Berikut ini Macam Macam Bullying – dijelaskan lengkap

Terdapat beberapa jenis bullying. Bentuk bullying dapat berupa tindakan fisik atau verbal baik dapat dilakukan langsung atau tidak langsung. 1. Bullying secara fisik Tindakan bullying seperti ini melibatkan kontak fisik antar pelaku dan korban. Dan tindakannya bisa terlihat secara kasat mata. “Misalnya dipukul, ditendang, diludahi, didorong, merusak barang hingga melakukan tindakan lain yang terus berulang hingga merugikan secara fisik,” kata Psikolog Anak, Anna Surti Ariani. Lebih lanjut Anna juga menyebut kalau bullying dengan tipe ini sangat mudah diidentifikasi, namun paling jarang dilakukan dan biasanya terjadi di antara remaja yang sedang bermasalah. 2. Bullying secara verbal Selanjutnya adalah bullying secara verbal. Biasanya bentuk bullying yang satu ini tak kasat mata, namun dampaknya bisa dirasakan oleh hati.
“Seperti dikata-katain, diejek, dicela, dihina, hingga diteror,” lanjut Anna. Bentuk hinaannya juga bermacam-macam. Tidak cuma seputar fisik, tapi bisa merambah ke isu seputar SARA, etnis, status ekonomi, hingga orientasi seksual. 3. Bullying secara sosial Pernah enggak, sih, kamu mendengar gosip atau berita yang kebenarannya masih diragukan? Kalau pernah, jangan sebarkan informasi tersebut, ya. Sebab, menurut Anna, menyebarkan rumor atau gosip yang belum pasti hingga mengajak untuk menjauhi seseorang merupakan tindakan bullying sosial. 4. Cyberbullying Dari ketiga bentuk bullying di atas, bullying yang satu ini menjadi bullying yang paling marak dilakukan akhir-akhir ini. Kemajuan teknologi dan informasi menjadi faktor berkembangnya bullying jenis ini. Menurut Anna, tindakan bullying yang satu ini seperti memberikan komentar kasar yang bisa menjatuhkan orang lain, mengancam, hingga menyakiti dengan kata-kata yang ditulis di internet atau media sosial. Menurut Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005), Terdapat 5 jenis bullying yaitu

  • Kontak fisik langsung, seperti: memukul, mendorong, menggigit, mencubit, menjambak, mencakar, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain.
  • Kontak verbal langsung, seperti: mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama, sarkasme, merendahkan, mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip.
  • Perilaku tidak-verbal langsung, Misalnya: melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam, biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal.
  • Perilaku non-verbal tidak langsung, seperti: mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng.
  • Pelecehan seksual, terkadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal. Meskipun laki-laki dan perempuan melakukan bullying cenderung menggunakan bullying verbal, tetapi umumnya, perilaku bullying fisik lebih banyak dilakukan laki-laki dan bullying verbal banyak dilakukan perempuan.