Apa yang dimaksud dengan Backcross

Backcross atau Silang balik adalah sesuatu yang merujuk kepada suatu jenis persilangan yang dilakukan di antara keturunan generasi pertama (F1) hasil suatu persilangan dengan salah satu tetuanya.

Dalam pembentukan padi hibrida, Backcross atau silang balik dikenal sebagai persilangan antara keturunan generasi pertama hasil silang uji dengan suatu galur pelestari. Backcross atau Silang balik umumnya dilakukan berulang-ulang terhadap salah satu tetua yang kekurangan gen untuk suatu sifat yang diminati misalnya gen ketahanan terhadap suatu penyakit.

Backcross atau Silang balik mempunyai dua sasaran utama yaitu memperbaiki kesuburan atau fertilitas dan mengembalikan genom tetua resipien yang kemudian mengandung satu atau beberapa gen dari tetua donor. Para pemulia tanaman memanfaatkan metode silang balik untuk menambahkan gen suatu sifat yang diinginkan ke dalam tetua yang diinginkan atau untuk mengekstraksi gen yang menyandikan sifat kuantitatif.

Backcross

Apa itu Backcross dan testcross?

Backcross adalah menyilangkan kembali keturunan dengan salah satu induknya. Jika persilangan terjadi diantara keturunan dengan induk galur murni (homozigotik) resesif, maka disebut testcross (uji silang).

Backcross atau silang balik merupakan persilangan antara individu F1 dengan salah satu parentalnya, baik yang homozigot dominan atau homozigot resesif. Setelah dilakukan backcross dapat diketahui bahwa individu yang fenotipnya sama belum tentu memiliki genotip yang sama. Dari backross dapat juga diketahui fenotip induknya apakah dominan atau resesif. Dalam dunia holtikultura backcross digunakan untuk menambahkan gen-gen induk yang bermanfaat kepada keturunannya.

Contoh :

  • T : Tinggi / t : rendah
  • P                   : TT x tt
  • F1                  : Tt
  • Backcross     : Tt x TT atau Tt x tt

Jelaskan perbedaan antara backcross dan testcross!

Backcross adalah perkawinan antara individu F1 dengan salah satu induknya (induk dominan dan resesif). Tujuan backcross adalah untuk mencari genotip orang tua. Testcross adalah perkawinan antara F1 dengan salah satu induk yang resesif.

Testcross disebut juga perkawinan pengujian (uji silang) karena bertujuan untuk mengetahui apakah suatu individu bergenotipe homozigot (bergalur murni) atau heterozigot. Jika hasil testcross menunjukkan perbandingan fenotipe keturunan yang memisah 1 : 1, maka dapat disimpulkan bahwa individu yang diuji tersebut adalah bukan galur murni , berarti heterozigot. Sedangkan jika hasil testcross 100% berfenotipe sama berarti homozigot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *