Perbedaan lava dan lahar

Hai kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan uraian tentan apa perbedaan antara lava dan lahar. Semoga saja ulasan singkat tentang perbedaan lava dan lahar ini bermanfaat banyak.

Perbedaan lava dan lahar adalah:

  1. Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam. Sedangkan Lahar adalah aliran material vulkanik yang biasanya berupa campuran batu, pasir dan kerikil akibat adanya aliran air yang terjadi di lereng gunung (gunung berapi).
  2. Lava adalah Materi Erupsi gunung api yang berupa zat cair yang umumnya keluar secara meleleh (effusif). Sedangkan lahar adalah materi Erupsi gunung api yang berbentuk padat mulai dari ukuran debu vulkanik sampai ukuran bongkah (Bomb) yang keluar oleh letusan yang sifatnya explosif.
  3. Lava adalah cairan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam. Sedangkan lahar adalah aliran material vulkanik yang biasanya berupa campuran batu, pasir dan kerikil akibat adanya aliran air yang terjadi di lereng gunung (gunung berapi). Di Indonesia khususnya, aktivitas aliran lahar ini akan meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan

Perbedaan Lava dan magma

  • Lava adalah lahan panas, sedangkan magma adalah semburan panas yang akan menjadi lava
  • lava sangat panas dan berbentuk cair, sedangkan magma sangat panan tetapi berbentuk seperti bongkahan.

Apa pengertian lava?

Lava adalah magma yang keluar dari perut bumi/ gunung api akibat adanya peningkatan aktifitas vulkanik di dalam gunung api. Lava keluar dapat berupa leleran yang mengalir menuruni lereng gunung hingga tempat yang jauh di lembah, magma bisa juga keluar dan berdiam disekitar puncak gunung api dan membentuk kubah lava (dome) sehingga gunung api tersebut kelihatan lebih tinggi.

Perbedaan lava dan lahar

Apa pengertian lahar?

Lahar adalah lava yang tercampur dengan air (baik air hujan ataupun lainnya seperti danau di sekitar gunung) sehingga menjadi jenuh dan membentuk aliran yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuruni lereng hingga jarak puluhan kilometer.

Apabila lava yang tercampur air masih panas atau baru keluar dari dapur magma pasca erupsi maka menghasilkan lahar panas. Sebaliknya apabila lava sudah tertimbun lama dilereng gunung setelah erupsi lalu tercampur air pada musim hujan maka akan menghasilkan aliran lahar dingin. Kedua type lahar di atas mempunyai resiko yang sama besar pada bencana pasca erupsi gunung api yang banyak menimbulkan korban jiwa.

 

Pengertian gas vulkanik dan 5 contoh gas vulkanik

Pengertian gas vulkanik dan 5 contoh gas vulkanik. Pengertian gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi yang dikeluarkan antara lain carbon monoksida (CO), Carbondioksida(Co2), Hidrogen Sulfida (H2S), sulfurdioksida(SO2) dan nitrogen (NO2) yang membahayakan manusia.

Yang dimaksud dengan Gas vulkanik adalah gas yang dilepaskan oleh gunung berapi aktif (atau, kadang-kadang, tidak aktif). Ini termasuk gas yang terperangkap dalam rongga  (vesikel) dalam batuan vulkanik , gas terlarut atau terdisosiasi dalam magma dan lava, atau gas yang berasal langsung dari lava atau secara tidak langsung melalui air tanah yang dipanaskan oleh aksi vulkanik.

Apa saja kandungan dan Komposisi gas vulkanik?

Komponen utama gas vulkanik adalah uap air (H 2 O), karbon dioksida (CO 2 ), sulfur baik sebagai sulfur dioksida (SO 2 ) (gas vulkanik suhu tinggi) atau hidrogen sulfida (H 2 S) (suhu rendah gas vulkanik), nitrogen , argon , helium , neon , metana , karbon monoksida dan hidrogen.

Senyawa lain yang terdeteksi dalam gas vulkanik adalah oksigen (meteorik), hidrogen klorida , hidrogen fluorida , hidrogen bromida , nitrogen oksida (NOx), sulfur heksafluorida , karbonil sulfida , dan senyawa organik . Senyawa eksotis termasuk merkuri , halokarbon (termasuk CFC ), dan radikal halogen oksida .

Kelimpahan gas sangat bervariasi dari gunung berapi ke gunung berapi, dengan aktivitas vulkanik dan dengan pengaturan tektonik. Uap air secara konsisten merupakan gas vulkanik paling banyak, biasanya terdiri lebih dari 60% dari total emisi. Karbon dioksida biasanya menyumbang 10 hingga 40% dari emisi.

Gunung berapi yang terletak di batas lempeng konvergen memancarkan lebih banyak uap air dan klorin daripada gunung berapi di titik panas atau batas lempeng divergen . Hal ini disebabkan oleh penambahan air laut ke magma yang terbentuk di zona subduksi.

Gunung berapi batas lempeng konvergen juga memiliki rasio H 2 O / H 2 , H 2 O / CO 2 , CO 2 / He dan N 2 / He yang lebih tinggi daripada hot spot atau gunung berapi batas lempeng divergen.

Contoh gas vulkanik adalah:

  • karbon monoksida (CO)
  • karbon dioksida (CO2)
  • hidrogen sulfida(H2S)
  • sulfur dioksida (SO2)
  • Nitrogen (NO2)

Contoh selat di Indonesia

Ada banyak sekali selat yang ada di Indonesia, berikut ini akan disajikan beberapa contoh selat yang ada di Indonesia. Semoga saja ulasan tentang contoh selat yang ada di Indonesia ini memberikan banyak sekali manfaat.

Contoh selat di Indonesia adalah:

  1. Selat Malaka
  2. Selat Sunda
  3. Selat Karimata
  4. Selat Makasar
  5. Selat Selayar
  6. Selat Yapen
  7. Selat Rupat
  8. Selat Bengkalis
  9. Selat Berhala
  10. Selat Siberut
  11. Selat Bangka
  12. Selat Gaspar
  13. Selat Madura
  14. Selat Bali
  15. Selat Lombok
  16. Selat Alas
  17. Selat Sumba
  18. Selat Badung
  19. Selat Sape
  20. Selat Ombai

Apa pengertian selat?

Selat adalah laut di antara pulau-pulau. Yang dimaksud dengan selat adalah daerah perairan yang lebih kecil dibanding pulau yang menghubungkan perairan atau pulau yang lebih besar.

Yang dimaksud selat adalah wilayah perairan sempit yang menghubungkan dua lautan.

Batas-batas Benua Asia

Hai kawan-kawan, admin akan memberikan uraian singkat tentang batas-batas benua Asia. Semoga saja uraian tentang batas-batas benua Asia ini bermanfaat banyak.

Batas-batas benua Asia adalah:

  1. Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Pasifik.
  2. Sebelah barat berbatasan dengan benua Eropa dan benua Afrika.
  3. Sebelah utara berbatasan dengan Samudra Artika. Asia bagian utara terdapat wilayah negara Rusia, yang secara fisik alamiah masuk wilayah Asia tetapi secara kultural masuk wilayah Eropa, sebagian besar wilayahnya masuk dalam kawasan Asia, tetapi ibukotanya berada di kawasan Eropa.
  4. Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan Benua Australia.

Jelaskan Iklim Benua Asia!

  1. Iklim tropis. Iklim tropis memiliki curah hujan yang cukup tinggi dan memiliki temperatur udara yang relatif tinggi pula. Iklim topis dapat kita jumpai di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara.
  2. Iklim sub – tropis. Iklim sub – tropis dapat dijumpai di wilayah Asia Timur. Pada iklim sub – tropis, saat musim panas, suhu menjadi tinggi, namun musim dinginnya sejuk. Kemudian akan mengalami hujan pada musim dingin, yang dialami oleh negara – negara di sekitar Laut Tengah.
  3. Iklim mediteran. Iklim mediteran dapat dijumpai di wilayah Iran pada bagian Utara, pesisir Laut Tengah, Suriah, dan Israel.
  4. Iklim kutub. Iklim kutub ini dapat dijumpai di wilayah Asia Utara, tepatnya di Rusia dan Siberia.
  5. Iklim pegunungan. Iklim pegunungan ini dapat dijumpai di dataran tinggi Tibet sampai pada Mongolia.
  6. Iklim sedang. Iklim sedang dapat dijumpai di wilayah Jepang, Cina, dan Korea. Iklim sedang ini mengenal empat musim. Empat musim tersebut yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi.
  7. Iklim dingin. Iklim dingin ini ditandai dengan masa beku yang terjadi hampir di sepanjang tahun. Iklim dingin dapat dijumpai di Siberia.
  8. Iklim darat. Iklim darat dapat dijumpai di wilayah Gurun Gobi dan Timur Tengah atau di Asia Barat. Iklim darat ini dibagi menjadi dua iklim, yaitu iklim kontinental dan iklim gurun.

Jelaskan Flora dan Fauna Benua Asia!

Flora dan fauna yang ada di benua Asia dapat dijelaskan sebagi berikut. Daerah yang memiliki iklim tropis basah akan tertutup oleh hutan hujan tropis dengan pohon – pohon yang memiliki daun lebar dan heterogen. Ada juga hutan musim yang pohon – pohonnya agak jarang dan homogen. Hewan yang hidup di iklim tropis basah, antara lain sejenis kera, badak, dan banteng.

Kemudian, di daerah yang beriklim kering. Pada daerah beriklim kering akan dijumpai tumbuhan gurun yang memiliki masa tumbuh yang singkat. Tumbuhan yang dapat dijumpai pada daerah yang miliki iklim kering, yaitu sejenis kaktus berduri. Hewan yang dapat hidup di wilayah beriklim kering, antara lain hyena, singa, unta, dan keledai.

Selanjutnya, pada daerah sekeliling gurun yang memiliki curah hujan lebih besar, biasanya ditumbuhi oleh padang rumput kering. Pada daerah yang agak lembab, terdapat hutan sabana. Hewan yang hidup di daerah gurun dengan curah hujan yang lebih besar dan lembab, antara lain rusa, zebra, jerapah, yak, zebu, banteng, kuda, harimau, serigala, singa, dan jaguar.

Pada daerah sekitar kutub terdapat tanaman yang berdaun jarum dengan hutan campuran hutan cemara atau conifer. Kemudian, pada daerah di sepanjang pantai Laut Artik merupakan suatu daerah yang tidak terdapat pohon.

Tumbuhan yang dapat ditemui pada daerah tersebut, biasanya sejenis lumut atau yang dikenal dengan hutan tundra. Hewan yang dapat hidup di daerah tersebut yaitu hewan caribou atau sejenis rusa, beruang, dan serigala.

Benua Asia

Suku, Ras dan Keadaan Penduduk Benua Asia

Biro statistik di negara Amerika pernah mengadakan sensus penduduk di benua Asia. Sensus penduduk tersebut dilakukan pada bulan Februari 2006. Hasil sensus penduduk yang dilakukan menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang mendiami wilayah Asia, hampir mencapai 4 milyar jiwa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 60% penduduk di dunia tinggal di wilayah Asia.

Terdapat ragam ras dan etnik yang hidup di benua Asia. Etnis yang paling banyak mendiami wilayah benua Asia yaitu etnis Cina dan etnis Jepang. Etnis yang lain, yang juga mendiami wilayah benua Asia yaitu melayu terletak di Asia tenggara, dravida di Asia Selatan, dan kulit putih terletak di Asia Barat.

Sedangkan ras yang mendiami wilayah benua Asia, sebagain besar merupakan ras Mongoloid. Kemudian diikuti oleh ras yang lain yaitu Kaukasoid dan ras Negroid.

Keadaan penduduk di benua asia yang dibagikan ke dalam beberapa ras, yaitu ras mongoloid, ras melayu, ras kaukasuid, dan ras negroid. Masing – masing dapat dijelaskan sebagai berikut. Ras yang dimiliki oleh sebagian penduduk di benua Asia, yaitu ras Mongoloid.

Ras ini berkulit kuning, rambut lurus, dengan bentuk mata yang sipit. Penyebaran ras Mongoloid dapat dijumpai di Siberia, Mongolia, Cina, Korea, Vietnam, Jepang, Kamboja, Myanmar, Laos, Thailand, Nepal, Bhutan, dan India bagian utara.

Berbeda di wilayah asia tenggara. Ras Mongoloid yang tinggal di wilayah tersebut telah mengalami percampuran. Akibat percampuran tersebut, warna kulit yang dimiliki bukan lagi kuning, melainkan kulit coklat. Ras yang mengalami percampuran ini dikenal dengan sebutan ras melayu. Penyebaran ras melayu dapat ditemui di Philipina dan Indonesia.

Ras kaukasuid merupakan ras yang mendiami wilayah asia selatan dan asia barat. Tepatnya di India, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Irak, Iran, Semenanjung Arab hingga sampai di Jazirah Anatolia atau Turki yang ditempati oleh golongan Aria termasuk ras kaukasuid tersebut. Golongan Aria ini memiliki warna kulit yang putih.

Kemudian, di benua Asia juga terdapat ras negroid. Ras negroid ini mendiami wilayah Srilangka. Hal tersebut menyebabkan penduduk yang mendiami India bagian selatan merupakan ras campuran. Sama halnya dengan keadaan Indonesia bagian timur dan di semenanjung Arab.

Di daerah tersebut juga merupakan ras campuran dengan ras arab. Ras Arab merupakan suatu akibat dari infiltrasi penduduk di benua Afrika. Setelah memahami tentang kependudukan di wilayah benua Asia yang terdiri dari beberapa etnis dan ras. Selanjutnya, akan dijelaskan tentang mata pencaharian penduduk yang mendiami wilayah benua Asia.

Cri-ciri dan karakteristik Benua Asia

Benua Asia adalah benua terbesar di dunia, berikut ini akan diberikan penjelasan mengenai ciri-ciri dan karakteristik dari benua Asia. Semoga saja beberapa ciri dan karakteristik benua Asia ini memberikan manfaat banyak.

Ciri dan karakteristik benua Asia adalah:

  • Benua Asia memiliki dataran tertinggi juga di dunia, yaitu Dataran Tinggi Tibet di Mongolia. Selain dataran Tinggi Tibet, terdapat juga Dataran Tinggi Delau, Dataran Tinggi Assam di India, dan sebagainya.
  • Secara Geologis benua Asia adalah satu-satunya wilayah di muka bumi yang merupakan tempat bertemunya tiga jalur pegunungan besar dunia. Tiga jalur pegunungan besar yang dimaksud, yaitu Pegunungan Muda Sirkum Mediterania, Pegunungan Muda Sirkum Pasifik, dan Pegunungan Australia yang ketiganya bertemu dan berakhir di laut dan Kepulauan Banda (indonesia). Daerah-daerah yang dilalui tiga jalur pegunungan muda dunia tersebut secara geologis merupakan daerah yang labil.
  • Benua Asia merupakan benua yang terluas di dunia dengan luas wialayah kira-kira 43.149.671 km2 Luas benua tersebut kurang lebih meliputi seperempat dari luas daratan di muka bumi atau jika dibandingkan dengan benua Eropa kira-kira empat setengah kali luas benua Eropa. Dari seluas benua Asia tersebut, hampir sepertiga wilayahnya merupakan pegunungan, sisanya berupa dataran tinggi dan dataran rendah.
  • Benua Asia memiliki pegunungan tertinggi di dunia, yaitu Pegunungan Himalaya di wilayah negara Nepal dengan puncaknya Mount Everest (8.848 m). Selain Pegunungan Himalaya, di wilayah benua Asia juga terdapat pegunungan-pegunungan lain, seperti Pegunungan Hindukus (Afganistan), Pegunungan Korakorum(Pakistan), Pagunungan Altai (Mongolia), Pegunungan Panin (Tajikistan dan Pakistan), dan masih banyak lagi.
  • Benua Asia memiliki dataran rendah yang sangat luas, yaitu Dataran Rendah Siberia, Dataran Rendah Turan, dan Dataran Rendah Turkistan barat.
  • Benua Asia memiliki danau yang sangat luas, yaitu Danau Kaspia (394.229 km 2) dan danau terdalam, yaitu Danau Baikal (1.673 m) di Siberia.
  • Benua Asia memiliki laut yang terluas di muka bumi, yaitu Laut Cina Selatan dengan luas + 2.974.615 km 2, terletak di antara Kepulauan Indonesia, Filipina, dan wilayah Asia daratan.
  • Benua Asia banyak memiliki beberapa gurun pasir, seperti Gurun Pasir Gobi di Mongolia dan Cina yang merupakan gurun terluas di dunia kedua setelah Gurun Sahara di Afrika Utara. Selain Gurun Gobi juga terdapat Gurun Thai di India, Gurun Arabia, dan Gurun Turkistan.
  • Wilayah Benua Asia memiliki dataran rendah sungai yang berupa delta terluas di muka bumi, yaitu delta sungai di Bangladesh dan Benggala Barat (75.000 km2). Delta tersebut terbentuk oleh aliran Sungai Gangga dan Brahmaputra yang bermuara di Teluk Benggala.