Apakah Ciri Sejarah Sebagai Ilmu

Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu adalah sebagai berikut:

Sejarah bersifat empiris

Ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa yang pertama adalah empiris. Artinya sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Pengalaman tersebut direkam dalam dokumen dan peninggalan sejarah lainnya, kemudian diteliti oleh sejarawah untuk menemukan fakta yang terjadi di masa lampau.

Sejarah Memiliki objek

Sebagai ilmu, sejarah memiliki objek. Objek sejarah misalnya adalah waktu dalam kehidupan manusia. Sudut pandang waktu dijadikan sebagai objek dalam proses pembelajaran sejarah. Manusia dan masyarakat lah yang memegang peranan penting pada terjadinya sebuah peristiwa atau sejarah.

Sejarah Memiliki Teori

Ilmu sejarah juga memiliki teori. Layaknya cabang ilmu pengetahuan lainnya, teori juga digunakan dalam pembelajaran sejarah. Kaidah-kaidah pokok dan teori sejarah digunakan untuk mendukung suatu argumen atas terjadinya sejarah yang telah terjadi.

Sejarah Memiliki metode

Ciri-ciri ilmu sejarah sebagai ilmu pengetahuan berikutnya adalah adanya metode pengamatan. Metode pengamatan merupakan metodologi dan cara-cara yang digunakan untuk mengamati sejarah. Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metodologi penelitian sendiri yang menjadi patokan-patokan tradisi ilmiah yang senantiasa dihayati.

Sejarah dapat digeneralisasi

Sejarah juga dapat digeneralisasi. Artinya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan umum untuk menggambarkan kejadian sejarah yang telah terjadi. Tentunya kesimpulan dan generalisasi ini ditentukan berdasakran teori, metode dan objek penelitian sejarah yang telah dilakukan.

Mengapa sejarah dikatakan sebagai ilmu ?

Sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena ia menjadi sumber-sumber pengetahuan tentang apa yang terjadi pada masa lampau. Peristiwa pada masa lampau itu disusun secara sistematis menggunakan metode kajian ilmiah, untuk apa menggunakan kajian ilmiah? Hal itu dikarenakan sejarah akan berpengaruh pada masa-masa yang akan datang, maka sangat perlu untuk mendapatkan kebenarannya.

Sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu yang memiliki fungsi besar dalam meneliti dan menyelidiki kejadian-kejadian apa saja atau peristiwa apa saja yang dialami oleh manusia serta masyarakat pada masa lampau. Dalam melakukan penelitian sejarah, penguasaan metode ilmiah sangat diperlukan, tidak bisa asal dalam melakukan penelitian sejarah. Ini karena semua yang ditemukan kemudian akan menjadi sebuah ilmu yang menentukan kondisi pada masa-masa selanjutnya.

Pengertian sejarah menurut para ahli

J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

W.H. Walsh

Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia pada masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan pada masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

Ibnu Khaldun (1332–1406)

Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

Dalam bahasa Indonesia, sejarah, babad, hikayat, riwayat, tarikh, tawarik, tambo, atau histori dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.

Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Sejarah juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan “pandangan” pada permasalahan masa kini.

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة, šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.

Perbedaan Pernapasan Perut dan Dada

Perbedaan pernapasan dada dan perut adalah pada otot yang digunakan dalam proses menghirup dan menghembuskan napas, walaupun keduanya sama-sama berperan dalam mengalirkan udara ke paru-paru. Bila Pernapasan dada: ketika otot diafragma mengangkat pangkal tulang rusuk dan tulang dada, serta memperluas tulang rusuk ke depan, samping, dan belakang. Sedangkan pernapasan perut: Ketika otot diafragma menekan ke bawah pada rongga perut dan memperluas oksigen yang masuk ke paru-paru.

Perbedaan Pernapasan Dada Dan Pernapasan Perut

Dari kedua pengertian wacana pernapasan tersebut mampu kita simpulkan bahwa perbedaan pernapasan dada dan perut yaitu sebagai berikut:

1. Pernafasan dada terjadi apabila otot tulang rusuk berkontrak, dan membuat tulang rusuk dan tulang dada terangkat. Sedangkan pernapasan perut terjadi apabila otot diafragma berkontraksi sehingga letaknya akan menjadi datar.
2. Otot yang ikut berkontraksi pada ketika terjadi pernapasan dada yaitu otot tulang rusuk dan tulang dada, sedangkan pada pernapasan perut otot yang ikut berkontraksi yaitu otot diafragma.
3. Dalam keseharian kita, pernapasan dada yaitu pernapasan yang paling sering kita gunakan. Sedangkan pernapasan perut biasa digunakan dalam kegiatan-kegiatan tertentu menyerupai pada ketika memerlukan tarikan nafas panjang, ini mampu kita lakukan pada ketika akan mengangkat beban berat, menyanyi, atau ibu-ibu yang sedang melahirkan.

Apa itu pernapasan perut

Pernafasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Letak otot difragma berada di antara bagian dada dan perut. Pernapasan perut terdiri atas dua fase, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Fase inspirasi adalah proses pemasukan oksigen kedalam tubuh. Sedangkan fase ekspirasi merupakan proses pengeluaran karbondioksida dari dalam tubuh.

Pernapasan perut dibantu oleh otot diafragma. Letaknya tuh ada di bawah perut gitu. Makanya namanya pernapasan perut. Yuk, coba sekarang letakkan tangan kamu di depan perut. Kita coba bedah satu per satu proses pernapasan perut ini.

Dorong perut kamu ke dalam perlahan-lahan sambil menarik napas. Jangan gunakan pernapasan dada lagi. Di saat ini, otot diafragma kamu berkontraksi. Sehingga membuat diafragma dalam keadaan datar. Volume rongga dada kamu pun membesar.

Sekarang, embuskan napas. Kamu akan merasakan otot diafragma relaksasi, yang membuatnya melengkung ke rongga dada. Volume rongga dada kamu pun mengecil.

Apa itu Pernapasan Dada

Pernafasan dada adalah  pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk. Pada pernapasan dada, gerakan otot antar tulang rusuk memungkinkan udara keluar – masuk dalam sistem pernpasan. Sama seperti pada pernapasan perut, pada pernapasan dada juga meliputi dua fase pernapasan yaitu pernapasan inspirasi dan pernapasan ekspirasi.

Seperti namanya, pernapasan dada merupakan pernapasan yang dibantu oleh otot dada antartlulang rusuk. Ini adalah jenis pernapasan yang biasa kita lakukan. Yang kalo kita sebagai umat manusia stand by aja, badan kita auto melakukan pernapasan dada.

Proses dari pernapasan dada seperti ini: Saat inspirasi, otot antartulang rusuk berkontraksi. Hal ini membuat volume rongga dada terisi oleh udara. Alhasil, dada kita mengembang. Saat ekspirasi, otot antar tulang rusuk relaksasi. Coba kamu mengembuskan napas, otot antartulang rusuknya terasa santuy kan. Di saat ini, karena udara-udara keluar, volume rongga dada mengecil.

Mekanismenya pernapasan dada dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini diawali dengan berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada terangkat atau membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembali ditariknya otot antara tulang rusuk ke belakang yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanismenya pernapasan perut dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini merupakan fase kontraksi otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diafragma ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Manfaat pernapasan perut

  • Membuat tubuh lebih rileks, menurunkan kadar hormon kortisol di tubuh, dan mengurangi efek negatif dari stres.
  • Membantu dalam menghadapi stres akibat kejadian traumatis.
  • Memperlambat detak jantung.
  • Membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Meningkatkan stabilitas otot batang tubuh.
  • Meningkatkan kemampuan tubuh untuk melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi.
  • Menurunkan risiko keletihan otot dan cedera otot.
  • Memperlambat pernapasan, sehingga kita tidak menghabiskan banyak energi.
  • Membantu penderita penyakit paru untuk bernapas lebih efisien dan mengurangi sesak napas.

Fungsi utama pernapasan adalah:

  • Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan ke paru.
  • Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah.
  • Transportasi adalah proses beredarnya gas (O2 dan CO2) dalam darah dan caira tubuh ke sel – sel.

Pengertian Pernafasan

Pernapasan adalah proses yang terjadi secara otomatis meski dalam keadaan tertidur sekalipun karna sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.

Apa Pengertian Mortalitas

Pengertian mortalitas adalah jumlah penduduk yang meninggal dunia dalam waktu tertentu dalam setiap seribu penduduk. Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan.

Mortalitas adalah jumlah individu dalam populasi yang mati selama periode waktu tertentu. Dalam studi populasi biologiwan lebih tertarik pada mengapa organisme mati pada usia tertentu. Mortalitas atau kebalikannya survival, bisa dilihat dari berbagai aspek. Sebagian besar organisme yang hidup di alam jarang pada kondisi optimum, sebagian besar hewan atau tumbuhan mati karena penyakit, predator, atau ancaman alamiah lain.

Laju kematian populasi adalah jumlah individu dari suatu populasi yang mati dalam periode waktu tertentu (jumlah yang mati per satuan waktu). Laju kematian populasi nilainya negatif, karena merupakan kebalikan dari angka kelahiran. Nisbah antara angka kelahiran dan kematian disebut vital indeks yang dirumuskan dalam bentuk persentase (%).

Yang dimaksud Mortalitas adalah indikator demografi dimana dalam hal ini membahas mengenai perhitungan kematian dalam sekelompok penduduk untuk mengukur angka kematian penduduk. Selanjutnya, data mengenai angka kematian penduduk tersebut digunakan untuk menimbangi angka kelahiran penduduk agar kepadatan penduduk di wilayah dapat dihitung secara akurat.

Faktor yang mempengaruhi mortalitas

Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian dibagi menjadi dua yaitu:

a. Faktor langsung (faktor dari dalam)

  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Penyakit
  4. Kecelakaan, kekerasan, bunuh diri

b. Faktor tidak langsung (faktor dari luar)

  1. Tekanan, baik psikis maupun fisik,
  2. Kedudukan dalam perkawinan
  3. Kedudukan sosial-ekonomi,
  4. Tingkat pendidikan,
  5. Pekerjaan,
  6. Beban anak yang dilahirkan,
  7. Tempat tinggal dan lingkungan,
  8. Tingkat pencemaran lingkungan,
  9. Fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit,
  10. Politik dan bencana alam.

Cara Mengukur Kematian (Mortalitas)

1. Crude Death Rate (CDR)
Tingkat kematian kasar atau CDR adalah jumlah kematian penduduk tiap 1000 orang dalam waktu setahun.

Rumus: CDR=D/Px1.000

Keterangan :
D=jumlah seluruh kematian
P=jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000=bilangan konstanta

Tingkat kematian ini dapat digolongkan dalam kriteria sebagai berikut:

Tingkat kematian Golongan
> 18 Tinggi
14-18 Sedang
9-13 Rendah

2. Age Spesific Death Rate (ASDR)
Tingkat kematian menurut kelompok umur tertentu atau ASDR adalah banyaknya kematian yang terjadi pada penduduk dalam kelompok umur tertentu per 1000 penduduk.

Rumus: ASDR=Di/Pix1000

Keterangan:
Bi=banyaknya kematian dalam kelompok umur tertentu selama setahun
Pfi=banyaknya penduduk dalam kelompok umur tertentu yang sama pada pertengahan tahun.
1.000=bilangan konstanta

3. Infant Mortality Rate ( IMR)
Tingkat kematian bayi adalah banyaknya kematian bayi (sebelum umur satu tahun) yang terjadi pada kelahiran per 1000 bayi. Merupakan cara pengukuran yang dipergunakan khusus untuk menentukan tingkat kematian bayi. IMR biasanya dijadikan indikator dalam pengukuran kesejahteraan penduduk.

Rumus: IMR=Db/Pbx1.000

Keterangan :
D=jumlah kematian bayi sebelum umur satu tahun
P=jumlah kelahiran hidup dalam waktu yang sama

Kriteria penggolongan tingkat kematian bayi:

Tingkat kematian bayi Golongan
> 125 Sangat Tinggi
75-125 Tinggi
35-75 Sedang
<35 Rendah

Bila tingkat kelahiran kasar sama dengan tingkat kematian kasar akan tercapai pertambahan penduduk sebesar 0 % atau zero population growth. Yang berarti keadaan kependudukan di daerah tersebut tercapai sebuah keseimbangan.

Contoh Mortalitas

Adapun kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan tingkat mortalitas adalah sebagai berikut;

Harapan bayi tidak disertai dengan gaya hidup orang tua

Pada suatu wilayah yang penduduknya sering melakukan sebuah perkawinan dapat diambil kesimpulan bahwa angka kelahiran di wilayah tersebut tinggi. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa angka keselamatan pada ibu dan bayi akan menjadi rendah. Gaya hidup masyarakat perlu dibenahi supaya berperilaku menjaga kesehatan agar ibu selat pasca persalinan dan bayi pun dapat berlangsung kehidupan kedepannya

Faktor Teknologi

Teknologi yang canggih pada suatu rumah sakit bersalin atau di praktek bidan menyebabkan angka harapan hidup bayi dan ibu dapat dimaksimalkan. Teknologi yang tinggi juga berakibat pada tingginya angka kematian di masyarakat. Hal ini dikarenakan teknologi yang canggih akan membawa dampak kepada masyarakat yang malas serta tidak mau bergerak banyak akhirnya kesehatan menurun dan berujung kepada kematian.

Kekurangan gizi

Indikator nomor 3 penyebab tingginya angka mortalitas selanjutnya adalah tingkat kekurangan gizi pada dinamika penduduk. Masyarakat yang mengalami gizi tidak seimbang akan menjadi kekurangan gizi. Kekurangan gizi pada wanita menyebabkan angka harapan hidup bayi dan ibu pada proses persalinan akan minim. Jika dampak kurang gizi pada pria akan mengakibatkan tidak suburnya sperma akhirnya bayi yang dihasilkan pun tidak sehat.

Gangguan Pertumbuhan

Gangguan pertumbuhan anak menjadi indikator mortalitas yang terakhir. Dikarenakan pada gangguan pertumbuhan ini biasanya dilakukan seorang ibu yang lali member imunisasi pada anaknya. Akhirnya seorang anak akan sering terkena penyakit pada masa kecilnya dan tidak sedikit juga yang berakibat pada kematian usia dini.

Gangguan pertumbuhan juga berasal dari kurangnya gizi yang didapatkan oleh anak. Maka dari itu perlu diperhatikan dalam member gizi yang seimbang pada anak terutama anak yang masih memasuki usia dibawah 3 tahun.

Indikator diatas merupakan penyebab angka mortalitas yang tinggi jika dilihat pada variabel sosial ekonomi. Terdapat lagi indikator terjadinya mortalitas yang tinggi jika dilihat dari faktor alami. Berikut adalah faktor terjadinya angka mortalitas yang tinggi bila ditinjau dari faktor ekonominya.

Apa Pengertian Hak Repudiasi

Pengertian hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan yang ditawarkan oleh negara lain. Artinya seseorang tetap memilih negara kelahirannya. Hak repudiasi berlaku dalam stelsel pasif.

Hak repudiasi pada awal kemerdekaan Indonesia

Menurut sejarah dalam hukum kewarganegaraan di Indonesia, Indonesia pernah menggunakan atau menerapkan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) pada masa awal kemerdekaan saat itu.

Salah satu hasil keputusan pada Konferensi Meja Bunda (KMB) tersebut ialah mulai adanya penerapan stelsel pasif dengan hak repudiasi dimana diberlakukan bagi penduduk Indonesia keturunan, seperti : China, Jepang, Korea, dan Saudi Arabia.

Berdasarkan kesimpulan yang dapat diambil sesuai dengan penjelasan yang telah dijabarkan diatas bahwa penduduk Indonesia dengan kriteria keturunan china, jepang, korea, dan saudi arabia dapat langsung bergabung menjadi salah satu warga negara tertentu, tanpa melakukan atau mempertimbangkan segala bentuk tindakan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pengertian stelsel aktif dan stelsel pasif

Stelsel aktif dan stelsel pasif adalah dua metode penetuan kewarganegaraan yang lazim dipakai. Yang dimaksud dengan stelsel aktif adalah seseorang wajib melakukan suatu tindakan tindakan hukum secara aktif untuk mendapatkan kewarganegaraan. Sementara stelsel pasif adalah seseorang dengan sendirinya dianggap sebagai warga Negara tanpa harus melakukan tindakan tindaan hukum seperti pasa stelsel aktif.

Dalam pelaksanaannya kedua stelsel tersebut mengakibatkan dua konsekuensi Hukum yaitu sebagai berikut :
  1. Hak Opsi adalah hak untuk memilih kewarganegaraan dan berpindah kewarganegaraan tertentu. Hak opsi ini berlaku pada stelsel aktif. Contoh : Seseorang yang ingin menjadi warga negara tertentu harus terlebih dahulu memenuhi syarat yang ditentukan oleh negara tersebut, setelah memenuhi syarat tersebut maka pemerintah negara tersebutlah yang menentukan masuk atau tidaknya seseorang yang ingin menjadi warga negaranya
  2. Hak Repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan yang diberikan oleh negara lain. Hak Repudiasi berlaku pada stelsel Pasif, Contoh: Seseorang yang telah berjasa pada negara tertentu tetapi bukan warga negaranya diberikan atau ditawarkan menjadi warga negaranya tetapi menolak karena memilih kewarganegaraan asalnya, menolak disini disebut hak repudiasi.

Pewarganegaraan atau naturalisasi diberikan (atau tidak diberikan) atas permohonan instansi yang memberikan pewarganegaraan itu ialah menteri kehakiman dengan persetujuan Dewan Menteri kehakinaman, yang sekarang bisa kita kenal dengan kementrian hukum dan ham. Persetujuan Dewan Menteri ialah untuk menjamin adanya peninjauan yang seksama sebelum mengadakan keputusan atas permohonan pewarganegaraan.

Menteri kehakiman menolak atau mengabulkan permohonan pewarganegaraan dengan keputusan Menteri kehakiman. Keputusan menteri kehakiman tersebut mulai berlaku pada hari permohonan mengucapkan sumpah atau janji, akan tetapi berlaku surut hingga hari tanggal keputusan menteri, sehingga mulai hari tanggal ini permohonan menjadi warganegara Rebublik Indonesia.

Orang-orang bangsa lain adalah orang lain bangsa asing baik warga negara dari negara asing ataupun orang yang tidak mempunyai kewarganegaraan. Sebutan pewarganegraan (naturalisasi) meliputi memberi status kewarganegaraan indonesia seorang atau sejumlah orang dari warga negara asing, atau memberi status sebagai warga negara Indonesia seorang atau sejumlah orang yang tidak mempunyai kewarganegaraan (stateless).

Menurut perundang-undangan Republik Indonesia warga negara yang memiliki dwi kewarganegaraan haruslah memilih salah satu dari kewarganegaraan tersebut sehingga sampai dia memiliki satu kewarganegaraan saja. Dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia yang disebut dewasa adalah mereka yang berusia 18 tahun atau telah kawin lebih dahulu. Jika telah memutuskan tali perkawinan mereka berusia 18 tahun penuh maka mereka itu tetep dewasa.

Bagi warga negara Indonesia bila persetujuan ini diperlakukan kepada orang-orang yang berkewarganegaraan Indonesia, menurut perundang-undangan kewarganegaraan indonesia yang di sebut “memperoleh” atau “memilih” kebangsaan Republik Indonesia akan diganti dengan kebangsaan Indonesia, dan dimana disebut “tetap memegang” kebangsaan belanda atau kebangsaan negara asing atau “menolak” kebangsaan Indonesia. Maka hilanglah kebangsaan Indonesia, jika telah hilang kebangsaan Indonesia ii secara otomatis segala hal yang bersangkutan dengan hak-hak dan kewajiban warga negara maupun negara kepadanya juga terhapus atau hilang.

Keterangan-keterangan tentang memilih atau menolak kebangsaan dapat dinyatakan oleh yang berhak dihadapannya, atau dikirim berupa surat kepada baik komisaris-komisaris agung kedua belah pihak. Di negara asing keterangan tersebut boleh dinyatakan dihadapan atau dikirimkan berupa surat kepada pegawai-pegawai diplomatikatau konsul kepada kedua belah pihak yang di daerahnya orang yang bersangkutan itu bertempat tinggal .

Kesimpulannya  bahwa Ada 2 macam naturalisasi atau pewarganegaraan yaitu pewarganegaraan biasa dan pewarganegaraan istimewa. Hak repudiasi dipergunakan dalam pewarganegaraan istimewa karena negara yang menawarkan status kewarganegaraannya kepada seseorang yang dianggap pantas untuk di berikan status kewarganegaraan negara tersebut, sedangkan hak opsi dipergunakan pada pewarganegaraan biasa.

Akibat hukum dari hak repudiasi atau penolakan status kewarganegaraan yang ditawarkan dari suatu negara bagi orang yang bersangkutan adalah hilangnya kewarganegaraan dari negara yang dilepas serta hilangnya hak-hak, kewajiban warga negara maupun negara serta fasilitas dari negara yang ditolaknya.

 

Apa Pengertian Tulisan Koheren

Pengertian koheren adalah keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya, sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh.

Istilah koherensi mengacu pada aspek tuturan, bagaimana proposisi yang terselubung disimpulkan untuk menginterpretasikan tindakan ilokusinya dalam membentuk sebuah wacana. Proposisi-proposisi di dalam suatu wacana dapat membentuk suatu wacana yang runtut (koheren) meskipun tidak terdapat pemerkah penghubung kalimat yang di gunakan.

Contoh Koherensi

Buku merupakan investasi masa depan. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan yang bisa membuka cakrawala seseorang. Dibanding media pembelajaran audiovisual, buku lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna. Radio adalah media alat elektronik yang banyak didengar di masyarakat. Namun demikian, minat dan kemampuan mambaca tidak akan tumbuh secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan. Menciptakan generasi literat membutuhkan proses dan sarana yang kondusif.

Paragraf di atas dikatakan tidak koheren karena terdapat satu kalimat yang melenceng dari gagasan utamanya yaitu kalimat yang dicetak tebal.

Koeherensi adalah kekompakan hubungan antar kalimat dalam wacana. Koherensi juga hubungan timbal balik yang serasi antar unsur dalam kalimat Keraf (dalam Mulyana 2005: 30). Sejalan dengan hal tersebut Halliday dan Hasan (dalam Mulyana 2005: 31) menegaskan bahwa struktur wacana pada dasarnya bukanlah struktur sintaktik, melainkan struktur semantik, yakni semantik kalimat yang di dalamnya mengandung proposisi-proposisi. Sebab beberapa kalimat hanya akan menjadi wacana sepanjang ada hubungan makna (arti) di antara kalimat-kalimat itu sendiri.

Pengertian koheren menurut para ahli

Koherensi merupakan hubungan perkaitan antarproposisi, tetapi perkaitan tersebut tidak secara eksplisit atau nyata dapat dilihat pada kalimat-kalimat yang mengungkapkannya (Alwi dkk 2003:428). Harimurti Kridalaksana (dalam Mulyana 2005:32) mengemukakan bahwa hubungan koherensi wacana sebenarnya adalah hubungan semantis. Artinya, hubungan itu terjadi antarproposisi. Secara struktural, hubungan itu direpresentasikan oleh pertautan secara semantis antara kalimat (bagian) yang satu dengan kalimat lainnya.

Hubungan maknawi ini kadang-kadang ditandai oleh alat leksikal, namun kadang-kadang tanpa petanda. Hubungan semantis yang dimaksud antara lain (1) hubungan sebab akibat, (2) hubungan sarana hasil, (3) hubungan alasan sebab, (4) hubungan sarana tujuan, (5) hubungan latar kesimpulan, (6) hubungan kelonggaran hasil, (7) hubungan syarat-hasil, (8) hubungan perbandingan, (9) hubungan parafrastis, (10) hubungan amplikatif, (11) hubungan aditif waktu (simultan dan berurutan), (12) hubungan aditif nonwaktu, (13) hubungan identifikasi, (14) hubungan generik spesifik, dan (15) hubungan ibarat.

Koherensi adalah kepaduan gagasan antarbagian dalam wacana, dan kohesi merupakan salah satu cara untuk membentuk koherensi. Koherensi merupakan salah satu aspek wacana yang penting dalam menunjang keutuhan makna wacana. Bila suatu ujaran tidak memiliki koherensi, hubungan semantik-pragmatik yang seharusnya ada menjadi tidak terbina dan tidak logis.

Brown dan Yule (dalam Mulyana, 2005:135) menegaskan bahwa koherensi berarti kepaduan dan keterpahaman antarsatuan dalam suatu teks atau tuturan. Dalam struktur wacana, aspek koherensi sangat diperlukan keberadaannya untuk menata pertalian batin antara proposisi yang satu dengan lainnya untuk mendapatkan keutuhan. Keutuhan yang koheren tersebut dijabarkan oleh adanya hubungan-hubungan makna yang terjadi antarunsur secara semantis.

Pada dasarnya hubungan koherensi adalah suatu rangkaian fakta dan gagasan yang teratur dan tersusun secara logis. Koherensi dapat terjadi secara implisit (terselubung) karena berkaitan dengan bidang makna yang memerlukan interprestasi. Di samping itu, pemahaman hubungan koherensi dapat ditempuh dengan cara menyimpulkan hubungan antarproposisi dalam tubuh wacana itu.

Kohesi dapat diungkapkan secara eksplisit, yaitu dinyatakan dalam bentuk penanda koherensi yang berupa penanda hubungan antarkalimat. Penanda hubungan itu berfungsi untuk menghubungkan kalimat sekaligus menambah kejelasan hubungan antarkalimat dalam wacana.

Beberapa bentuk atau jenis hubungan koherensi dalam wacana telah dideskripsikan oleh para ahli. D’Angelo (dalam Tarigan 1987:105) misalnya menyatakan bahwa yang termasuk unsur-unsur koherensi wacana diantaranya mencakup: unsur penambahan, repetisi, pronomina, sinonim, totalitas bagian, komparasi, penekanan, kontras, simpulan, contoh, paralelisme, lokasi anggota, dan waktu.

Wohl (dalam Tarigan, 2009:100) menyatakan bahwa koherensi merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, ide, menjadi suatu untaian yang logis, sehingga mudah memahami pesan yang dikandungnya. Kekoherensian sebuah wacana dapat diwujudkan secara implisit maupun eksplisit. Secara implisit hal tersebut dapat dicapai lewat konteks situasi di mana bahasa digunakan. Secara eksplisit hal tersebut dapat dicapai lewat unsur-unsur kohesi dan unsur-unsur acuannya yang berkesinambungan.

Tujuan aspek pemakaian aspek atau sarana koherensi antara lain ialah agar tercipta susunan dan struktur wacana yang memiliki sifat serasi, runtut, dan logis. Sifat serasi artinya sesuai, cocok, dan harmonis. Kesesuaian terletak pada serasinya hubungan antarproposisi dalam kesatuan wacana. Runtut artinya urut, sistematis, tidak terputus-putus, tetapi bertautan satu sama lain. Sedangkan sifat logis mengandung arti masuk akal, wajar, jelas, dan mudah dimengerti. Suatu rangkaian kalimat yang tidak memiliki hubungan bentuk dan makna secara logis, tidak dapat dikatakan sebagai wacana.

Halliday dan Hassan (1976:2) menegaskan bahwa struktur wacana pada dasarnya bukanlah struktur sintaksis, melainkan struktur semantik, yakni semantik kalimat yang di dalamnya mengandung proposisi-proposisi. Sebab beberapa kalimat hanya akan menjadi wacana sepanjang ada hubungan makna (arti) di antara kalimat-kalimat itu sendiri.

Brown dan Yule (dalam Mulyana 2005:30) menegaskan bahwa koherensi berarti kepaduan dan keterpahaman antarsatuan dalam suatu teks atau tuturan. Dalam struktur wacana, aspek koherensi sangat diperlukan keberadaannya untuk menata pertalian batin antara proposisi yang satu dengan lainnya untuk mendapatkan keutuhan. Keutuhan yang koheren tersebut dijabarkan oleh adanya hubungan-hubungan makna yang terjadi antarunsur (bagian) secara semantis.

Beberapa bentuk atau jenis hubungan koherensi dalam wacana telah dideskripsikan oleh para ahli. D’Angelo (dalam Tarigan 1987:105) misalnya, menyatakan bahwa yang termasuk unsur-unsur koherensi wacana di antaranya mencakup: unsur penambahan, repetisi, pronomina, sinonim, totalitas-bagian, komparasi, penekanan, kontras, simpulan, contoh, paralelisme, lokasi-anggota, dan waktu.

Webster dalam Tarigan (1978:104) mengatakan bahwa koherensi adalah (1) kohesi yang meliputi perbuatan, atau keadaan menghubungkan, memperlihatkan, dan (2) koneksi yang meliputi hubungan yang cocok dan sesuai atau ketergantungan yang satu dengan yang lain secara rapi, seperti dalam bagian-bagian wacana atau argumen-argumen suatu rentetan penalaran. Lebih lanjut lagi Wahab dalam Tarigan (1978:104) menyatakan bahwa koherensi adalah penyatuan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dikandungnya.

Di bidang makna dalam wacana bahasa Indonesia, Ramlan menemukan adanya sepuluh macam pertalian makna yang menghubungkan informasi dalam suatu kalimat dengan informasi dalam kalimat yang lain yang menyebabkan terbentuknya kepaduan informasi dalam paragraf. Kridalaksana (dalam Hartono 2012:151) mengemukakan bahwa hubungan koherensi wacana sebenarnya adalah hubungan semantis. Artinya hubungan itu terjadi antarposisi. Secara struktural hubungan itu direpresentasikan oleh pertautan secara semantis antara kalimat (bagian) yang satu dengan kalimat lainnya. Hubungan maknawi ini kadang-kadang ditandai oleh alat-alat leksikal, namun kadang-kadang tanda penanda.

Perbedaan antara kohesi dan koherensi

Perbedaan antara kohesi dan koherensi pada sesuatu yang terpadu atau yang berpadu. Pada kohesi, yang terpadu adalah unsur-unsur lahiriah teks, termasuk struktur lahir (tata bahasa). Penggalan teks percakapan dua orang berikut dapat dijadikan contoh.

“Hei, apa kabar?” “Oh, kamu. Kabar baik. Tinggal di mana? Masih di tempat yang dulu?” “Iya, di situlah saya tinggal sampai sekarang.”

Semua unsur lahir dalam penggalan teks tersebut terpadu, baik secara leksikal maupun gramatikal. Sementara itu, keberpaduan atau koherensi mengharuskan unsur-unsur batinnya (makna, konsep, dan pengetahuan) saling berpadu. Misalnya, ujar “apa kabar” biasanya digunakan oleh orang yang sudah saling kenal dan relative (hubungan kerabat) sudah agak lama tidak saling jumpa.

Pembicara pertama mengujarkannya kepada yang kedua dan yang kedua menyambut dengan akrab dan mengisyaratkan pemahaman bahwa mereka sudah lama tidak saling jumpa. Apa lagi, pengujar tersebut melanjutkan dengan ujaran berikutnya, yang memperkuat tafsiran bahwa dia merasa sudah lama tidak jumpa dengan pengujar pertama.