Berikut ini Sejarah Rumah Joglo – dijelaskan lengkap

Sebenarnya, nama rumah adat Jawa Tengah bujan hanya Rumah Joglo. Ada 4 bentuk tempat tinggal tradisional yang ada di Jawa Tengah yaitu bentuk Panggangpe, bentuk Kampung, bentuk Limasan, dan bentuk Joglo. Bentuk Joglo memang lebih dikenal jika dibandingkan dengan bentuk lainnya. Rumah Joglo, pada jaman dahulu, merupakan simbol status sosial dan hanya dimiliki oleh orang yang mampu atau kaya. Bahan-bahan untuk membuat Joglo memang jauh lebih mahal dan lebih banyak. Selain membutuhkan biaya, waktu yang dibutuhkan juga cukup banyak. Dan karna hal itulah anggapan rumah Joglo hanya boleh dimiliki oleh bangsawan, raja, dan pangeran pun berkembang. Hingga masyarakat biasa yang memiliki penghasilan rendah tidak mampu dan tidak berani untuk membuatnya. Masyarakat dengan penghasilan rendah umumnya akan membuat rumah Panggangpe, Limasan, atau Kampung yang lebih hemat biaya dan waktu. Sekarang, rumah Joglo bisa dimiliki oleh berbagai kalangan. Bahan-bahan yang lebih variatif dengan harga terjangkau sudah banyak di ual di dipasaran. Hal itu membuat pembuatannya menjadi hemat biaya dibandingkan jaman dahulu dahulu kala.