Berikut ini  Karakteristik Pemasaran Jasa – dijelaskan lengkap

Menurut Kotler dan Armstrong, ada 4 (empat) karakteristik pemasaran jasa yaitu:

  • Tidak Berwujud (Intangibility)

Jasa merupakan suatu hal yang tidak bisa dilihat, diraba, dirasa, dan didengar, dicium, atau menggunakan indra lainnya sebelum jasa tersebut dibeli. Hal tersebut membedakan jasa dengan hasil produk  barang dari perusahaan. Wujud suatu produk jasa seperti perbuatan, penampilan atau usaha lainnya yang tidak bisa disimpan, dipakai atau diletakan di sebuah tempat yang diinginkan. Wujud dari produksi jasa ini bisa memberikan pengalaman dan  bisa mempengaruhi kepuasan konsumen. Hal tersebut merupakan hal sulit untuk mengevaluasi atau suatu produk jasa. Untuk itu, tugas perusahaan yaitu memberikan atau pelayanan atau jasa yang nyata dalam satu yaitu lebih cara dan mengirim isyarat yang tetap mengenai kualitas perusahaan.

  • Tidak Terpisahkan (Inseparability)

Jasa tidak bisa dipisahkan dari penyedia  pelayanan atau jasanya, baik  orang dan mesin. Jika seorang karyawan itu memberikan jasa atau pelayanan, maka karyawan itu menjadi bagian dari proses atau  pelayanan tersebut karena konsumen juga hadir pada saat jasa diberikan. Jasa diberikan dan dikonsumsi secara bersamaan. Tidak sama dengan barang fisik dan yang diproduksi dan disimpan dalam persediaan, lalu didistribusikan lewat dari berbagai penjualan, baru bisa dikonsumsi, Biasanya jasa itu ditawarkan terlebih dahulu lalu diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan atau sering disebut tidak terpisahkan.

  • Bervariasi (Variability)

Jasa memiliki banyak variasi karena jasa selalu tergantung pada siapa yang menyediakan dan kapan hal tersebut terjadi serta dimana jasa itu dilakukan. Contohnya jasa yang ditawarkan suatu hotel. Meski setiap hotel memiliki standar yang sama, Tapi jasa yang diberikan akan bervariasi. Hal ini menerangkan bahwa kualitas pelayanan karyawan bervariasi tergantung dengan energi dan pemikiran yang dimilikinya saat melayani konsumennya.

  • Tidak Tahan Lama (Perishability)

Suatu jasa tidak dapat disimpan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tidak tahan lamanya jasa tidak jadi masalah apabila permintaan tetap. Sedangkan, Apabila permintaan akan jasa tersebut berfluktuasi, maka perusahaan jasa tersebut bisa menghadapi masalah.