Apa Perbedaan Koloid Hidrofil dan Hidrofob

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, untuk kali ini akan dijelaskan mengenai perbedaan yang ada diantara koloid hidrofil dan hidrofob. Semoga uraian mengenai perbedaan koloid hidrofil dan hidrofob ini bermanfaat banyak untuk kita semua.

Perbedaan Koloid Hidrofil dan Hidrofob

  • Koloid hidrofil memberikan efek Tyndall yang lemah sedangkan koloid hidrofob memberikan efek Tyndall yang lebih jelas
  • Gerak Brown pada koloid hidrofob tampak lebih jelas dibandingkan gerak Brown pada koloid hidrofil
  • Koloid hidrofil adalah koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya (air), sedangkan Koloid hidrofob adalah koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya (air)
  • Koloid hidrofil : tidak mudah digumpalkan oleh penambahan zat elektrolit
    Koloid hidrofob : dapat dengan mudah menggumpal apabila ditambahkan zat elektrolit
  • Koloid hidrofil bersifat reversibel artinya dapat dikembalikan ke bentuk semula
    Koloid hidrofob bersifat tetap, tidak bisa dikembalikan ke fase awal.

Apa itu koloid?

Pengertian koloid adalah campuran dua zat atau lebih yang sekilas nampak homogen (makroskopis) tetapi sebenarnya heterogen (mikroskopis). Koloid dikatakan homogen karena saat dilihat campuran menyatu dengan sempurna tetapi saat dilihat menggunakan mikroskop, koloid terdiri dari dua fase yaitu medium pendispersi dan fase terdispersi.

Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi, koloid dikelompokkan menjadi : sol, emulsi dan buih atau busa. Berdasarkan kelarutannya dalam air, koloid dibagi ke dalam koloid hidrofil dan koloid hidrofob.

Apa itu koloid hidrofil

Yang dimaksud dengan koloid hidrofil adalah sesuatu yang merujuk kepada koloid yang fase terdispersinya menarik medium pendispersinya yang berupa air. Partikel-partikel terdispersi akan menarik kuat mediumnya sehingga menutupi semua permukaan air. Partikel-partikel terdispersi memiliki kekentalan yang lebih besar dibandingkan mediumnya.

Oleh karena itu, koloid hidrofil tidak mudah digumpalkan dengan penambahan zat elektrolit. Selain itu koloid hidrofil bersifat reversibel sehingga dapat kembali seperti semula dengan pemanasan atau pendinginan. Seberkas sinar yang dilewatkan pada koloid hidrofil akan memberikan efek Tyndall dan gerak Brown yang kurang jelas teramati. Beberapa contoh koloid hidrofil antar lain : sabun, detergen, agar-agar, kanji, dan gelatin.

Apa itu koloid hidrofob

Koloid hidrofob adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada koloid yang fase terdispersinya tidak mau menarik medium pendispersinya atau tidak mau menarik molekul air. Partikel-partikel terdispersi tidak mau berinteraksi dengan molekul air sehingga tidak ada gaya tarik menarik antara keduanya.

Partikel-partikel terdispersi memiliki kekentalan yang lebih rendah dibanding air sehingga koloid hidrofob lebih mudah digumpalkan dengan penambahan zat elektrolit. Agar koloid hidrofob stabil perlu dilakukan pengadukan atau homogenisasi. Koloid hidrofob bersifat irreversible artinya tidak dapat dikembalikan seperti zat awal.

Dibandingkan dengan koloid hidrofil, efek Tyndall dan gerak Brown yang dihasilkan dari koloid hidrofob lebih jelas terlihat. Beberapa contoh koloid hidrofob antara lain : sol belerang, sol Fe(OH)3, sol-sol sulfida, dan sol-sol logam.

Koloid hidrofob adalah sesuatu yang menunjukkan sistem koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. Jika medium pendispersinya adalah air disebut koloid liofob.

Sebuah koloid hidrofob, atau emulsi, didefinisikan sebagai sistem koloid di mana partikel polimer hidrofob. Karena koloid tidak berinteraksi dengan pelarut air, koloid hidrofob dirinya sendiri tidak stabil dan umumnya tidak terbentuk secara spontan. Masukan energi, melalui pengadukan, atau homogenisasi, diperlukan untuk membentuk emulsi.

Seiring waktu, emulsi cenderung memisahkan, karena pemisahan menempatkan dalam keadaan yang lebih stabil. Contoh dari hal ini terlihat dalam pemisahan komponen minyak dan cuka dari saus, emulsi yang tidak stabil yang akan cepat terpisah kecuali terguncang hampir terus-menerus.

Contoh Koloid hidrofil adalah:

  • sabun
  • detergen
  • agar-agar
  • kanji
  • gelatin

Contoh Koloid hidrofob adalah:

  • sol belerang
  • sol Fe(OH)3
  • sol-sol sulfida
  • sol-sol logam.

Apa manfaat Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari?

  • Mengurangi polusi udara. Gas buangan pabrik yang mengandung asap dan partikel berbahaya dapat diatasi dengan menggunakan alat yang disebut pengendap cottrel. Prinsip kerja alat ini memanfaatkan sifat muatan dan penggumpalan koloid sehingga gas yang dikeluarkan ke udara telah bebas dari asap dan partikel berbahaya
  • Penggumpalan lateks.
  • Sebagai bahan kosmetik. Ada berbagai bahan kosmetik kosmetik berupa padatan, tetapi lebih baik digunakan dalam bentuk cairan. Untuk itu biasanya dibuat berupa koloid dengan tertentu.
  • Sebagai bahan pencuci. Prinsip koloid juga digunakan dalam proses pencucian dengan sabun dan detergen. Dalam pencucian dengan sabun atau detergen, sabun/ detergen berfungsi sebagai emulgator. Sabun/detergen akan mengemulsikan minyak dalam airĀ  sehingga kotoran-kotoran berupa lemak atau minyak dapat dihilangkan dengan cara pembilasan dengan air.
  • Membantu pasien gagal ginjal
  • Penjernihan air
  • Sebagai deodoran. Deodoran mengandung aluminium klorida yang dapat mengkoagulasi atau mengendapkan protein dalam keringat.endapan protein ini dapat menghalangi kerja kelenjer keringat sehingga keringat dan potein yang dihasilkan berkurang.
  • Sebagai bahan makanan dan obat. Ada zat-zat yang tidak larut dalam air sehingga harus dikemas dalam bentuk koloid sehingga mudah diminum. Contohnya obat dalam bentuk kapsul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *