Berikut ini Macam-Macam Siklus Hidrologi – dijelaskan lengkap

siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni :

  • Siklus Hidrologi Panjang.

Siklus Panjang
Siklus hidrologi panjang merupakan siklus hidrologi yang umumnya terjadi di daerah beriklim subtropis atau daerah pegunungan. Dalam siklus hidrologi ini, awan tidak langsung diubah menjadi air, melainkan terlebih dahulu turun sebagai salju dan membentuk gletser. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi panjang ini:

  1. Aiir laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
  2. Uap air yang terbentuk kemudian mengalami sublimasi
  3. Awan yang mengandung kristal es kemudian terbentuk.
  4. Awan mengalami proses adveksi dan bergerak ke daratan
  5. Awan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju.
  6. Salju terakumulasi menjadi gletser.
  7. Gletser akan mencair karena pengaruh suhu udara dan membentuk aliran sungai.
  8. Air berasal dari gletser mengalir di sungai untuk menuju laut kembali.
  • Siklus Hidrologi Sedang

Siklus hidrologi sedang adalah siklus hidrologi yang umum terjadi di Indonesia. Siklus hidrologi ini menghasilkan hujan di daratan karena proses adveksi membawa awan yang terbentuk ke atas daratan. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi sedang ini:

  1. Air laut yang mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
  2. Uap air mengalami adveksi dikarenakan angin sehingga bergerak menuju daratan.
  3. Atmosfer daratan, yakni uap air membentuk awan dan berubah menjadi hujan.
  4. Air hujan yang berada di permukaan daratan akan mengalami run off menuju sungai dan kembali ke laut.
  • Siklus Hidrologi Pendek.

Siklus air pendek merupakan siklus hidrologi yang tidak melalui proses adveksi. Adapun Uap air yang terbentuk melalui siklus ini akan diturunkan melalui hujan di daerah sekitar laut. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi pendek ini:

  1. Air laut ini mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
  2. Uap air akan mengalami kondensasi dan membentuk awan.
  3. Awan yang sudah terbentuk akan menjadi hujan di permukaan laut.