Penyebab LBB gagal menciptakan perdamaian dunia

Hai kawan-kawan, kamu tau nggak kalau jaman dahulu itu ada organisasi yang bernama Liga bangsa-Bangsa, tetapi gagal dalam menciptakan perdamaian dunia. Nah, artikel berikut ini akan mencoba menjelaskan tentang apa saja faktor yang menjadi penyebab LBB gagal menciptakan perdamaian dunia.

Sebutkan 4 faktor penyebab LBB gagal menciptakan perdamaian dunia  adalah!

  1. Tidak memiliki alat kekuasaan untuk menindak negara yang melanggar
  2. Terseret dalam masalah politik negara-negara besar. Misalnya Jepang yang keluar dari LBB sebab tidak mau mengembalikan Mansuria kepada Cina, dan Italia tetap menjajah Ethiopia.
  3. Tidak memiliki peraturan yang mengikat dan sifatnya sukarela
  4. Superioritas dan inferioritas negara-negara anggotanya

Liga Bangsa-Bangsa

Apa itu LBB (Liga Bangsa-Bangsa)?

Liga Bangsa-Bangsa atau LBB (League of Nations) adalah organisasi internasional yang dibentuk susai Perang Dunia I, oleh negara sekutu pemenang perang. LBB awalnya bertujuan untuk menciptakan perdamain dan mencegah perang besar yang sebelumnya terjadi di Eropa dan menimbulkan korban besar agar tidak terulang.

Liga Bangsa-Bangsa atau LBB adalah dibentuk sebagai kesepakatan perjanjian Versailes pada 10 January 1920. LBB berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Tempat ini dipilih karena Swiss memiliki reputasi sebagai negara netral, dan pada Perang Dunia I tidak berpihak pada Sekutu maupun negara-negara Sentral.

LBB banyak beraktivitas untuk menyelesaikan pertentangan masalah wilayah di negara-negara dunia pada tahun 1920an dan 1930an. Misalnya LBB menyelesaikan perselisihan antara pulau Aland antara Swedia dan Finlandia, perselisihan tentang kemerdekaan Albania dan wilayah bekas jajahan kekaisaran Jerman dan Turki Usmani.

Namun, akhirnya LBB gagal mencegah perang besar setelah gagal mencegah pengumpulan senjata oleh Jerman dan gagal mencegah serangan Italia ke Ethiopia tahun 1935, serangan Jepang ke China tahun 1937 dan akhirnya gagal mencegah serangan Jerman ke Polandia yang memulai perang Dunia II.

Kegagalan ini disebabkan resolusi atau ketetapan LBB diacuhkan oleh negara-negara besar seperti Italia, Jerman, dan Jepang. Ini karena LBB tidak memiliki cara untuk memaksa negara yang melawan untuk mematuhi kesepakatanya.

Selain itu, ada pertentangan kepentingan antar negara LBB misalnya antara Jerman dan Perancis, dan karena setiap negara anggota LBB memiliki hak veto, keputusan LBB sulit dibuat karena sulit menyusun kesepakatan bersama.

Akhirnya setelah Perang Dunia II selesai LBB digantikan Persatuan Bangsa-Bangsa atau PBB. PBB mengatasi kelemahan LBB dengan membentuk Pasukan Penjaga Perdamanaian (peacekeepers) yang ebrtugas menjalankan resolusi PBB. Selain itu, hanya negara terntentu di PBB yang memiliki hak veto, yaitu Amerika Serikat, Uni Sovyet (diteruskan oleh Russia), China, Perancis dan Inggris saja.

Tujuan LBB adalah

  • Menjamin adanya perdamaian dunia, termasuk menjaga persahabatan antarnegara.
  • Melenyapkan perang antar negara di dunia.
  • Melakukan diplomasi terbuka sebagai bagian dari menjaga perdamaian dunia.
  • Menaati adanya hukum dan perjanjian internasional.
  • Memajukan sekaligus memelihara kerjasama internasional di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

Latar belakang pertempuran Medan Area

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan penjelasan tentang latar belakang pertempuran Meda Area. Semoga saja ulasan singkat tentang latar belakang pertempuran Meda Area ini bermanfaat banyak.

Latar belakang pertempuran Medan Area adalah:

  1. Ulah seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-injak lencana merah putih.
  2. Ultimatum agar pemuda Medan menyerahkan senjata kepada Sekutu.
  3. Bekas tawanan yang menjadi arogan dan sewenang-wenang.
  4. Pemberian batas daerah Medan secara sepihak oleh Sekutu dengan memasang papan pembatas yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Medan Area)” di sudut-sudut pinggiran Kota Medan.

Sejarah Pertempuran Medan Area

Pertempuran Medan area diawali dengan kedatangan pasukan Sekutu pada 9 Oktober 1945 di Sumatra Utara. Pasukan tersebut dipimpin oleh Brigadir Jenderal T. E. D Kelly.

Sekutu membawa satu brigade, yaitu Brigade 4 dari Divisi India ke-26. Kedatangan brigade itu turut dibocengi oleh orang-orang Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang diam-diam dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan  Indonesia.

Pada awalnya pemerintah RI di Sumatra Utara memperkenankan mereka menempati beberapa hotel di kota Medan, seperti Hotel de Boer, Grand Hotel, Hotel Astoria dll. Pejabat Sumatra Utara tidak mengetahui tujuan mereka sebenarnya, melainkan semata-mata ingin menghormati tugas mereka untuk mengurus tawanan perang yang ditahan oleh Jepang.

Sebagian anggota Sekutu dan NICA kemudian ditempatkan di Binjai, Tanjung Morawa, dan beberapa tempat lainnya dengan memasang tenda-tenda lapangan.

Sehari setelah mendarat di Medan, tim dari Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI) telah mendatangi kamp-kamp tawanan di Pulau Berayan, Saentis, Rantau Prapat, Pematang Siantar dan Berastagi untuk membantu membebaskan tawanan dan dikirim ke Medan atas persetujuan Gubernur M. Hassan.

Tanpa disangka, para tawanan perang itu justru langsung dibentuk menjadi batalyon KNIL. Perubahan sikap pun langsung tampak dari para bekas tawanan tersebut. Mereka bersikap congkak karena merasa sebagai pemenang dalam Perang Dunia II.

Dalam mengantisipasi kedatangan Sekutu dan NICA, para pemuda segera membentuk Divisi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di kota Medan pada 13 September 1945.

Sikap congkak dari bekas tawanan itu memicu timbulnya berbagai insiden dengan para pemuda Sumatra Utara. Insiden pertama pecah di hotel di Jalan Bali, Medan pada tanggal 13 Oktober 1945. Insiden itu diawali dengan adanya seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-nginjak lencana merah-putih yang dipakai oleh seorang pemuda.

Kapan Dimulainya Pertempuran Medan Area?

Insiden lencana itu sekaligus menandai dimulainya Pertempuran Medan Area. Hotel tersebut diserang dan dirusak oleh para pemuda. Dalam insiden ini jatuh sekitar 96 orang mengalami luka-luka, sebagian besar adalah orang-orang NICA.

Insiden kemudian menjalar di beberapa kota lainnya seperti Pematang Siantar dan Berastagi.

Sebagaimana di kota-kota lain di Indonesia, Inggris memulai aksinya untuk memperlemah kekuatan para pejuang dengan melakukan intimidasi melalui pamflet kepada bangsa Indonesia agar menyerahkan senjata mereka kepada Sekutu.

Usaha yang sedemikian rupa juga dilakukan oleh Brigadier Jenderal T. E. D. Kelly terhadap pemuda Medan pada tanggal 18 Oktiber 1945. Sejak saat itu pula pasukan Sekutu dan NICA  mulai melakukan aksi-aksi teror di kota Medan, sehingga permusuhan dengan kalangan pemuda pun tidak terhindarkan.

Di sisi lain, akibat permusuhan dengan kalangan pemuda, patroli-patroli Inggris ke luar kota tidak pernah merasa aman. Keselamatan mereka tidak dijamin oleh pemerintah RI.

Bertambahnya korban di pihak Inggris, menyebabkan mereka memperkuat kedudukannya dan menentukan sendiri secara sepihak batas kekuasaan.

Pertempuran Medan Area

Bagaimana terjadinya pertempuran Medan Area?

Pertempuran Medan Area adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Medan, Sumatera Utara setelah mendaratnya pasukan Sekutu (Inggris) yang diikuti oleh NICA (Belanda), 9 Oktober 1945, dengan tujuan mengambil alih pemerintahan.

Kedatangan tersebut memancing berbagai insiden terjadi pada sebuah hotel di Jalan Bali, Kota Medan, Sumut, 13 Oktober 1945. Saat itu, seorang penghuni merampas dan menginjak-injak lencana Merah Putih yang dipakai pemuda Indonesia sehingga mengundang kemarahan sampai akhirnya barisan pemuda dan TKR bertempur melawan Sekutu dan NICA dalam upaya merebut dan mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dari tangan Jepang.

Inggris kemudian mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia agar menyerahkan senjata kepada Sekutu meski tak dihiraukan oleh kaum pribumi. Selanjutnya, pada 1 Desember 1945, Sekutu memasang papan yang tertuliskan `Fixed Boundaries Medan Area` (batas resmi wilayah Medan) di berbagai pinggiran Kota Medan hingga dianggap sebagai tantangan bagi para pemuda.

Tak lama berselang, Sekutu dan NICA melancarkan serangan besar-besaran terhadap Kota Medan pada 10 Desember 1945 hingga menimbulkan banyak korban di kedua belah pihak hingga akhirnya penjajah berhasil menduduki Kota Medan pada April 1946.

Akhirnya, perlawanan Sekutu semakin sengit pada 10 Agustus 1946 di Tebing Tinggi setelah pusat perjuangan rakat Medan sebelumnya dipindahkan ke Siantar. Kemudian diadakanlah pertemuan di antara para Komandan pasukan yang berjuang di Medan Area dan memutuskan dibentuk nya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat untuk memperkuat perlawanan di Kota Medan.

Perang gerilya dan frontal itu terjadi selama dua tahun lamanya, bahkan tak hanya terjadi di Kota Medan, melainkan juga di hampir seluruh wilayah Sumatera terjadi perlawanan rakyat terhadap Jepang, Sekutu dan Belanda untuk mengusir mereka dari wilayah Indonesia, khususnya Kota Medan saat terjadi peristiwa Pertempuran Medan Area tersebut.

Kepercayaan suku Maya

Jelaskan kepercayaan suku Maya!

Suku Maya menyembah terutama dewa Bacabs, Chac, dan Itzamna. Masing-masing dari mereka punya peran berbeda. Tidak seperti bangsa Aztec yang menyukai persembahan darah, bangsa Maya lebih fokus pada seni upacara keagamaan yang rumit dan kompleks, namun tidak berbahaya.

Sistem pemerintahan suku Maya

Suku Maya tinggal pada kota mereka masing-masing, dan masing-masing kota punya rajanya masing-masing. Tiap kota bisa saling menyerang, atau pun berdamai. Rakyat yang tinggal di pinggiran dan tepi-tepi kota atau kota-kota kecil biasanya tunduk pada penguasa kota yang lebih besar.

Mata pencaharian Suku Maya

Selain pertanian, bangsa Maya juga senang berukir dan melukis. Hasil patung dan ukiran ini kemudian dijual antar kota menjadi komoditas seni.

Peninggalan Suku Maya

Piramida Kukulkan, Kuil Aksara (Makam Pacal), Situs Kota Palenque, Kuil Teotihuacan (yang terkenal akan patung ksatrianya).

Upacara Keagamaan Suku Maya

Prosesi keagamaan: Sementara rakyat dibawah memuja dan mengagungkan nama dewa-dewa, pendeta dan dukun serta raja dan bangsawan berprosesi menaiki tangga piramida untuk menyampaikan persembahan pada dewa.

Jelaskan Sejarah Peradaban Suku Maya

Selama 2000 tahun, salah satu budaya yang mengagumkan berkembang di Amerika Tengah. Bangunan berbentuk piramida didirikan untuk upacara-upacara agama dan tulisan juga ditemukan. Budaya Maya dan Aztec dihancurkan oleh penjajah Spanyol pada tahun 1520 M.

Kota Teotihuacan dibangun sekitar tahun 150 M di Lembah Meksiko. Kota tersebut memiliki istana-istana, pusat-pusat upacara, pertokoan dan bengkel-bengkel kerajinan. Luas kotanya lebih luas dari Roma. Pada saat itu bangunan terbesar di Amerika Tengah adalah Piramida Matahari.

Bangsa Maya membangun peradaban dengan membangun kota-kota, kotam tersebut disatukan dalam sistem pemerintahan yang dipimpin oleh tokoh politik dan tokoh agama. Masing-masing kota memiliki otonomi pemerintahan.

Aspek budaya seni arsitektur sudah maju ditandai oleh berdirinya bangunan-bangunan batu yang dihiasi oleh tempelan batu berukir dengan jalan-jalan raya. Ilmu pengetahuan matematika, astronomi dan kesenian berkembang maju. Tulisan belum dikenal pada peradaban ini, namun telah ada angka dari nol sampai dua puluh yang dikenal dengan vigesimal. Kalender atau sistem penanggalan pun telah dikenal pada zaman ini.

Sistem perekonomian berkembang pada sektor pertanian, perdagangan dan kerajinan. Perdagangan dilakukan secara barter. Kerajinan meliputi pembuatan keramik dan tekstil.

Peradaban Maya meninggalkan beberapa buku tulisan sakral yang berisi lukisan-lukisan. Buku-buku itu dibuat dari kulit kayu. Raja-raja sendiri juga mengikuti ritual yang menyakitkan, misalnya lidah mereka dibelah menjadi dua supaya mereka dapat berkomunikasi dengan arwah leluhur.

7 raja mesir kuno

7 raja mesir kuno adalah:

  1. Amenhotep II
  2. Firaun Thetmosis IV
  3. Amentotep IV
  4. Firaun Tut-Ankh-Amon
  5. Firaun Haremheb
  6. Firaun Ramses II
  7. Firaun Ramses III

Ramses II

Ramses II adalah Firaun paling kuat yang memerintah dinasti ke-19. Dia memerintah di Mesir kuno selama 67 tahun dan membangun sebuah makam besar bagi anak-anaknya di lembah raja-raja.

Ramses II menyatakan dirinya sebagai dewa Mesir dengan menghapus nama-nama firaun kuno dari monumen dan menulis namanya sendiri. Dia juga dianggap sebagai seorang jenius militer yang hebat dalam pertempuran.

Amenhotep IV

Adalah raja dari Masa Kerajaan Muda, yang memerintah 1353–1336 SM. Dia terkenal karena revolusi keagamaannya, yang pertama kali menganut monotheisme (skepercayaan pada satu tuhan) di masa kuno.

Dia menyembah tuhan satu yang disebut Aten, dan kemudian mengganti namanya menjadi Akhenaten. Namun, kepercayaan monotheisme ini pudar sepeninggalnya Akhenaten.

Jelaskan Sejarah Mesir Kuno!

Sejarah Mesir Kuno meliputi kurun waktu yang bermula sejak permukiman-permukiman Zaman Prawangsa didirikan di kawasan utara Lembah Sungai Nil dan berakhir dengan ditaklukkannya Mesir oleh bangsa Romawi pada tahun 30 SM. Zaman pemerintahan para firaun diperkirakan bermula sekitar tahun 3200 SM, dengan dipersatukannya Mesir Hulu dan Mesir Hilir, sampai tanah Mesir ditaklukkan bangsa Makedonia pada tahun 332 SM.

Ciri-ciri tata pemerintahan di Athena

Hai kawan-kawan, admin akan mencoba memebrikan penjelasan tentang ciri tata pemerintahan di Athena. Semoga uraian tentang ciri tata pemerintahan di Athena ini bermanfaat banyak.

Athena adalah sebuah kota di Yunani tengah yang sudah dihuni orang sejak lama karena memiliki pelabuhan di dekatnya (Piraios) dan bukit curam yang menjadikan kota ini mudah dipertahankan

4 Ciri tata pemerintahan di Athena adalah:

  • Terdapat dua badan peradilan, pertama Aeropagos yang khusus menangani tindakan yang menyangkut jiwa manusia atau penghianatan bangsa. Kedua Heliara yang mengadili semua perkara perdata dan pidana, kecuali yang telah ditetapkan dan menjadi wewenang Aeropagos.
  • Diterapkan sistem octracisme untuk mencegah munculnya diktator dan tirani di Athena.
  • Pemerintahan dipegang oleh tiga orang yang memiliki kekuasaan di bidangnya masing-masing. Mereka di- sebut dengan archon.
  • Untuk mengawasi jalannya pemerintahan dibentuk Boule, yaitu dewan yang beranggotakan 400 orang dengan wewenang mengangkat archon dan menghukum archon yang bersalah.

Athena

 

Sejarah Kota Athena

Athena berasal dari kompetisi antara Dewi Athena dan Dewa Poseidon dalam memberikan nama yang akan menjadi pelindung bagi kota tersebut. Dewi Athena menghadiahkan pohon buah zaitun kepada penduduk sementara Dewa Poseidon memberikan mata air asin. Pemberian Dewi Athena yang lebih berharga tersebut pun akhirnya membuat nama Dewi Athena dijadikan sebagai nama kota kuno di Yunani ini.

Namun selain dikenal dengan julukan “Kota Para Dewa”, tahukah kalian bahwa sejarah mencatat Athena sebagai tempat dimana pemerintahan demokratis muncul pertama kali di dunia?

Athena, bersama Sparta, adalah kota-negara paling utama dalam sejarah Yunani. Orang-orang Athena telah menyingkirkan para raja dan tiran, menggulingkan kekuasaan para bangsawan, hingga menciptakan pemerintahan demokratis pertama di dunia ketika menjelang 500 SM.

Ketika Perang Persia (499-479 SM) berakhir, sejarah Yunani selama setengah abad berpusat di Athena. Di masa itu, Athena adalah kota terpadat di antara kota-kota Yunani lainnya. Penduduk Athena sangat aktif dan berwibawa sebagai dampak dari keberhasilan mereka mengalahkan Persia. Bahkan Herodotus, salah satu sejarawan Yunani Kuno, menyebut penduduk Athena sebagai penyelamat Yunani dengan berkata, “Didampingi para dewa, mereka mengusir penyerbu”.

Athena memerintah dengan kekaisaran, namun mereka melakukannya dengan demokratis. Demokrasi adalah kontribusi Yunani, khususnya Athena, untuk peradaban manusia. Athena paham bagaimana ketidakadilan malah menjadi ‘norma’ bagi raja, tiran, ataupun aristokrasi yang memiliki hak istimewa.

Karena itu, Athena mengusahakan setiap penduduk bebas, baik kaya maupun miskin, bangsawan maupun orang biasa, agar berkesempatan memiliki jabatan di pengadilan serta berpartisipasi dalam pembuatan undang-undang.

Kala itu, pusat demokrasi Athena adalah majelis rakyat. Semua penduduk yang telah mencapai usia 21 tahun adalah anggota majelis rakyat. Namun jumlah anggota majelis rakyat yang datang saat pertemuan jarang melebihi 5.000 orang, dikarenakan banyak penduduk Athena yang tinggal di luar dinding di distrik Attica. Pertemuan majelis rakyat diatur setiap 8 atau 9 hari di lereng bukit yang bernama Pnyx.

Rakyat akan mendengarkan dahulu sejumlah pidato sebelum memberikan suaranya, yang biasanya dilakukan dengan menunjukkan tangan di atas kitab undang-undang di hadapan mereka.

Dengan cara inilah penduduk Athena menyelesaikan semua persoalan tentang perang dan perdamaian, pengiriman ekspansi militer atau angkatan laut, pemberian sanksi atas pengeluaran publik, hingga pengendali atau kontrol umum atas masalah-masalah lainnya di Athena.

Demokrasi mencapai kejayaannya di masa Athena Kuno karena rakyat memerintah secara langsung. Setiap penduduk bisa berperan aktif dalam politik. Pemerintahan semacam ini berjalan dengan baik di kota-negara yang kecil.

Namun bahkan di Athena sendiri, demokrasi nyatanya didasarkan pada aturan kelas atau golongan. Tidak semua orang bebas adalah warga negara. Hukum Athena membatasi status penduduk hanya untuk orang-orang bebas yang merupakan anak dari ayah Athena dan ibunya seorang Athena juga. Akibatnya, ribuan pedagang dan tukang batu atau tukang kayu asing yang tinggal di Athena tidak bisa ambil bagian dalam pemerintahan.

Terlepas dari kehidupan politiknya, kota Athena menjadi pusat perdagangan Yunani. Kekayaan Athena membuat mereka bisa menghias kota tersebut dengan banyak patung dan bangunan berseni. Acropolis merupakan bukit batu curam tempat dimana sebagian besar monumen indah dibangun. Akses menuju Acropolis adalah melalui pintu gerbang besar, atau Propylaea, dengan patung besar Dewi Athena dari perunggu di dekatnya.

Orang-orang Athena juga membangun tempat pertunjukan terbuka di salah satu sudut Acropolis untuk festival dewa Dionysus. Teater tragedi dan komedi yang dihasilkan para penulis Athena menjadi jenis kesusasteraan baru, yakni drama. Prosa Yunani semakin dikembangkan oleh para orator yang tumbuh subur di Athena yang demokratis.

Di samping itu, peradaban Athena juga menciptakan filosofi dengan tokoh paling terkenal adalah Socrates dan Plato. Pemikiran serta karya mereka begitu mendalam hingga terus memengaruhi spekulasi filosofis di era saat ini.

Berbagai peninggalan kesenian, kesusasteraan, oratori, dan filosofi bahkan demokrasi Athena masih terus hidup di dunia; tak tertandingi dan sangat menginspirasi. Maka tidaklah berlebihan ketika Pericles, salah satu negarawan, menyombongkan Athena pada abad 5 SM dengan mengatakan,

Sayang, sama halnya seperti peradaban dunia lainnya yang tercatat dalam sejarah, kota Athena pada akhirnya mengalami kemunduran. Perang Peloponnesian di tahun 431 SM yang awalnya pecah antara Athena dan Sparta mengarah pada disintegrasi bangsa Yunani.

Kemunduran negara-kota Yunani pun semakin tampak dengan munculnya pengaruh Macedonia yang kemudian berperang untuk merebut kekuasaan atas bangsa Yunani.