Apa Perbedaan Senyawa Ionik dan Senyawa Molekul

Diantara senyawa ionik dan senyawa molekul ada beberapa perbedaan yang mendasar. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai apa saja perbedaan yang ada diantara senyawa ionik dengan senyawa molekul.

Perbedaan senyawa molekuler dengan senyawa ionik

Pada dasarnya semua unsur yang ada hanya enam dari golongan gas mulia atau 8A (He, Ne, Ar,Kr,Xe,dan Rn) yang berada di alam dalam bentuk atom bebas. Maka golongan tersbut disebut gas monoatomik. Sedangakan unsure yang lain ditemukan di alam dalam bentuk molekul maupun ion. Atom dari unsur-unsur berbeda dapat bergabung satu sama lain membentuk senyawa. Senyawa dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu senyawa molekuler atau senyawa kovalen dan senyawa ionik.

Molekul adalah gugusan atau kumpulan dari dua atom atau lebih yang terikat bersama karena adanya kekuatan kimia atau disebut ikatan kimia. Suatu molekul dalam terdiri dari atom-atom dengan unsur yang sama atau terdiri dari dua atau lebih unsur dengan perbandingan tertentu. Contohnya gas hidrogen H2 merupakan unsur murni, tapi termasuk molekul karena terdiri dari atom dari unsur yang sama. Air (H2O) di sisi lain merupakan senyawa molekuler yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan perbandingan dua atom H dan satu atom O. Seperti halnya atom, molekul juga bermuatan netral.

Molekul hidrogen (H2) disebut molekul unsure karena penyusun H merupakan atom-atom yang sama. O2, P4, dan S8 juga merupakan molekul unsur. Molekul unsur merupakan senyawa homoatom. Dalam buku-buku ilmu kimia berbahas asing, khususnya bahasa inggris molekul unsur disebut unsur.

Molekul yang tersusun atas atom-atom berbeda, seperti HF, CO2, dan H2O disebut molekul senyawa atau senyawa molekul heteroatom. Dalam buku-buku ilmu kimia berbahasa asing molekul senyawa hanya disebut molekul saja. Senyawa yang berupa molekul disebut senyawa molekuler dan karena molekul terikat dalam suatu ikatan kovalen maka disebut juga senyawa kovalen. Ikatan kovalen ialah ikatan yang terjadi karena penggunaan elektron bersama-sama.

Berdasarkan jumlah atom penyusun maka molekul dibagi menjadi dua yaitu molekul diatomik dan molekul poliatomik. Molekul diatomik adalah molekul yang terdiri dari dua atom baik sejenis contohnya N2, H2, Br2 ataupun berlainan jenis contohnya HCl, CO, HF. Molekul Poliatomik adalah molekul yang terdiri dari lebih dari dua atom baik sejenis maupun tidak. Contohnya O3 (Ozon), Air (H2O) dan Amoniak (NH3).

Ion adalah sebuah atom atau kumpulan atom yang bermuatan positif maupun negatif. Jumlah muatan positif pada proton dalam inti aton selalu tetap selama terjadi perubahan kimia, tetapi pada muatan negatif atau elektron dapat hilang atau bertambah. Lepasnya satu atau lebih elektron dari suatu atom netral akan menghasilkan kation yaitu sebuah ion bermuatan positif. Atom-atom logam seperti natrium, magnesium dan zink dapat melepaskan elektron, melepaskan partikel bermuatan positif contohnya :

Na–> Na+ + e

Mg –> Mg 2+ + 2e

Unsur-unsur logam golongan utama cenderung membentuk satu macam ion contoh Na+ dan Mg2+, sedangkan beberapa unsur golongan transisi cenderung membentuk lebih dari satu macam ion contohnya besi dapat membentuk ion Fe2+, dan Fe 3+; tembaga dapat membentuk ion Cu+ dan Cu2+.

Atom-atom non logam seperti klorin, oksigen, dan nitrogen dapat menerima dan menangkap elektron membentuk partikel-partikel bermuatan negatif yang disebut anion beberapa contoh berikut ini:

Cl + 2e –> Cl

O + 2e –> O2-

Ion-ion seperi Na+, Mg2+, Fe2+, Fe 3+, Cl, dan O2- disebut ion sederhana,ion mono atomik karena tersusun atas satu atom. Adapun ion-ion yang tersusun atas dua atau lebih atom disebut ion poliatomik contohnya CN, NO3-, ClO3- , NH4+, dan PH4+.

Kation dan anion dapat bergabung membentuk senyawa ionik. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

Na+ + Cl- N –>aCl

Mg2+ + O2-–> MgO.

Senyawa-seyawa yang terbentuk, yaitu NaCl, MgO merupakan senyawa ionik biner karena tersusun atas dua macam atom. Ikatan ionik adalah gaya elektrostatik yang mengikat kation dan anion dalam senyawa ionik. Senyawa ionik adalah netral karena muatan kation dan anionnya seimbang. Ion Ba2+ memerlukan dua ion Cl agar menjadi senyawa netral diseimbangkan muatan kation dan anion.

Senyawa Ionik

Apakah Perbedaan Antara Senyawa ionik dan Molekul

Senyawa molekul zat murni terbentuk ketika atom dihubungkan oleh berbagi elektron sedangkan senyawa ion terbentuk karena transfer elektron.Senyawa molekul yang dibuat karena ikatan kovalen sedangkan senyawa ion yang dibuat karena ikatan ionik.Senyawa molekul yang terbentuk antara dua non-logam sedangkan senyawa ion terbentuk antara logam dan non-logam.Senyawa molekul konduktor listrik buruk sementara senyawa ion adalah konduktor yang baik.Senyawa molekul dapat dalam keadaan fisik ‘”padat, cair, atau gas. Senyawa ion selalu padat dan kristal dalam penampilan.Ada banyak senyawa molekuler dari senyawa ion.

Perbedaan Antara Senyawa Ionik Dan Senyawa Molekul

Entalpi fusi “energi panas yang diserap bila padat mencair” dan entalpi penguapan “energi panas yang diserap ketika cairan mendidih” lebih tinggi dalam senyawa ion. Senyawa molekuler lebih mudah terbakar dibandingkan senyawa ion.

Senyawa molekuler yang lebih lembut dan lebih fleksibel dibandingkan dengan senyawa ion. Senyawa ionik memiliki titik leleh dan titik didih lebih tinggi dari senyawa molekul. Senyawa ionik bermuatan ion, sedangkan senyawa molekul terdiri dari molekul.

Suatu senyawa ionik dibentuk oleh reaksi dari logam dengan non-logam, sedangkan senyawa molekul biasanya dibentuk oleh reaksi dari dua atau lebih non-logam. Dalam senyawa ion, ion-ion yang diadakan bersama-sama karena daya tarik listrik, sedangkan dalam senyawa molekul, atom yang diselenggarakan bersama oleh daya tarik antar atom karena elektron bersama.

Senyawa molekul tidak dapat menghantarkan listrik di setiap keadaan, sedangkan senyawa ion, jika dilarutkan dalam larutan berair dapat bertindak sebagai konduktor listrik yang baik. Senyawa ionik lebih reaktif daripada senyawa molekuler.

Inilah Perbedaan antara senyawa ionik dan senyawa molekul :

  • senyawa molekuler yang lebih lembut dan lebih fleksibel dibandingkan dengan senyawa ion.
  • senyawa ionik memiliki titik leleh dan titik didih lebih tinggi dari senyawa molekul.
  • Entalpi fusi (energi panas yang diserap bila padat mencair) dan entalpi penguapan (energi panas yang diserap ketika cairan mendidih) lebih tinggi dalam senyawa ion.
  • senyawa molekuler lebih mudah terbakar dibandingkan senyawa ion.
  • senyawa ionik bermuatan ion, sedangkan senyawa molekul terdiri dari molekul.
  • Suatu senyawa ionik dibentuk oleh reaksi dari logam dengan non-logam, sedangkan senyawa molekul biasanya dibentuk oleh reaksi dari dua atau lebih non-logam.
  • Dalam senyawa ion, ion-ion yang diadakan bersama-sama karena daya tarik listrik, sedangkan, dalam senyawa molekul, atom yang diselenggarakan bersama oleh daya tarik antara atom karena elektron bersama.
  • Senyawa molekul tidak dapat menghantarkan listrik di setiap keadaan, sedangkan senyawa ion, jika dilarutkan dalam larutan berair, dapat bertindak sebagai konduktor listrik yang baik.
  • senyawa ionik lebih reaktif daripada senyawa molekuler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *