20 Contoh Soal Uraian dan Jawaban Kimia Unsur

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, admin akan memberikan 20 contoh soal dalam bentuk uraian atau essay tentang kimia unsur dilengkapi dengan jawabannya. Semoga saja contoh soal uraian dan jawaban tentang kimia unsur ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1) Sebutkan sifat logam alkali!

Jawaban: Logam alkali memiliki sifat-sifat tertentu yang membedakannya dengan unsur kimia lainnya. Sifat tersebut ialah pertama logam alkali bersifat sangat reaktif. Sifatnya yang reaktif ini membuat logam alkali tidak pernah ditemukan di alam bebas.

Sifat kedua ialah memiliki titik leleh yang rendah. Hal itu disebabkan oleh jumlah elektron valensi yang digunakan untuk mengikat partikel lain jumlahnnya hanya satu buah.

Sifat selanjutnya ialah logam alkali sangat mudah bereaksi dengan unsur kimia lainnya. Mudahnya bereaksi itu disebabkan sifatnya reaktif. Selain itu, logam alkali sangat mudah larut di dalam air.

Lalu, logam alkali berbentuk padatan, kecuali sesium yang berbentuk cair, dan memiliki karakteristik lunak. Saking lunaknya, padatan logam alkali dapat diiris dengan pisau seperti laiknya lilin atau sabun.

Soal No. 2) Apa kegunaan unsur atau senyawa kalsium?

Jawaban: Kalsium adalah senyawa kimia yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan makhluk hidup. Sebab, kalsium memiliki fungsi sebagai tulang dan gigi makhluk hidup, khususnya manusia.

Selain itu, senyawa kalsium memiliki fungsi sebagai bahan kimia untuk memproduksi beberapa benda yang digunakan oleh manusia. Benda-benda tersebut seperti kapur tulis, semen, gypsum, dan lain sebagainya. Tentunya, untuk dapat membentuk benda-benda tersebut, kalsium harus digabungkan dengan senyawa kimia lainnya.

Dari penjelasan singkat tersebut, sudah diketahui bahwa kalsium berguna untuk tulang manusia dan bahan baku semen.

Soal No. 3) Apakah sifat yang dimiliki unsur transisi?

Jawaban: Unsur transisi memiliki beberapa sifat. Pertama, memiliki sifat logam. Semua unsur transisi termasuk logam yang bersifat lunak, mengkilap,dan penghantar listrik dan panas yang baik. Adapun, sifat-sifat logam itu pada dasarnya dikarenakan unsur transisi hanya mengandung 1 atau 2 elektron pada kulit terluar.

Kedua, memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu. Bilangan oksidasinya biasanya lebih sejenis. Hal itu disebabkan beberapa atau semua elektron pada orbital d dapat digunakan bersama-sama dengan elektron valensi (elektron pada orbital s) dalam membentuk senyawa.

Ketiga, unsur transisi memiliki unsur magnetik. Baik itu paramagnetik, diamagnetik, ataupun feromagnetik.

Lalu, tingkat energi elektron pada unsur-unsur transisi yang hampir sama menyebabkan timbulnya warna pada ion-ion logam transisi. Adapun, hal itu terjadi lantaran elektron dapat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak.

Soal No. 4) Jelaskan proses pengolahan alumunium!

Jawaban: Proses pengolahan aluminium ada dua proses, yakni pemurnian bauksit dan peleburan alumina. Pemurnian bauksit bertujuan untuk memperoleh alumina murni. Kemudian, alumina murni tersebut dilebur dengan sel elektrosis.

Hasilnya, alumunium berwujud cair dan terkumpul di dasar wadah. Lelehan aluminium lalu dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk menghasilkan aluminium batangan.

Soal No. 5) Bagaimana mekanisme proses pengkaratan besi?

Jawaban: Proses pengkaratan besi merupakan proses pembentukan oksida terhidrat, Fe(OH)3 atau FeO(OH) secara elektrokimia. Proses ini hanya terjadi dengan adanya oksigen, air dan suatu elektrolit. Pada permukaan besi yang mengandung konsentrasi oksigen lebih besar terjadi proses reduksi menghasilkan ion hidroksida.

O2(g) + 2H2O(l) + 4e → 4OH(aq)

Logam besi bertindak untuk mengangkut elektron dari permukaan besi lain yang konsentrasi oksigennya lebih kecil. Proses yang terjadi adalah oksidasi.

Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e

Kedua ion tersebut terdifusi menghasilkan endapan besi (II) hidroksida, Fe(OH)2, kemudian teroksidasi lebih lanjut menghasilkan besi (III) hidroksida, Fe(OH)3.

Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:

O2(g) + 2H2O(l) + 4e → 4OH(aq)

Fe(s) + 3OH(aq) → FeO(OH)(s) + H2O(l) + 4e 

Fe(s) + O2(g) + H2O(l) → FeO(OH)(s) + OH(aq)

Soal No. 6) Apa penyebab munculnya sifat magnetik unsur-unsur/ senyawa kimia?

Jawaban: Setiap benda atau partikel yang berputar pada porosnya akan menghasilkan sifat magnet. Sebuah elektron, yang secara individu dipandang sebagai partikel solid bermuatan, juga berputar pada porosnya yang ditandai dengan bilangan kuantum spin, s, dengan nilai ±1/2.

Dengan demikian, spin elektron menghasilkan magnet atau dengan kata lain elektron sendiri merupakan magnet elementer, dan inilah yang merupakan sumber munculnya sifat magnetik khususnya dalam senyawaan kimia. Sifat magnet demikian sering disebut sebagai sifat magnetik spin.

Namun, jika dua elektron dalam satu orbital akan saling berpasangan, artinya keduanya memiliki arah spin yang anti paralel atau nilai spin yang saling berlawanan, +1/2 dan –1/2. Sehingga sifat magnetik yang dihasilkan akan saling meniadakan atau resultan sifat magnetiknya bernilai nol.

Sebenarnya perputaran elektron pada orbitalnya (revolusi) juga menghasilkan sifat magnetik, namun nilainya relatif sangat kecil dibanding sifat magnetik spin. Oleh karena itu, nilai ini hanya sebagai faktor koreksi saja terhadap sifat magnetik senyawa yang bersangkutan.

Soal No. 7) Mengapa digunakan titanium (IV) oksida sebagai pengganti “timbal putih” Pb3(CO3)2(OH)2 sebagai bahan cat?

Jawaban: Penggunaan “timbal putih” Pb3(CO3)2(OH)2 sebagai bahan cat sifatnya racun. Garam ini juga mengalami pelunturan warna dan mengubah atmosfir kota menjadi hitam dan tercemar oleh timbal (II) sulfida.

Titanium (IV) oksida TiO2 tahan terhadap pelunturan oleh udara terpolusi, oleh karena itu digunakan sebagai pengganti timbal putih sebagai bahan cat. Titanium (IV) oksida sifat racunnya juga rendah, memiliki indeks bias tertinggi diantara senyawa-senyawa anorganik putih atau tak berwarna, bahkan lebih tinggi daripada intan. Sebagai akibat tingginya kemampuan memancarkan cahaya, senyawa ini dapat secara efektif menutupi atau menyembunyikan lapisan cat terdahulu dibawahnya.

Soal No. 8) Bagaimana pemanfaatan logam zirkonium dalam industri nuklir dan mengapa dipilih logam tersebut?

Jawaban: Dalam industri nuklir, logam zirkonium digunakan sebagai kontainer (reaktor) atau wadah bahan bakar nuklir. Logam ini dipilih karena memiliki penampang lintang tangkapan neutron yang rendah, artinya tidak menyerap neutron yang terlibat dalam proses fisi.

Soal No. 9 Mengapa logam vanadium dipilih sebagai logam aditif pada baja?

Jawaban:  Logam vanadium dapat bergabung dengan karbon di dalam baja, membentuk senyawa V4C3 yang berupa butiran-butiran halus terdispersi dan membuat baja lebih tahan lama, tahan sobekan bahkan pada temperatur tinggi, sehingga menghasilkan baja yang berkualitas tinggi dibanding baja biasa. Dengan penambahan karbon kira-kira 10% pada baja ini mengakibatkan kenaikan titik leleh yang sangat mencolok, yaitu sekitar 2700oC.

Dengan sifat inilah, logam vanadium digunakan sebagai logam aditif pada baja, khususnya untuk keperluan baja yang tahan goncangan pada kecepatan tinggi.

Soal No. 10) Sebutkan jenis batuan magnesium di alam ?

Jawaban: Magnesium terdapat pada MgCO3, MgSO4, dolomit (campuran CaCO3.MgCO3), dan mika (K-Mg-Al-silikat). Magnesium banyak diproduksi karena stabil di udara terbuka. Magnesium dapat diperoleh juga melalui proses Downs.

Soal No. 11) Sebutkan sumber aluminium di alam dan bagaimana cara pembuatannya ?

Jawaban: Aluminium merupakan logam yang paling banyak dijumpai di muka bumi, sekitar 8,8%. Aluminium banyak terdapat dalam bijih bauksit (Al2O3.2H2O) dengan kadar 35 – 60%, granit, dan tanah liat. Aluminium diperoleh dengan menggunakan proses Hall-Heroult, sesuai dengan nama penemunya Charles M. Hall (AS) dan Paul Heroult (Perancis) pada tahun 1886.

Soal No. 12) Apa yang dimaksud dengan alotrof dan berikan contohnya ?

Jawaban: Bentuk-bentuk yang berbeda dari unsur yang sama disebut alotropi. Unsur karbon memiliki beberapa bentuk yang berbeda, yaitu intan, grafit, dan arang.

Soal No. 13) Jelaskan kegunaan dari karbon monoksida !

Jawaban: Beberapa kegunaan karbon monoksida:

  • Es kering (dry ice), digunakan sebagai pendingin, seperti pada pembuatan es krim, produk daging, dan makanan beku.
  • Sebagai pemadam api, CO2 akan mencegah api menyebar karena sifatnya yang lebih ringan dibandingkan dengan udara, sehingga akan melingkari api.
  • Untuk membuat minuman berkarbonasi (soft drink), seperti air soda, limun, dan lainnya.
  • Sebagai reagen kimia pada proses pembuatan sodium salisilat, potasium, amonium karbonat dan bikarbonat.
  • Sebagai bahan baku untuk fotosintesis dan menentukan suhu global iklim.
  • Sebagai bahan baku untuk fotosintesis tumbuhan air dan digunakan siput dan sejenisnya untuk membuat cangkang.

Soal No. 14 Jelaskan cara pembuatan silikon!

Jawaban: Silikon merupakan unsur kedua terbanyak yang terdapat di muka bumi, yaitu sekitar 28%. Silikon dapat diperoleh dengan cara mencampurkan silika dan kokas (sebagai reduktor) dan memanaskannya di dalam tanur listrik pada suhu sekitar 3.000 °C.

Reaksi: SiO2(l) + C(s) →Si(l) + 2 CO(g)

Silikon umumnya digunakan untuk membuat transistor, chips computer, dan sel surya.

Soal No. 15) Jelaskan sifat-sifat nitrogen!

Jawaban: Nitrogen merupakan unsur yang paling melimpah yang dapat dengan mudah diakses oleh manusia. Di alam, nitrogen berbentuk sebagai senyawa N2 dengan kadar 78,03% volum dan 75,45% berat. Nitrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, serta mencair pada suhu –195,8 °C dan membeku pada suhu –210 °C. Nitrogen diperoleh dengan cara distilasi bertingkat udara cair.

Soal No. 16) Sebutkan 3 jenis fosfor beserta kegunaannya ?

Jawaban:Unsur fosfor mempunyai beberapa jenis, yaitu:

  1. Fosfor putih, bentuk molekulnya tetrahedral, bersifat lunak, sangat reaktif, dan beracun. Fosfor jenis ini sering disebut sebagai fosfor kuning karena kadang-kadang berwarna kekuningan.
  2. Fosfor merah, bentuk molekulnya belum dapat dipastikan, kurang reaktif, dan tidak beracun.
  3. Fosfor hitam (mirip grafit), diperoleh dengan memanaskan fosfor putih di bawah tekanan pada suhu 550 °C.

Soal No. 17) Bagaimana cara pembuatan oksigen di laboratorium !

Jawaban: Dalam skala laboratorium, oksigen dapat diperoleh dengan cara:

  • Pemanasan campuran MnO2 dan H2SO4, proses ini pertama kali diperkenalkan oleh C. W. Scheele (1771) dengan reaksi:

MnO2(s) + H2SO4(aq) → MnSO4(aq) + H2O(l) + O2(g)

  • Pemanasan HgO, proses ini pertama kali diperkenalkan oleh Priesttley (1771) Reaksi: 2 HgO(s) → 2 Hg(l) + O2(g)
  • Pemanasan peroksida

Reaksi: 2 BaO2(s) → 2 BaO(s) + O2(g)

Soal No. 18) Sebutkan kegunaan dari belerang ?

Jawaban: Kegunaan belerang yang utama adalah untuk membuat asam sulfat, vulkanisasi karet dan membasmi penyakit tanaman. Belerang juga digunakan untuk membuat CS2 dan senyawa belerang lainnya.

Soal No. 19) Sebutkan cara pembuatan asam sulfat ?

Jawaban: Asam sulfat, H2SO4 dapat dibuat dengan dua cara, yaitu proses kontak dan proses bilik timbal.

Soal No. 20) Sebutkan sifat-sifat dari sinar radioaktif ?

Jawaban: Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat:

  • Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
  • Dapat mengionkan gas yang disinari.
  • Dapat menghitamkan pelat film.
  • Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
  • Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, βdan γ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *