Berikut ini Ciri – Ciri Kalimat Tunggal – dijelaskan lengkap

Untuk membedakan antara kalimat tunggal dari jenis kalimat lain, kalimat tunggal mempunyai beberapa ciri – ciri, di antaranya yaitu L

1. Kalimat tunggal hanya mempunyai satu peristiwa pokok.

Kalimat tunggal hanya menyajikan atau menyampaikan atau menjelaskan satu persitiwa saja. Contoh:

  1. Dita membaca buku (Satu peristiwa)
    Dina membaca buku dan majalah (Dua peristiwa, yaitu Dina membaca buku’ dan Dina membaca majalah’)
  2. Roni membeli Roti (Satu peristiwa)
    Rani pergi ke salon dan membeli Roti (Dua peristiwa, yaitu Rani pergi ke Salon’ dan Rani membeli Roti’)
  3. Tukimin mengenakan baju merah (Satu peristiwa)
    Tukimin mengenakan baju merah sembari menenteng tas hitam (Dua peristiwa, yaitu Tukimin mengenakan baju merah’ dan Tukimin menenteng tas hitam’)
  4. Kita mencetak gol ke gawang lawan (Satu peristiwa)
    Kita melakukan selebrasi dan penonton menyambutnya dengan senang (Dua peristiwa, yaitu kita melakukan selebrasi’ dan ‘penonton menyambut selebrasi yang mereka lakukan dengan senang)
  5. Shinta memintal benang wol (Satu peristiwa)
    Shinta memintal benang wol dan sutra (Dua peristiwa, yakni Shinta meminta benang wol’ dan Shinta memintal benang sutra’)

2. Kalimat tunggal hanya mempunyai satu struktur penyusun kalimat.

Artinya, kalimat tunggal hanya mempunyai satu struktur penyusun kalimat saja, yaitu hanya ‘SP’ saja, ‘SPO’ saja, dan lain sebagainya. Dengan istilah lain kalimat tunggal hanya mempunyai satu subjek, satu predikat, dan satu objek saja.

3. Kalimat tunggal tidak mengenal penggunaan konjungsi / kata hubung juga tanda baca koma (,).

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu bagian penyusun kalimat dan satu struktur. Penggunaan konjungsi atau kata hubung juga tanda baca koma (,) adalah salah satu ciri kalimat majemuk untuk membedakan antara induk kalimat dan anak kalimat. Contoh :

  1. Saya mengetik cerita (kalimat tunggal)
  2. Saya mengetik cerita ketika ayah datang (kalimat majemuk)
  3. Saya mengetik cerita, ayah datang (kalimat majemuk)
  4. Jaelani anak kedua (kalimat tunggal)
  5. Jaelani anak kedua sehingga ia dimanja (kalimat majemuk)
  6. Jaelani anak kedua, ia dimanja orang tua (kalimat majemuk)
  7. Saya membenci tikus (kalimat tunggal)
  8. Saya membenci tikus sedangkan ia membenci kucing (kalimat majemuk)
  9. Saya membenci tikus, ia membenci kucing (kalimat majemuk)