Ciri pembangunan berkelanjutan

Ciri pembangunan berkelanjutan. Pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan dari generasi sekarang tanpa membahayakan kesanggupan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Berikut ini adalah uraian singkat tentang ciri-ciri pembangunan berkelanjutan.

Ciri pembangunan berkelanjutan adalah:

  1. meningkatkan kualitas hidup dari generasi ke generasi.
  2. biasanya memiliki masterplan.
  3. pembangunan berkesinambungan sepanjang masa.
  4. pembangunan tersebut berguna dalam jangka panjang.
  5. pembangunan tersebut berguna untuk kesejahteraan orang banyak.
  6. pengelolaan sumber alam secara bijaksana.

Apa yang dimaksud pembangunan berkelanjutan?

Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”

Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainable development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

Bagaimana Peran Penduduk Dalam Pembangunan Berkelanjutan?

Penduduk atau masyarakat merupakan bagian terpenting atau titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan, karena peran penduduk sejatinya adalah sebagai subjek dan objek dari pembangunan berkelanjutan.

Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cepat, tetapi memiliki kualitas yang rendah, akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan yang semakin terbatas.

Konsepnya pembangunan berkelanjutan adalah:

  • Tidak ada pemborosan dalam pemanfaatan sumber daya alam
  • Tidak ada dampak pada lingkungan (kerusakan lingkungan)
  • Kegiatan pembangunan harus meningkatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

4 Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

  1. Pendekatan integratif -> pembangunan harus berpedoman pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan
  2. Perspektif pada jangka panjang -> melakukan perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang dapat digunakan dalam jangka panjang
  3. Pemerataan dan keadilan sosial -> tidak adanya ketimpangan akan sumber daya bagi masa kini hingga masa yang akan datang, misalnya pemerataan distribusi lahan dan kesetaraan gender
  4. Menghargai keanekaragaman -> menjaga keanekaragaman hayati dan tidak adanya diskriminasi pada keanekaragaman budaya.

Pembangunan Berkelanjutan

Sebutkan  tujuan pembangunan berkelanjutan!

  1. Tanpa kemisnikan, mengentaskan segala bentuk kemiskinan di seluruh tempat.
  2. Tanpa kelaparan, mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan.
  3. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, serta lapangan pekerjaan yang layak untuk semua.
  4. Industri, inovasi dan infrastruktur, membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan, dan mendorong inovasi.
  5. Berkurangnya kesenjangan, mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara.
  6. Kehidupan sehat dan sejahtera, menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.
  7. Pendidikan berkualitas, memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.
  8. Kesetaraan gender, mencapai kesetraan gender dan memberdayakan perempuan.
  9. Air bersih dan sanitasi layak, menjamin akses air dan sanitasi untuk semua.
  10. Energi bersih dan terjangkau, memastikan akses energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan, dan modern.
  11. Kota dan komunikasi berkelanjutan, membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.
  12. Ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, mengehentikan kepunahan keragaman hayati
  13. Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, mendorong masyarakat adil, damai, dna inklusif.
  14. Kemitraan untuk mencapai tujuan, menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan.
  15. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, memastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan.
  16. Penanganan perubahan iklim, menmgambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
  17. Ekosistem laut, perlindungan dan penggunaan samudra, laut, dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Tujuan pembentukan IDB

Tujuan pembentukan IDB. IDB adalah lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi negara anggota dan masyarakat muslim dinegara bukan anggota dengan berlandaskan prinsip-prinsip Syariah.

Tujuan pembentukan islamic development bank (IDB) adalah :

  • menigkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi negara – negara anggotanya
  • Meningkatkan dan memajukan pertumbuhan ekonomi di negara – negara anggotanya
  • meningktakan kesejahteraan masyarakat baik secara individu maupun kelompok dengan meggunakan prinsip – prinsip syariah

Negara aggota IDB

Untuk menjadi anggota IDB, setiap negara terlebih dahulu harus menjadi anggota OKI, bersedia memenuhi kewajiban berupa pembayaran penyertaan modal minimal sebesar ID2.500.000, mengikuti peraturan yang berlaku serta memperoleh dukungan minimal sebesar 2/3 dari jumlah Gubernur IDB yang ada.

Sampai dengan akhir tahun 2000, negara anggota IDB telah berjumlah 54 negara, yaitu : Afghanistan, Albania, Algeria, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Brunei Darussalam, Burkina Faso, Cameroon, Chad, Comoros, Djibouti, Egypt, Gabon, Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Indonesia, Iran, Irak, Jordan, Kazakstan, Kuwait, Kyrgyz, Lebanon, Libya, Malaysia, Maldives, Mali, Mauritania, Morocco, Mozambique, Niger, Oman, Pakistan, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Syria, Tajikistan, Togo, Tunisia, Turkey, Turkmenistan, Uganda, Uni Emirates Arab, Yemen.

Jelaskan latar belakang berdirinya IDB!

Lahirnya IDB berhubungan dengan konflik Timur Tengah dengan Israel pada Oktober 1973 di mana mendapat perhatian serius dari negara barat. Pada saat itu dibutuhkan bantuan dan kerja sama untuk membantu sesama Negara Muslim.

Solidaritas negara-negara Arab memperluas masalah tersebut dengan mendirikan sebuah kerjasama bebasis Islam. Perlahan kerjasama ini menjadi lahan untuk membangun sebuah institusi ekonomi yang dapat membantu perkembangan pembangunan negara-negara Islam.

Ide pendirian Bank Islam pertama kali dibicarakan di konferensi Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam yang kedua di Karachi pada Desember 1970. Agenda pertemuan tersebut adalah “Economic, Cultural, and Social Co-operation among Participating States” salah satu pembahasannya adalah Bank Muslim Internasional untuk perdagangan dan pembangunan.

Pada 1975, berdirilah IDB (Islamic Development Bank) yang didirikan di Jeddah, Arab Saudi. Sebagai sebuah lembaga perbankan internasional, IDB dipercayai dengan fungsi mendorong perdagangan asing dan kerja sama ekonomi di negara-negara Islam. Juga, melakukan penelitian untuk memungkinkan kegiatan ekonomi, keuangan, dan perbankan di negara-negara Islam untuk menyesuaikan diri dengan syariah.

Peranan IDB adalah

  • Kerjasama ekonomi dan perdagangan antara negara-negara anggota;
  • Pembiayaan proyek di sektor publik dan swasta;
  • Bantuan pembangunan untuk pengentasan kemiskinan;
  • Bantuan teknis untuk pengembangan kapasitas;
  • Pembiayaan perdagangan;
  • Bantuan dan beasiswa khusus untuk negara-negara anggota dan komunitas Muslim di negara-negara non-anggota;
  • Bantuan darurat; dan
  • Layanan konsultasi untuk entitas publik dan swasta di negara-negara anggota.
  • Pembiayaan UKM;
  • Mobilisasi sumber daya;
  • Investasi ekuitas langsung di lembaga keuangan Islam;
  • Pertanggungan asuransi dan reasuransi untuk investasi dan kredit ekspor;
  • Program penelitian dan pelatihan di bidang ekonomi dan perbankan Islam;
  • Investasi dan pembiayaan awqaf;

Jasa yang diberikan akuntan privat

Pengertian akuntan privat adalah akuntan yang bekerja pada perusahaan tertentu dan merupakan karyawan dari perusahaan tersebut, dan memiliki jasa-jasa yang bisa diberikan. Berikut adalah beberapa jasa yang bisa diberikan oleh akuntan privat.

5 jasa yang diberikan akuntan privat adalah:

  1. Akuntansi biaya, yaitu proses akuntansi yang memantau, memilih,dan memproses data biaya, terutama pada perusahaan manufaktur (pabrik). Informasi tentang biaya merupakan elemen penting dalam pengumpulan harga pokok, perencanaan, dan pengendalian biaya serta untuk pengambilan keputusan.
  2. Penyusunan sistem pengawasan manajemen (SPM), yaitu sistem yang dirancang untuk memberi motivasi kepada para manajer pelaksana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen teras.
  3. Akuntansi keuangan, yaitu proses akuntansi yang bersangkutan dengan siklus akuntansi transaksi keuangan, dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan dan mengomunikasikannya dengan pengambil keputusan. Seorang akuntan berperan dalam pemilihan data yang perlu dicatat, menentukan pola pencatatan data sampai penyusunan dan penafsiran laporan akuntansi, termasuk di dalamnya merancang bentuk-bentuk laporan yang relevan.
  4. Internal auditing. Apabila perusahaan telah mencapai kapasitas besar biasanya mempunyai staf internal auditing. Internal auditing adalah staf yang bertugas mengevaluasi dan menginvestigasi secara khusus dan sistematik sistem akuntansi perusahaan. Hasil evaluasi dan investigasi tersebut merupakan masukan untuk mengadakan perbaikan atau bahkan perombakan terhadap sistem yang sedang dipakai. Keleluasaan untuk melakukan pemeriksaan merupakan syarat keberhasilan internal auditor.
  5. Penganggaran, yaitu proses menetapkan rencana aktivitas perusahaan secara menyeluruh yang akan dilaksanakan perusahaan pada tahun mendatang, yang dinyatakan dalam satuan moneter tertentu. Akuntan sangat besar perannya dalam proses penganggaran.

Sebutkan kegiatan akuntansi

Ada beberapa kegiatan dalam akuntansi, dan masing-masing kegiatan tersebut fungsinya besar sekali. Berikut ini adalah beberapa kegiatan-kegiatan yang ada pada akuntansi.

4 kegiatan akuntansi adalah:

1. Pencatatan (Recording)

Pencatatan adalah kegiatan untuk mengadakan pencatatan atas transaksi keuangan perusahaan yang terjadi ke dalam dokumen (bukti transaksi), buku harian (jurnal) yang tersedia pada perusahaan dengan tepat dan berurutan. Misalnya Transaksi pembelian secara tunai dicatat ke dalam bukti transaksi (nota kontan).

2. Penggolongan (Classifying)

Penggolongan adalah kegiatan menggolongkan transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan ke dalam perkiraan buku besar.
Misalnya Transaksi pembelian secara tunai dicatat ke dalam jurnal pengeluaran kas. Kemudian digolongkan ke perkiraan buku besar kas.

3. Peringkasan (Sumarizing)

Peringkasan adalah kegiatan meringkas transaksi keuangan yang sudah digolongkan dan dicatat ke perkiraan buku besar tersebut ke dalam neraca saldo.

4. Pelaporan (Presenting)

Pelaporan yang dimaksud adalah menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba / rugi, laporan perubahan modal (ekuitas) atau laporan laba yang ditahan (PT) dan neraca.

Apa tujuan akuntansi?

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan iinformasi ekonomi (economic information ) dari suatu kesatuan ekonomi ( economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Yang dimaksud kesatuan ekonomi adalah badan usaha (business enterprice).

Syarat informasi akuntansi dipercaya

Informasi akuntansi yang disajikan hendaknya dapat dipercaya, berikut ini syarat-syaratnya. Semoga uraian mengenai syarat-syarat informasi akuntansi dapat dipercaya ini bermanfaat banyak.

Fungsi akuntansi adalah penyedia informasi yang resmi, setiap laporan keuangan pastinya harus memberikan kualitas informasi akuntansi yang valid dan akurat sehingga dapat digunakan menghitung tolak ukur kinerja perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.

Selain itu dibutuhkan kualitas informasi akuntansi yang akurat dapat memberikan pengaruh pada pengambilan keputusan pimpinan dalam menjalankan operasional perusahaan. Jika laporan keuangan memiliki kualitas informasi akuntansi yang buruk juga dapat mempengaruhi citra baik perusahaan dimata para investor.

Inilah syarat agar informasi akuntansi dapat dipercaya dan berkualitas:

  1. Memiliki feedback atau umpan balik, maksudnya bisa berupa pembenaran, prediksi atau bahkan penolakan atas perencanaan yang disusun sebelumnya.
  2. Tepat waktu. Maksudnya adalah disusun pada waktu yang tepat sehingga bisa menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Informasi akuntansi yang disajikan harus tepat waktu agar pengambilan keputusan perusahaan juga bisa dilaksanakan pada waktu yang sudah direncanakan. Jika informasi akuntansi muncul terlambat, tentu akan berimbas pada pengambil keputusan. Hasilnya, antara pengambilan keputusannya yang ikut terlambat. Atau justru informasi akuntansi itu tidak terpakai sama sekali.
  3. Bisa dibandingkan dan bersifat konsisten.
  4. Memiliki unsur materiality atau cukup berart
  5. Bisa dimengerti. Sebagaimana informasi lainnya maka informasi akuntansi pun harus dapat dimengerti.
  6. Relevan. Agar informasi akuntansi yang disajikan relevan maka dipergunakan metode pengukuran juga pelaporan akuntansi keuangan.
  7. Bisa dipercaya. Informasi akuntasi yang dapat dipercaya harus memenuhi 3 hal yakni netral, bisa diuji, serta menyajikan informasi yang seharusnya.
  8. Nilai prediksi. Informasi akuntansi berkualitas apabila memiliki nilai prediksi mengenai kondisi keuangan masa kini dan masa yang akan datang.
  9. Memenuhi perbandingan manfaat dan biaya. Maksudnya adalah bahwa laporan yang memuat informasi akuntansi tersebut harus memiliki setidaknya biaya yang setara dengan manfaat dari pembuatannya.

Informasi Akuntansi

Pengertian Kualitas Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli

1. Pengertian Kualitas Informasi Akuntansi Menurut Mulyadi

Pengertian kualitas informasi merupakan tingkatan dari suatu fakta, data, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah pengetahuan. Informasi diperlukan oleh pengguna informasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.

2. Pengertian Kualitas Informasi Akuntansi Menurut Davis dan Olson

Pengertian kualitas informasi adalah fungsional data yang telah diproses menjadi bentuk yang bermakna bagi penerima dan bernilai nyata atau dirasakan dalam tindakan atau keputusan saat ini atau prospektif.

3. Pengertian Kualitas Informasi Akuntansi Menurut Meigs

Pengertian akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis. Karena bahasa adalah sarana komunikasi sosial, maka komunikasi untuk memenuhi perubahan kebutuhan masyarakat.

4. Pengertian Kualitas Informasi Akuntansi Menurut Belkaoui

 Dilihat dari fungsinya, akuntansi adalah aktivitas pelayanan untuk menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan guna pembuatan keputusan.

Sebutkan tiga jenis informasi!

  1. Gabungan data, informasi ini adanya kumpulan laporan akuntansi kinerja dari masing-masing pihak internal maupun ekternal dalam perusahaan.
  2. Pengawasan data, jenis ini sangat membantu seorang manajer untuk melalukan perencanaan perspektif atau pengawasan yang teliti setiap harinya. Dengan jenis ini analisis dan investigasi laporan akuntansi bisa dilakukan pihak internal secara rutin dan berulang.
  3. Pemecahan masalah atas data, informasi yang pasti melibatkan data bersifat kuantatif sehingga dapat memberikan keputusan final dalam laporan akuntansi dan sifatnya tidak berulang.

Fungsi dan Kegiatan Akuntansi

Kegiatan akuntansi perusahaan jasa dimulai dengan mencatat transaksi ke dalam jurnal, memposting jurnal ke buku besar, membuat neraca saldo, membuat jurnal penyesuaian, membuat kertas kerja, menyusun laporan keuangan, dan melakukan penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa.

Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis karena akuntansi dapat memberikan informasi penting mengenai aktivitas keuangan suatu organisasi. Informasi akuntansi tersebut berguna untuk menilai keberhasilan suatu organisasi atau sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), mengemukakan bahwa akuntansi adalah seni pencatatan, pengelompokan, dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang.

Adapun American Accounting Association (Asosiasi Akuntansi Amerika) sebuah lembaga yang paling bertanggung jawab atas pengembangan akuntansi di Amerika Serikat, mengemukakan bahwa akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh mereka yang menggunakan informasi keuangan tersebut.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi akuntansi sangat diperlukan, baik oleh perorangan maupun lembaga karena informasi akuntansi dapat membantu dalam pengambilan keputusan ekonomi suatu perusahaan.

Walaupun informasi untuk sekelompok pemakai mungkin berbeda dengan informasi yang dibutuhkan oleh kelompok lain, tetapi akuntansi mampu menyajikan informasi keuangan bagi semua kelompok. Informasi akuntansi tersebut dapat diperoleh dari laporan keuangan. Oleh karena itu, sebuah laporan keuangan harus disajikan berdasarkan syarat-syarat kualitatif berikut agar informasinya dapat digunakan oleh semua pihak.