3 lapisan tubuh Cnidaria

Yang dimaksud dengan Cnidaria atau coelentrata adalah hewan invertebrata yang mempunyai rongga dengan bentuk tubuh seperti tabung dan mulut yang dikelilingi oleh tentakel, ada 3 lapisan tubuh cnidaria. Artikel di bawah ini akan menjelaskan tentang 3 lapisan tubuh cnidaria.

3 lapisan tubuh Cnidaria adalah:

  • Mesoglea, merupakan rongga yang berisi bahan seperti gelatin dan tidak mengandung sel-sel. Mesoglea terletak diantara epidermis dan gastrodermis.
  • Epidermis, merupakan lapisan tubuh paling luar. Epidermis tersusun dari 5 macam sel, yaitu sel epitel otot, sel interstisial, sel knidosit (knidoblas), sel kelenjar lendir,  dan sel saraf indra.
  • Gastrodermis, terdiri atas beberapa macam sel, yaitu sel otot pencerna berflagela, sel kelenjar enzim, dan sel kelenjar lendir.

Bagaimana Reproduksi Cnidaria?

Cnidaria mengalami reproduksi dengan daur hidup antara bentuk polip dan medusa. Pada Schypozoa (Ubur-ubur) dan Cubozoa (Ubur-ubur kotak), larvanya berenang sampai mendapatkan tempat yang cocok untuk menempel, kemudian larva tumbuh menjadi polip. Polip tumbuh besar sampai dewasa kemudian menarik tentakelnya serta memotong tubuhnya secara horizontal, proses ini disebut strobilasi.

Bagian yang terpotong berenang bebas sebagai medusa muda. Medusa tumbuh sampai dewasa sedangkan polip melanjutkan proses strobilasi. Medusa dewasa memiliki kelenjar reproduksi di gastroderm-nya, kelenjar ini dapat menghasilkan sel telur atau sperma yang dapat dikeluarkan saat musim kawin tiba. Telur yang dibuahi menjadi larva dan memulai daur hidupnya lagi.

Peristiwa bergantinya cara reproduksi dari seksual (tahap medusa) ke aseksual (tahap polip) atau sebaliknya disebut metagenesis, proses ini juga dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan misalnya lumut, dimana cara reproduksinya berganti dari pembuatan spora yang aseksual ke pembuatan gamet yang seksual.

Banyak Cnidaria yang menghilangkan salah satu tahap diatas, misalnya beberapa Schypozoa tidak punya tahap polip, sehingga larvanya langsung tumbuh menjadi medusa muda. Polip Cubozoa hanya menghasilkan satu medusa. Hydrozoa lebih beragam, beberapa tidak mengalami tahap polip, sedangkan yang lain seperti Hydra tidak punya tahap medusa. Anthozoa tidak mengalami tahap medusa tapi menggunakan polip yang bertunas.

Sebutkan 13 ciri cnidaria atau coelentrata!

  1. cnidaria itu Multiseluler, mampu memotong bidang melalui pusat menciptakan segmen identik, mereka memiliki bagian atas dan bawah tapi tidak ada sisi.
  2. cnidaria Merupakan hewan invertebrata.
  3. cnidaria Memiliki bentuk seperti tabung
  4. cnidaria Dikelilingi tentakel di sekitar mulut
  5. Lapisan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), serta sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea)
  6. cnidaria Memiliki knidoblast, yaitu sel eksoderm yang berisi racun yang berduri disebut dengan nematocyt.
  7. cnidaria Hidup di air tawar, air laut, secara solider dan berkoloni.
  8. cnidaria Memiliki sel penyengat.
  9. cnidaria Merupakan hewan karnivora.
  10. cnidaria Tidak memiliki organ atau sistem organ
  11. cnidaria Tidak memiliki otak, namun hanya impuls saraf.
  12. cnidaria Sistem pernapasan adalah sistem saraf difus.
  13. Coelenterata memiliki alat gerak yang berupa tentakel.

Klasifikasi Cnidaria

  • Anthozoa, merupakan hewan laut yang mempunyai bentuk mirip bunga.
  • Cubozoa, merupakan hewan lauy yaitu ubur-ubur sejati.
  • Hydrozoa, merupakan hewan laut yang memiliki bentuk seperti tunas.
  • Scyphozoa, merupakan hewan laut yang memiliki bentuk seperti mangkuk.

Bagaimana Reproduksi Cnidaria?

Dimana dala hal ini menerangkan bahwa Coelenterata bisa mengalami perkembangbiakan dengan cara sesual dan juga asesual.

Yang mana berlangsungnya Reproduksi sesual yakni denagn melalui suatu pertemuan antara ovum dan juga sperma, kemudian reproduksi dengan secara sesual tersebut bisa dilakukan oleh semua jenis Coelenterata yang bersifat medusa (bebas), dan juga sejumlah coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat).

Kemudian berlangsungnya Reproduksi asesual yakni dapat terjadi dengan proses pembentukan tunas yang menempel pada bagian kaki, dan proses ini hanya dapat dilakukan oleh sejenis coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat).

Dimana Habitat cnidaria?

Coelenterata hidup bebas secara heterotfof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air. Jika ada mangsa yang menempel atau mendekati tentakel dan mengenai knidosit, knidosit menegluarkan racun untuk melumpuhkan mangsa tersebut mangsa. Mangsa yang sudah dilumpuhkan ditangkap oleh tentakel. Tentakel kemudian menggulung dan membawa mangsa ke mulut.

Sistem pencernaan cnidaria

sistem pencernaan diawali dari aktivitas tentakel yang menangkap makanan / mangsa. Mangsa yang telah ditangkap, selanjutnya dimasukkan ke dalam gastrosol. Setelah proses pencernaan di dalam gastrosol, zat makanan akan diserap oleh sel-sel gastrodermis.

Kemudian zat makanan akan dicerna kembal dan akan didistribusikan ke seluruh bagian tubuh dengan cara perpindahan sari makananan dari konsenterasi tinggi menuju konsentrasi yang lebih rendah (difusi).

Berikutnya zat sisa makanan akan dikeluarkan melalui tempat pertama kali makanan dimasukkan. Hal tersebut terjadi dikarenakan tidak terdapatnya anus pada tubuh hewan tersebut.

Cnidaria

Bagaimana Pernapasan cnidaria?

Pada hewan cnidaria, sistem respirasinya terjadi dengan adanya proses pertukaran oksigen dengan karbondioksida yang terjadi melalui prosesi perpindahan zat dari tempat dengan konsentrasi tinggi menuju ke tempat dengan konsentrasi yang lebih rendah.

Proses tersebut dilakukan dengan mendayagunakan bagian kulit terluar yang bersinggungan langsung dengan air yang terkandung oksigen di dalamnya.

Di dalam lapisan gastroendermis juga terdapat struktur yang berperan sebagai fasilitator pelaksana proses respirasi cnidaria. Struktur tersebut dinamakan sifinoglia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *