Perbedaan Pernapasan Perut dan Dada

Perbedaan pernapasan dada dan perut adalah pada otot yang digunakan dalam proses menghirup dan menghembuskan napas, walaupun keduanya sama-sama berperan dalam mengalirkan udara ke paru-paru. Bila Pernapasan dada: ketika otot diafragma mengangkat pangkal tulang rusuk dan tulang dada, serta memperluas tulang rusuk ke depan, samping, dan belakang. Sedangkan pernapasan perut: Ketika otot diafragma menekan ke bawah pada rongga perut dan memperluas oksigen yang masuk ke paru-paru.

Perbedaan Pernapasan Dada Dan Pernapasan Perut

Dari kedua pengertian wacana pernapasan tersebut mampu kita simpulkan bahwa perbedaan pernapasan dada dan perut yaitu sebagai berikut:

1. Pernafasan dada terjadi apabila otot tulang rusuk berkontrak, dan membuat tulang rusuk dan tulang dada terangkat. Sedangkan pernapasan perut terjadi apabila otot diafragma berkontraksi sehingga letaknya akan menjadi datar.
2. Otot yang ikut berkontraksi pada ketika terjadi pernapasan dada yaitu otot tulang rusuk dan tulang dada, sedangkan pada pernapasan perut otot yang ikut berkontraksi yaitu otot diafragma.
3. Dalam keseharian kita, pernapasan dada yaitu pernapasan yang paling sering kita gunakan. Sedangkan pernapasan perut biasa digunakan dalam kegiatan-kegiatan tertentu menyerupai pada ketika memerlukan tarikan nafas panjang, ini mampu kita lakukan pada ketika akan mengangkat beban berat, menyanyi, atau ibu-ibu yang sedang melahirkan.

Apa itu pernapasan perut

Pernafasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Letak otot difragma berada di antara bagian dada dan perut. Pernapasan perut terdiri atas dua fase, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Fase inspirasi adalah proses pemasukan oksigen kedalam tubuh. Sedangkan fase ekspirasi merupakan proses pengeluaran karbondioksida dari dalam tubuh.

Pernapasan perut dibantu oleh otot diafragma. Letaknya tuh ada di bawah perut gitu. Makanya namanya pernapasan perut. Yuk, coba sekarang letakkan tangan kamu di depan perut. Kita coba bedah satu per satu proses pernapasan perut ini.

Dorong perut kamu ke dalam perlahan-lahan sambil menarik napas. Jangan gunakan pernapasan dada lagi. Di saat ini, otot diafragma kamu berkontraksi. Sehingga membuat diafragma dalam keadaan datar. Volume rongga dada kamu pun membesar.

Sekarang, embuskan napas. Kamu akan merasakan otot diafragma relaksasi, yang membuatnya melengkung ke rongga dada. Volume rongga dada kamu pun mengecil.

Apa itu Pernapasan Dada

Pernafasan dada adalah  pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk. Pada pernapasan dada, gerakan otot antar tulang rusuk memungkinkan udara keluar – masuk dalam sistem pernpasan. Sama seperti pada pernapasan perut, pada pernapasan dada juga meliputi dua fase pernapasan yaitu pernapasan inspirasi dan pernapasan ekspirasi.

Seperti namanya, pernapasan dada merupakan pernapasan yang dibantu oleh otot dada antartlulang rusuk. Ini adalah jenis pernapasan yang biasa kita lakukan. Yang kalo kita sebagai umat manusia stand by aja, badan kita auto melakukan pernapasan dada.

Proses dari pernapasan dada seperti ini: Saat inspirasi, otot antartulang rusuk berkontraksi. Hal ini membuat volume rongga dada terisi oleh udara. Alhasil, dada kita mengembang. Saat ekspirasi, otot antar tulang rusuk relaksasi. Coba kamu mengembuskan napas, otot antartulang rusuknya terasa santuy kan. Di saat ini, karena udara-udara keluar, volume rongga dada mengecil.

Mekanismenya pernapasan dada dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini diawali dengan berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada terangkat atau membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembali ditariknya otot antara tulang rusuk ke belakang yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanismenya pernapasan perut dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini merupakan fase kontraksi otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diafragma ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Manfaat pernapasan perut

  • Membuat tubuh lebih rileks, menurunkan kadar hormon kortisol di tubuh, dan mengurangi efek negatif dari stres.
  • Membantu dalam menghadapi stres akibat kejadian traumatis.
  • Memperlambat detak jantung.
  • Membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Meningkatkan stabilitas otot batang tubuh.
  • Meningkatkan kemampuan tubuh untuk melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi.
  • Menurunkan risiko keletihan otot dan cedera otot.
  • Memperlambat pernapasan, sehingga kita tidak menghabiskan banyak energi.
  • Membantu penderita penyakit paru untuk bernapas lebih efisien dan mengurangi sesak napas.

Fungsi utama pernapasan adalah:

  • Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan ke paru.
  • Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah.
  • Transportasi adalah proses beredarnya gas (O2 dan CO2) dalam darah dan caira tubuh ke sel – sel.

Pengertian Pernafasan

Pernapasan adalah proses yang terjadi secara otomatis meski dalam keadaan tertidur sekalipun karna sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.