Bagaimana Cara Atom mencapai Kestabilan

Pengertian atom adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai cara atom mencapai kestabilan. Semoga uraian mengenai bagaimana cara atom mencapai kestabilan ini bermanfaat banyak.

Cara atom mencapai kestabilan yaitu dengan cara membentuk suatu ikatan senyawa..(ikatan ion, ikatan kovalen maupun ikatan logam) agar atom tersebut stabil.

Untuk mencapai kestabilan, atom netral akan berusaha untuk memiliki konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat dengannya. Misalnya unsur Lithium dengan nomor atom 3, akan berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti unsur helium (He) yang merupakan unsur gas mulia dengan jumlah elektron yang terdekat dengannya. Sedangkan unsur dengan nomor atom 17, akan berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti argon (Ar) yang memiliki nomor atom = 18.

Dibandingkan dengan konfigurasi elektron gas mulia, unsur-unsur golongan utama hanya berbeda dalam jumlah elektron pada kulit terluarnya. Sehingga upaya mencapai kestabilan dapat kita tinjau sebagai upaya perubahan agar jumlah elektron pada kulit terluar sama dengan unsur gas mulia. Jumlah elektron pada kulit terluar biasa disebut sebagai elektron valensi.

Ada dua cara utama bagi unsur untuk mencapai konfigurasi elektron, yaitu:

  1. Melepas atau menangkap elektron (transfer elektron), sehingga terbentuk ion
  2. Menggunakan pasangan elektron secara bersama dengan atom lain, sehingga terbentuk ikatan kovalen

5 Macam Model Atom

1. Model Atom Dalto

Model atom yang sangat sederhana yaitu model atom dalton, yang telah dikemukakan oleh John Dalton, seorang ilmuwan asal kebangsaan Inggris. Menurut dari model atom ini, atom adalah bola pejal yang tidak memiliki muatan.

Kemudian, menurut teori atom ini, atom yaitu kesatuan terkecil yang dapat dibagi-bagi lagi. Jika unsur kimia yang berbeda akan mempunyai jenis atom yang berbeda-beda juga.

2. Model Atom Thompson

Model atom yang kedua yaitu model atom Thompson. Sesuai pada namanya, model atom satu ini dikemukakan oleh Joseph John Thompson. Model atom Thompson memiliki bentuk seperti roti kismis.

Hal itu dikarenakan atom adalah suatu bola padat yang bermuatan positif pada partikel negatif (elektron) yang tersebar didalamnya. Kemudian, muatan positif dan negatif yang ada pada atom tersebut jumlahnya sama. Model atom ini telah dibuktikan pada penelitian Thomson yang memakai sinar tabung katoda.

3. Model Atom Rutherford

Model atom Rutherford telah dikemukakan oleh Ernest Rutherford di tahun 1911. Pada teori atom ini, setiap atom mempunyai kandungan inti atom yang bermuatan positif pada elektron yang mengelilingi didalamnya.

Kemudian, massa atom ini terpusat pada inti atom dan sebagian besar volume atom ini yaitu ruang hampa, Karena telah dibuktikan dari hasil percobaan penembakan logam dari sinar alpha, yang sudah dikenal sebagai Percobaan Geiger-Marsden.

Ernest Rutherford adalah ahli fisika dan kimia kelahiran Selandia Baru yang besar di Inggris. Ia mengajukan model atom setelah melakukan percobaan yang dikenal sebagai percobaan hamburan Rutherford. Ia dan dua orang muridnya melakukan percobaan hamburan sinar alfa terhadap lempeng emas tipis.

Rutherford menganggap bahwa keseluruhan muatan positif atom terpusat di wilayah yang sangat kecil dan dikenal sebagai nukleus. Elektron berputar di sekitar inti atom dengan kecepatan tinggi pada jalur melingkar yang disebut orbit. Gaya tarik elektrostatik antara inti dan elektron menjaga elektron tetap pada lintasannya.

Model Rutherford juga mengungkapkan bahwa jumlah proton sama dengan jumlah elektron dan dikenal sebagai nomor atom. Sementara itu jika jumlah proton dan jumlah neutron digabung, nilainya sama dengan nomor massa atom.

Sayangnya, model atom Rutherford tidak dapat menjelaskan stabilitas atom. Menurut teori elektromagnetik, partikel bermuatan akan kehilangan energi selama percepatan. Kehilangan energi dapat memperlambat kecepatan elektron dan akhirnya, elektron akan tertarik ke inti atom dan atom hancur. Selain itu, model atom Rutherford juga tidak menjelaskan apa pun mengenai distribusi elektron dan energi elektron. Terlebih, model atom ini juga tidak mampu menjelaskan spektrum garis yang diberikan oleh setiap unsur.

4. Model Atom Bohr

Model atom Bohr dikemukakan oleh Niels Bohr dan Ernest Rutherford di tahun 1913. Pada model atom Bohr merupakan bahwa atom terdiri berdasarkan pada inti atom yang mempunyai kandungan proton dan neutron kemudian dikelilingi oleh elektron yang berputar pada orbitnya (tingkat energi tertentu). Orbit dikenal juga sebagai kulit atom.

Untuk menjawab kekurangan-kekurangan pada model atom Rutherford, khususnya mengenai spektrum garis dan kestabilan atom, Niels Bohr kemudian menerbitkan model atomnya sendiri. Ia menyebutkan, elektron berputar di sekitar inti atom dalam orbit lingkaran tertentu yang disebut kulit energi atau tingkat energi. Elektron yang berputar dalam kulit energi dikaitkan dengan jumlah energi yang tetap. Kulit energi ini diberi nomor 1, 2, 3, dan seterusnya dari inti atom atau ditentukan sebagai kulit k, l, m, dan seterusnya.

Susunan elektron di dalam suatu atom disebut sebagai konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron dapat membantu menjelaskan bagaimana atom-atom dapat berikatan. Pengisian elektron pada kulit-kulit atom dimulai dari pengisian kulit terdalam atau yang memiliki energi paling rendah. Jumlah elektron maksimum yang dapat menempati kulit adalah 2n2.

5. Model Atom Mekanika Kuantum

Model atom mekanika kuantum adalah model atom yang sangat modern sekali. Atom ini terdiri berdasarkan pada inti atom bermuatan positif dan awan-awan elektron yang mengelilinginya. Daerah tempat ditemukannya elektron yang diberi nama orbital. Menurut pada teori ini, ada empat jenis orbital yakni s, p, d, f.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *