Apa kegunaan Logam Skandium dan Sejarah Skandium

Hallo kawan-kawan, selamat berjumpa kembali, kali ini admin akan memberikan penjelasan mengenai apa itu skandium, peranan dan kegunaan skandium. Semoga saja penjelasan mengena kegunaan skandium beserta sejarah penemuan skandium memberikan banyak manfaat.

Sejarah Penemuan Skandium

Skandium ditemukan oleh Lars F. Nilson pada tahun 1879, di Uppsala, Swedia. Nilson sedang mempelajari unsur-unsur tanah langka, mencoba mengisolasi ytterbium dari mineral euxenite dan gadolinite. Bagian dari metode Nilson membutuhkan sampel erbia (erbium oksida) dari mineral, yang kemudian direaksikan untuk membentuk erbium nitrat. Dia memberikan panas ke nitrat dan menemukan bahwa sampelnya mengandung sejumlah kecil unsur yang tidak diketahui dengan berat atom yang rendah.

Analisis spektrum menunjukkan 30 garis spektrum yang unik, yang membuktikan keberadaan elemen baru. Nilson menamai unsur skandium setelah kata Latin ‘Scanda’ yang berarti Skandinavia, karena unsur tersebut terjadi pada mineral langka yang ditemukan di sana.

Dia mempelajari skandium dan menentukan berat atomnya adalah 44 (dibandingkan dengan 173 untuk ytterbium).  Per Thedore Cleve menunjukkan bahwa skandium memiliki sifat yang mirip dengan yang diprediksi oleh Mendeleev untuk eka-boron.

Skandium

Skandium logam pertama kali disiapkan pada tahun 1937 oleh Fischer dan rekan-rekannya. Mereka melakukan elektrolisis skandium cair, lithium dan kalium klorida dalam wadah grafit dengan kawat tungsten dengan seng cair sebagai elektroda. Skandium adalah logam transisi. Ia juga dianggap sebagai unsur tanah yang langka karena sifat kimianya mirip dengan tanah langka, dan ditemukan dalam bijih yang sama.

Apa itu Skandium?

Skandium adalah salah satu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sc dan nomor atom 21. Skandium berupa logam transisi yang lembut dan warnanya putih keperakan, merupakan mineral yang langka dari Skandinavia dan kadang-kadang diklasifikasikan bersama yttrium dan lantanida sebagai elemen mineral langka.

Peranan, Manfaat dan Penggunaan Skandium

Skandium adalah salah satu bahan kimia langka, yang digunakan pada berbagai perkakas seperti televisi warna, lampu neon, lampu hemat energi, dan kacamata.

Penggunaan skandium masih terus berkembang mengingat unsur ini cocok untuk memproduksi catalyser serta untuk memoles kaca.

Aplikasi utama skandium adalah untuk membuat paduan aluminium-skandium yang digunakan oleh industri kedirgantaraan dan peralatan olahraga (sepeda, tongkat bisbol, dll) yang membutuhkan material kinerja tinggi.

Sekitar 20 kg skandium (Sc2O3) sekarang ini digunakan setiap tahun di Amerika untuk memproduksi lampu intensitas tinggi, dan isotop radioaktif 46Sc digunakan sebagi agen pelacak dalam kilang minyak mentah. Skandium ioda yang ditambahkan ke lampu uap merkuri memberikan pancaran sinar mirip matahari yang efisien, yang penting untuk penerangan ruangan atau TV bewarna malam hari.

Skandium adalah salah satu bahan kimia langka, yang digunakan pada berbagai perkakas seperti televisi warna, lampu neon, lampu hemat energi, dan kacamata.Penggunaan skandium masih terus berkembang mengingat unsur ini cocok untuk memproduksi catalyser serta untuk memoles kaca.

Aplikasi utama skandium adalah untuk membuat paduan aluminium-skandium yang digunakan oleh industri kedirgantaraan dan peralatan olahraga (sepeda, tongkat bisbol, dll) yang membutuhkan material kinerja tinggi.

Sumber Skandium

Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya (terbanyak ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak ke-50). Elemen ini tersebar banyak di bumi, terkandung dalam jumlah yang sedikit di dalam banyak mineral (sekitar 800an spesies mineral).

Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena mengandung skandium. Ia juga terkandung sebagai komponen utama mineral thortveitite yang terdapat di Skandinavia dan Malagasi. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan setelah ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite.

Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai hasil produksi pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada tahun 1937 oleh Fischer, Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis cairan eutectic kalium, litium dan skandium klorida pata suhu 700 dan 800 derajat Celcius.

Kabel tungsten dan genangan seng cair digunakan sebagai elektroda dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini diproduksi dengan cara mereduksi skandium florida dengan kalsium metal. Produksi pertama 99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960.

Apa akibat dan Pengaruh Skandium terhadap Lingkungan?

Skandium dibuang ke lingkungan, terutama oleh industri pengolahan minyak.Unsur ini juga dapat memasuki lingkungan dari berbagai perkakas rumah tangga (mis: TV) yang dibuang.Skandium akan secara bertahap terakumulasi dalam tanah dan air hingga berpotensi meningkatkan konsentrasinya pada manusia, hewan, dan partikel tanah.Pada hewan air, skandium menyebabkan kerusakan membran sel serta memiliki pengaruh negatif pada sistem reproduksi dan sistem saraf.

Akibat Skandium terhadap Kesehatan

Skandium tidak memiliki peran biologis. Amat sedikit skandium yang mencapai rantai makanan, sehingga asupan harian rata-rata per orang kurang dari 0,1 mikrogram. Skandium tidak beracun, meskipun terdapat dugaan bahwa beberapa senyawanya mungkin bersifat karsinogenik. Paparan gas dan uap skandium di tempat kerja bisa menjadi berbahaya. Menghirup skandium dapat menyebabkan emboli paru-paru, terutama akibat paparan jangka panjang.Skandium bisa menjadi ancaman bagi hati ketika terakumulasi dalam tubuh manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *