Ciri-ciri Jamur Glomeromycota

Yang dimaksud dengan Glomeromycota adalah sesuatu yang merujuk kepada kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri yang dipunyai oleh Glomeromycota.

Sebutkan 7 Ciri Umum Glomeromycota!

  • Tidak bersepta (non-septa).
  • Dinding hifa mengandung kitin, chitosan dan asam polyglucuronic.
  • Menghasilkan spora multinukleat berukuran besar dan berdinding tebal (klamidospora).
  • Kelompok jamur yang bersimbiosis dengan tanaman membentuk Mikoriza
  • Arbuskular (Arbuskular adalah tempat pertukaran makanan antara jamur dengan tanaman inang).
  • Obligat biotrop (parasit pada tumbuhan hidup).
  • Aseksual (membentuk spora diluar inang).

Sebutkan 4 Ciri Khas/Spesifik Glomeromycota!

  • Arbuskular: setelah Auxilliary matang, maka akan membentuk Arbuskular.
  • Spora: membentuk Klamidospora (berdinding tebal) dan Zygospora (memiliki alat gerak).
  • Vesikel (kantung): tahapan awal pembentukan mikoriza.
  • Auxiliary (bagian luar): miselia yang menempel pada akar tanaman tingkat tinggi.

Bagaimana Reproduksi Glomeromycota ?

Glomeromycota berkembang biak secara aseksual membentuk spora. Jika kondisi menguntungkan, spora berkecambah membentuk apresoria pada akar tumbuhan inang dan membentuk mikoriza baru.

Glomeromycota umumnya memiliki miselium senositik (kadang-kadang sedikit septat) dan bereproduksi secara aseksual dengan perkembangan blastik dari ujung hifa untuk menghasilkan spora (glomerospora) dengan diameter 80–500 μm. Pada sebagian Glomeromycota, spora kompleks terbentuk di dalam terminal saccule.

Baru-baru ini telah ditemukan bahwa spesies-spesies dari genus Glomus memiliki 51 gen yang mengkode semua peralatan yang diperlukan untuk meiosis. Berdasarkan ini dan temuan yang terkait, spesies-spesies Glomus mungkin memiliki siklus seksual yang samar-samar.

Contoh jamur glomeromycota

  • Glomus mosseae
  • Sclerocystis
  • Acaulospora
  • Entrophospora
  • Glomus epigaeum
  • Glomus claroideum
  • Archaeospora leptoticha
  • Gigaspora coralloidea
  • Gigaspora heterogama

Apa itu jamur Glomeromycota?

Glomeromycota adalah kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Mikoriza membentuk hifa khusus yang tumbuh membentuk miselium yang melingkupi ujung akar. Beberapa jenis tanaman pertanian bergantung pada mikoriza untuk dapat tumbuh optimal.

Terdapat dua tipe Mikoriza, yaitu sebagai berikut.

  1. Ektomikoriza, hifa jamur tidak menembus ke dalam akar (korteks) melainkan hanya sampai pada epidermis saja, contoh jamur yang berasosiasi dengan akar pinus.
  2. Endomikoriza, hifa jamur menembus sampai ke bagian korteks, misalnya terdapat pada tanaman anggrek dan sayuran seperti kol dan bit.

Glomeromycota pada asalnya termasuk dalam kingdom Zycomycetes, tetapi Walker dan Schubler pada tahun 2002 memisahkannya menjadi kingdom tersendiri karena terdapat perbedaan dengan Zycomycetes. Saat ini baru sekitar 150 jenis Glomeromycota yang telah diteliti.

Ciri khas Glomeromycota adalah hidupnya selalu bersimbiosis dengan tumbuhan (tidak dapat hidup bebas), membentuk arbuskuler yang bercabang dikotomi pada akar tumbuhan), hifanya tak bersekat, dan menghasilkan spora multinukleat berukuran besar dan berdinding tebal.

Arbuskuler merupakan struktur yang digunakan sebagai tempat pertukaran makanan antara jamur dan tanaman inang. Jenis lain membentuk struktur seperti balon pada akar inang yang disebut vesikel. Arbuskuler dan vesikel juga berfungsi sebagai tempat penimbunan hasil metabolisme jamur.

Glomeromycota berkembang biak secara aseksual membentuk spora. Jika kondisi menguntungkan, spora berkecambah membentuk apresoria pada akar tumbuhan inang dan membentuk mikoriza baru. Reproduksi seksual pada Glomeromycota tidak ditemukan.

Beberapa contoh Glomeromycota adalah Glomus mosseae, G. claroideum, Archaeospora leptoticha, Sclerocystis, Acaulospora, dan Entrophospora.

Glomeromycota adalah salah satu dari tujuh divisi yang saat ini diakui dalam kerajaan Fungi, dengan sekitar 230 spesies yang dideskripsikan. Anggota Glomeromycota membentuk mikoriza arbuskular (AM) dengan akar atau talus (misalnya di bryophyta) dari tumbuhan darat.

Tidak semua spesies diketahui membentuk AM, dan satu spesies, Geosiphon pyriformis, tidak membentuk AM tetapi membentuk sebuah asosiasi endositobiotik dengan cyanobacteria Nostoc. Sebagian besar bukti menunjukkan bahwa Glomeromycota bergantung pada tumbuhan darat (Nostoc dalam kasus Geosiphon) untuk mendapatkan karbon dan energi, tetapi ada bukti baru bahwa beberapa spesies mungkin dapat hidup secara independen.

Spesies mikoriza arbuskula bersifat terestrial dan tersebar luas di tanah di seluruh dunia di mana mereka membentuk simbiosis dengan akar mayoritas spesies tanaman (> 80%). Mereka juga dapat ditemukan di lahan basah, termasuk rawa garam, dan terkait dengan tanaman epifit.

Glomeromycota merupakan kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Mikoriza membentuk hifa khusus yang tumbuh membentuk miselium yang melingkupi ujung akar. Beberapa jenis tanaman pertanian bergantung pada mikoriza untuk dapat tumbuh optimal.

Glomeromycota

Habitat Glomeromycota

Glomeromycota didistribusikan di seluruh dunia, menempati hampir semua bioma planet ini. Mereka cenderung lebih banyak dan beragam di ekosistem tropis.

Jumlah spesies terbesar ada di Asia, diikuti oleh Amerika Selatan. Sejauh ini hanya tiga spesies yang ditemukan di Antartika.

Mereka dapat hadir di lingkungan yang terganggu, terkait dengan tanaman dan lebih banyak di ekosistem alami darat, dari hutan tropis hingga gurun.

Lebih dari 40% spesies dalam kelompok ini adalah kosmopolitan dan hanya 26% endemik, sedangkan sisanya memiliki distribusi terpisah.

Cara hidup Glomeromycota

Glomeromycota adalah jamur simbion wajib, yaitu, mereka membutuhkan hidup dalam simbiosis dengan organisme lain.

Mereka berasosiasi dengan akar tanaman dan membentuk endomikoriza (dengan hifa jamur di dalam sel akar tanaman). Ini membawa manfaat bagi kedua spesies; ke jamur dan tanaman terkait.

Jamur milik phyllum Glomeromycota bukan parasit patogen, mereka tidak menyebabkan penyakit, atau efek berbahaya bagi makhluk hidup lainnya..

Jelaskan Siklus Hidup Jamur Basidiomycota

Jamur basidiomycota asal katanya dari bahasa Yunani, yaitu dari kata basidium yaitu suatu tahapan diploid dalam daur hidup Basidiomycota yang berbentuk seperti gada. Pada umumnya jamur Basidiomycota adalah saproba yang penting. Aktivitasnya adalah menguraikan polimer lignin pada kayu dan berbagai bagian tumbuhan yang lain. Di bawah ini akan diuraikan mengenai Siklus Hidup Jamur Basidiomycota.

Divisi Basidiomycota sering disebut juga sebagai the club fungi atau yang sering disebut jamur pada umumnya (cendawan atau mushrooms). Jamur ini bereproduksi secara seksual dengan membentuk basidia yang kemudian menghasilkan basidiospora di dalam tubuh buah yang disebut basidioma atau basidiokarp

Siklus hidup Basidiomycota dimulai dari spora basidium atau konidium yang tumbuh menjadi hifa yang bersekat dengan 1 inti (monokariotik). Hifa tersebut kemudian tumbuh membentuk miselium. Hifa-hifa yang berbeda, hifa (+) dan hifa (-), bersinggungan pada masing-masing ujungnya dan melebur diikuti dengan larutnya masing-masing dinding sel.

Kemudian inti sel dari salah satu sel pindah ke sel yang lainnya, sehingga sel tersebut memiliki 2 inti sel (dikariotik). Sel dikariotik tersebut akhirnya tumbuh menjadi miselium dikariotik dan selanjutnya menjadi tubuh buah (basidiokarp).

Basidiokarp memiliki bentuk seperti payung. Pada bagian bawahnya terdapat basidium yang terletak pada bilah-bilah (lamela). Masing-masing basidium memiliki 2 inti (2n). Kemudian 2 inti tersebut mengalami meiosis dan akhirnya terbentuk 4 inti haploid.

Dan apabila mendapatkan lingkungan yang sesuai, inti haploid tersebut akan tumbuh menjadi spora basidium, atau disebut juga spora seksual. Begitu seterusnya membentuk siklus hidup Basidiomycotina.

Ciri-Ciri Basidiomycota

  • Bersifat saprofit atau parasit pada organisme lain dan mikoriza.
  • Semua anggota divisi Basidiomycota berhabitat di darat.
  • Hifanya bersekat (septat), mengandung inti haploid dengan sambungan apit (clamp connection).
  • Multiseluler (bersel banyak).
  • Merupakan jamur makroskopis, dapat dilihat langsung, dan mempunyai ukuran besar.
  • Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
  • Bentuk tubuh buah bervariasi, ada yang seperti payung, bola, papan, lembaran berleku-lekuk dan sebagainya.
  • Tubuh buah disebut basidiokarp, terdiri atas jalinan hifa bersekat dan dikariotik (setiap intinya berpasangan).
  • Warna tubuh buah beraneka ragam (bewarna-warni).
  • Setiap basidium mengandung 2 atau 4 basidiospora, masing-masing berinti satu dan haploid. Seluruh basidiospora berkumpul membentuk tubuh buah (basidiokarp).
  • Basidiokarp sering membentuk struktur seperti batang yang disebut stalk dan seperti payung yang disebut tudung.
  • Sebagian besar dapat dikonsumsi, namun ada beberapa jamur dapat pula mematikan. Beberapa anggota dari genus Amanita mengandung racun yang sangat mematikan. Beberapa jenis Basidiomycota juga dapat membahayakan tumbuhan, misalnya menyebabkan kematian pada tanaman ladang. Contoh Basidiomycota lainnya, yaitu Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariella volvaceae (jamur merang), dan Ganoderma.
  • Reproduksi secara seksual dengan membentuk basidiospora dan dan jarang melakukan reproduksi aseksual yaitu dengan fragmentasi hifa.
  • Basidiospora terbentuk di luar basidium.

Jelaskan Struktur Tubuh Basidiomycota!

Badsidiomycota ini merupakanjamur filamen yang terdiri dari hifa serta bereproduksi secara seksual dengan melalui sel khusus berkelompok yang disebut dengan basidia. Hifa pada basidiomycota tersebut bersekat serta mengandung inti haploid.

Ciri dari tubuhnya ialah seperti jamur yang kita kenal, mempunyai bagian batang serta tudung yang berbentuk seperti halnya payung. Pada bagian bawah tudung tersebut juga tampak adanya lembaran yang menjadi tempat terbentuknya suatu basidium. Hifa yang bercabang dari jenis jamur tersebut kemudian membentuk mesilium. Kemudian mesilium tersebut membentuk tubuh buah yang disebut dengan basidiokarp.

Sebutkan 3 Jamur Basidiomycota yang menguntungkan!

  • Jamur tiram (Pleurotus sp.), jamur kayu atau jamur tiram. Jamur ini enak untuk dikonsumsi, habitat yang baik pada lingkungan yang mengandung banyak lignin dan selulosa. Jamur ini telah banyak dibudidayakan dengan medium serbuk gergaji.
  • Volvariella volvacea (jamur merang), Jamur ini mempunyai tubuh buah berbentuk seperti payung, terdiri atas lembaran-lembaran (bilah), yang berisi basidium. Tubuh buahnya berwarna putih kemerah-merahan. Jamur ini merupakan sumber protein, kadar kalorinya tinggi, tetapi kadar kolesterolnya rendah. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jamur ini banyak dibudidayakan.
  • Auricularia polythrica (jamur kuping), Jamur kuping merupakan jamur saprofi t pada kayu yang mati. Tubuh buahnya berbentuk seperti daun telinga (kuping), berwarna merah kecoklat-coklatan. Rasanya enak dan bisa dimakan seperti sayuran. Jamur ini pun sekarang sudah banyak dibudidayakan.

Siklus Hidup Jamur Basidiomycota

Sebutkan contoh Jamur Basidiomycota yang merugikan!

  • Ustilago maydis, jamur ini parasit pada tanaman jagung, menyerang sukam daun, tongkol, jumbai dan tangkai. Ciri yang paling menyolok jika tanaman jagung diserang jamur ini adalah adanya beberapa butiran jagung pada tongkolnya menjadi jauh lebih besar dari ukuran normal.
  • Calvatia gigantea, dikenal dengan nama giant puffball, memiliki tubuh buah yang sangat besar dengan diameter lebih dan 1 meter, sehingga dapat mengeluarkan spora berjumlah trilyunan.
  • Amanita phalloides, adalah salah satu anggota suku Amanitaceae. Amanita, merupakan cendawan yang indah, tetapi juga merupakan anggota daftar cendawan yang mematikan di bumi, mengandung cukup racun untuk membunuh seorang dewasa hanya dengan sepotong tubuhnya. Jamur ini hidup sebagai saprofit pada kotoran hewan ternak, memiliki tubuh buah berbentuk seperti payung.
  • Puccinia graminis (jamur karat), Jamur ini hidup parsit pada daun rumput-rumputan (Graminae), tubuhnya makroskopik, tidak memiliki tubuh buah, dan sporanya berwarna merah kecoklatan seperti warna karat.
  • Amanita muscaria, jamur ini menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat. Hidup pada kotoran ternak.
  • Phakospora pachyrhizi, parasit pada tanaman kedelai.
  • Amanita verna beracun, hidup di tanah putih atau merah.
  • Exobasidium vexans hidup parasit pada tanaman teh.
  • Ganoderma applanatum (jamur kayu) jamur ini menyebabkan kerusakan pada kayu.
  • Ganoderma pseudoferreum, jamur ini penyebab busuk akar pada tanaman coklat, kopi, teh, karet dan tanaman perkebunan lain.
  • Puccinia graminis, menimbulkan penyakit pada tanaman tebu dan jagung.
  • Ustilago scitamanae parasit pada pucuk daun tanaman Graminae.
  • Puccinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.

5 organ internal tubuh beserta fungsinya

Hai kawan-kawan, selamat berjumpa kembali, kali ini admin akan mencoba menjelaskan mengenai 5 organ internal tubuh beserta fungsinya. Semoga saja penjelasan singkat mengenai 5 oragan internal tubuh beserta fungsinya ini bermanfaat untuk kita semua.

5 organ internal tubuh manusia adalah:

  • Otak
  • Jantung
  • Ginjal
  • Hati
  • Paru-paru

Apa itu otak

Otak adalah merupakan pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Fungsi otak manusia

  • Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran.
  • Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Sebutkan 3 Bagian Otak

  • otak besar (cerebrum)
  • otak kecil (cerebellum)
  • batang otak (brainstem).

Apakah fungsi jantung manusia?

Fungsi jantung yaitu menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh. Setiap menitnya, jantung pada orang dewasa berdetak 60-100 kali dalam kondisi normal. Jantung berukuran sedikit lebih besar dari kepalan tangan dewasa dengan berat 200-425 gram. Struktur jantung berada di antara paru-paru, di tengah dada, tepatnya di belakang kiri tulang dada.

Sebutkan 5 Bagian Jantung

  • Perikardium, adalah sejenis membran serosa yang menghasilkan cairan serous untuk melumasi jantung selama berdenyut. Tujuannya berguna untuk mencegah terjadinya gesekan yang menyakitkan antara jantung dan organ sekitarnya.
  • Serambi,  adalah bagian jantung atas yang terdiri dari serambi kanan dan kiri. Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah kotor dari tubuh yang dibawa oleh pembuluh darah, sedangkan serambi kiri berfungsi untuk menerima darah bersih dari paru-paru. Serambi memiliki dinding yang tipis dan tidak berotot karena fungsinya hanya sebagai ruangan penerima darah.
  • Bilik,  adalah bagian jantung bawah yang terdiri dari bagian kanan dan kiri. Bilik kanan berfungsi untuk memompa darah kotor dari jantung ke paru-paru, sementara bilik kiri berfungsi untuk memompa darah bersih ke jantung untuk seluruh tubuh. Dinding bilik ini berbeda dari dinding serambi, bilik memiliki dinding yang jauh lebih tebal dan berotot.
  • Katup
  • Pembuluh Darah

Sebutkan fungsi ginjal

  • Menyaring dan membersihkan darah.
  • Penghasil hormon.
  • Menjaga keseimbangan air.
  • Mengendalikan kadar gula darah.
  • Menjaga kesehatan tulang.
  • Membentuk urin.
  • Memproduksi sel darah merah.
  • Mengatur produksi vitamin D.

Sebutkan fungsi hati manusia

  • menghasilkan protein
  • membantu proses pencernaan.
  • Penyimpanan Nutrisi, Hati juga berperan penting dalam proses penyimpanan nutrisi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin A, B12, D, dan K, serta asam folat.
  • Cairan Empedu dan Energi, hati berperan dalam produksi cairan empedu yang bertugas membantu dalam proses pencernaan makanan. Di samping itu, hati juga menyimpan energi untuk tubuh dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa ketika glukosa darah rendah.
  • Menghancurkan Sel Darah Merah, tapi sel darah merah yang sudah tua. Proses ini akan membuat fases berwarna cokelat. Namun, jika fases ini berwarna pucat atau putih, atau pun warna urine menjadi lebih gelap, bisa menjadi pertanda adanya masalah pada organ hati. Cotohnya, hepatitis yang disebabkan oleh virus. Selain warna fases dan urine, masalah hati juga bisa ditandai oleh perubahan warna mata dan kulit. Umumnya, warna mata berubah menjadi kekunginan, mengindikasikan adanya penyakit kuning dalam tubuh. Penyakit kuning atau jaundice ini disebabkan oleh penumpukkan bilirubin.
  • Membersihkan Darah dari senyawa yang berbahaya. Seperti yang berasal dari obat-obatan, alkohol, hingga racun.
  • Memproduksi Protein, hati bertanggung jawab untuk memproduksi protein, seperti albumin yang berfungsi menjaga cairan dalam sistem sirkulasi tubuh. Protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh juga dihasilkan oleh hati.
  • Metabolisme Protein, Hati juga berperan dalam membantu metabolisme protein dengan mengubah amonia menjadi urea yang dikeluarkan bersama urine oleh ginjal.
  • menghancurkan racun di dalam darah

Sebutkan fungsi paru-paru

  • Pelindung Organ Lain, Fungsi paru-paru manusia sebagai pelindung organ lain seperti hati. Mengingat posisi hati terletak di bawah dua sisi paru-paru sehingga terlindung dari guncangan.
  • Pengendali pH Darah, Paru-paru dapat berfungsi menjadi pengaruh kadar asam dan basa dalam darah. Ukuran pH darah yang tidak seimbang dapat mengganggu kerja organ tubuh. Namun, dengan adanya paru-paru yang berfungsi dengan benar, pH darah menjadi normal yaitu berkisar antara 7,35 sampai 7,45. Sebaliknya, jika fungsi paru-paru tidak berjalan dengan semestinya, maka akan terjadi asidosis respiratorik dan alkalosis respiratorik yang merupakan kondisi tidak seimbangnya pH darah manusia.
  • Sebagai Tempat Menampung Darah, Paru-paru dapat menampung darah dalam jumlah tertentu, tergantung dari kondisi tubuh kamu. Fungsi paru-paru ini bisa berguna saat kamu melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti olahraga, karena paru-paru akan membantu jantung bekerja lebih efisien.
  • Sebagai Siliaris Eskalator, adalah sebagai pelindung terhadap infeksi yang dibawa oleh udara yang masuk ke dalam tubuh. Segala kandungan berbahaya seperti debu dan bakteri akan terperangkap dalam lapisan lendir yang terletak di permukaan mukosa saluran pernapasan.
  • Alat Respirasi, Dalam rongga paru-paru, terjadi pertukaran gas oksigen dan karbondioksida. Pertukaran tersebut dilakukan oleh bagian terkecil paru-paru yaitu alveoli. Manusia bernapas dengan cara menghirup udara melalui hidung yang kemudian mengalir lewat tenggorokan. Setelah sampai di alveoli, udara tersebut disaring menjadi oksigen lalu dihembuskan berupa karbondioksida yang merupakan limbah udara.

Jelaskan dimana habitat Jamur

Yang dimaksud dengan jamur (fungi) adalah tumbuhan yang memiliki sifat eukariotik dan tidak berklorofil.  Jamur (fungi) cara reproduksinya adalah dengan secara aseksual yang menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi.

Bagaimana cara hidup jamur?

Berdasarkan, jamur parasit pada sumber makanan yang ada dan ada saprofit. Jamur yang hidup parasit mendapat makanan dari bahan organik yang host hidup untuk menjadi bagian. Beberapa jamur ini menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan dan manusia.

Jamur saprofit mendapatkan makanan mereka dari bahan organik mati. Sebagai organisme saprofit jamur (terurai) limbah, kotoran hewan, bangkai hewan dan bahan organik lainnya dapat menghancurkan. termasuk peran jamur untuk parser.

Beberapa jamur mampu simbiosis mutualisme dengan organisme lain yang hidup bersama dengan organisme lain untuk mengembangkan untuk saling menguntungkan, misalnya, akar tanaman yang paling untuk membentuk hubungan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak mikoriza. Mikoriza dapat meningkatkan kapasitas penyerapan nutrisi dari akar tanaman.

Dimana Habitat jamur?

Jamur berhabitat di lingkungan yang berbeda dan berkaitan dengan banyak organisme. Meskipun sebagian besar hidup di daerah pedesaan, ada beberapa jamur yang hidup di air dan terhubung ke organisme air. Jamur yang hidup di air, adalah parasit pada umumnya atau saprofit, dan sebagian besar Oomycetes kelas.

Habitat jamur juga bermacam-macam. Berbagai jamur hidup di tempat-tempat yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar.

Jamur juga dapat hidup di lingkungan asam, misalnya pada buah yang asam, atau pada pada lingkungan dengan konsentrasi gula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun, gunung salju, dan di kutub. Jenis jamur lainnya juga dijumpai hidup pada tubuh organisme lain, baik secara parasit maupun simbiosis.

Jamur dapat hidup di berbagai habitat, yang diklasifikasikan sebagai air atau tanah, tanah, air dan tanaman atau hewan. Cara hidup jamur lainnya melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, tetapi juga menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang simbionnya yang menguntungkan. Jamur simbiosis mutualisme dengan tumbuhan dapat melihat kehidupan di akar kacang-kacangan atau mengepang di mikoriza, jamur. jamur berhabitat di lingkungan yang berbeda dan berkaitan dengan banyak organisme. Meskipun sebagian besar hidup di daerah pedesaan, ada beberapa jamur yang hidup dengan organisme air.Jamur dalam air dan dalam kombinasi, akan hidup dalam air atau parasit biasanya saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota: jamur dapat dibagi menjadi empat divisio.

Fungsi jamur disertakan sebagai agen membusuk, menyerap zat dalam tanaman, bahkan menghasilkan racun. Ketika jamur mengambil nutrisi dari organisme hidup, jamur biasanya ditarik parasit menjadi pertimbangan. Jamur sangat mudah beradaptasi, mereka dapat berkembang di seluruh dunia dalam lingkungan yang berbeda.

memiliki jamur yang paling sering di tempat-tempat yang memiliki kelembaban tinggi. Tetapi banyak jamur lain yang hidup di tempat tertentu.

Beberapa jamur hidup di padang pasir, jamur lain tinggal di ventilasi hidrotermal di bawah permukaan laut. jamur mikoriza hidupr dalam tanah dan manfaat nutrisi dari akar tanaman atau sisa-sisa tanaman membusuk. jamur lain dalam tanah (dikenal sebagai ruderals) nutrisi collect dari air hujan ditemukan. Beberapa jamur seperti cetakan berkembang di tempat yang gelap.

Habitat dari jamur auricularia polytricha

Habitat dari jamur Auricularia polytricha ada di kayu yang telah lapuk. Jamur Auricularia polytricha sering disebut juga dengan jamur kuping. Jamur kuping termasuk ke dalam kelas Basidiomycotina. Basidiomycotina khas dengan ukuran tubuh yang makroskopis (besar). Jamir kuping berperan sebagai bahan pembuatan makanan.

Ciri-ciri jamur sebagai berikut:

  • Tubuhnya belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun (thallus).
  • Pada dinding selnya tersusun atas zat kitin.
  • Jamur berkembang biak dengan membentuk spora, tunas, dan fragmentasi.
  • Jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga jamur merupakan tumbuhan heterotrof yang hidup sebagai parasit.
  • Jamur mempunyai inti sejati (eukariotik).
  • Tubuh jamur tersusun atas satu sel maupun banyak sel (multiselular).Tubuhnya ada yang berupa benang-benang halus yang disebut dengan hifa.

Klasifikasi jamur adalah:

  1. Zygomycota, adalah jamur yang bentuk sporanya berdinding tebal. Adapun ciri-ciri dari klasifikasi jamur ini adalah hifa tidak bersekat dan mempunyai beberapa inti (senositik), reproduksi seksual dengan zygospora dan aseksual dengan spora, terdapat rhizoid (akar semu). Contohnya adalah Rhizopus stolonifer (tumbuh di roti), Rhizophus oryzae (jamur tempe), Mucor mucedo (tumbuh di kotoran ternak).
  2. Ascomycota, Kelompok fungi yang memiliki hifa bersekat, dan di tiap sel hifanya berinti satu. Salah satu keunikan dari kelompok ini bahwa terdapat alat pembentuk spora yang disebut askus. Kelompok ini dapat berkembang biak baik secara seksual dengan membentuk askospora maupun aseksual dengan membentuk konidia dan tunas. Contohnya adalah Saccharomyces cerevisiae (ragi), Penicillium sp., dan Aspergillus sp.
  3. Basidiomycota, adalah yang hidupnya sebagai saprofit (menempel pada inang yang berupa makhluk hidup yang sudah mati) dan sebagai parasit. Pada umumnya, kelompok ini berkembang biak secara seksual dengan membentuk basidiospora dan aseksual dengan membentuk konidia. Contohnya adalah Volvariella volvacea (jamur merang).
  4. Deuteromycota, adalah kelompok jamur yang berkembang biak secara aseksual. Deuteromycota belum diketahui cara reproduksi generatifnya. Hifanya bersekat, dan hidup menempel pada sisa-sisa makhluk hidup. Tetapi, ada jenis tertentu dari kelompok ini yang bersifat parasit pada manusia. Contohnya adalah Candida albicans (jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada vagina), Epidermophyton sp. (penyebab penyakit kaki atlit).

Jamur

Bagaimana Reproduksi Jamur?

Jamur melakukan reproduksi secara aseksual maupun secara seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler, serta pemutusan benang hifa dan pembentukan spora aseksual dapat berupa sporangiospora atau konidiospora. Sporangiospora dihasilkan dari pembelahan mitosis sel dalam kotak spora yang terdapat pada ujung sporangiofor. Sedangkan konidiospora dihasilkan dari pembelahan mitosis sel pada ujung konidiofor. Sporangiospora dan konidiospora bersifat haploid.

Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singami terdiri dari 2 tahap. yakni tahap plasmogami dan tahap kariogami. Plasmogami menghasilkan sel atau hifa berinti 2 yang haploid. Sel atau hifa dikarion yang haploid kemudian mengalami penyatuan inti membentuk keturunan berinti satu yang diploid. Keturunan diplod dengan cepat kemudian membelah secara meiosis membentuk spora seksual yang haplod. Spora seksual dapat berupa zigospora, askospora atau basidiospora.

Apa fungsi transkripsi, replikasi dan translasi

Apa itu transkripsi

Pengertian transkripsi adalah sesuatu yang merujuk kepada pembuatan RNA terutama mRNA dengan menyalin sebagian berkas DNA oleh enzim RNA polimerase. Transkripsi adalah bagian dari rangkaian ekspresi genetik.

Proses Transkripsi

Transkripsi berlangsung di inti atau dalam matriks mitokondria dan plastida. transkripsi dapat dipicu oleh rangsangan eksternal dan tanpa stimulasi. Dalam prosedur tanpa rangsangan (Gene gen konstitutif atau “gen pembantu rumah tangga” gen housekeeping dikenal) transkripsi terus menerus.

Sementara itu, sebuah gen yang biasanya menghasilkan waktu stimulasi membutuhkan dari waktu gen; disebut gen gen pengatur karena mengatur mekanisme khusus pada umumnya. Stimulasi mengaktifkan daerah promoter inti,  segmen gen dari RNA penginderaan polimerase yang terletak di bagian atas yang disalin (disebut unit transkripsi) tidak jauh dari ujung 5′ gen. inti kotak promotor TATA, kotak CCAAT dan kotak GC .

Sebelum RNA polimerase dapat dengan promotor inti terikat, sebuah TFIID faktor transkripsi akan membentuk kompleks dengan kotak TATA. dapat mengikat inhibitor kompleks TFIID TATA, dan mencegah kompleks dengan faktor transkripsi lain, tapi ini dapat dicegah dengan bentuk TFIIA Kompleks DA-TATA.

Setelah itu TFIIB dan TFIIF juga membentuk kompleks terikat DABF-TATA. Setelah RNA polimerase mengikat DABF-TATA diikuti oleh TFIIE, TFIIH dan TFIIJ.

Kompleks terjadi sekitar 10-25 pasangan basa hulu (upstream) dari kodon start (AUG) di kotak TATA. Adanya faktor transkripsi ini kemudian diatur lebih dekat dengan DNA polimerase RNA enzim dan di tempat di mana kodon start (TAC DNA pada file) sesuai.

DNA file terlampir oleh RNA polimerase adalah file template, file dengan nama, sementara rekannya (dibuat karena memiliki urutan basa yang sama dari RNA) file kode bernama. Pada awal transkripsi, enzim guaniltransferase Tambah grup m7Gppp di ujung 5′ pre-mRNA untai.

Sejumlah ATP mulai diperlukan RNA polimerase ke file template pada 5 ‘(akhir amino) untuk berpindah dari ujung 3’ (karboksil terminal). pra-mRNA yang terbentuk 5 diarahkan ‘→ 3’. Gerakan polimerase RNA dihentikan jika memenuhi urutan basa sesuai dengan kodon stop, dan seri adalah pra-mRNA yang akan ditambahkan atas dasar AAUAAA. 3 Setelah proses selesai, RNA polimerase akan dipisahkan dari DNA, sedangkan pre-mRNA sekitar 20 bp dari urutan AAUAAA dipotong, dan untuk menambahkan enzim, poli (A) polimerase baris antara 150-200 adenosin untuk pra-mRNA menyelesaikan disebut mRNA primer.

Tergantung pada intensitasnya, di sejumlah file tunggal RNA Unit polimerase transkripsi dapat beroperasi secara bersamaan. Intensitas transkripsi oleh negara dalam suatu bagian tertentu dari DNA ditentukan. Ada bagian yang disebut penekan yang menekan intensitas, dan ada yang disebut enhancer, yang mereka memperkuat.

Fungsi replikasi

Replikasi adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada dasar untuk warisan biologis.

Apa perbedaan replikasi, transkripsi dan translasi?

Replikasi adalah penggandaan DNA, transkripsi adalah proses pembentukan mRNA oleh DNA, sedangkan Translasi adalah proses perakitan polinukleotida oleh mRNA dan tRNA.

Apa itu Translasi

Translasi adalah kegiatan urutan nukleotida dalam mRNA yang diterjemahkan ke dalam urutan asam amino dari rantai polipeptida. Selama proses ini, sel ‘membaca’ informasi pada messenger RNA (mRNA) dan menggunakannya untuk membuat sebuah protein.

Ada setidaknya 20 macam jenis asam amino yang dibutuhkan untuk dapat membentuk protein yang berasal dari terjemahan kodon mRNA. Pada sebuah mRNA, instruksi untuk membuat polipeptida adalah RNA nukleotida (Adenine, Uracil, Cytosine, Guanine) yang dibaca dalam kelompok tiga nukleotida, kelompok tiga ini disebut kodon. Selanjutnya, beberapa dari asam amino tersebut akan menghasilkan rantai polipeptida yang spesifik dan nantinya akan membentuk protein yang spesifik pula.

Translasi adalah proses penerjemahan kode genetik oleh tRNA ke dalam urutan asam amino. Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu mRNA, tRNA, dan ribosom selama proses translasi. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu molekul yang mirip dengan ATP.

Proses translasi sendiri terbagi atas 3 tahap:

Tahap awal atau inisiasi

Pada tahap ini ribosom merakit di sekitar mRNA untuk dibaca dan tRNA pertama yang membawa asam amino metionin (yang cocok dengan start kodon, AUG). Bagian ini diperlukan agar tahap translasi bisa dimulai.

Elongasi atau Memperpanjang Rantai

Ini adalah tahap di mana rantai asam amino diperpanjang. Disini mRNA dibaca satu kodon sekali, dan asam amino yang sesuai dengan kodon ditambahkan ke rantai protein. Selama elongasi, tRNA bergerak melewati situs A, P, dan E dari ribosom. Proses ini diulang terus-menerus saat kodon baru dibaca dan asam amino baru ditambahkan ke rantai.

Terminasi

Ini adalah tahap dimana rantai polipeptida dilepaskan. Proses ini dimulai ketika stop kodon (UAG, UAA atau UGA) memasuki ribosom, membuat rantai polipeptida terpisah dari tRNA dan lepas keluar dari ribosom.

Apa itu transkripsi

Transkripsi adalah proses penyalinan kode-kode genetik yang ada pada urutan DNA menjadi molekul RNA. Merupakan proses yan mengawali ekspresi sifat-sifat genetik yang nantinya muncul sebagai fenotip. RNA: selalu “single stranded”

Fungsi replikasi, transkripsi, dan translasi adalah merupakan kegiatan utama yang digunakan oleh semua sel untuk mempertahankan informasi genetik sel dan untuk mengubah informasi genetik yang dikodekan dalam DNA menjadi produk gen, baik RNA atau protein, tergantung pada gen.