Berikut ini Sejarah – dijelaskan lengkap

Sejarah penemuan zat radioaktif bermula pada tahun 1895 ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Conrad Roentgen. kemudian para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu. Sekitar pada tahun 1880, Henri Becquerel menyiapkan cuplikan Kalium Uranil Sulfat dan mencatat bahwa zat tersebut berfosforessensi karena dieksitasi oleh sinar Ultra Violet. Hasil eksperimen nya menunjukkan bahwa radiasi yang terjadi bukan karena sinar Ultra Violet, tetapi berasal dari garam Uranium. Pada tahun 1903, seorang ilmuan bernama Ernest Rutherford menyebutkan bahwa sinar radioaktif dibagi menjadi dua jenis berdasarkan muatannya, yaitu Sinar radioaktif yang bermuatan positif (sinar alfa, ) dan Sinar radioaktif yang bermuatan negatif (sinar beta).

Henri Bequerel