Jelaskan Pengertian Tekanan Osmotik dan Contohnya

Pengertian tekanan osmotik adalah sesuatu yang merujuk kepada suatu kejadian yang termasuk ke dalam sifat koligatif dari larutan. Sifat larutan ini dimanfaatkan dalam kehidupan sehari hari seperti dalam bidang medis bahkan hingga bidang industri makanan yang juga menerapkan sifat tekanan osmotik dari larutan.

Tekanan osmotik adalah merupakan sesuatu yang menunjukkan tekanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesetimbangan osmotik antara suatu larutan dan pelarut murninya yang dipisahkan oleh suatu membran yang dapat ditembus hanya oleh pelarut tersebut.

Dengan kata lain, tekanan osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis, yaitu gerakan molekul pelarut melewati membran semipermeabel ke larutan yang lebih pekat.[2] Tekanan osmotik merupakan salah satu sifat koligatif larutan.

Rumus Tekanan Osmotik

Pehitungan untuk penentuan tekanan osmotik pada dasarnya diturunkan dan didapat dari persamaan hukum gas ideal yang ada dimana tekanan dan volume sebanding dengan jumlah mol, konstanta gas serta suhu.

P V = n R T

Dalam hal ini, kita menggunakan sistem larutan yang diketahui besaran konsentrasinya sehingga kita dapat menggunakan nilai konsentrasi ke dalam persamaan. Konsentrasi merupakan jumlah mol tiap satuan volume.

M = n / V

Jika dimasukkan ke dalam persamaan gas ideal maka akan didapat persamaan berikut.

P = n/V R T

P = M R T

Karena tekanan osmotik dilambangkan dengan , maka kita dapat menuliskan rumus persamaan tekanan osmotik yaitu.

= M x R x T

Atau untuk larutan elektrolit yaitu.

= M x R x T x i

Dalam hal ini, i merupakan faktor Van’t Hoff yang dimiliki oleh suatu larutan elektrolit. Faktor Van’t Hoff dapat dirumuskan sebagai berikut.

i = 1 + (n-1)

dimana n adalah jumlah ion positif (kation) dan ion negatif (anion) dalam larutan sedangkan adalah derajat ionisasi larutan.

Peranan dan Manfaat Tekanan Osmotik

  • Infus, Tekanan osmotik dalam cairan infus haruslah sama (isotonik) dengan tekanan osmotik darah. Jika tekanan osmotik infus lebih besar mampu menyebabkan sel darah pecah karena banyak cairan infus yang akan masuk ke sel darah dan jika tekanan osmotik infus terlalu rendah bisa menyebabkan sel darah rusak.
  • Pengawetan Makanan dan Sayuran, Peristiwa pemanisan dan penggaraman/pengasinan berbagai bahan makanan seperti buah, telur, daging, ikan, dan bahan makan yang lain pada dasarnya menerapakan prinsip tekanan osmotik. Dengan tekanan osmotik tinggi (larutan pekat) akan membuat cairan dari sel bakteri pembusuk sencerung bergerak keluar hingga sel bakteri pembusuk menajadi rusak atau tidak bisa bertahan hidup lama. Peristiwa ini sering disebut dengan krenasi (crenation).

Proses Terjadinya Tekanan Osmosis

Proses terjadinya tekanan osmosis dapat dilakukan secara formal yakni melalui reverse osmosis yang artinya pemaksaan pelarut untuk melakukan tekanan yang lebih dari tekanan osmotiknya, dimana zat terlarut yang konsentrasinya tinggi harus menuju zat terlarut yang konsentrasinya rendah melalui membran semipermeabel.

Proses terjadinya tekanan osmosis melalui reverse dapat diaplikasikan dengan lebih besar. Contohnya pemisahan air murni yang berasal dari air payau maupun air laut. Air payau atau air laut tersebut akan ditekan dalam sebuah permukaan membran sehingga garam yang terdapat dalam air menipis dan dari sisi tekanan yang rendah akan memunculkan air minum murni. Reverse osmosis ini menggunakan membran yang memiliki lapisan pada matriks polimer, baik lapisan interfasial dipolimerisasi ataupun kulit membran asimetris.

Berikan Contoh Tekanan Osmosis

  • Kentang yang diletakkan dalam air murni akan terus membengkak dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan kentang akan dialiri oleh air melalui osmosis.
  • Air dalam tanah dapat diserap oleh sel akar tanaman melalui osmosis.

Contoh Tekanan Osmosis Dalam Tubuh

  • Keseimbangan cairan dalam tubuh ikan air tawar dapat dijaga melalui osmosis. Hal ini disebabkan dalam tubuh ikan terdapat konsentrasi garam yang lebih tinggi dibandingkan air disekelilingnya. Maka dari itu ikan ikan tersebut tidak harus minum air, karena tubuh mereka akan menyerap air secara spontan dan menghasilkan garam dalam tubuh.
  • Pentransferan mineral dan garam yang terdapat dalam air melalui osmosis. Dalam tubuh akan mempertahankan konsentrasi osmosis air, garam dan glukosa ketika membran plasma sel telah dilalui oleh air. Maka dari itu pencegahan kerusakan sel dapat dilakukan melalui filtrasi osmotik.

Apa Contoh Tekanan Osmosis dalam Kehidupan Sehari hari

  • Penyusutan siput saat kita menuangkan garam ke tubuhnya sehingga akan terjadi difusi pada air akibat osmosis.
  • Efek osmosis dapat dirasakan ketika pembengkakan kulit tangan karena direndam dalam cucian dengan waktu yang lama.

Contoh soal Tekanan osmosis

Contoh Soal 1
Tentukan tekanan osmotik larutan glukosa 0,03 M pada suhu 29°C

Jawab :
π = MxRxT
0,03M x 0,082 Latm mol/K x (29+273) K
=. 0,74atm
Maka, tekanan osmotik larutan glukosa tersebut yaitu 0,74 atm.

Contoh Soal 2
Sebuah larutan terbuat dari 1,14 g sukrosa (C12H22O11) dengan massa molekul relatif 342 yang dilarutkan ke dalam air yang volumenya 500 mL pada suhu 27o Celcius.
Tentukanlah berapa tekanan osmotik dari larutan tersebut?

Diketahui
massa terlarut = 1,14 gram
T = 27o C = 300o K
Mr sukrosa = 342
volume pelarut = 500 mL = 0,5 L

Ditanya
tekanan osmotik (π) = …?

Jawab :
jumlah mol sukrosa = 1,14/342 = 0,0033
π V = n R T
π 0,5 = 0,0033 . 0,082 . 300
π = (0,0033 . 0,082 . 300)/0,5 = 0,16236 atm

Apa Pengertian Kulit Atom

Pengertian kulit atom adalah merupakan orbit dari sebuah partikel yang bernama elektron sedangkan inti atom tersusun atas proton dan neutron.

Kulit atom itu isinya orbital-orbital tempat elektron berada, orbital-orbital itu punya tingkat energi berbeda sehingga posisinya beda. misal kulit L punya orbital 2s,2p lalu kulit M punya orbital 3s,3p,3d jadi dari jarak antar orbital itu akan terlihat terbentuk seperti kulit-kulit.

Konfigurasi Elektron Kulit

Berdasarkan teori Neils Bohr bahwa setiap elektron terdiri atas inti atom yang dikelilingi oleh beberapa kulit atom. Elektron yang mengelilingi inti atom menempati lintasan-lintasan tertentu. Lintasan elektron ini disebut dengan kulit atom. Setiap kulit atom terdapat jumlah elektron maksimal yang dapat ditempati. Menurut Bohr, jumlah elektron maksimal yang dapat menempati setiap kulit atom dapat dihitung dengan rumus 2n^{2}.

Kulit K (n = 1) maksimum 2 . 1 = 2 elektron
Kulit L (n = 2) maksimum 2 . 4 = 8 elektron
Kulit M (n = 3) maksimum 2 . 9 = 18 elektron
Kulit N (n = 4) maksimum 2 . 16 = 32 elektron, dan seterusnya

Peyusunan elektron pada kulit atom disebut dengan konfigurasi elektron. Konfigurasi suatu elektron dapat digunakan untuk menetukan posisi atom dalam tabel periodik unsur. Jumlah elektron pada kulit terakhir atau disebut dengan elektron valensi menentukan sifat kimia suatu atom.

Nomor golongan = elektron pada kulit terakhir = elektron valensi
Nomor periode = jumlah kulit

Untuk unsur-unsur segololngan maka akan memiliki elektronvalensi yang sama, begitu juga untuk unsur yang satu periode memiliki jumlah kulit yang sama.

KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN KULIT ATOM

Konfigurasi (susunan) elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut. Setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum 2n2, dimana n adalah kulit ke berapa.Jika n = 1 maka berisi 2 elektron Jika n = 2 maka berisi 8 elektron Jika n = 3 maka berisi 18 elektron Jika n = 4 maka berisi 32 elekton Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N dan seterusnya dimulai dari dekat dengan inti. Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulit tersebut. Jika masih ada sisa elektron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit selanjutnya.

HUBUNGAN GOLONGAN (A) , PERIODE, KONFIGURASI ELEKTRON, DAN ELEKTRON VALENSI

Untuk golongan A, golongan suatu unsur menunjukkan jumlah elektron valensi, periode suatu unsur menunjukkan jumlah kulit yang telah terisi elektron.

Elektron valensi dan jumlah kulit yang telah terisi elektron dapat diketahui dari konfigurasi elektron. Jadi dari konfigurasi elektron dapat diketahui nomor golongan dan periode suatu unsure.

Contoh : Konfigurasi electron 17 Cl : 2 8 7

Elektron Valensi : 7 (Golongan VII A)

Terdapat 3 kulit yang terisi elektron : Periode 3

cara menuliskan konfigurasi elektron berdasarkan kulit atom.

Isikan elektron ke dalam kulit atom sesuai daya tampung maksimumnya. Jika elektron yang tersisa kurang dari daya tampung maksimum kulit atomnya, gunakan aturan di bawah ini.

  1. Jika elektron yang tersisa kurang dari 8, maka seluruh sisa ini diisikan pada kulit selanjutnya.
  2. Jika elektron yang tersisa lebih dari atau sama dengan 8 tetapi kurang dari 18, maka 8 elektron diisikan pada kulit atom, sedangkan sisanya mengikuti aturan pertama.
  3. Jika elektron yang tersisa lebih dari atau sama dengan 18 tetapi kurang dari 32, maka 18 elektron diisikan, sedangkan sisanya mengikuti aturan sebelumnya.
  4. Jika elektron yang tersisa lebih dari atau sama dengan 32, maka diisikan 32 elektron, dan sisa elektron mengikuti aturan sebelumnya.

Apa itu atom?

Atom adalah satuan terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya mengandung proton (muatan +) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi muatan negatif yaitu elektron. Ada juga yang menyebutkan bahwa atom adalah partikel penyusun unsur.

Apa itu unsur?

Unsur didefinisikan sebagai zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Pada kondisi normal, banyak di antara unsur ini berupa benda padat, seperti tembaga, emas, besi, dan timbal. Merkuri atau yang lebih dikenal dengan nama air raksa dan brom merupakan contoh unsur yang berwujud cair. Oksigen dan nitrogen adalah contoh unsur yang berupa gas.

Apa Perbedaan Kation dan Anion

Perbedaan yang ada diantara kation dan amnion adalah:

  1. Kation dibentuk oleh atom unsur logam sedangkan anion terbentuk dari atom unsur bukan logam.
  2. Orbit anion lebih besar dari orbit kation.
  3. Kation adalah partikel yang bermuatan positif sedangkan anion adalah partikel yang bermuatan negatif.
  4. Kation memiliki kecenderungan untuk bergerak ke arah elektroda negatif, mis., Katoda sedangkan anion memiliki kecenderungan untuk bergerak ke arah elektroda positif, yaitu, anoda.
  5. Dalam kation, proton lebih banyak daripada elektron sementara di anion, elektron lebih banyak daripada proton.

Jelaskan perbedaan anion dan kation!

Pada dasarnya atom mengandung nukleus yang mengandung neutron dan proton. Proton memiliki muatan positif, sedangkan neutron netral tanpa muatan. Ini membuat seluruh muatan inti positif. Dalam orbital tertentu, elektron yang berputar di sekitar nukleus memiliki muatan negatif. Atom mengandung jumlah proton dan elektron yang sama untuk menstabilkan kedua muatan dan mengubahnya menjadi makhluk yang stabil dan netral.

Pengertian ion adalah partikel bermuatan yang dibentuk oleh atom atau molekul. Ini adalah partikel yang jumlah total elektronnya tidak sama dengan jumlah proton, yang menghasilkan muatan. Jika sebuah ion terbentuk sebagai akibat dari hilangnya elektron, muatan positif dihasilkan, dan jika disebabkan oleh peningkatan elektron, maka partikel bermuatan negatif. Proses pembentukan ion disebut ionisasi.

Kation adalah ion yang bermuatan positif. Muatan positif ini telah dikembangkan karena jumlah elektron kurang dari itu karena alasan apa pun. Jika satu elektron hilang dari kulit elektron terakhir, itu juga disebut kulit valensi dalam ikatan ionik, mengurangi jumlah elektron yang menghasilkan muatan proton positif. Ini mengubah atom menjadi kation.

Secara alami, natrium, yang mengandung 11 elektron dan 11 proton, mengandung 1 elektron di orbit luarnya. Rinciannya ditunjukkan dalam diagram sesuai dengan model Boron dan prinsip Aufbau. Atom Na kehilangan elektron terluarnya untuk menstabilkan oktet. Ini menimbulkan muatan positif dalam atom, yang disebut kation http://www.nios.ac.in/images/5.1.gif Contoh kation: Na +, Ca2 +, Al3 +, H3O + (ion Hydronium), NH4 + (ion Ammonium) dan lainnya. Biasanya semua logam membentuk kation. Reaksi yang dihasilkan adalah endotermik.

Jika kation memiliki muatan positif, anion adalah ion dengan muatan positif. Ini karena penambahan elektron dalam kulit valensi anion. Dengan demikian, jumlah elektron dengan muatan negatif lebih tinggi dari jumlah proton. Akibatnya, ion bermuatan negatif dalam struktur diubah menjadi ion negatif ke atom. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, atom klor untuk menstabilkan octor menjadi anion setelah menerima elektron.

Apa itu Anion

Anion adalah ion bermuatan negatif. Ketika atom menarik satu atau lebih elektron ke orbitalnya, maka terbentuklah ion negatif.

Dalam atom netral, jumlah elektron di kulit luar sama dengan jumlah proton dalam inti. Seperti diketahui, elektron bermuatan negatif, sedangkan proton bermuatan positif.

Namun, ketika sebuah atom menarik elektron lain, jumlah elektron meningkat, sehingga atom menjadi bermuatan negatif.

Besar muatan anion akan tergantung pada jumlah elektron yang diperoleh. Misalnya, perolehan satu elektron akan membentuk anion monovalen sedangkan perolehan dua elektron membentuk anion divalen.

Biasanya, anion terbentuk dari unsur-unsur non-logam yang berada di blok p tabel periodik. Misalnya, nitrogen membentuk anion -3, oksigen anion -2 dan klorin anion -1.

Atom-atom unsur non-logam dikenal lebih elektronegatif sehingga memiliki kemampuan menarik elektron dan membentuk anion.

Tidak hanya atom tunggal, beberapa atom atau molekul bisa pula membentuk anion.

Jika anion terdiri hanya sebuah atom, maka dikenal sebagai anion monoatomik. Jika anion memiliki beberapa atom, atau jika berbentuk molekul, maka disebut sebagai anion poliatomik.

Anion tertarik dengan medan listrik bermuatan positif atau materi bermuatan positif.

Apa itu Kation?

Kation merupakan ion bermuatan positif dan terbentuk ketika sebuah atom netral kehilangan satu atau lebih elektron.

Ketika kehilangan elektron, jumlah proton dalam inti lebih banyak dari jumlah elektron di kulit terluarnya, sehingga atom bermuatan positif.

Kation umumnya terbentuk oleh unsur logam blok s, logam transisi, lantanida dan aktinida, dll. Seperti anion, kation juga dapat memiliki berbagai ukuran muatan tergantung pada jumlah elektron yang hilang.

Oleh karena itu, kation bisa memiliki bentuk monovalen (Na +), divalen (Ca2 +), dan trivalen (Al3 +). Selain itu, terdapat pula kation monoatomik dan kation poliatomik (NH4 +).

Kation adalah ion bermuatan positif. Ion ini terbentuk ketika atom netral menghilangkan satu atau lebih elektron. Ketika mereka melepaskan elektron, jumlah proton dalam inti lebih tinggi dari jumlah elektron di kulit terluar; karenanya, atom mendapat muatan positif.

Kation terbentuk dari logam dalam blok s, logam transisi, lantanida dan aktinida, dll. Seperti anion, kation juga dapat memiliki berbagai ukuran muatan tergantung pada jumlah elektron yang dilepas. Oleh karena itu, mereka membentuk kation monovalen (Na +), divalen (Ca2 +), dan trivalen (Al3 +). Selain itu, bisa ada kation monoatomik atau poliatomik (NH4 +).

Bagaimana Cara Atom mencapai Kestabilan

Pengertian atom adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai cara atom mencapai kestabilan. Semoga uraian mengenai bagaimana cara atom mencapai kestabilan ini bermanfaat banyak.

Cara atom mencapai kestabilan yaitu dengan cara membentuk suatu ikatan senyawa..(ikatan ion, ikatan kovalen maupun ikatan logam) agar atom tersebut stabil.

Untuk mencapai kestabilan, atom netral akan berusaha untuk memiliki konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat dengannya. Misalnya unsur Lithium dengan nomor atom 3, akan berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti unsur helium (He) yang merupakan unsur gas mulia dengan jumlah elektron yang terdekat dengannya. Sedangkan unsur dengan nomor atom 17, akan berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti argon (Ar) yang memiliki nomor atom = 18.

Dibandingkan dengan konfigurasi elektron gas mulia, unsur-unsur golongan utama hanya berbeda dalam jumlah elektron pada kulit terluarnya. Sehingga upaya mencapai kestabilan dapat kita tinjau sebagai upaya perubahan agar jumlah elektron pada kulit terluar sama dengan unsur gas mulia. Jumlah elektron pada kulit terluar biasa disebut sebagai elektron valensi.

Ada dua cara utama bagi unsur untuk mencapai konfigurasi elektron, yaitu:

  1. Melepas atau menangkap elektron (transfer elektron), sehingga terbentuk ion
  2. Menggunakan pasangan elektron secara bersama dengan atom lain, sehingga terbentuk ikatan kovalen

5 Macam Model Atom

1. Model Atom Dalto

Model atom yang sangat sederhana yaitu model atom dalton, yang telah dikemukakan oleh John Dalton, seorang ilmuwan asal kebangsaan Inggris. Menurut dari model atom ini, atom adalah bola pejal yang tidak memiliki muatan.

Kemudian, menurut teori atom ini, atom yaitu kesatuan terkecil yang dapat dibagi-bagi lagi. Jika unsur kimia yang berbeda akan mempunyai jenis atom yang berbeda-beda juga.

2. Model Atom Thompson

Model atom yang kedua yaitu model atom Thompson. Sesuai pada namanya, model atom satu ini dikemukakan oleh Joseph John Thompson. Model atom Thompson memiliki bentuk seperti roti kismis.

Hal itu dikarenakan atom adalah suatu bola padat yang bermuatan positif pada partikel negatif (elektron) yang tersebar didalamnya. Kemudian, muatan positif dan negatif yang ada pada atom tersebut jumlahnya sama. Model atom ini telah dibuktikan pada penelitian Thomson yang memakai sinar tabung katoda.

3. Model Atom Rutherford

Model atom Rutherford telah dikemukakan oleh Ernest Rutherford di tahun 1911. Pada teori atom ini, setiap atom mempunyai kandungan inti atom yang bermuatan positif pada elektron yang mengelilingi didalamnya.

Kemudian, massa atom ini terpusat pada inti atom dan sebagian besar volume atom ini yaitu ruang hampa, Karena telah dibuktikan dari hasil percobaan penembakan logam dari sinar alpha, yang sudah dikenal sebagai Percobaan Geiger-Marsden.

Ernest Rutherford adalah ahli fisika dan kimia kelahiran Selandia Baru yang besar di Inggris. Ia mengajukan model atom setelah melakukan percobaan yang dikenal sebagai percobaan hamburan Rutherford. Ia dan dua orang muridnya melakukan percobaan hamburan sinar alfa terhadap lempeng emas tipis.

Rutherford menganggap bahwa keseluruhan muatan positif atom terpusat di wilayah yang sangat kecil dan dikenal sebagai nukleus. Elektron berputar di sekitar inti atom dengan kecepatan tinggi pada jalur melingkar yang disebut orbit. Gaya tarik elektrostatik antara inti dan elektron menjaga elektron tetap pada lintasannya.

Model Rutherford juga mengungkapkan bahwa jumlah proton sama dengan jumlah elektron dan dikenal sebagai nomor atom. Sementara itu jika jumlah proton dan jumlah neutron digabung, nilainya sama dengan nomor massa atom.

Sayangnya, model atom Rutherford tidak dapat menjelaskan stabilitas atom. Menurut teori elektromagnetik, partikel bermuatan akan kehilangan energi selama percepatan. Kehilangan energi dapat memperlambat kecepatan elektron dan akhirnya, elektron akan tertarik ke inti atom dan atom hancur. Selain itu, model atom Rutherford juga tidak menjelaskan apa pun mengenai distribusi elektron dan energi elektron. Terlebih, model atom ini juga tidak mampu menjelaskan spektrum garis yang diberikan oleh setiap unsur.

4. Model Atom Bohr

Model atom Bohr dikemukakan oleh Niels Bohr dan Ernest Rutherford di tahun 1913. Pada model atom Bohr merupakan bahwa atom terdiri berdasarkan pada inti atom yang mempunyai kandungan proton dan neutron kemudian dikelilingi oleh elektron yang berputar pada orbitnya (tingkat energi tertentu). Orbit dikenal juga sebagai kulit atom.

Untuk menjawab kekurangan-kekurangan pada model atom Rutherford, khususnya mengenai spektrum garis dan kestabilan atom, Niels Bohr kemudian menerbitkan model atomnya sendiri. Ia menyebutkan, elektron berputar di sekitar inti atom dalam orbit lingkaran tertentu yang disebut kulit energi atau tingkat energi. Elektron yang berputar dalam kulit energi dikaitkan dengan jumlah energi yang tetap. Kulit energi ini diberi nomor 1, 2, 3, dan seterusnya dari inti atom atau ditentukan sebagai kulit k, l, m, dan seterusnya.

Susunan elektron di dalam suatu atom disebut sebagai konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron dapat membantu menjelaskan bagaimana atom-atom dapat berikatan. Pengisian elektron pada kulit-kulit atom dimulai dari pengisian kulit terdalam atau yang memiliki energi paling rendah. Jumlah elektron maksimum yang dapat menempati kulit adalah 2n2.

5. Model Atom Mekanika Kuantum

Model atom mekanika kuantum adalah model atom yang sangat modern sekali. Atom ini terdiri berdasarkan pada inti atom bermuatan positif dan awan-awan elektron yang mengelilinginya. Daerah tempat ditemukannya elektron yang diberi nama orbital. Menurut pada teori ini, ada empat jenis orbital yakni s, p, d, f.

Siapa penemu proton, elektron dan netron

Dalam dunia ilmiah sering dibahas dan diteliti mengenai proton, elektron dan netron. Nah, idealnya kita semua mengetahui siapakah penemu dari proton, elektron dan netron tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa lebih menghargai para penemu proton, elektron dan netron.

Elektron ditemukan oleh Thomson, Proton ditemukan oleh Goldstein, dan penemu Netron adalah James Chadwick.

Apa itu proton

Pengertian proton adalah merupakan partikel subatomik, simbol p atau p+, dengan muatan listrik positif +1e muatan elementer dan massa sedikit lebih kecil dari neutron. Proton dan neutron, masing-masing dengan massa sekitar satu satuan massa atom, secara kolektif disebut sebagai “nukleon”.

Suatu atom biasanya  adalah merupakan sejumlah proton dan neutron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya.

Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nukleus atau nukleon (nucleon), dan reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.

Istilah proton adalah bahasa Yunani untuk “pertama”, dan nama ini diberikan kepada inti hidrogen oleh Ernest Rutherford pada tahun 1920. Pada tahun-tahun sebelumnya, Rutherford telah menemukan bahwa inti hidrogen (dikenal sebagai inti paling ringan) dapat diekstraksi dari inti nitrogen dengan tumbukan atom. Oleh karena itu, proton adalah kandidat untuk menjadi partikel dasar, dan merupakan blok pembangun nitrogen dan semua inti atom yang lebih berat lainnya.

proton, elektron dan netron

Apa Pengertian Elektron

Elektron adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada salah jenis partikel dasar pembentuk struktur atom yang terdapat di luar inti yang bermuatan negatif satu satuan (-1,6 x 10-19 Coulomb) dan memiliki massa 9,1 x 10-28 gram atau kira-kira 1/1836 dari massa proton. Elektron biasa dinotasikan dengan huruf (e) kecil.

Penemuan elektron berdasarkan pada percobaan yang dilakukan oleh Crookes dengan menggunakan alat yang disebut tabung sinar katoda atau Catode Ray Tube (CRT) dan biasa disebut juga tabung Crookes.

Pengamatannya menunjukkan sinar katoda dapat dibelokkan mendekati kutub positif medan listrik. Ini artinya sinar katoda bermuatan positif. Hasil pengamatan selanjutnya sinar katoda merupakan partikel negatif yang terdapat pada atom dan diberi nama elektron.

Dalam banyak fenomena fisika, seperti listrik, magnetisme dan konduktivitas termal, elektron memainkan peran yang sangat penting. Suatu elektron yang bergerak relatif terhadap pengamat akan menghasilkan medan magnetik dan lintasan elektron tersebut juga akan dilengkungkan oleh medan magnetik eksternal. Ketika sebuah elektron dipercepat, ia dapat menyerap ataupun memancarkan energi dalam bentuk foton.

Elektron bersama-sama dengan inti atom yang terdiri dari proton dan neutron, membentuk atom. Namun, elektron hanya mengambil 0,06% massa total atom. Gaya tarik Coulomb antara elektron dengan proton menyebabkan elektron terikat dalam atom. Pertukaran ataupun perkongsian elektron antara dua atau lebih atom merupakan sebab utama terjadinya ikatan kimia.

Apa Pengertian Neutron.

Neutron adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada salah satu jenis partikel pembentuk struktur atom yang tidak memiliki muatan atau netral dan memiliki massa satu amu (1,6750 x 10-24 gram). Sedikit lebih besar dibanding dengan masaa proton. Neutron biasa dinotasikan dengan huruf (n) kecil.

Penemuan neutron berdasarkan beberapa percobaan yang dilakukan oleh Geiger, Marsden dan Rutherford yang meradiasikan lembaran emas sangat tipis dengan sinar alpha. Sinar alpha adalah partikel bermuatan positif.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa volume terbesar dari atom adalah ruang kosong. Di dalam atom ada partikel yang memiliki kerapatan sangat tinggi dan bermuatan positif yang tidak dapat ditembus sinar alha. Partikel alpha dipantulkan kembali. Partikel ini dinamai inti atom oleh Ruthetford.

Hasi percobaan lainnya menunjukkan kira – kira setengah dari massa inti atom berasal dari massa proton. Ini artinya ada partikel lain pembentuk inti atom yang massanya hampir sama dengan proton dan tidak bermuatan.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Chadwick yang melakukan percobaan kamar kabut. Chadwick menemukan bahwa logam berilium yang disinari dengan partikel alpha memancarkan suatu cahaya yang mempunyai daya tembus sangat tinggi dan tidak terpengaruh medan magnet dan listrik. Partikel ini diberi nama neutron.

Bagaimana Penemuan Elektron

Dalam percobaannya, Thomson memberikan medan listrik dan medan magnet secara bersamaan terhadap berkas sinar katode. Karena sinar katode bermuatan negatif, Thomson berpendapat bahwa partikel-partikel ini sama seperti elektron yang terkait dengan percobaan-percobaan Faraday. Menurut Thomson, atom adalah partikel berbentuk bulat bermuatan positif yang di permukaannya tersebar elektron-elektron bermuatan negatif.

Bagaimana Penemuan Proton dan Netron

Fakta pertama mengenai partikel dasar bermuatan positif berasal dari kajian tentang sinar terusan yang diamati dalam tabung sinar katode berlubang oleh Eugen Goldstein (1850–1930). James Cadwick (1891–1974) berhasil membuat alat percobaan yang dapat digunakan untuk mendeteksi partikel-partikel tak bermuatan ini. Partikel tak bermuatan yang berhasil dideteksi disebut neutron.