamur saprofi t pada kayu yang mati. Tubuh buahnya berbentuk seperti daun telinga (kuping), berwarna merah kecoklat-coklatan. Rasanya enak dan bisa dimakan seperti sayuran. Jamur ini pun sekarang sudah banyak dibudidayakan.
  3. Jamur tiram (Pleurotus sp.), jamur kayu atau jamur tiram. Jamur ini enak untuk dikonsumsi, habitat yang baik pada lingkungan yang mengandung banyak lignin dan selulosa. Jamur ini telah banyak dibudidayakan dengan medium serbuk gergaji.
  4. Jamur shitake merupakan jamur yang sering diproduksi di Cina dan Jepang, hidup pada batang kayu.
  5. Lentinous edodes, jenis jamur ini selain dapat dikonsumsi manusia juga dapat dipergunakan sebagai bahan obat.
  6. Amanita caesarina, Tidak seperti Amanita muscaria yang beracun, jamur Amanita caesaria yang berwarna oranye cerah memiliki rasa yang lezat dan merupakan makanan kegemaran kaisar Romawi yang bernama Nero.

Sebutkan 13 Contoh Jamur Basidiomycota yang merugikan

  1. Amanita phalloides, adalah salah satu anggota suku Amanitaceae. Amanita, merupakan cendawan yang indah, tetapi juga merupakan anggota daftar cendawan yang mematikan di bumi, mengandung cukup racun untuk membunuh seorang dewasa hanya dengan sepotong tubuhnya. Jamur ini hidup sebagai saprofit pada kotoran hewan ternak, memiliki tubuh buah berbentuk seperti payung.
  2. Puccinia graminis (jamur karat),  adalah parasit pada daun rumput-rumputan (Graminae), tubuhnya makroskopik, tidak memiliki tubuh buah, dan sporanya berwarna merah kecoklatan seperti warna karat.
  3. Ustilago maydis, jamur ini parasit pada tanaman jagung, menyerang sukam daun, tongkol, jumbai dan tangkai. Ciri yang paling menyolok jika tanaman jagung diserang jamur ini adalah adanya beberapa butiran jagung pada tongkolnya menjadi jauh lebih besar dari ukuran normal.
  4. Calvatia gigantea, dikenal dengan nama giant puffball, memiliki tubuh buah yang sangat besar dengan diameter lebih dan 1 meter, sehingga dapat mengeluarkan spora berjumlah trilyunan.
  5. Amanita muscaria, jamur ini menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat. Hidup pada kotoran ternak.
  6. Ganoderma applanatum (jamur kayu) jamur ini menyebabkan kerusakan pada kayu.
  7. Ganoderma pseudoferreum, jamur ini penyebab busuk akar pada tanaman coklat, kopi, teh, karet dan tanaman perkebunan lain.
  8. Puccinia graminis, menimbulkan penyakit pada tanaman tebu dan jagung.
  9. Ustilago scitamanae parasit pada pucuk daun tanaman Graminae.
  10. Puccinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
  11. Phakospora pachyrhizi, parasit pada tanaman kedelai.
  12. Amanita verna beracun, hidup di tanah putih atau merah.
  13. Exobasidium vexans hidup parasit pada tanaman teh.

Basidiomycota

Dimanakah Habitat Basidiomycota?

Basidiomycota juga termasuk ragi (bentuk sel tunggal; Fell et al. 2001) dan spesies aseksual. Basidiomycota ditemukan di hampir semua ekosistem darat, serta habitat air tawar dan laut (Kohlmeyer dan Kohlmeyer, 1979; Hibbett dan Binder, 2001).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *