Apa Pengertian Energi Ionisasi (Potensial lonisasi)

Hallo teman-teman, semoga selalu dalam keadaan sehat ya, untuk kali ini admin akan memberikan penjelasan mengenai pengertian energi ionisasi (potensial ionisasi). Semoga uraian dan penjelasan singkat mengenai energi ionisasi (potensial ionisasi) ini bisa bermanfaat banyak untuk kalian semua, aamiin.

Pengertian Energi ionisasi adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada energi yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari tiap mol spesies dalam keadaan gas. Energi untuk mengeluarkan satu elektron pertama (dari atom netralnya) disebut sebagai energi ionisasi pertama dan untuk mengeluarkan satu elektron ke dua disebut energi ionisasi kedua, dan begitu seterusnya untuk pengeluaran satu elektron berikutnya.

Apa itu Energi ionisasi

Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang terikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Energi ionisasi pertama digunakan oleh suatu atom untuk melepaskan elektron pada kulit terluar, sedangkan energi ionisasi kedua merupakan energi yang diperlukan suatu ion (ion + 1) untuk melepas elektronnya yang terikat paling lemah.

Energi ionisasi merupakan energi yang diperlukan untuk melawan gaya tarik inti terhadap elektron, sehingga elektron dapat terlepas dari atomnya. So, kalau jarak antara elektron dengan inti semakin jauh, maka energi yang diperlukan untuk melawan gaya tarik inti semakin kecil dan itu berarti energi ionisasinya kecil. Makin panjang jari-jari atom atau ion makin kecil energi ionisasinya.

Energi ionisasi adalah energi dalam jumlah minimum yang diperlukan untukmelepaskan satu elektron dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya. Besarnya energi ionisasi merupakan ukuran usaha yang diperlukan untuk memaksa satu atom untuk melepaskan elektronnya. Makin besar energi ionisasi makin sukar untuk melepaskan elektronnya.

Sifat-sifat kimia dari setiap atom ditentukan oleh konfigurasi elektron valensi pada atom. Kestabilan elektron terluar tersebut dapat langsung diketahui pada energi ionisasi atom tersebut. Energi Ionisasi (Potensial Ionisasi), merupakan energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya.

Besarnya energi ionisasi merupakan ukuran usaha yang diperlukan untuk memaksa satu atom untuk melepaskan elektronnya atau bagaimana suatu elektron dapat terikat eratnya dalam atom. Makin besar energi ionisasi, maka semakin sukar untuk melepaskan elektronnya. Untuk unsur yang segolongan, kecenderungan nya energi ionisasi makin ke bawah makin kecil, sedangkan unsur yang seperiode, kecenderungannya energi ionisasi makin ke kanan makin besar.

Berdasarkan hal tersebut, gas – gas mulia memiliki energi ionisasi yang sangat tinggi, hal ini bersesuaian dengan hampir semua gas mulia tidak reaktif secara kimia. Unsur – unsur golongan IA (logam alkali) mempunyai energi ionisasi terendah, akibatnya logam alkali akan mudah untuk melepaskan satu elektron. Dari pengamatan tersebut, dapat dilihat bahwa logam – logam memiliki energi ionisasi yang relatif lebih rendah, sedangkan non-logam memiliki energi ionisasi yang jauh lebih besar.

Jika suatu atom netral dalam kondisi gas melepaskan elektron maka besar energi yang diperlukan pada proses tersebut disebut energi ionisasi tingkat pertama (EI1)

 

Pola ini berkelanjutan untuk pelepasan elektron berikutnya.

Jika sebuah elektron dilepaskan dari suatu atom netral, maka tolakan di antara elektron – elektron yang tersisa akan berkurang. Hal ini dikarenakan muatan inti tetap tidak berubah sehingga lebih banyak energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron lain dari ion bermuatan positif. Oleh karena itu, untuk unsur yang sama, energi ionisasi selalu bertambah sesuai dengan urutan sebagai berikut:

Keteraturan energi ionisasi (EI) dalam sistem periodik adalah:

  • Dalam satu golongan, energi ionisasi(EI) menurun dari atas ke bawah searah meningkatnya nomor atom. Hal ini dikarenakan muatan inti bertambah positif sehingga kulit atom bertambah (volume bertambah) dan nilai jari-jari atom meningkat. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik-menarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah. Akibatnya, EI semakin berkurang.
  • Energi ionisasi(EI) pertama selalu lebih rendah dari EI kedua. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin sulit melepaskan elektron berikutnya. Keadaan ini dikarenakan semakin dekatnya elektron dengan inti atom sehingga semakin kuatnya gaya tarik-menarik inti terhadap elektron.
  • Dalam satu perioda, umumnya energi ionisasi(EI) meningkat dari kiri ke kanan, searah dengan meningkatnya nomor atom. Hal ini dikarenakan kulit valensinya tetap sementara muatan inti bertambah positif sehingga volume inti atom meningkat dan nilai jari-jari atom berkurang. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik-menarik inti terhadap elektron terluar semakin kuat. Akibatnya, EI semakin besar.
  • Energi ionisasi(EI) pertama unsur golongan VIIIA paling tinggi di antara golongan unsur yang lain. Hal itu terjadi karena konfigurasinya yang penuh pada kulit terluar yang membuatnya stabil. Kestabilan ini disebabkan atom-atom gas mulia memiliki elektron valensi paling banyak (8 elektron). Oleh karena itu, untuk mengeluarkan elektron valensi dari atom gas mulia memerlukan EI yang sangat besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *