Fungsi nekara

Fungsi Nekara adalah sebagai salah satu alat dalam upacara untuk mendatangkan hujan atau memanggil roh nenek moyang. Fungsi Nekara juga adalah dipakai sebagai genderang perang.

Pada zamannya nekara dianggap benda suci yang berfungsi sebagai benda upacara, mas kawin, dll.

Pengertian nekara

Pengertian nekara adalah bentuknya semacam berumbung, yang terbuat dari perunggu yang pinggang di bagian tengahnya dan sisi atasnya tertutup.

Penemuan nekara dapat menunjukkan adanya hubungan antar wilayah di Indonesia dan hubungan dengan dunia luar. Nekara dari Selayar dan Kepulauan Kei dihiasi gambar-gambar binatang seperti gajah, merak, dan harimau. Gambar-gambar itu merupakan binatang yang tidak ada di wilayah Indonesia bagian timur. Hal itu menunjukkan bahwa nekara itu berasal dari daerah Indonesia bagian barat atau dari benua Asia.

Nekara adalah semacam berumbung dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya dan sisi atapnya tertutup. Benda ini memiliki nilai seni yang tinggi, terdapat pola hias yang beraneka ragam. Pola hiasnya yaitu pola binatang, geometrik, gambar burung, gambar gajah, gambar ikan laut, gambar kijang, gambar harimau dan juga gambar manusia. Ada juga nekara yang tidak diberi hiasan.

Di Indonesia banyak sekali ditemukan Nekara. Pada beberapa tempat, nekara dianggap sebagai barang suci, misalnya nekara yang ditemukan di Bali, Sumatera, Jawa, Pulau Sangean dekat Sumbawa, Roti, Leti, Selayar, Kepulauan Kei, dan Alor.

Di Sangean terdapat nekara yang bergambar orang menunggang kuda beserta pengiringnya yang memakai pakaian orang Tartar. Gambar ini memberi petunjuk bahwa telah terjadi hubungan bangsa Indonesia pada saat itu dengan Cina. Jadi sejak zaman peringgu sudah ada hubungan langsung dengan Cina.

Fungsi Nekara adalah untuk digunakan sebagai salah satu alat dalam upacara untuk mendatangkan hujan, memanggil roh nenek moyang, dipakai sebagai genderang perang.

Di Alor banyak ditemukan nekara dengan bentuk kecil tapi memanjang. Nekara ini disebut moko. Penemuan nekara dapat menunjukkan adanya hubungan antar wilayah di Indonesia dan hubungan dengan dunia luar. Nekara dari Selayar dan Kepulauan Kei dihiasi gambar-gambar binatang seperti gajah, merak, dan harimau. Gambar-gambar itu merupakan binatang yang tidak ada di wilayah Indonesia bagian timur. Hal itu menunjukkan bahwa nekara itu berasal dari daerah Indonesia bagian barat atau dari benua Asia.

Pengaruh positif KAA bagi negara Asia-Afrika

Pengaruh positif KAA untuk negara Asis Afrika adalah:

  • Menjembatani perselisihan antara negara-negara Asia-Afrika
  • Negara-negara Asia-Afrika sebagai penyeimbang antara Blok Barat dan Timur
  • Negara-negara Asia-Afrika yang terjajah banyak yang merdeka
  • Persatuan dan kesatuan negara-negara Asia-Afrika semakin erat

4 tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika adalah:

  1. Meniadakan kolonialisme dan diskriminasi ras.
  2. Negara-negara Asia dan Afrika akan ikut serta berpartisipasi menciptakan perdamaian dunia sehingga memperbesar peranan Negara-negara Asia dan Afrika dalam dunia Internasional.
  3. Untuk mempererat kerja sama Negara-negara di Asia Afrika dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
  4. Masalah-masalah khusus terkait kedaulatan Negara, rasionalisme, dan kolonialisme akan dibicarakan untuk kepentingan bersama.

Negara peserta Konferensi Asia Afrika

  1. Kamboja
  2. Irak
  3. Iran
  4. Arab Saudi
  5. Ceylon
  6. Jepang
  7. Afghanistan
  8. Indonesia
  9. Pakistan            
  10. Birma
  11. Filipina
  12. Sudan
  13. Republik Rakyat Tiongkok
  14. Yordania
  15. Ethiopia
  16. Liberia
  17. Vietnam (Utara)
  18. Vietnam (Selatan)
  19. Pantai Emas
  20. Suriah
  21. Laos
  22. Thailand
  23. Mesir
  24. Libanon
  25. Turki
  26. Libya
  27. India
  28. Nepal
  29. Yaman

Sebutkan 10 isi Dasasila Bandung!

  1. Mengakui persamaan derajat semua ras baik negara besar maupun kecil.
  2. Tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain.
  3. Menghormati hak setiap Negara sesuai dengan Piagam PBB.
  4. Menghormati setiap hak-hak asasi manusia dan tujuan serta prinsip dalam Piagam PBB.
  5. Menghormati segala kedaulatan dan keutuhan wilayah seluruh Negara baik Asia-Afrika maupun diluar Asia-Afrika.
  6. (a) Tidak mempergunakan segala pengaturan pertahanan untuk kepentingan khusus negara besar mana pun.
    (b) Tidak menekan negara lain mana pun.
  7. Menjauhkan tindakan atau ancaman agresi dengan menggunakan kekuatan terhadap keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.
  8. Keadilan dan kewajiban internasional harus dijunjung tinggi.
  9. Memilih cara perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau penyelesaian hukum lainnya yang bersifat damai dalam menyelesaikan semua perselisihan internasional sesuai dengan Piagam PBB.
  10. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama dengan Negara mana pun.

Dampak Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung adalah:

  • Menumbuhkan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika
  • Melahirkan paham Dunia Ketiga (Non-Aligned)
  • Menggalang persatuan dan kerja sama negara-negara Asia dan Afrika
  • Munculnya Bandung Spirit

Sejarah dan latar belakang Konferensi Asia Afrika

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan.

KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario.

Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Konferensi Asia Afrika

Latar belakang KAA

  • Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur
  • penjajahan di Asia dan Afrika
  • kekhawatiran akibat pengembangan senjata nuklir
  • PBB belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan dunia

1. Perang Dingin Blok Barat dan Blok Timur

Berakhirnya Perang Dunia II pada Agustus 1945 bukan berarti situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia berakhir dan langsung tercipta perdamaian dan keamanan dunia. Di belahan dunia, terutama di wilayah Asia dan Afrika masih ada masalah bahkan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan bahkan pada tingkat perang terbuka.
Seperti yang terjadi di Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan dan Afrika Utara. Penyebabnya permasalahan tersebut adalah lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur.
Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat sedangkan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. Masing-masing blok berusaha menarik negara-negara Asia dan Afrika agar menjadi pendukungnya. Akibatnya, permusuhan terselubung tetap hidup bahkan bertumbuh di antara kedua blok dan para pendukungnya. Suasana ini dikenal dengan nama Perang Dingin.

2. Penjajahan di Asia dan Afrika

Selain Perang Dingin, pergolakan di dunia juga terjadi akibat masih adanya penjajahan terutama di Asia dan Afrika. Sebelum 1945, umumya Asia dan Afrika menjadi daerah jajahan negara-negara Barat. Tetapi sejak 1945, banyak daerah di Asia dan Afrika menjadi negara merdeka tetapi masih banyak menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan.
Beberapa negara Asia dan Afrika yang telah merdeka masih mengalami konflik antarkelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik divide et impera). Meski masih ada yang berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan negaranya seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di Afrika Utara, Vietnam di Indo Cina, dan di ujung selatan Afrika.

3. kekhawatiran akibat pengembangan senjata nuklir

Bangsa-bangsa di dunia, terutama di Asia dan Afrika mengkhawatirkan pengembangan senjata nuklir yang dapat berakibat pemusnahan umat manusia.

4. PBB belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan dunia

Pada masa ini telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB (United Nations atau UN) yang berfungsi menangani masalah-masalah dunia. Tetapi nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan dunia, seperti Perang Dingin, pengembangan senjata nuklir, dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain.

3 orang perumus naskah proklamasi indonesia

Proklamasi kemerdekaan Indonesia sarat akan sejarah yang luar biasa, untuk naskah atau teks proklamasi ada 3 orang yang terlibat langsung dalam perumusannya. Berikut ini adalah 3 orang yang menjadi perumus naskah atau teks proklamasi.

3 tokoh perumus naskah (teks) proklamasi adalah:

  1. Ahmad Subardjo mengusulkan konsep kalimat pertama yang berbunyi; “ Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan kami” kemudian berubah menjadi “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”.
  2. Soekarno menuliskan konsep kalimat kedua yang berbunyi; “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan, dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara yang secermat-cermatnya serta dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
  3. Mohammad Hatta menggabungkan kedua kalimat di atas dan disempurnakan sehingga berbunyi seperti teks proklamasi yang kita miliki.

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di sebuah rumah hibah dari Faradj bin Said bin Awadh Martak di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Kata-kata dan deklarasi proklamasi tersebut harus menyeimbangkan kepentingan kepentingan internal Indonesia dan Jepang yang saling bertentangan pada saat itu.

Proklamasi tersebut menandai dimulainya perlawanan diplomatik dan bersenjata dari Revolusi Nasional Indonesia, yang berperang melawan pasukan Belanda dan warga sipil pro-Belanda, hingga Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949.

Pada tahun 2005, Belanda menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk menerima secara de facto tanggal 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Namun, pada tanggal 14 September 2011, pengadilan Belanda memutuskan dalam kasus pembantaian Rawagede bahwa Belanda bertanggung jawab karena memiliki tugas untuk mempertahankan penduduknya, yang juga mengindikasikan bahwa daerah tersebut adalah bagian dari Hindia Timur Belanda, bertentangan dengan klaim Indonesia atas 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaannya.

Dalam sebuah wawancara tahun 2013, sejarawan Indonesia Sukotjo, antara lain, meminta pemerintah Belanda untuk secara resmi mengakui tanggal kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui tanggal 27 Desember 1949 sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia.

Naskah Proklamasi ditandatangani oleh Sukarno (yang menuliskan namanya sebagai “Soekarno” menggunakan ortografi Belanda) dan Mohammad Hatta, yang kemudian ditunjuk sebagai presiden dan wakil presiden berturut-turut sehari setelah proklamasi dibacakan.

Bagaimana perumusan naskah atau teks proklamasi kemerdekaan Indonesia!

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia didahului oleh peristiwa Rengasdengklok, yaitu penculikan Soekarno dan Moh Hatta pada 16 Agustus 1945 jam 04.30 WIB ke Rengasdengklok Karawang.

Tujuan penculikan Soekarno-Hatta pada peristiwa Rengasdengklok adalah agar tidak terpengaruh Jepang dan memenuhi tuntutan golongan muda untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan RI.

Achmad Soebardjo datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk melepaskan Soekarno-Hatta. Golongan pemuda bersedia melepaskan Soekarno-Hatta dengan jaminan bahwa proklamasi akan terjadi esok hari, 17 Agustus 1945.

Setelah Achmad Soebardjo mendesak golongan muda dengan pertimbangan Soekarno-Hatta dibutuhkan untuk diplomasi dengan Jepang, Soekarno-Hatta dapat kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 jam 20.00 WIB. Kemudian Soekarno-Hatta mendatangi rumah Mayor Jenderal Nishimura untuk menyatakan keinginan PPKI bersidang malam itu juga.

Hatta mengatakan pada Mayor Jenderal Nishimura bahwa rakyat Indonesia sudah mengetahui berita kekalahan Jepang. Nishimura menolak tegas rencana sidang PPKI tersebut. Hal itu terkait instruksi Markas Besar Tentara Jepang Daerah Selatan yang berkedudukan di Saigon sejak 16 Agustus 1945 siang.

Instruksi tersebut adalah dilarang adanya perubahan status-quo di Indonesia berkaitan dengan perjanjian antara pemerintah Jepang dan pihak pemenang perang pasifik yaitu Sekutu. Larangan perubahan status-quo di Indonesia berarti pemerintah Jepang tidak membenarkan terjadinya Proklamasi Kemerdekaan.

Karena Proklamasi Kemerdekaan akan melahirkan Negara Indonesia yang merdeka. Itu berarti mengubah status-quo. Ketiga tokoh kemerdekaan bersepakat bahwa Jepang tidak dapat diharapkan lagi. Mereka juga memutuskan bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia harus segera dirancang secapatnya.

Dengan marah Hatta menjelaskan bahwa apa pun yang akan terjadi, di Indonesia tetap pada pendirian semula untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Maka sidang PPKI dimulai di rumah Laksamana Maeda di Meijidori No. 1 (sekarang Jalan Imam Bonjol) pada 16 Agustus 1945 malam bertujuan untuk mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Anggota PPKI yang menginap di hotel Des Indes segera dikawal oleh Sukarni dan kawan-kawan menuju rumah Laksamana Maeda. Lokasi sidang PPKI di rumah Laksamana Maeda karena mempunyai hubungan baik dengan para tokoh di Indonesia terutama Achmad Soebardjo.

Selain itu, Laksamana Maeda adalah Kepala Perwakilan Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Sebagai Kepala Perwakilan Kaigun, Laksamana Maeda punya kekebalan hukum terhadap Rikugun (Angkatan Darat Jepang) sehingga tidak berani bertindak sewenang-wenang. Laksamana Maeda juga menjamin keselamatan mereka.

Perumusan naskah teks proklamasi dilakukan di ruang makan rumah Laksamana Maeda oleh tiga orang tokoh kemerdekaan Indonesia. Hatta dan Achmad Soebardjo menyumbangkan pemikiran secara lisan. SSoekarno bertindak sebagai penulis rumusan konsep Proklamasi.

Proses perumusan naskah teks proklamasi kemerdekaan tersebut disaksikan oleh Miyoshi (seorang kepercayaan Nishimura) dan tiga tokoh pemuda yaitu Sukarni, Sudiro dan BM Diah. Kalimat pertama pada naskah teks proklamasi yaitu “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia” dikutip Achmad Soebardjo dari rumusan sidang BPUPKI (Dokuritsu Junbi Chosakai).

Sedangkan kalimat terakhir naskah teks proklamasi dirumuskan Moh Hatta yang berbunyi “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Ciri-ciri zaman Mesolithikum

Zaman Mesolithikum adalah salah satu dari zaman prasejarah, berikut ini adalah beberapa ciri dari zaman Mesolithikum. Semoga saja uraian tentang contoh atau ciri-ciri zaman Mesolithikum ini bermanfaat banyak.

Ciri-ciri zaman Mesolithikum adalah:

  • Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
  • Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
  • Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
  • Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih), ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
  • Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte), Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
  • Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)

Apa yang dimaksud Zaman mesolitikum?

Zaman mesolitikum itu juga disebut dengan zaman batu tengah atau juga bisa disebut batu madya yang berlangsung kira kira 10.000 tahun yang lalu.

Zaman mesolitikum berlangsung kira-kira 150 juta tahun. Jenis reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Pada Zaman mesolitikum muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya, sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.

Faktor yang membuat cepat perkembangan budaya pada Zaman mesolitikum adalah:

  • Keadaan alam pada masa ini relatif lebih stabil sehingga manusia bisa hidup dengan suasana yang lebih tenang, karena hidup lebih tenang mereka dapat mengembangkan kebudayaan mereka.
  • Manusia pendukung kebudayaan mesolitikum yaitu homo sapiens lebih cerdas dari pendahulunya.

Sebutkan 5 Peninggalan zaman mesolithikum!

1. Abris sous roche

Abris sous roche bisa dibilang sebagai goa yang jadi tempat tinggal para manusia purba zaman mesolitikum pada saat itu. Fungsi dari goa ini tentu sebagai rumah atau tempat berlindung dari cuaca dan binatang buas.

Abis Sous Roche ini pertama kali diselidiki oleh Dr. Van Stein Callenfels pada tahun 1928-1931 di goa Lawa. Di goa ini ditemukan banyak alat-alat pada zaman mesolitikum.

2. Kjokkenmoddinger (sampah dapur)

Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa denmark yaitu kjokken yang artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Jadi kjokkenmoddinger adalah fosil yang berupa timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput sehingga mencapai ketinggian ± 7 meter.

Penemuan ini juga menjadi bukti bahwa manusia purba sudah mulai menetap atau sudah tidak nomaden lagi. Karena kebanyakan fosil ini ditemukan disepanjang tepi patai timur sumatera, antar daerah medan hingga langsa.

Pada tahun 1925 dr. P.v. Van stein callenfels melakukan penelitian pada kjokkenmoddinger. Kemudian, dia menemukan kapak genggam yang berbeda dengan kapak genggam pada zaman paleolitikum.

3. Kebudayaan tulang dari sampung (sampung bone culture)

Karena sebagian besar yang ditemukan adalah alatat yang terbuat dari tulang maka oleh para arkeolog disebut sebagai sampung bone culture.

4. Kebudayaan bacson-hoabinh

Bacson hoabinh merupakan kebudayaan yang ditemuka di dalam bukit-bukit kerang dan gua di Indo-china, sumatera timur, dan melaka. Terdapat alat seperti batu giling yang ditemukan di gua itu.

Peninggalan yang satu ini cukup unik, kalau ada orang yang meninggal, mayatnya diposisikan dengan posisi berjongkok kemudian diberi cat warna merah. Tujuan pemberian cat tersebut katanya sih “supaya mengembalikan hayat kepada mereka yang masih hidup”

5. Kebudayaan toala

Sebagian besar kebudayaan toala membuat alatnya dari batu yang menyerupai batu api dari eropa, seperti kaleson, jaspis, obsidian dan kapur.

Budaya ini beda dengan bacson-hoabinh. Kalau ada yang meninggal, dia akan dikuburkan didalam gua dan kalau tulang belulangnya telah mengering akan diberikan kepada keluarganya sebagai kenang-kenangan.

Biasanya kaum perempuan akan menjadikan tulang belulang tersebut sebagai kalung.

Zaman Mesolithikum

Jelaskan Kehidupan zaman mesolitikum!

Pada zaman mesolithikum manusia lebih cerdas dibandingkan dengan para pendahulunya.

Mereka sudah mulai menetap dan membangun tempat tinggal yang semi permanen dan mereka juga mulai bercocok tanam meskipun dengan cara yang masih sederhana. Tempat yang mereka pilih untuk dijadikan tempat tinggal umumnya berlokasi di:

  • tepi pantai (kjokkenmoddinger)
  • goa-goa (abris sous roche)

Sehingga di lokasi lokasi tersebut banyak ditemukan peninggalan peninggalan kebudayaan manusia pada zaman itu.

Manusia purba pada zaman ini masih menggunakan alat alat yang terbuat dari tulang dan tanduk hewan untuk digunakan dalam kehidupan sehari hari seperti pada zaman mengumpulkan makanan di zaman paleolitikum.

Alat alat pada zaman mesolitikum banyak ditemukan di pulau sumatra, pulau jawa, pulau bali, dan nusa tenggara bagian timur. Manusia yang hidup di zaman batu tengah ini sudah mempunyai kemampuan untuk membuat gerabah dari bahan tanah liat.

Benda benda hasil budaya mesolitikum yang di temukan, diantaranya adalah kapak genggam sumatra (sumatralith pebble culture), flake (flakes culture) di daerah toala, alat dari bahan tulang (bone culture) di sampung.

Hasil yang telah dicapai oleh ASEAN

ASEAN adalah organisasi yang ada di kawasan Asia Tenggara, ada banyak sekali hasil yang sudah dicapai oleh ASEAN. Berikut ini adalah beberapa contoh tentang hasil yang sudah dicapai oleh ASEAN.

13 hasil yang sudah dicapai ASEAN adalah:

  1. Mengembangkan kebijakan industri regional untuk menasionalisasi dan mengonsentrasikan perusahaan lokal. Tujuannya agar menjadi primadona bagi suatu kawasan, seperti tekstil dan agroindustri.
  2. Mendirikan proyek industri ASEAN.
  3. Membentuk dana devisa bersama negara-negara anggota yang memerlukan, dana tersebut diatur dalam ASEAN Swaparrangement.
  4. Pembentukan suatu kawasan perdagangan bebas dengan meniadakan tarif bea masuk terhadap barang yang berasal dari sesama negara anggota untuk meningkatkan skala pasar internasional dan melakukan proteksi terhadap pengusaha domestik dalam menghadapi persaingan dari luar kawasan.
  5. Penetapan peraturan dan perjanjian penanaman modal untuk memperkuat posisi tawar-menawar negara anggota dalam menghadapi negara yang lebih maju.
  6. Tukar pelajar dan mahasiswa antaranggota ASEAN.
  7. Kerja sama siaran televisi bersama.
  8. Penanggulangan bersama masalah narkoba.
  9. Penangulangan bahaya terorisme.
  10. Menentukan tarif rendah untuk jenis barang hasil produksi negara anggota ASEAN.
  11. Pengunaan Satelit PALAPA.
  12. Menghindarkan pajak ganda antaranggota ASEAN.
  13. Mendirikan pusat-pusat penelitian tentang pertanian, biologi, pengobatan, bahasa Inggris, dan sebagainya.

Hasil yang dicapai ASEAN di bidang sosial adalah:

  • Bidang pembangunan sosial dengan menekan pada kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar.
  • Bantuan terutama kepada kaum wanita, dan pemuda dalam usaha usaha pembangunan
  • Menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan.
  • Pengembangan sumber daya manusia
  • peningkatan kesejahteraan.

Faktor pendorong kerja sama ASEAN

  • Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam. Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama. Perbedaan sumber daya pangan di setiap negara ASEAN menghasilkan kerja sama. Contoh, Indonesia mengekspor hasil pertanian ke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis) Karena kesamaan letak geografis, beberapa negara di suatu kawasan umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara. Contoh, negara-negara yang terletak di Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN.

Faktor penghambat kerja sama ASEAN

  • Perbedaan ideologi Faktanya, saat ini hampir tidak ada negara ASEAN yang menutup diri dari kerja sama antarnegara ASEAN. Tetapi ada perbedaan ideologi di antara negara-negara anggota ASEAN.
  • Konflik dan peperangan Kondisi konflik dan peperangan yang terjadi di dalam negeri maupun antara negara dapat mengganggu stabilitas suatu negara sehingga akan menghambat kerja sama antarnegara-negara ASEAN.
  • Kebijakan protektif Suatu negara yang menerapkan kebijakan protektif bertujuan melindungi kepentingan dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Misal, suatu negara tidak menerima impor hasil pertanian karena memengaruhi kondisi pendapatan hasil pertanian dalam negerinya. Dampak kebijakan protektif ini juga dapat memengaruhi hubungan antarnegara sehingga menghambat kerja sama yang harmonis.
  • Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara Kerja sama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan negara di dunia. Tetapi dalam kerja sama antarnegara tiap-tiap negara memiliki kepentingan yang berbeda. Perbedaan ini dapat menjadi salah satu penghambat kerja sama yang harmonis.