Sifat sinar katoda

yang dimaksud dengan Sinar katoda adalah sesuatu yang merujuk kepada arus elektron yang diamati di dalam tabung vakum, yaitu tabung kaca hampa udara yang dilengkapi oleh paling sedikit dua elektrode logam yang diberi tegangan listrik, katode atau elektrode negatif dan anode atau elektrode positif. Di bawah ini akan diberikan ulasan tentang ciri-ciri dan sifat dari sinar katoda.

Sifat dan ciri-ciri sinar katoda adalah:

  1. sinar katoda tidak ditentukan oleh bahan untuk membuat katoda. Sifat sinar katoda tidak berubah dengan penggantian bahan
  2. sinar katoda merambat menurut garis lurus. jika diberi penghalang, akan membentuk bayang-bayang di belakangnya.
  3. sinar katoda bisa dibelokkan dengan medan listrik
  4. sinar katoda bisa dibelokkan oleh medan magnet
  5. sinar katoda bisa mengakibatkan terjadinya reaksi kimia pada zat tertentu, contohnya mengubah warna pada garam perak
  6. sinar katoda bisa memendarkan barium platina sianida dan sulfida seng
  7. sinar katoda mampu menghasilkan panas
  8. sinar katoda mampu menghitamkan plat foto
  9. sinar katoda mampu menghasilkan sinar X

Jelaskan Proses Pembentukan Sinar Katoda!

Pelucutan Gas adalah peristiwa mengalirnya muatan-muatan listrik di dalam tabung lucutan gas pada tekanan yang sangat kecil. Sebuah tabung lucutan adalah tabung yang berisi udara, didalam tabung berisi elektroda elektroda, yang biasanya disebut anoda dan katoda.

Udara dalam tabung ini tidak dapat mengalirkan arus listrik walaupun ujung-ujung elektroda tersebut dihubungkan dengan induktor Ruhmkorf.

Keadaan akan berubah jika udara dalam tabung dikeluarkan sehingga tekanan udara menjadi kecil dan letak-letak molekul udara manjadi renggang. Pada tekanan 4 cm Hg dalam tabung memancarkan cahaya merah-ungu. Cahaya ini akan menghilang sejalan dengan semakin kecilnya tekanan.

Pada tekanan 0,02 mm Hg udara dalam tabung tidak lagi memancarkan cahaya namun kaca dimuka katoda berpendar kehijauan. Crookes berpendapat bahwa dari katoda dipancarkan sinar yang tidak tampak yang disebut Sinar katoda. Sinar katoda dapat di pelajari karena bersifat memendarkan kaca. Sinar Katoda adalah arus elektron dengan kecepatan tinggi yang keluar dari katoda.

Jelaskan Sejarah Sinar Katoda!

Pada tahun 1869 fisikawan JermanJohann Wilhelm Hittorfmelakukan kajian mengenaikonduktivitaslistrik dalam gas. Dari eksperimen ini berhasil menemukan sebuah pancaran yang dipancarkan darikatoda dimana ukurannya dari pancaran ini terus meningkat seiring dengan menurunnya tekanan gas.

Pada tahun 1876, fisikawan JermanEugen Goldstein menunjukkan bahwa sinar pancaran ini menghasilkan bayangnya, dan kemudian diberi nama sinar katoda. Dilanjutkan tahun 1870-an, kimiawan dan fisikawan asal Inggris William Crookes mengembangkan tabung katoda pertama dalam keadaan vakum.

Sinar Katoda

Kemudian menunjukkan adanya sinar berpendar yang tampak di dalam tabung tersebut membawa energi dan bergerak dari katoda menuju ke anoda. Lebih jauh lagi, dengan menggunakan medan magnetik, sinar dalam tabung tersebut dapat berbelok maka disimpulkan bahwa berkas ini berperilaku seolah-olah ia bermuatan negatif.

Pada tahun 1879, ia mengajukan bahwa sifat-sifat ini dapat dijelaskan menggunakan apa yang ia istilahkan sebagai ‘materi radian’ (radiant matter). Ia mengajukan ini adalah keadaan materi keempat, yang terdiri dari molekul-molekul bermuatan negatif yang diproyeksikan dengan kecepatan tinggi dari katode.

Fisikawan Britania kelahiran Jerman Arthur Schustermemperluas eksperimen Crookes dengan memasang dua pelat logam secara paralel terhadap sinar katoda dan memberikan potensial listrik antara dua pelat tersebut.

Medan ini kemudian membelokkan sinar menuju pelat bermuatan positif, memberikan bukti lebih jauh bahwa sinar ini mengandung muatan negatif. Dengan mengukur besar pembelokan sinar sesuai dengan arus listrik yang diberikan, pada tahun 1890, Schuster berhasil memperkirakanrasio massa terhadap muatan komponen-komponen sinar.

Namun, perhitungan ini menghasilkan nilai yang seribu kali lebih besar daripada yang diperkirakan, sehingga perhitungan ini tidak dipercayai pada saat itu.

Pada tahun 1896, fisikawan Britania J. J.Thomson, bersama dengan koleganya John S. Townsend dan H. A. Wilson, melakukan eksperimen yang mengindikasikan bahwa sinar katode benar-benar merupakan partikel baru dan bukanlah gelombang, atom, ataupun molekul seperti yang dipercayai sebelumnya.

Thomson membuat perkiraan yang cukup baik dalam menentukan muatan e dan massa m, dan menemukan bahwa partikel sinar katode, yang ia sebut “corpuscles” mungkin bermassa seperseribu massa ion terkecil yang pernah diketahui (hidrogen).

Ia menunjukkan bahwa nisbah massa terhadap muatan, e/m, tidak tergantung pada material katode. Ia lebih jauh lagi menunjukkan bahwa partikel bermuatan negatif yang dihasilkan oleh bahan-bahan radioaktif, bahan-bahan yang dipanaskan, atau bahan-bahan yang berpendar bersifat universal.

Nama elektron kemudian diajukan untuk menamakan partikel ini oleh fisikawan Irlandia George F. Fitzgerald, dan seterusnya mendapatkan penerimaan yang universal.

Dari keberhasilan J.J Thomson ini, Ia berhasil mendapat hadiah nobel pada tahun 1960 karena dianggap telah menemukan elektron. Elektron adalah partikel sub atom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai e. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun sub struktur apapun yang diketahui, sehingga ia dipercayai sebagai partikel elementer.

Thomson berhasil menyempurnakan teori atom yang ada sebelumnya dengan menemukan adanya elektron sebagai salah satu penyusun atom. Dengan hasil percobaannya, Thomson mengasumsikan bahwa didalam sebuah atom terdapat bagian atom yang bermuatan positif, karena atom harus selalu dalam keadaan yang stabil dan bermuatan netral.

Dari asumsi tersebut maka Thomson mengusulkan bahwa struktur atom adalah sebagai suatu bulatan awan bermuatan positif dengan elektron yang terdistribusi secara acak di permukaannya.

Model atom Thomson ini sering disebut menyerupai dengan “model roti kismis”. Dengan model atom ini Thomson berhasil membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif yang menyusun suatu atom.

Sehingga atom bukan lagi menjadi bagian terkecil dari suatu unsur karena adanya elektron yang menyusun suatu atom. Namun, model atom ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam atom tersebut.

Bunyi hukum snellius (pembiasan cahaya)

Hukum snellius adalah menyatakan bahwa bila cahaya datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal (udara ke air).  Dan bila cahaya datang dari medium yang lebih rapat menuju medium yang kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal (kaca ke air).

Bunyi Hukum Snellius

  • Bunyi hukum I snellius : sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya saling berpotongan.
  • bunyi hukum II snellius : sinar datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal, begitu juga sebaliknya.

Apa yang dimaksud pembiasan?

Pembiasan atau refraksi adalah pembelokan arah cahaya akibat perubahan kecepatan cahaya saat memasuki medium yang berbeda kerapatannya dengan medium cahaya itu berasal.

Jika seberkas cahaya diarahkan pada bidang batas antara dua buah medium dimana medium tujuan cahaya lebih rapat kerapatannya dibandingkan dengan medium asalnya, sebagian cahaya akan dipantulkan dan syang sebagian lagi akan dibiaskan.

Jelaskan Hukum pembiasan!

Sinar datang, sinar bias dan garis normal berpotongan pada sebuah titik dan terletak pada sebuah bidang datar.

Hubungan sudut datang (θ₁), sudut bias (θ₂) dan kerapatan medium sinar datang n₁ serta kerapatan medium sinar bias n₂ dinyatakan oleh persamaan umum n₁ sin θ₁ = n₂ sin θ₂

Karena hukum ini dikemukakan oleh Snellius, maka hukum ini dikenal sebagai hukum Snellius dan persamaan itu dikenal sebagai persamaan Snellius.

Bagaimana Hukum pemantulan cahaya?

Sinar datang dari medium yang rapat ke medium yang renggang akan dibiaskan menjauhi garis normal atau mendekati bidang batas.
Sinar datang dari medium yang renggang ke medium yang rapat maka sinar akan dibiaskan mendekati garis normal.

Apa kelebihan dan kelemahan raksa sebagai pengisi pipa termometer

Hai kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan penjelasan tentang apa saja kelebihan dan kelemahan raksa sebagai pengisi pipa termometer. Semoga saja penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kelemahan raksa sebagai pengisi pipa termometer ini bermanfaat banyak.

5 Kelebihan raksa sebagai pengisi pipa termometer adalah:

  1. Kalor jenis raksa rendah sehingga dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat mengubah suhunya
  2. Dapat mengukur suhu yang tinggi karena titik didihnya 357oC
  3. Warnanya mengkilap sehingga mudah dilihat
  4. Tidak membasahi dinding kaca
  5. Penghantar panas yang baik

4 Kelemahan raksa sebagai pengisi pipa termometer adalah:

  1. Tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah karena titik bekunya -39oC
  2. Pada suhu tinggi, pemuaiannya tidak teratur
  3. Harganya mahal dan sulit di dapat
  4. Beracun

Apa yang dimaksud termometer?

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda. Jenis termometer yang paling umum digunakan yaitu termometer air raksa dan alkohol.

Apakah kelebihan termometer alkohol?

  • Alkohol harganya murah dan mudah mendapatkannya di pasaran.
  • Alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah, sebab titik beku alkohol -1300C
  • Alkohol lebih teliti, sebab untuk kenaikkan suhu yang sangat kecil ternyata alkohol mengalami perubahan volume yang besar.

Apakah Kekurangan dari Termometer Alkohol?

  • Alkohol tidak berwarna, sehingga perlu memberi pewarna terlebih dahulu agar dapat dilihat.
  • Tidak dapat mengukur suhu tinggi, karena titik didihnya rendah (78C).
  • Membasahi dinding kaca.

20 garam yang terhidrolisis sebagian (parsial)

Hidrolisis garam adalah reaksi penguraian garam dalam air membentuk ion positif dan ion negatif, berikut ini adalah beberapa contoh garam yang terhidrolisis sebagian (parsial). Semoga saja uraian contoh garam yang terhidrolisis sebagian (parsial) ini bermanfaat banyak.

  1. NaF = natrium florida
  2. KCN = kalium sianida
  3. NH4Cl = amonium klorida
  4. NH4Br = amonium bromida
  5. CH3COOK  = kalium asetat
  6. NaCN = natrium sianida
  7. KF = kalium flourida
  8. CH3COONa = natrium asetat
  9. NH4I = amonium iodida
  10. (NH4)2SO4 = amonium sulfat
  11. (CH3COO)2Ca = kalsium asetat
  12. (CH3COO)2Ba = barium asetat
  13. NH4NO3 = amonium nitrat
  14. Na2CO3 = natrium karbonat
  15. K2CO3 = kalium karbonat
  16. CaCO3 = kalsium karbonat
  17. Na2C2O4 = natrium oksalat
  18. Na3PO4 = natrium fosfat
  19. K3PO4 = kalium fosfat
  20. AgNO3 = perak nitrat

Jenis Reaksi hidrolisis garam adalah:

  1. hidrolisis total, adalah terjadi pada garam yang berasal dari sisa asam lemah dan sisa basa lemah. Asam lemah memiliki basa konjugat yang kuat demikian pula dengan basa lemah yang juga memiliki komponen asam konjugat yang kuat. Konjugat dari asam dan basa lemah inilah yang dapat bereaksi dan memecah molekul air.
  2. hidrolisis parsial/ sebagian, adalah terjadi pada garam yang berasal dari sisa asam lemah dengan basa kuat atau dapat juga berasal dari sisa asam kuat dan basa lemah. Dalam garam tersebut hanya terdapat satu komponen sisa dari asam/ basa lemah sehingga hanya satu komponen saja yang mengalami hidrolisis. Komponen kuat memiliki konjugat yang lemah sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
  3. tidak terhidrolisis, Garam yang tidak dapat mengalami hidrolisis adalah garam yang berasal dari sisa asam kuat dan basa kuat. Komponen kuat memiliki konjugat yang kemah sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

Apa yang dimaksud Hidrolisis Parsial?

Hidrolisis parsial merupakan garam ketika direaksikan dengan air hanya salah satu/sebagian ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, sedangkan yang lainnya tidak. Komponen-komponen penyusun garam yang mengalami reaksi hidrolisi parsial ini adalah asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya.

Contoh unsur deret aktinida

Contoh unsur deret aktinida. Jumlah unsur lantanida ada 15, yaitu: La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu.

Jelaskan Sifat aktinoida!

Seluruh logam aktinoida bersifat radioaktif dan waktu paruh unsur aktinoida berkurang secara dramatik seiring naiknya nomor atom. Kebereadaan isotop uranium dan thorium di bumi adalah sehubungan dengan waktu paruh yang cukup panjang yang memungkinkannya tinggal sejak asal mulanya.

Isotop-isotop ini ditemukan dalam bentuk mineral uranium dan thorium. Unsur baru pertama setelah uranium adalah neptunium dan plutonium, yang diberi nama seperti uranium mengikuti nama planet-planet, dibuat pada tahun 1940 oleh McMillan dan Abelson serta berturut-turut oleh Seaborg, McMillan, Kennedy dan Wahl, dengan menembakkan partikel dari siklotron di Barkeley ke uranium.

Sifat mudah melepas elektron 5f bagi tingkat awal deret aktinoida (berbeda dengan lantanoida) menyarankan bahwa tingkat energy 5f-6d-7s2relatif dekat satu sama lain atau tidak berbeda secara signifikan. Ketiga orbital inilah yang berperan dalam pembentukan berbagai tingkat oksidasi.

Sifat yang dimiliki logam-logam aktinoida adalah densitas yang cukup tinggi (15-20 g cm−1), titik leleh tinggi (~1000 0C) dan titik didih sangat tinggi (~3000 0C). Selain itu logam aktinoida tidak sereaktif logam lantanoida, kecuali protaktinium dan thorium.