3 Tahap pada Reaksi Aerob

Reaksi aerob adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada proses reaksi pemecahan senyawa glukosa dengan memerlukan oksigen, reaksi aerob memiliki 3 tahapan. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai 3 tahapan yang terjadi pada reaksi aerob.

3 Tahap reaksi aerob adalah:

1. Glikolisis

Glikolisis adalah reaksi tahap pertama secara aerob (cukup oksigen) yang berlangsung di mitokondria. Glikolisis ini terjadi pada saat sel memecah molekul glukosa yang mengandung 6 atom C (6C) menjadi 2 molekul asam piruvat yang mengandung 3 atom C (3C) yang melalui dua rangkaian reaksi.

Peristiwa glikolisis menunjukkan perubahan dari glukosa, kemudian makin berkurang kekomplekan molekulnya dan berakhir sebagai molekul asam piruvat. Produk penting glikolisis adalah: 2 molekul asam piruvat, 2 molekul NADH sebagai sumber elektron berenergi tinggi, 2 molekul ATP dari 1 molekul glukosa.

2. Siklus Krebs

Siklus krebs adalah tahap kedua respirasi aerob. Nama siklus ini berasal dari nama orang yang menemukan reaksi tahap kedua respirasi aerob ini, yaitu Hans Krebs. Siklus ini disebut juga siklus asam sitrat. Siklus krebs diawali dengan adanya 2 molekul asam piruvat yang dibentuk pada glikolisis yang meninggalkan sitoplasma masuk ke mitokondria. Sehingga, siklus krebs terjadi di dalam mitokondria.

Siklus krebs mempunyai tiga fungsi, yaitu menghasilkan NADH, FADH2, ATP serta membentuk kembali oksaloasetat. Oksaloasetat ini berfungsi untuk siklus krebs selanjutnya. Dalam siklus krebs, dihasilkan 6 NADH, 2 FADH2, dan 2 ATP.

3. Transpor elektron

Transpor elektron adalah tahap ketiga respirasi aerob. Transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria, dan berakhir setelah elektron dan H+ bereaksi dengan oksigen yang berfungsi sebagai akseptor terakhir, membentuk H2O. ATP yang dihasilkan pada tahap ini adalah 32 ATP.

Hasil akhir proses ini terbentuknya 32 ATP dan H2O sebagai hasil sampingan respirasi. Produk sampingan respirasi tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh, pada tumbuhan melalui stomata dan melalui paru-paru pada pernapasan hewan tingkat tinggi.

Sebutkan 5 Perbedaan reaksi (respirasi) aerob dan anaerob

  • respirasi aerob membutuhkan oksigen, sementara reaksi anaerob tidak membutuhkannya.
  • kebanyakan proses resprasi aerob terjadi di mitokondria. Sementara respirari anaerob terjadi di sitoplasma.
  • Energi yang dihasilkan respiraasi aerob jauh lebih tinggi dibandingkan anaerob. Respirasi aerob menghasilkan energi bersih 36 ATP (karena saat pindah dari proses glikolisis di sitoplasma ke Transfer Elektron di mitokondria membutuhkan 2 ATP, jadi dari total 38 ATP – 2 ATP), sedangkan anaerob hanya 2 ATP.
  • Respirasi aerob merombak substrat mejadi CO2 dan H2O secara sempurna. Akhirnya, semua hidrogen yang terlepas dari substrat selama proses akan bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *