Ikatan Ion, (Pengertian, Proses Terbentuk dan 16 Contohnya)

Pada ikatan ionik, terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. Oleh karena berpindahnya elektron, maka ada atom yang kedapatan elektron menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang kehilangan elektron akan bermuatan positif. Jika atom ketambahan elektron, maka atom tersebut menjadi ion negatif atau dikenal dengan istilah anion. Sedangkan jika atom kehilangan elektron, maka atom tersebut menjadi ion positif atau kation. Karena adanya perbedaan muatan antar ion (ion positif dan ion negatif), maka ion positif dan negatif akan saling tarik menarik oleh gaya elektrostatik. Kejadian inilah yang merupakan dasar dari ikatan ionik.

Ikatan ion atau ikatan elektrovalen merupakan ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif. Gaya tarik-menarik ini terjadi karena kedua ion tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar.

Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron dengan atom yang menerima elektron. Atom yang melepas elektron berubah menjadi ion positif (kation) dan atom yang menerima elektron menjadi ion negatif (anion).

Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima elektron atau perpindahan elektron dari satu atom ke atom lainnya. Atom yang menyerahkan/melepas elektron membentuk ion positif sedangkan atom yang menerima/menangkap elektron membentuk ion negatif, sehingga timbul gaya elektrostatik antara kedua ion yang bermuatan.

Proses terbentuknya ikatan ionik

Proses terbentuknya ikatan ionik dicontohkan dengan pembentukan NaCl. Natirum (Na) dengan konfigurasi elektron (2,8,1) akan lebih stabil jika melepaskan 1 elektron sehingga konfugurasi elektron berubah menjadi (2,8). Sedangkan Klorin (Cl), yang mempunyai konfigurasi (2,8,7), akan lebih stabil jika mendapatkan 1 elektron sehingga konfigurasinya menjadi (2,8,8). Jadi agar keduanya menjadi lebih stabil, maka natrium menyumbang satu elektron dan klorin akan kedapatan satu elektron dari natrium.

Ketika natrium kehilangan satu elektron, maka natrium menjadi lebih kecil. Sedangkan klorin akan menjadi lebih besar karena ketambahan satu elektron. Oleh karena itu ukuran ion positif selalu lebih kecil daripada ukuran sebelumnya, namun ion negatif akan cenderung lebih besar daripada ukuran sebelumnya. Ketika pertukaran elektron terjadi, maka Na akan menjadi bermuatan positif (Na+) dan Cl akan menjadi bermuatan negatif (Cl). Kemudian terjadi gaya elektrostatik antara Na+ dan Cl sehingga membentuk ikatan ionik. Beberapa contoh ikatan ion islah sebagai berikut:

  • LiF – Lithium Fluoride
  • LiCl – Lithium Chloride
  • LiBr – Lithium Bromida
  • Lii – Lithium iodida
  • NaF – Sodium Fluoride
  • NaCl – Natrium Klorida
  • NaBr – Natrium Bromida
  • NaI – Sodium iodida
  • KF – Kalium Fluoride
  • KCl – Potassium Chloride
  • KBr – Kalium Bromida
  • KI – Kalium iodida
  • CsF – Cesium Fluoride
  • CsCl – Cesium Chloride
  • CSBR – Cesium Bromida
  • CsI – Cesium Iodida