Apa Perbedaan Oksidator dan Reduktor Beserta Contohnya

Dalam bidang sains sering dipelajari mengenai oksidator dan reduktor. Nah, mungkin banyak dari kita yang tidak mengetahui apa itu reduktor dan oksidator, serta perbedaan yang ada diantara keduanya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai perbedaan antara reduktor dan oksidator dilengkapi dengan contohnya.

Perbedaan oksidator dan reduktor adalah:

  • Reduktor atau zat pereduksi merupakan zat yang mengalami oksidasi. Zat ini menyebabkan zat lain mengalami reduksi. Contoh-contoh zat pereduksi termasuk alkali  tanah, asam format, dan senyawa sulfit.
  • Oksidator atau zat pengoksidasi  adalah zat yang mengalami reduksi. Zat ini menyebabkan zat lain mengalami oksidasi. Contoh zat pengoksidasi termasuk halogen, natrium nitrat, dan asam nitrat.

Perbedaan yang ada diantara oksidator dan reduktor adalah bila oksidator merupakan yang zat yang mengoksidasi zat lain sehingga zat tersebut yang mengalami reaksi reduksi dan zat yang dioksidasi mengalami reaksi oksidasi. Sedangkan reduktor adalah yang zat yang mereduksi zat lain sehingga zat tersebut yang mengalami reaksi oksidasi dan zat yang direduksi mengalami reaksi reduksi. Contohnya pada reaksi 2 MnO₄⁻ + 8 H⁺ + 3 C₂O₄⁻² ==> 2 MnO₂ + 4 H₂O + 6 CO₂, yang menjadi oksidator adalah MnO₄⁻ dan yang menjadi reduktor adalah C₂O₄⁻² .

Reduktor dan oksidator adalah yang bertanggung jawab pada korosi, yang merupakan “degradasi logam sebagai hasil dari aktivitas elektrokimia”. Korosi memerlukan sebuah anode dan katode agar dapat berlangsung. Anode adalah unsur yang kehilangan elektron (reduktor), sehingga oksidasi selalu terjadi di anode, sedangkan katode adalah unsur yang menerima elektron (oksidator), sehingga reduksi selalu terjadi di katode.

Korosi terjadi ketika terdapat perbedaan perbedaan potensial oksidasi. Jika terdapat perbedaan ini, logam anode mulai mengalami deteriorasi, menandakan menandakan adanya hubungan listrik dan adanya elektrolit.

Contoh reaksi redoks

Pembentukan besi(III) oksida;

4Fe + 3O2 → 2Fe3+2O2−3

Dalam persamaan di atas, besi (Fe) memiliki bilangan oksidasi 0 sebelum reaksi, dan 3+ setelah reaksi. Untuk oksigen (O), bilangan oksidasi sebelum reaksi adalah 0 dan menjadi 2− setelah reaksi. Perubahan ini dapat dilihat sebagai dua “setengah reaksi” yang terjadi secara bersamaan:

  1. Setengah reaksi oksidasi: Fe0 → Fe3+ + 3e
  2. Setengah reaksi reduksi: O2 + 4e → 2 O2−

Besi (Fe) telah teroksidasi karena mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Besi adalah reduktor karena ia memberikan elektronnya kepada oksigen (O2). Oksigen (O2) telah tereduksi karena mengalami penurunan bilangan oksidasi dan merupakan oksidator karena mengambil elektron dari besi (Feri (besi)|Fe).

Apa itu Oksidator

Dalam kimia, zat pengoksidasi, dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai oksidator, memiliki 2 makna.

  • Pengertian pertama, oksidator adalah spesies kimia yang menghilangkan elektron dari spesies lainnya. Ini adalah salah satu komponen dalam reaksi oksidasi-reduksi (redoks).
  • Pengertian lainnya, oksidator adalah spesies kimia yang memindahkan atom elektronegatif, biasanya oksigen, ke dalam substrat. Pembakaran, ledakan pada umumnya, dan reaksi redoks organik melibatkan reaksi perpindahan atom.

Apa itu Reduktor

Suatu zat pereduksi (disebut juga reduktor) adalah unsur atau senyawa yang kehilangan (atau “mendonasikan”) elektron kepada spesies kimia lainnya dalam suatu reaksi kimia redoks. Karena zat pereduksi kehilangan elektron, maka dikatana ia mengalami oksidasi.

Reduktor adalah zat yang menyumbangkan elektron ke zat lain dalam reaksi redoks. Dengan demikian, zat lain mengalami reduksi dan zat pereduksi menjadi teroksidasi. Zat pereduksi kuat memiliki kemampuan untuk menyumbangkan elektron dengan mudah.

Ketika jari-jari atom besar, tarikan antara nukleus dan elektron valensi melemah; karena itu atom yang lebih besar adalah agen pereduksi yang baik. Selain itu, zat pereduksi yang baik memiliki elektronegativitas yang rendah dan energi ionisasi yang kecil. Sodium borohidrida, litium aluminium hidrida, asam format, asam askorbat, natrium amalgam, dan amalgam seng merkuri adalah beberapa agen pereduksi yang umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *