Ciri-ciri archaebacteria dan Eubacteria

Dalam biologi dipelajari berbagai hal yang berhubungan dengan alam, kehidupan, dunia binatang, tumbuhan, dan lain sebagainya. Di bawah ini saya akana menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan archaebacteria dan Eubacteria, serta ciri-ciri yang dimiliki keduanya.

Apa yang disebut dengan archaebacteria dan Eubacteria?

Archaebacteria merupakan salah satu jenis bakteri yang paling tua di muka bumi ini. bentuknya sangat beragam bisa bulat, spiral atau bentuk yang tidak beraturan bahkan beberapa jenisnya ada yang berbentuk filament atau koloni. Sebenarnya banyak orang yang lebih senang menganggap bakteri ini sebagai eukarotik dibandingkan sebagai bakteri. Hal ini disebabkan karena transkripsi dan translasi hidupnya lebih mirip dengan eukarotik.

Cara reproduksi dari bakteri archaebacteria juga bermacam-macam ada yang melakukan pembelahan diri, bertunas atau secara aseksual (fragmentasi). Jenis bacteri ini juga seringkali disebut sebagai organism ekstermofil karena bisa hidup di tempat yang kondisinya sangat esktrem seperti bisa hidup di dalam air yang suhunya sangat panas seperti di mata air pegunungan asli atau bahkan sangat dingin seperti di dalam samudera.

Eubacteria ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga seirng disbeut sebagai organism yang tidak memiliki klorofil. Bakteri ini bisa hidup di berbagai tempat dan juga disebut dengan istilah cosmopolitan. Di dalam tubuh euabacteria ini memiliki dinding sel yang menyebabkan tubuh euabacteria menjadi kaku. Cara berkembang biak euabacteria ini adalah dengan cara aseksual dan seksual. Menurut pembentuk dinding selnya, bakteri ini dibagi menjadi dua jenis yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Ciri-Ciri archaebacteria

  1. Susunan tubuh sangat sederhana, dinding sel tidak tersusun atas peptidoglikan;
  2. habitat pada lingkungan ekstrim yang tidak semua organisme mampu hidup di sana;
  3. terdiri atas satu sel yang hidup berkoloni atau berupa filamen berukuran kecil.

Ciri-Ciri Eubacteria

  1. Mikroorganisme dengan rata-rata panjang 2 – 3 µm, lebar 1 – 2 µm, dan diameter 1 mikron;
  2. bersifat uniseluler, hidup secara sendiri-sendiri (soliter) atau berkelompok (koloni);
  3. bentuk sel relatif tetap karena dinding sel tersusun atas peptidoglikan;
  4. mampu membentuk endospora yaitu spora berdinding tebal yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk;
  5. struktur tubuh tersusun atas kapsul, dinding sel, membran plasma, sitoplasma, DNA, mesosom, ribosom, dan plasmid;
  6. reproduksi terjadi secara aseksual dan seksual, secara aseksual melalui pembelahan biner dan seksual meliputi konjugasi, transformasi, dan transduksi.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *