Pengertian massa atom relatif (Ar) dan contohnya

Hai kawan-kawan, artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai Pengertian massa atom relatif (Ar) dan contohnya. Semoga saja artikel singkat tentang Pengertian massa atom relatif (Ar) dan contohnya ini bermanfaat banyak.

Pengertian massa atom relatif

Massa Atom relatif adalah perbandingan relatif massa atom unsur tertentu terhadap massa atom unsur lainnya. Satuan Massa Atom disingkat sma.1 sma =  x massa atom C-12

Massa atom atau berat atom adalah massa rata-rata atom suatu unsur, dihitung dengan menggunakan kelimpahan relatif dari isotop dalam unsur yang terjadi secara alamiah. Massa atom menunjukkan ukuran atom.

Meskipun secara teknis massa adalah jumlah massa semua proton, neutron, dan elektron dalam sebuah atom, massa elektron sangat jauh lebih sedikit dibandingkan dengan partikel lain, massa yang hanya bahwa inti (proton dan neutron).

Contoh massa atom relatif

Jika massa atom Karbon (C) adalah 12,01115 » 12 maka perhitungan massa atom relatif dilakukan dengan cara sebagai berikut : Karena massa atom C-12 sama dengan 1 sma, maka yang berarti : Ar X = massa rata-rata 1 atom unsur X » Ar X = pembulatan massa rata-rata 1 atom unsur X

Massa atom hidrogen adalah 1,0079. Hidrogen (nomor atom 1) adalah unsur yang memiliki massa atom terendah. Isotop yang paling umum dari hidrogen adalah protium, atom yang terdiri dari proton atau proton dan elektron. Karena sejumlah kecil deuterium (satu proton dan satu neutron) dan tritium (satu proton dan neutron 2), massa atom hidrogen sedikit lebih tinggi dari 1.

4 alat ukur besaran massa

Alat ukur massa yang berarti neraca, berikut ini adalah contoh alat untuk mengukur besaran massa. Semoga ulasan tentang alat ukur besaran massa ini bermanfaat banyak.

4 alat ukur besaran massa adalah:

  • Neraca digital, masa benda yang diukur menggunakan neraca digital hasilnya dapat langsung ditunjuk dan terbaca pada layarnya. Ketelitian pada neraca digital sampai 0,001 gram
  • Neraca lengan gantung, untuk menentukan massa benda menggunakan neraca gantung dengan cara beban pemberat di sepanjang batang
  • Neraca Ohaus, neraca ini untuk mengukur massa benda atau logam. Batas ketelitian neraca Ohaus adalah 0,1 gram
  • Neraca analitis, neraca ini untuk mengukur massa benda misalnya, emas, batu, kristal benda, dan lain lain. Batas ketelitian neraca analitis dua lengan yaitu 0,1 gram.

Pengertian kalor lebur (L)

Pengertian kalor lebur adalah kalor yang diperlukan untuk mencairkan 1 kg zat padat menjadi 1 kg zat cair pada titik leburnya.

Contohnya kalor lebur es adalah 336.000 Joule/Kg.
Artinya untuk melebur 1 Kg Es dibutuhkan kalor 336.000 Joule

Yang dimaksud dengan kalor lebur adalah suatu zat yang berwujud padat ingin diubah menjadi cair, zat tersebut harus dipanaskan sampai titik leburnya.

Rumus kalor lebur

Q = m × L

keterangan:
Q = kalor (J)
m = massa (kg)
U = uap
L = lebur

7 sifat sinar katode

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan 7 sifat sinar katode. Semoga ulasan tentan 7 sifat sinar katode ini bermanfaat banyak.

7 sifat sinar katode adalah:

  1. dapat menimbulkan kalor pada benda-benda yang ditumbuknya
  2. menghitamkan plat film
  3. merambat meurut garis lurus
  4. dapat memendarkan seng sulfida dan barium platinasianida
  5. terdiri dari partikel bermuatan negatif ( elektron )
  6. dapat menyimpang dala medan magnet dan medan listrik
  7. dapat menghasilkan sinar x ketika menumbuk zat

Apa pengertian sinar katode?

Sinar katode (disebut pula pancaran elektron) adalah arus elektron yang diamati di dalam tabung vakum, yaitu tabung kaca hampa udara yang dilengkapi oleh paling sedikit dua elektrode logam yang diberi tegangan listrik, katode atau elektrode negatif dan anode atau elektrode positif.

Jelaskan bagaimana Percobaan Sinar Katode!

Berdasarkan eksperimennya Thomson mengukur bahwa kecepatan sinar katoda jauh lebih kecil dibandingkan kecepatan cahaya, jadi sinar katoda ini bukan merupakan REM. Selain itu Ia juga menetapkan perbandingan muatan listrik (e) dengan massa (m). Hasil rata-rata e/m sinar katoda kira-kira :

Nilai ini sekitar 2000 kali lebih besar dari e/m yang dihitung dari hidrogen yang dilepas dari elektrolisis air (Thomson menganggap sinar katoda mempunyai muatan listrik yang sama seperti atom hidrogen dalam elektrolisis air.

Kesimpulan : Partikel sinar katoda bermuatan negatif dan merupakan partikel dasar suatu benda yang harus ada pada setiap atom. Pada tahun 1874 Stoney mengusulkan istilah elektron.

Setelah harga e/m untuk elektron diketahui melalui percobaan yang dilakukan oleh J.J THomson, selanjutnya diperlukan percobaan lain untuk menentukan nilai e atau m. jika salah satunya diketahui, maka nilai yang satu lagi dapat ditentukan.

Jelaskan Tabung Sinar Katode!

Untuk memancarkan sinar, dibutuhkan tabung katode yang disebut dengan Tabung sinar katoder. Dilansir dari wikipedia, tabung sinar katode (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT), ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop.

CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD dan bentuk teknologi TV lainnya.

Pada tahun 1878, Sir William Crookes, seorang ilmuwan Inggris, menampilkan sinar katoda pertama menggunakan modifikasi alat Geissler. Kontribusi besar untuk pembuatan tabung adalah untuk mengembangkan cara-cara untuk mengeluarkan hampir semua udara dari tabung.

Crookes juga melakukan berbagai percobaan menggunakan peralatan yang lebih dapat diandalkan untuk mengkonfirmasi temuan sebelumnya tentang sifat-sifat sinar katoda. Dia menemukan dua hal yang mendukung hipotesis bahwa sinar katoda terdiri dari aliran partikel:

Ketika sebuah benda ditempatkan antara katoda dan ujung tabung, itu membentuk bayangan pada kaca. Bayangan yang disebabkan oleh benda menunjukkan bahwa partikel sedang diblokir dalam perjalanan mereka dari katoda ke anoda.

Sebuah tabung sinar katoda dibangun dengan rel logam kecil antara dua elektroda. Melekat pada rel adalah roda dayung mampu berputar di sepanjang rel. Setelah memulai tabung sinar katoda, roda diputar dari katoda menuju anoda.

Perhatikan bahwa katoda dan anoda diposisikan sehingga sinar akan menyerang bagian atas roda dayung. Crookes menyimpulkan bahwa sinar katoda terbuat dari partikel-partikel yang harus memiliki massa.

Rumus kalor lebur dan contoh soalnya

Hai kawan-kawan, admin akan memberikan ulasan singkat tentang rumus kalor lebur dan contoh soalnya. Semoga saja ulasan tentang rumus kalor lebur dan contoh soalnya ini bermanfaat banyak.

Apa yang dimaksud kalor lebur?

Kalor lebur (dengan notasi L) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat padat menjadi cair pada titik leburnya. Jika zat cair didinginkan, suhu cairan akan turun dan pada suatu saat akan membeku. Pada saat membeku, zat melepaskan kalor. Banyaknya kalor yang dilepaskan oleh suatu zat saat membeku disebut kalor beku.

Rumus Kalor Lebur

Secara matematis, banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan zat padat pada titik leburnya adalah sebagai berikut.

Q = m · U

Keterangan:
Q = kalor yang diperlukan (J)
m = massa zat (kg)
L = kalor lebur atau kalor beku (J kg-1)

Berikan Contoh Soal Kalor Lebur!

Soal No. 1) Berapakah kalor yang diperlukan untuk melebur 5 kg aluminium jika kalor lebur aluminium 403.000 J kg-1?

Jawaban:
massa aluminium (m) = 5 kg
kalor lebur aluminium (L) = 403.000 J kg-1

Q = m · L
= (5 kg) × (403.000 J kg-1)
= 2.015.000 J
Jadi, banyaknya kalor yang diperlukan adalah sebesar 2.015.000 J.

Soal No. 2) Berapakah banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan 200 g es yang mempunyai suhu -5 °C, jika kalor jenis es 2.100 J kg-1 °C dan kalor lebur es 340.000 J kg-1?

Jawaban:
massa es (m) = 200 g = 0,2 kg
suhu awal es = -5 °C
kalor jenis es (c) = 2.100 J kg-1 °C
kalor lebur es (L) = 340.000 J kg-1

Pengertian dan Rumus Kalor Lebur serta Contoh Soal Kalor Lebur

Perhatikan grafik pada gambar di atas. Dari grafik terlihat bahwa untuk meleburkan es yang bersuhu -5 oC terlebih dahulu diperlukan kalor Q1 untuk menaikkan suhu es sampai pada titik leburnya (0oC), yaitu sebesar:
Q1 = m · c · ΔT
= (0,2 kg) × (2.100 J kg-1 °C) × (5°C)
= 2.100 J

Setelah itu, diperlukan kalor untuk meleburkan es menjadi air sebesar:
Q2 = m · L
= (0,2 kg) × (340.000 J kg-1)
= 68.000 J

Jadi, banyaknya kalor yang diperlukan untuk meleburkan es yang bersuhu -5 °C menjadi air yang bersuhu 0 °C adalah:
Qtotal = Q1 + Q2
= 2.100 J + 68.000 J
= 70.100 J