3 strategi dalam bermain bulu tangkis

Olahraga bulutangkis adalah sangat terkenal sekali di dunia, terlebih lagi bagi negara Indonesia yang prestasinya luar biasa, berikut ini akan dijelaskan strategi dalam bermain bulutangkis. Semoga saja uraian mengenai strategi dalam bermain bulutangkis ini bermanfaat untuk kita semua.

3 strategi dalam bermain bulu tangkis adalah:

  • Strategi menyerang.
  • Strategi bertahan.
  • Mengubah dari bertahan ke strategi menyerang.

teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis adalah:

  • Servis, adalah dapat dilakukan dengan tiga cara sebagai berikut.
  • Pukulan Lob, dapat dilakukan baik dari bawah atau dari atas kepala. Pukulan lob sangat penting bagi pola pertahanan ataupun pola penyerangan.
  • Pukulan Drive, biasa digunakan untuk menekan lawan atau untuk tidak memberikan kesempatan kepada lawan mendapatkan bola-bola melambung sehingga lawan tidak mendapat kesempatan menyerang dengan pukulan overhead.
  • Pukulan Dropshot, dilakukan dengan tujuan menempatkan bola secepatnya dan sedekat-dekatnya dengan net pada lapangan lawan. Dropshot dapat dilakukan dari bagian atas dan bagian bawah. Dropshot atas terdiri atas dua macam, yaitu dropshot penuh dengan arah yang menukik tajam dan digunakan pada permainan tunggal, dan dropshot potong, yaitu gerakan raket menyentuh bola tanpa menahan gerak tersebut.
  • Smash, adalah pukulan yang dilakukan dengan cepat dan sekeras-kerasnya ke arah bawah lapangan lawan.
  • Pukulan Netting / Permainan Net (Net Play), adalah pukulan-pukulan yang sangat sulit dalam permainan bulu tangkis. Hal ini dikarenakan permainan net ini banyak memerlukan kecermatan dengan penuh perasaan (feeling). Faktor tenaga tidak diperlukan sama sekali, akan tetapi perasaan tenang sangat menentukan keberhasilan pukulan net.

Jelaskan Taktik Permainan Tunggal dan Ganda Dalam Bulutangkis

1. Permainan Tunggal

Untuk nomor tunggal sendiri, salah satu kunci yang harus difahami oleh pemain adalah tipikal gaya bermain lawan, hal ini bisa diketahui dengan cara menonton video pertandingan lawan ataupun meminta masukan dari pelatih. Sekedar sebagai pedoman setidak-tidaknya ada 3 (tiga) gaya permainan yang sering muncul, yaitu;

  • Gaya permainan yang mengutamakan unsur atau faktor kekuatan dan kecepatan.
  • Tipe gaya bermain yang mengutamakan daya tahan (stamina) dan kerja keras.
  • Gaya lainnya adalah tipikal permainan yang mengutamakan teknik individu dan kemampuan melakukan tipuan.

Untuk mengetahui atau menentukan batas-batas antara ketiga gaya permainan tersebut diatas maka tidaklah mudah. Ada gaya permainan atlet yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu gaya permainan tersebut diatas. Ada pula atalet yang memiliki gaya permainan campuran atau kombinasi antara gaya-gaya tersebut.

Tipe gaya bermain yang mengandalkan kecepatan (speed) ataupun kekuatannya (power) bisa kita ketahui dari gaya pukulannya yang keras, pukulan keras ini dimaksudkan untuk melemahkan ataupun menggoyahkan pertahanan lawan. Namun kekuarangan dari pemain tipe seperti ini biasanya lemaha dalam permainan netting.

Gaya permainan yang mengutamakan faktor daya taha dan keuletan biasanya mengandalkan pukulan-pukulan lob yang telah benar-benar dikuasai dan senjata untuk menguras atau menghabiskan tenaga lawan sehingga lawan tidak akan berdaya karena habis tenaganya. Tentunya bagi atlet yang memiliki daya tahan dan keuletan yang kurang baik tidak mengimbangi dengan pukulan yang menyerap banyak tenaga, seperti pukulan rally-rally panjang dan lama.

Gaya permainan yang mengutamakan faktor-faktor teknik dan gerak tipu biasanya memiliki kemampuan teknik dan memiliki gerak-gerak yang indah dan menarik serta sentuhan shuttlcock yang tajam. Tetapi bila kehilangan konsentrasi atau posisinya kurang menguntungkan maka pukulan-pukulannya sering gagal.

2. Permainan Ganda

Adapun dama permainan ganda, ada 3 sistem atau cara yang sering digunakan, yaitu;

  • Sistem berdampingan (side by side);
  • Sistem depan dan belakang (fornt and back) dan,
  • Sistem silih berganti atau sistem anoulir, yaitu kombinasi antara sistem kesatu dan kedua.

Formasi berdampingan yaitu formasi dimana kedua pemain dalam posisi sejajar ini jamak digunakan oleh para pelatih untuk atlet pemula karena lebih mudah dikuasai. Dalam formasi ini lapangan dibagi menjadi dua bagian, tiap pemain mengisi satu kotak yang sudah dibatasi oleh garis lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *