Apa Pengertian Mortalitas

Pengertian mortalitas adalah jumlah penduduk yang meninggal dunia dalam waktu tertentu dalam setiap seribu penduduk. Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan.

Mortalitas adalah jumlah individu dalam populasi yang mati selama periode waktu tertentu. Dalam studi populasi biologiwan lebih tertarik pada mengapa organisme mati pada usia tertentu. Mortalitas atau kebalikannya survival, bisa dilihat dari berbagai aspek. Sebagian besar organisme yang hidup di alam jarang pada kondisi optimum, sebagian besar hewan atau tumbuhan mati karena penyakit, predator, atau ancaman alamiah lain.

Laju kematian populasi adalah jumlah individu dari suatu populasi yang mati dalam periode waktu tertentu (jumlah yang mati per satuan waktu). Laju kematian populasi nilainya negatif, karena merupakan kebalikan dari angka kelahiran. Nisbah antara angka kelahiran dan kematian disebut vital indeks yang dirumuskan dalam bentuk persentase (%).

Yang dimaksud Mortalitas adalah indikator demografi dimana dalam hal ini membahas mengenai perhitungan kematian dalam sekelompok penduduk untuk mengukur angka kematian penduduk. Selanjutnya, data mengenai angka kematian penduduk tersebut digunakan untuk menimbangi angka kelahiran penduduk agar kepadatan penduduk di wilayah dapat dihitung secara akurat.

Faktor yang mempengaruhi mortalitas

Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian dibagi menjadi dua yaitu:

a. Faktor langsung (faktor dari dalam)

  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Penyakit
  4. Kecelakaan, kekerasan, bunuh diri

b. Faktor tidak langsung (faktor dari luar)

  1. Tekanan, baik psikis maupun fisik,
  2. Kedudukan dalam perkawinan
  3. Kedudukan sosial-ekonomi,
  4. Tingkat pendidikan,
  5. Pekerjaan,
  6. Beban anak yang dilahirkan,
  7. Tempat tinggal dan lingkungan,
  8. Tingkat pencemaran lingkungan,
  9. Fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit,
  10. Politik dan bencana alam.

Cara Mengukur Kematian (Mortalitas)

1. Crude Death Rate (CDR)
Tingkat kematian kasar atau CDR adalah jumlah kematian penduduk tiap 1000 orang dalam waktu setahun.

Rumus: CDR=D/Px1.000

Keterangan :
D=jumlah seluruh kematian
P=jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000=bilangan konstanta

Tingkat kematian ini dapat digolongkan dalam kriteria sebagai berikut:

Tingkat kematian Golongan
> 18 Tinggi
14-18 Sedang
9-13 Rendah

2. Age Spesific Death Rate (ASDR)
Tingkat kematian menurut kelompok umur tertentu atau ASDR adalah banyaknya kematian yang terjadi pada penduduk dalam kelompok umur tertentu per 1000 penduduk.

Rumus: ASDR=Di/Pix1000

Keterangan:
Bi=banyaknya kematian dalam kelompok umur tertentu selama setahun
Pfi=banyaknya penduduk dalam kelompok umur tertentu yang sama pada pertengahan tahun.
1.000=bilangan konstanta

3. Infant Mortality Rate ( IMR)
Tingkat kematian bayi adalah banyaknya kematian bayi (sebelum umur satu tahun) yang terjadi pada kelahiran per 1000 bayi. Merupakan cara pengukuran yang dipergunakan khusus untuk menentukan tingkat kematian bayi. IMR biasanya dijadikan indikator dalam pengukuran kesejahteraan penduduk.

Rumus: IMR=Db/Pbx1.000

Keterangan :
D=jumlah kematian bayi sebelum umur satu tahun
P=jumlah kelahiran hidup dalam waktu yang sama

Kriteria penggolongan tingkat kematian bayi:

Tingkat kematian bayi Golongan
> 125 Sangat Tinggi
75-125 Tinggi
35-75 Sedang
<35 Rendah

Bila tingkat kelahiran kasar sama dengan tingkat kematian kasar akan tercapai pertambahan penduduk sebesar 0 % atau zero population growth. Yang berarti keadaan kependudukan di daerah tersebut tercapai sebuah keseimbangan.

Contoh Mortalitas

Adapun kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan tingkat mortalitas adalah sebagai berikut;

Harapan bayi tidak disertai dengan gaya hidup orang tua

Pada suatu wilayah yang penduduknya sering melakukan sebuah perkawinan dapat diambil kesimpulan bahwa angka kelahiran di wilayah tersebut tinggi. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa angka keselamatan pada ibu dan bayi akan menjadi rendah. Gaya hidup masyarakat perlu dibenahi supaya berperilaku menjaga kesehatan agar ibu selat pasca persalinan dan bayi pun dapat berlangsung kehidupan kedepannya

Faktor Teknologi

Teknologi yang canggih pada suatu rumah sakit bersalin atau di praktek bidan menyebabkan angka harapan hidup bayi dan ibu dapat dimaksimalkan. Teknologi yang tinggi juga berakibat pada tingginya angka kematian di masyarakat. Hal ini dikarenakan teknologi yang canggih akan membawa dampak kepada masyarakat yang malas serta tidak mau bergerak banyak akhirnya kesehatan menurun dan berujung kepada kematian.

Kekurangan gizi

Indikator nomor 3 penyebab tingginya angka mortalitas selanjutnya adalah tingkat kekurangan gizi pada dinamika penduduk. Masyarakat yang mengalami gizi tidak seimbang akan menjadi kekurangan gizi. Kekurangan gizi pada wanita menyebabkan angka harapan hidup bayi dan ibu pada proses persalinan akan minim. Jika dampak kurang gizi pada pria akan mengakibatkan tidak suburnya sperma akhirnya bayi yang dihasilkan pun tidak sehat.

Gangguan Pertumbuhan

Gangguan pertumbuhan anak menjadi indikator mortalitas yang terakhir. Dikarenakan pada gangguan pertumbuhan ini biasanya dilakukan seorang ibu yang lali member imunisasi pada anaknya. Akhirnya seorang anak akan sering terkena penyakit pada masa kecilnya dan tidak sedikit juga yang berakibat pada kematian usia dini.

Gangguan pertumbuhan juga berasal dari kurangnya gizi yang didapatkan oleh anak. Maka dari itu perlu diperhatikan dalam member gizi yang seimbang pada anak terutama anak yang masih memasuki usia dibawah 3 tahun.

Indikator diatas merupakan penyebab angka mortalitas yang tinggi jika dilihat pada variabel sosial ekonomi. Terdapat lagi indikator terjadinya mortalitas yang tinggi jika dilihat dari faktor alami. Berikut adalah faktor terjadinya angka mortalitas yang tinggi bila ditinjau dari faktor ekonominya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *