10 Soal Essay Minyak dan Lemak beserta Jawabannya

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, admin akan memberikan 10 contoh soal dalam bentuk essay tentang minyak dan lemak beserta jawabannya. Semoga saja 10 soal essay dan jawaban tentang minyak dan lemak ini bermanfaat untuk kita semua.

Soal No. 1) Sebutkan asam lemak yang terdapat pada minyak?

Jawaban:
– asam palmitoleat (C15H29COOH)
– asam oleat (C17H33COOH)
– asam linoleat (C17H31COOH)
– asam linoleat (C17H29COOH)

Soal No. 2) Mengapa lemak tidak jenuh lebih cepat teroksidasi (menghasilkan bau tengik) daripada
lemak jenuh?

Jawaban: Karena semakin tidak jenuh asam lemaknya akan semakin cepat teroksidasi selain itu, faktor-faktor seperti suhu, adanya logam berat dan cahaya, tekanan udara, enzim dan adanya senyawa peroksida juga semakin mempercepat berlangsungnya oksidasi dan demikian akan semakin cepat terjadi ketegikan.

Berlangsungnya proses oksidasi tersebut dapat diamati dengan beberapa cara salah satunya dengan mengamati jumlah senyawa hasil penyerapan senyawa peroksida (asam, alkohol, ester, aldehid, keton, dsb)

Soal No. 3) Apa yang dimaksud dengan asam lemak?

Jawaban: Asam lemak adalah senyawa alifatik dengan gugus  karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipid pada mahluk hidup.Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karbosilat dengan rumus kimia R-COOH atau R-CO2H.

Soal No. 4) Sebutkan kegunaan dari lemak?

Jawaban:

  • lemak berfungsi sebagai cadangan makanan/sumber energi dalam tubuh manusia dan hewan.
  • lemak digunakan untuk bahan pembuatan sabun.
  • lemak digunakan untuk pembuatan mentega.
  • minyak juga digunakan untuk pembuatan sabun dengan terlebih dahulu mengalami hidrogenasi.
  • minyak digunakan untuk minyak goring.
  • minyak hidrogenasi juga dibuat menjadi mentega, seperti mentega minyak kacang, mentega minyak jagung, dan mentega minyak kedelai.

Soal No. 5) Sebutkan sifat-sifat fisis lemak!

Jawaban:

  • Lemak dan minyak tidak dapat larut dalam air.
  • Lemak berwujud padat pada suhu kamar.

Soal No. 6) Sebutkan sifat kimia lemak!

Jawaban

    • Gugus aril pada lemak merupakan rantai karbon jenuh, pada miny merupakan rantai karbon tak jenuh.
    • Kereaktifan trigliserida dipengaruhi oleh kereaktifan ester dan juga ketidak jenuhan rantai hidrokarbon.(H-C)

Soal No. 7) Tuliskan nama senyawa minyak yang terbentuk dari tiga asam karbosilat C17H33COOH!

Jawaban: Nama senyawa minyak tiga asam karbosilat C17H33COOH  adalah asam oleat

Soal No. 8) Jelaskan hidrolisis lemak dengan enzim lipase!

Jawaban: Hidrolisis dalam hal ini adalah penguraian lemak atau trigliserida oleh molekul air menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi ini akan lebih sempurna jika ditambahi katalisator minyaknya enzim lipase.

Reaksi :

H2C-O-CO-R1                         H-O-H

H2C-O-CO-R2                         H-O-H

H2C-O-CO-R3                         H-O-H

Trigliserida

R1-COOH                                H2C-OH

R2-COOH                                HC-OH

R3-COOH                                H2C-OH

Asam lemak bebas              Gliserol

Proses hidroksida dapat terjadi secara autokatalis atau dapat dikatalis oleh logam.

Soal No. 9) Apa yang dimaksud lemak tak jenuh?

Jawaban: Lemak tak jenuh merupakan lemak yang mempunyai gugus alkil dengan rantai hidrokarbon tak jenuh (rantai karbon rangkap), lemak tak jenuh disebut minyak lemak nabati yang banyak terdapat tumbuh-tumbuhan. Contoh asam palmitoleat (C15H29COOH), asam oleat (C17H33COOH), asam linoleat (C17H31COOH), dan asam linolenat (C17H29COOH).

Soal No. 10)  Perbedaan rantai karbon antara lemak dan minyak menyebabkan perbedaan titik didih
dan titik beku antara lemak dan minyak. Jelaskan perbedaan tersebut!

Jawaban: Perbedaan antara suatu lemak dan minyak adalah lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair pada suhu kamar. Lemak tersusun oleh asam lemak jenuh sedangkan minyak tersusun oleh asam lemak tak jenuh. Lemak dan minyak adalah bahan-bahan yang tidak larut dalam air. Semakin panjang rantai karbon suatu lemak maka akan semakin tinggi titik cairnya dan pada lemak dengan jumlah atom C yang sama akan lebih rendah titik cairnya bila lebih banyak ikatan rangkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *