Berikut ini Macam–Macam Bacaan Mad dalam al-Qur’an – dijelaskan lengkap

Membaca al-Qur’an dengan cara mengatur panjang atau pendeknya suara yang akan kita lantunkan, agar orang yang sedang mendengar bacaan al-Qur’an yang di sekitar kita hatinya akan terasa nyaman dan juga tentram. Dan juga agar menjaga arti dari bacaan al-Qur’an tersebut agar tidak berubah. Inipun tentunya akan membutuhkan proses untuk kita semua yang sedang belajar membaca al-Qur’an. Oleh sebab itulah kita juga harus tau soal bacaan mad ini yang ternyata memiliki banyak sekali macamnya. Sebelumnya juga harus kita ketahui bahwa sanya bacaan mad ini memiliki dua jenis. Yakni mad thabi’i serta mad far’i yakni cabang-cabang dari mad thabi’i.

Hukum Bacaan Mad Thabi’i

Mad Thabi’i atau mad asli yakni apabila terdapat alif ( ا ) sesudah fathah, ataupun yasukun ( ي ) sesudah kasrah ( ―ِ ) ataupun huruf wau ( و ) sesudah dhammah ( ―ُ ) maka bacaan itu ialah hukum mad thabi’i. Mad yang berarti panjang serta thabi’i artinya biasa. Cara membacanya ialah dibaca dengan panjang dua harakat ataupun dapat disebut satu alif, contohnya: حَامِيَةٌ – اٰمَنَ – اِيْمَانٌ

Mad Far’i

Mad far’I yakni semua mad yang selain mad thabi’I, dikarenakan mad far’I asalnya dari mad thabi’I, mad far’I dapat dibaca panjang 2 sampai 6 harakat, mad far’I itu tersendiri dibagi menjadi 14 bagian, Berikut ini ialah hukum bacaan dari mad far’i: 1. Mad wajib muttashil Mad wajib muttashil yakni apabila mad thabi’I bertemu hamzah (ء) disatu kata ataupun sebuah kalimat. Cara membacanya ialah dibaca dengan panjang 3 alif (6 harakat). Biasanya mad itu wajib muttashil mempunyai tanda garis yang diatas huruf sebelum hamzah. Contoh: السَّمَاءِ – مِنَ النِّسَاءِ – شُهَدَاءَ 2. Hukum Mad Aridh Lissukun Mad aridh lissukun yakni apabila ada waqof ataupun tempat berhenti serta sebelumnya ada mad thobi’I ataupun mad lein. Cara membacanya ialah di baca dengan panjang 2,4, atau 6 harakat serta apabila dibaca washol atau melanjutkan bacaan, jadi di baca misalnya mad thobi’I yakni 2 harakat. Contoh: ۞الْعَالَمِيْن۞ – يُؤْمِنُوْن۞ – تَعْمَلُوْن 3. Hukum Mad Iwad Mad Iwad ialah apabila kalimat yang terakhir itu berharakat fathah tanwin serta dibaca waqof (berhenti). Dibaca dengan panjang 1 alif (2 harakat). Contoh: ۞عِوَجًا۞ – مَّوْعِدًا۞ – سَمِيًّا 4. Hukum Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi Mad lazim mukhaffaf kilmi yakni apabila mad thobi’I yang bertemu dengan huruf yang bersukun didalam satu kata. Cara membacanya dengan panjang 3 alif atau 6 harakat. Mad artinya itu panjang, lazim yang berarti wajib ataupun harus, mukhaffaf yang artinya ringan, serta kilmi yang artinya kalimat. Mad ini hanya ada di 2 tempat ataupun 2 ayat saja yang ada di dalam alquran, yakni disurat Yunus ayat 21 serta 91 Contoh: آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ – آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ 5. Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf Mad lazim harfi mukhaffaf juga ada diawal ayat alquran. Huruf mad yang satu ini ada 5, yakni : ح – ر – ط – ي – ﻫ Contoh: الر – طه – يس 6. Hukum Mad Shilah Qashirah Mad Shilah Qashirah ialah memanjangkan suara dihuruf “ha dhomir’ didalam sebauh kata, serta sebelumnya ada huruf berharakat. Contoh: لَا تَأْخُذُهُ – لَهُ مَا – كَمِثْلِهِ 7. Hukum Mad Tamkin Mad tamkin ialah apabila terdapat dua huruf ya (يْ) serta huruf ya (يْ) yang pertama bertasydid ataupun berharakat kashroh serta ya (يْ) yang kedua sukun. Dibaca dengan panjang 2 harakat. Contoh: النَّبِيِّينَ – عِلِّيِّينَ – حُيِّيتُم 8. Hukum Mad Jaiz Munfashil Mad Jaiz Munfashil ialah apabila mad thabi’i itu bertemu hamzah (ء) tapi hamzah itu ada di lain kalimat ataupun kata. Jaiz yang berarti boleh, sedangkan Munfashil artinya terpisah. Untuk cara membacanya ialah boleh panjang 2, 4, ataupun 6 harakat, tetapi kebanyakan orang akan membacanya dengan 4 harakat. Contoh: وَلآ اَنَا – يأَيُّهَا – اَلَا اِنَّهُمْ 9. Hukum Mad Badal Mad badal terjadi saat ada huruf mad serta hamzah (ء) terkumpul didalam satu kalimat, dan untuk hamzah akan mendahului huruf mad tersebut. Mad badal itu dibaca dengan panjang 2 harakat. Mad artinya panjang serta badal artinya pengganti. Contoh: الْأُولَىٰ – جَعَلُوْا – اَلصَّلَاةُ 10. Hukum Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi Mad lazim mutsaqqal kilmi ataupun dapat disebut juga dengan mad lazim muthawwal yakni apabila nad thobi’I akan bertemu dengan huruf bertasydid didalam satu kata. Biasanya membaca mad lazim mutsaqqal kilmi ini memiliki tanda ataupun garis yang di atas huruf misalnya saja dimad wajib muttashil. Cara membacanya ialah dengan panjang 6 harakat. Contoh: قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا – لَا تُضَاۤرَّ – فَاِنْ حَاۤجُّوْكَ 11. Hukum Mad lazim Harfi Musyba’ Hukum bacaan dari mad lazim harfi musyba’ yang biasanya ada diawal surat. Huruf dari mad lazim harfi musyba’ ada delapan, yakni ن – ص- ق – ع – ل – س – ك – م Dibaca dengan panjang 6 harakat. Contoh: ‫الم – ‫طسم – ‫المص 12. Hukum Mad Layyin Atau Mad Lin Mad lin ialah apabila terdapat huruf waw sukun (و) ataupun ya’ sukun (ي) yang dimana sebelumnya ada huruf yang berharakat fathah. Mad lin akan dibaca dengan panjang 2 sampai 6 harakat. Contoh: بِالْغَيْبِ – عَلَيْكُمْ – كَيْفَ 13. Hukum Mad Shilah Thowilah Mad shihah thowilah ialah apabila terdapat mad qashirah ataupun ‘ha dhomir” yang bertemu dengan hamzah (ء), jadi membacanya sama saja dengan mad jaiz munfashil Contoh: مَالَهُ أَخْلَدَهُ – عِنْدَهُ إِلَّا 14. Hukum Mad Farq Yang terakhir ialah mad farq yakni bertemunya dua hamzah yang dimana hamzah pertama ialah hamzah isthifam serta yang kedua ialah hamzah washol dan pertemuan diantara mad badal serta huruf bertasydid Contoh Mad Farqi: ءَٓالذَّكَرَيْنِ – ءَٓالذَّكَرَيْنِ  – ءٰٓاللهُ خَيْرٌ Selesai sudah pembahasan kita kali ini tentang Hukum Bacaan Mad, dan semoga dapat membantu kalian semuanya dan terimakasih kamu sudah berkunjung dan menyimak artikel ini sampai akhir . Baca Juga Lainnya: