Bentuk tubuh Spermatophyta

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta adalah semua tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi secara generatif dengan membentuk biji, berikut ini adalah penjelasan bentuk tubuh Spermatophyta. Semoga uraian singkat tentang bentuk tubuh Spermatophyta bermanfaat banyak.

4 bentuk tubuh Spermatophyta adalah:

  • Pohon (berbatang besar dan tinggi), contohnya jambu air dan jati
  • Liana (berbentuk seperti tali tambang dan tumbuh melilit pada pohon lain), contohnya rotan dan sirih
  • Semak (berbatang pendek, merayap, berumpun), contohnya rumput teki dan serai.
  • Perdu (berbentuk seperti pohon tetapi batangnya kecil dan pendek), contohnya bunga pukul empat dan cabai.

Spermatophyta

Sebutkan 8 Ciri Spermatophyta!

  1. Tumbuhan berbiji bisa dibedakan secara jelas bagian akar, batang, dan daunnya.
  2. Tubuhnya tersusun dari banyak sel atau sifatnya multiseluler dengan ukuran tubuhnya besar atau makroskopis dan memiliki ketinggian bermacam-macam.
  3. Tumbuhan berbiji memiliki jaringan pembuluh yang bervariasi dan terdiri dari floem yang fungsinya untuk membawa bahan makanan yang berasal dari daun ke seluruh tubuh tanaman, serta xylem yang fungsinya sebagai pengangkut air dan mineral dari tanah.
  4. Tumbuhan berbiji mempunyai generasi sporofit lebih kompleks dibanding dengan lumut dan paku. Alat perkembangbiakan terdapat pada organ bunga (kumpulan sporofil) atau berupa strobilus. Sementara itu, pada tumbuhan paku kumpulan sporofil belum membentuk bunga.
  5. Sel kelamin (gamet) jantan berada dalam serbuk sari dan gamet betina berada pada kantong embrio. Proses pada penggabungan sel gamet jantan (sperma) dan sel gamet betina (sel telur) terjadi melalui sebuah buluh serbuk sari. Oleh karena itu, Spermatophyta disebut juga dengan Embryophyta Siphonogama.
  6. Pada umumnya, tumbuhan berbiji (kecuali tumbuhan parasit) sifatnya autotrof atau bisa mensintesis makanan sendiri melalui fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan berbiji yaitu organisme fotoautotrof.
  7. Tumbuhan biji berkembangbiak nya secara aseksual maupun secara seksual.
  8. Sebagian besar tumbuhan berbiji mempunyai habitat di darat seperti: mangga, rambutan, dan jambu. Ada pula tumbuhan berbiji yang hidup mengapung di atas air seperti: enceng gondok.

Bagaimana Cara Hidup dan Habitat Spermatophyta?

Pada umumnya Spermatophyta bersifat fotoautotrof karena memiliki klorofil untuk berfotosintesis. Contohnya Eucalyptus sp. dan Aster sp. Namun, ada pula yang tidak memiliki klorofil sehingga hidup parasit pada tumbuhan lainnya untuk mendapatkan zat organik, contohnya Cuscuta sp. (tali putri) yang bersifat parasit penuh. Benalu (Dendrophthoe pentandra, Scurrula atropurpurea) bersifat setengah parasit karena mendapatkan air dan garam mineral dari tumbuhan lain, tetapi memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis.

Spermatophyta merupakan kelompok tumbuhan yang beradaptasi dengan baik di lingkungan darat, meskipun ada pula yang tumbuh di lingkungan air. Spermatophyta yang hidup di air, misalnya teratai dan eceng gondok. Spermatophyta yang hidup di darat dapat hidup bebas di tanah, epifit di pohon, atau parasit pada tumbuhan lainnya. Spermatophyta yang hidup epifit, misalnya Coelogyne pandurata (anggrek hitam).

Struktur Tubuh Tumbuhan Biji( Spermatophyta)

Struktur tubuh tumbuhan biji dapat membentuk struktur mikrosporangia dan megasporangia yang berkumpul pada suatu sumbu pendek, contohnya struktur strobilus pada tumbuhan bunga dan konifer. Megasporangia mendukung perkembangan gametofit betina dan menyediakan makanan serta air.

Spermatophyta atau tumbuhan berbiji dianggap sebagai tumbuhan yang tingkat perkembangannya paling tinggi. Tumbuhan ini menghasilkan biji yang merupakan alat perkembangbiakan generatif. Di dalam biji terdapat embrio yang merupakan calon individu baru. Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae).

Bagaimana Reproduksi Spermatophyta?

  1. Proses Reproduksi Spermatophyta secara Generatif (Seksual) yaitu Sebuah proses pembentukan biji yang diawali dengan pembentukan Gamet (Gametogenesis), setelah itu melakukan proses Penyerbukan (Polinasi), dan terjadilah proses peleburan pada Gamet Jantan dan Gamet Betina (Fertilasi) yang akan menghasilkan sebuah Embrio.
  2. Proses Reproduksi Spermatophyta secara Vegetatif (Aseksual) yaitu Sebuah proses reproduksi yang dilakukan oleh organ-organ vegetatif seperti Tunas, Rhizoa, atau Solon.

Sebutkan 6 peranan dan manfaat Spermatophyta!

  1. Manfaat Spermatophyta sebagai Makanan Pokok. Contoh : Gandum, Jagung, Sagu dan Padi
  2. Manfaat Spermatophyta sebagai Sayuran. Contoh : Kacang, Kol, Tomat, Kentang, Labu dan Wortel
  3. Manfaat Spermatophyta sebagai Bahan Dasar Pakaian. Contoh : Kapas dan Rami
  4. Manfaat Spermatophyta sebagai Bahan Bangunan. Contoh : Jati, Sana Keling dan Meranti
  5. Manfaat Spermatophyta sebagai Obat-Obatan. Contoh : Adas, Mengkudu dan Kumis Kucing
  6. Manfaat Spermatophyta sebagai Bahan Kosmetik. Contoh : Bunga Mawar, Melati, Alpukat dan Apel

Apa yang dimaksud Spermatophyta?

Tumbuhan berbiji adalah heterospora. Tumbuhan berbiji membetuk struktur megasporangia dan mikrosporangia yang berkumpul pada suatu sumbuh pendek. Misalnya struktur seperti konus atau strobilus pada konifer dan bunga pada tumbuhan berbunga.

Seperti halnya pada tumbuhan lain, spora pada tumbuhan berbiji dihasilkan melalui meiosis di dalam sporangia. Akan tetapi, pada tumbuhan berbiji, megaspora tidak dilepaskan melainkan dipertahankan.

Megasporangia mendukung perkembangan gametofit betina dan menyediakan makanan serta air. Gametofit betina akan tetap berada dalam sporangium, menjadi matang dan memlihara generasi sporofit berikutnya setelah terjadi pembuahan. Pada mikrosporangium, produk meiosis berupa mikrospora.

Mikrospora yang mencapai sporofit akan berkecambah membentuk serbuk sari yang tumbuh menuju kearah bakal biji untuk membuahi gametofit betina. Pada tumbuhan berbiji, istilah mikrospora merupakan serbuk sari, mikrosporangium merupakan kantung serbuk sari, dan mikrosporofil merupakan benagsari. Istilah megaspora merupakan kandung lembaga (kantung embrio), megasporangium merupakan bakal biji, dan megasporofil merupakan daun buah (karpela).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *