Apa peristiwa yang termasuk revolusi nasional

Perjuangan Indonesia dalama mempertahan kan kemerdekaan berat sekali, ada banyak sekali peristiwa yang termasuk revolusi nasional. Berikut ini adalah beberapa peristiwa yang termasuk revolusi nasional.

6 peristiwa nasional yang termasuk dalam revolusi nasional adalah:

  • Pertempuran Surabaya (10 November 1945).
  • Pertempuran Ambarawa.
  • Pertempuran Medan Area.
  • Bandung Lautan Api.
  • Peristiwa Merah Putih di Manado.
  • Pertempuran Puputan Margarana (20 November 1946).

1. Pertempuran 10 November

Awalnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945, tentara Sekutu berniat menguasai Surabaya.pertempuran pecah, pada 30 Oktober 1945, Jendral Mallaby tewas. 9 November Inggris mengultimatum agar Rakyat Surabaya menyerahkan senjata, kalau tidak, pada 10 November akan digempur habis dari darat, laut, udara. Namun, ultimatum dihiraukan oleh rakyat Surabaya, dan bertekad untuk mempertahankan Surabaya sampai titik darah penghabisan. Bung Tomo memimpin para arek-arek Surabaya yang membakar semangat para pejuang.

2. Bandung Lautan Api

Peristiwa yang terjadi pada 23 Maret 1946 para penduduk Bandung membakar rumah mereka sebelum meninggalkan dan mengungsi ke daerah selatan Bandung, tak kurang dari 200.000 ribu rumah dibakar dan dalam waktu tujuh jam! Ini dimaksudkan agar mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda menggunakan Kota Bandung sebagai markas militer.

3. Pertempuran 5 Hari di Semarang

Pertempuran ini berlangsung pada 15-19 Oktober 1945, melawan tentara Jepang, dan dihentikan saat adanya gencatan senjata. Penyebab utamanya,  karena larinya tentara Jepang pada saat akan ditahan dan tewasnya Dr. Kariadi, yang dibunuh oleh tentara Jepang saat akan memeriksa sumber air yang diduga diracuni oleh Jepang.

4. Pertempuran Ambarawa

Terjadi pada 20 November 1945 dan berakhir 15 Desember 1945, antara pasukan TKR dan para pemuda melawan pasukan Sekutu Inggris. Bermula pada 20 Oktober 1945, tentara Sekutu yang membebaskan tawanan Sekutu dan menuju Magelang untuk membebaskan tawanan NICA Belanda. Puncaknya pada 20 November perang pun pecah, karena pihak Sekutu mengingkari janji yang telah disepakati terkait isi naskah pada 2 November 1945.

5. Pertempuran Medan Area

Pertempuaran yang terjadi pada 10 Desember 1945. Sekutu mendarat di Medan pada 9 Oktober, yang dipimpin oleh Brigadir Jendral T.E.D Kelly, yang diboncengi oleh NICA. Para pejuang pada 13 Oktober telah siap membentuk Divisi Benteng, dan terjadi pertempuran pertama di Medan pada tanggal itu. Puncaknya pada 10 Desember 1945.

6. Perang Puputan

Perang ini dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai, yang terjadi pada 20 November 1946. Pasukan TKR bertempur habis-habisan dalam mengusir pasukan Belanda yang kembali datang setelah kekalahan Jepang.

Pengertian revolusi nasional

Revolusi Nasional Indonesia adalah sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia yang baru lahir melawan Kerajaan Belanda yang dibantu oleh pihak Sekutu, diwakili oleh Inggris. Rangkaian peristiwa ini terjadi mulai dari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Belanda pada 29 Desember 1949.

Meskipun demikian, gerakan revolusi itu sendiri telah dimulai pada tahun 1908, yang saat ini diperingati sebagai tahun dimulainya kebangkitan nasional Indonesia. Selama sekitar empat tahun, beberapa peristiwa berdarah terjadi secara sporadis. Selain itu terdapat pula pertikaian politik serta dua intervensi internasional.

Dalam peristiwa ini pasukan Belanda hanya mampu menguasai kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera, namun gagal mengambil alih kendali di desa dan daerah pinggiran. Karena sengitnya perlawanan bersenjata serta perjuangan diplomatik, Belanda berhasil dibuat tertekan untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Revolusi ini berujung pada berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan mengakibatkan perubahan struktur sosial di Indonesia, di mana kekuasaan raja-raja mulai dikurangi atau dihilangkan. Peristiwa ini dikenal dengan “revolusi sosial”, yang terjadi di beberapa bagian di pulau Sumatera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *