Apa Perbedaan Isomer Fungsional dan Geometri

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, untuk kali ini admin akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan isomer fungsional dan geometri. Semoga saja uraian mengenai perbedaan isomer fungsional dan geometri bermanfaat banyak untuk kalian semua.

Apa Perbedaan Isomer Fungsional dan Geometri?

Bila isomer fungsional adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi mempunyai jenis gugus fungsional yang berbeda. Sedangkan isomeri geometri adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa berumus molekul sama, urutan penggabungan atom-atomnya sama, tetapi mempunyai cara penataan ruang gugus-gugus pada ikatan rangkap atau rantai siklis yang berbeda.

Perbedaan isomer posisi, isomer rantai, dan isomer geometri adalah:

Bila isomer posisi adalah isomer yang terjadi karena perbedaan dalam bentuk rangka, biasanya terdapat pada senyawa alkana. Lalu iomer rantai adalah isomer yang terjadi karena perbedaan dalam peletakan ikatan rangkap, biasanya terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. Sedangkan isomer geometri adalah isomer yang terjadi karena peletakan atom-atom yang berbeda.

Apa yang dimaksud Isomer Geometri?

Isomer geometri adalah termasuk ke dalam jenis stereoisomer dimana perbedaannya terletak dalam orientasi 3 dimensi dan berdasarkan perputaran molekul.

Isomer geometri terjadi karena adanya peletakan yang berbeda dari posisi gugus fungsi yang terikat dalam satu ikatan rangkap dua. Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa isomer geometri ini hanya dapat terjadi pada senyawa alkena yang memiliki ikatan rangkap dua.

Isomer geometri juga sering dikenal dengan isomer cis-trans. Istilah cis-trans disini mewakili posisi gugus fungsi dalam suatu ikatan rangkap. Dalam hal ini jika posisi gugus fungsi yang sama berada dalam satu sisi disebut dengan posisi cis. Namun jika gugus fungsi yang sama berada dalam posisi berseberangan maka disebut posisi trans.

Isomer geometri adalah isomer yang disebabkan oleh keterbatasan rotasi bebas pada suatu ikatan dalam molekul. Berbeda dengan isomer struktur, isomer ini hanya terjadi pada senyawa yang memiliki ikatan yang kaku dengan dua sisi berlainan dan, biasanya terjadi pada senyawa alkena.

Contoh isomer geometri

Senyawa 2-butena atau dapat dituliskan but-2-ena memiliki dua jenis isomer geometri. Seperti yang kita lihat bahwa ikatan rangkap dalam senyawa tersebut mengikat dua gugus yang berbeda yakni CH3 dan H dalam kedua sisinya. Ketika gugus CH3 yang terikat pada C2 dan C3 berada pada posisi atas maka kedua hidrogen lainnya akan berada di bawah.

Dalam hal ini dikatakan bahwa posisi gugus fungsi dalam sisi yang sama dan disebut posisi cis sehingga namanya yaitu cis-2-butena.

Sedangkan jika salah satu CH3 berada di atas dan CH3 yang lain dibawah maka atom hidrogen pun akan mengikuti sehingga gugus fungsi yang sama akan berada dalam posisi berseberangan, hal ini disebut senyawa itu berposisi trans dan diberi nama trans-2-butena. Perbedaan peletakan posisi ini meskipun terlihat sepele ternyata akan berpengaruh pada sifat dari senyawa itu sendiri.

Apa yang dimaksud Isomer fungsi?

Isomer fungsi adalah isomer zat-zat yang berbeda golongan. Isomer fungsi terjadi karena perbedaan gugus fungsi pada senyawa-senyawa yang rumus kimianya sama.

Isomer fungsional adalah dua atau lebih senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama, tetapi memiliki gugus fungsi yang berbeda. Contoh yang baik adalah etanol dan metoksimetana. Keduanya memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C2H6O. Namun, sementara yang satu adalah alkohol, yang lain adalah eter. Rumus strukturalnya diberikan di bawah ini.

Isomer Fungsional

Tautomerisme adalah kasus khusus isomerisme fungsional. Tautomer adalah dua senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama, tetapi memiliki gugus fungsi yang berbeda. Mereka ada dalam kesetimbangan dinamis satu sama lain, dan tidak dapat diisolasi karena inter-konversi yang cepat, yang disebabkan oleh migrasi atom hidrogen. Tautomerisme keto-enol dalam senyawa karbonil seperti aseton dan ester asetoasetat, adalah contoh yang baik.

Contoh reaksi dari isomer fungsional

Rumus molekul C5H12O
– CH3 – CH2 – O – CH2 – CH2 – CH3
Etil propel eter ( etoksipropana )
– CH3 – CH – CH – CH3
CH3 OH
3 Metil 2 butanol

Apa itu isomer?

Dalam kimia, isomer adalah molekul dengan rumus kimia yang sama (dan sering dengan jenis yang sama dari obligasi), tetapi memiliki pengaturan yang berbeda dari atom (dapat digambarkan sebagai sebuah anagram). Kebanyakan isomer memiliki sifat kimia yang mirip satu sama lain. Ada juga istilah isomer nuklir, yaitu inti yang memiliki tingkat eksitasi yang berbeda.

Sebuah contoh sederhana dari isomer adalah C3H8O. Ada 3 isomer dengan rumus kimia, dua molekul alkohol dan molekul eter. Dua molekul alkohol adalah 1-propanol (n-propil alkohol, I), dan 2-propanol (isopropil alkohol, II). Dalam molekul pertama, atom oksigen yang terikat pada ujung karbon, sedangkan molekul kedua terikat dengan atom karbon oksigen yang kedua (tengah).

Kedua alkohol memiliki sifat kimia yang mirip. Sedangkan isomer ketiga, metil etil eter, memiliki perbedaan yang signifikan terhadap sifat dari dua molekul sebelumnya. Senyawa ini bukan alkohol, tetapi sebuah eter, dimana atom oksigen terikat pada dua atom karbon, bukan satu karbon dan satu hidrogen seperti alkohol. Eter tidak memiliki gugus hidroksil.

Ada dua jenis isomer, yaitu isomer struktural dan stereoisomer. isomer struktural adalah isomer yang berbeda dari susunan / urutan atom terikat satu sama lain. Contoh yang disebutkan di atas milik isomer struktural. Meskipun komposisi jumlah atom yang sama persis, belum tentu molekul isomer struktural memiliki sifat yang sama. Sebagai contoh, sifat kimia cyclobutane berbeda dari butena. Meskipun keduanya memiliki rumus kimia yang sama, yaitu C4H8.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *